Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 10


__ADS_3

Plaaakkk


Daphne terbangun dari tidurnya, wanita itu sangat berkeringat padahal masih di dalam bak mandi, dia melihat jam yang masih menunjukkan pukul 10 malam, dia telah menghabiskan di bak mandi salama setelah jam, membuat kulitnya berkeriput.


“hanya mimpi.” Daphne menetralkan detak jantungnya dan beranjak dari bak mandi, mengguyur tubuhnya di bawah gemericik air kemudian memakai jubah mandinya dan keluar dari kamar mandi.


Masuk ke dalam waredrobe untuk memakai pakaiannya, pakaian hangat karena saat ini tengah musim dingin. Setelah mengeringkan rambutnya, Daphne menuruni tangga menuju meja makan, seorang pelayan berniat naik ke atas namun sudah melihat majikannya yang akan turun.


“makanan sudah siap nona Daphne.”


“terima kasih, kalian boleh istirahat lebih awal.”


“baik nona.”


Daphne duduk di tempat makan sendirian, didepannya sudah ada sup ayam dan juga coklat hangat, sama sekali tangannya tidak berniat menyentuh makanan itu, padahal sebelum mandi Daphne sangat lapar, tapi mengingat mimpi nya tadi selera makannya jadi turun.


“apa maksud mimpi tadi, kenapa ada Eros, kenapa Eros terlihat kejam, siapa wanita yang ada di mimpiku.” Banyak pertanyaan yang ada di kepala Daphne, dia sendiri tidak tau apa alasan kehadiran mimpinya, Daphne adalah sosok yang logis dalam hal apapun, dan apa yang ada di mimpinya bukanlah hal yang pantas ada di mimpinya.


“hi baby.” Suara berat dari belakang membuyarkan lamunan Daphne, wanita itu menetralkan raut wajahnya dan menengok ke belakang.


“kau sudah pulang.”


“apa yang kau makan?.”


“sup ayam, kau mau?.”


“tidak, makanlah terlebih dahulu, aku akan naik untuk membersihkan diri.”


Daphne melihat Eros yang berjalan menjauh menaiki tangga, pandangan wanita itu tertuju pada sepatu yang dikenakan Eros, entah kenapa Daphne merasa kalau Eros baru saja dari tempat yang berlumpur, lebih tepatnya tanah basah, karena walaupun sudah di bersihkan, ada bekas yang tertinggal di sepatunya.


Daphne meninggalkan makanannya berjalan menuju bekas sepatu Eros, memastikan dengan tangannya sendiri kalau Eros tidak berasal dari tempat yang bertanah basah, nyatanya benar, Eros baru saja datang dari tempat bertanah basah.


“apa yang dilakukannya? Ah tidak mungkin sama yang ada di mimpiku, ini terlalu tidak masuk akal, mungkin saja Eros melewati tanah basah di perusahaannya.” Kepala Daphne terus menyangkal hal tak masuk akal tersebut.


Setelah menghabiskan makan malamnya, Daphne menaiki tangga menuju lantai dua, pintu ruang kerja Eros masih terbuka sedikit, pria itu tengah berdiri melihat jendela besar sambil memegang ponselnya tengah berbicara dengan seseorang di sebrang sana entah siapa.


“kerjakan apa yang saya suruh seperti biasanya!.” Teriak Eros yang kemudian mematikan ponselnya, pria itu melihat kebelakang, mata mereka berdua bertemu, Daphne sedikit terkejut saat melihat mata merah Eros yang tiba-tiba.

__ADS_1


“Daphne.” Panggil Eros


Daphne menggeleng, dia masih berfikir positif kalau saat ini Daphne tengah banyak fikiran hingga memikirkan hal yang tak masuk akal tentang Eros.


“apa yang kau lakukan disitu, masuklah.” Lembut Eros.


Daphne membuka pintu untuknya masuk menghampiri Eros yang tengah duduk di kursi kebesarannya. Eros menepuk pahanya menyuruh Daphne duduk di pangkuannya, Daphne hanya menurut dan duduk di pangkuan Eros.


“kenapa tidak tidur hm?.”


“belum mengantuk, apa yang kau lakukan disini?.”


“bekerja.”


Daphne menganguk-angguk, mata Daphne melihat sekeliling, untuk pertama kalinya wanita itu masuk ke ruang kerja Eros, melebihi ekspetasinya, sebuah ruangan yang mewah, bahkan sofa yang ada di sana berlapiskan emas asli, beberapa patung dewa dan juga lukisan lelang waktu itu berada disana.


"ruanganmu terlihat seperti kerajaan.” Ucap Daphne


“aku hanya menyukai saja, bagaimana menurutmu?.”


“seperti ayah, hanya saja dia versi lowbudget nya.” Jawab Daphne sedikit tertawa mengingat tingkah ayahnya saat dirumah juga mengoleksi barang-barang antik.


“tau, tapi tetap saja tidak ada gunanya.”


Satu lukisan yang membuat Daphne sedikit memincingkan mata, sebuah lukisan seseorang yang mirip dengan Eros tetapi tidak memakai pakaian dan seakan tertidur di lubangan tanah.


“itu.” Daphne menunjuk sebuah lukisan di sudut ruangan


“lukisan dewa yang dibuang.”


“memangnya ada dewa yang dibuang?.”


“menurutmu?.”


“kufikir dewa adalah orang paling berkuasa.”


“tapi tetap saja seorang dewa memiliki peraturannya sendiri, dan kalau peraturan di langgar bagaimana?.”

__ADS_1


“mungkin di usir.”


“right.”


“cih pembicaraan apa macam ini, dewa kan hanya sebuah legenda dan tidak ada di kehidupan nyata.”


“ya kau benar, sekarang saatnya tidur.”


“eemmm itu kau tidak mau?.” Ucap Daphne malu-malu


“apa?.”


“itu… ah sudahlah, aku akan tidur.”


Saat Daphne akan turun dari pangkuan Eros, tangan Eros menahannya, lelaki itu memeluk Daphne erat, mengecup punggung wanitanya yang sedikit terbuka, menjilat leher belakangnya.


“aahhh Eros, please.”


“apa yang kau minta.”


“dirimu, please.” Wajah Daphne memerah


Eros membopong tubuh Daphne menuju kamar mareka, menutupnya menggunakan kaki dan menjatuhkan Daphne di ranjang king size nya. Terjadilah pergulatan panas mereka di bawah sinar rembulan yang masuk melalui jendela, lempu yang mati menambah suasana panas keduanya yang saling beradu.


Seorang wanita berambut panjang hitam terduduk di tanah dengan kaki dan tangan terikat, suasana mencekam hanya di temani cahaya rembulan, berharap tidak ada binatang buas yang datang dan berharap dia bisa melepaskan ikatan dan pergi sejauh mungkin.


Sayangnya nasib baik tak berpihak padanya saat se ekor harimau putih menghampirinya. Wanita itu hanya diam, tak bersuara, air matanya jatuh, sangat takut harimau itu pasti akan memakannya.


Dia memejamkan mata, rasa geli menerpa kakinya seakan sebuah lidah menjilati kulitnya. Wanita itu membuka mata, harimau besar memiliki kulit berwarna putih dengan lihai menjilati kulit kakinya, bahkan sama sekali tidak menggigitnya. Jilatan itu naik terus hingga ke pahanya, tubuh polos wanita itu memudahkan sang harimau melakukan aksinya.


Tepat di depan ******** wanita itu, harimau mengendus, memberikan rasa geli yang berbeda. Harimau itu tiba-tiba memundurkan badannya, dan pergi menjauh entah karena apa, suara gonggongan serigala dan cuitan burung hantu terdengar sangat nyaring.


Beberapa saat kemudian kawanan serigala datang menghampirinya, mencabik-cabik tubuh wanita itu membuatnya kesakitan, setelah itu memakan tubuhnya yang sudah tak bernyawa hingga habis.


Saat pagi datang, ber ramai-ramai burung pemakan bangkai menghampiri sisa tulang-tulang wanita itu, berkerumun disana dengan senang. Dikejauhan harimau semalam kembali datang seakan memastikan bahwa wanita yang ada di malam itu telah tiada, wajahnya ikut bersedih saat banyak burung berpesta memakan bangkainya. Bukan sekali melainkan berkali-kali hal ini terjadi, hampir setiap minggu ada di sana. Hingga banyak sekali tulang belulang manusia. hutan terlarang, sebelum Dewa Eros tiba di bumi dan menguasai hutan terlarang, hutan itu hanya lah hutan biasa yang penuh binatang buas, tapi sekarang bukan lagi hutan biasa, melainkan penuh tulang belulang manusia.


*

__ADS_1


 


 


__ADS_2