
Meja bundar dengan steak daging diatasnya, bersama sebotol wine bernilai tinggi dan dua gelas yang siap untuk di gunakan. Mereka berdua duduk berhadapan, Eros dan Daphne, sebuah kegiatan yang sering mereka lakukan. Namun, Daphne merasa kalau hari ini mereka berdua bukanlah sepasang kekasih atau sepasang anak adam yang saling mencintai, tapi mereka berdua adalah sebuah rekan kerja yang saling menguntungkan.
Selesai makan siang, Daphne mulai membuka mulut untuk berbicara.
“soal keluargaku?.” Ucap Daphne
“kau hanya tinggal menunggu, semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kau inginkan baby.”
“thanks.”
“untuk masalah kita sebelumnya, apa kau tidak ingin kembali ke rumah? Dimana kau tinggal?.”
“tidak, aku disini hanya ingin memenuhi permintaan mu untuk makan siang, kalau aku tunda membuatku tidak tenang melakukan apapun.”
“begitukah kau membenciku?.”
“aku tidak membencimu sama sekali, aku hanya tidak ingin terlarut semakin jauh di lubangmu.”
Eros menyentuh kedua tangan Daphne lembut “aku minta maaf kalau aku ada salah, tapi selama aku hidup aku hanya mencintaimu baby, sedikitpun tidak ada rasa untuk berpaling atau pergi menjauh, bagaimana mungkin aku bisa hidup tanpamu.” Jelas Eros membuat Daphne kembali luluh, wanita itu merasa bahwa Eros benar tulus padanya.
Apa yang telah terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman, terkadang Daphne berfikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang mereka berdua, tapi rasa sakit tetap ada saat Daphne tau Eros dengan wanita lain.
Saat dia tinggal sendirian, dia merindukan Eros yang memeluknya tengah malam, mimpi yang selalu muncul membuatnya gemetar, ada yang salah dan ada yang perlu di perbaiki tapi Daphne tidak tau itu apa dan mulai darimana.
“jam makan siangku berakhir, aku harus kembali ke kantor.” Daphne melepaskan tangan Eros dan meninggalkan tempat tersebut.
Eros menghubungi Zain.
“beli Classic media.”
“tapi tuan, perusahaan itu tidak sesuai dengan perusahaan kita.”
“lalu kenapa? aku mau Classic media dan buat Daphne sesering mungkin ke E Group.”
“baik tuan.”
Eros mematikan ponselnya dan keluar dari restaurant tersebut.
Saat berjalan menuju ke mobil, Eros tanpa sengaja menabrak seorang wanita tua yang lumayan sudah sangat tua dan entah kenapa ada disana.
“maaf, saya tidak sengaja.” Ucap Eros
“tidak apa-apa.” wanita itu melihat kearah Eros “dewa.” Wanita itu dengan tiba-tiba bersujud didepan Eros membuat pria itu sangat terkejut. “salam sujudku untuk dewa hawa nafsu dan cinta.”
“bagaimana kau bisa tau?.”
Area parkiran yang lumayan sepi tidak membuat Eros terburu membawa wanita itu menjauh.
“saya telah mengabdi pada dewa sejak lama, dewa Eros mengalami mimpi masa lalu, dimana mimpi itu datang karena sudah bertemu dengan pengantin dewa.”
__ADS_1
“kau tau mimpi yang ku alami?.”
“ya dewa Eros.”
“lalu?.”
“ada gadis pengantin dewa yang sudah di takdirkan sebagai reinkarnasi dari pengantin dewa di masa lalu.”
“bagaimana saya bisa mempercayai mu?.”
Wanita tua itu mengeluarkan sebuah kalung berbatu merah darah, kalung yang hanya ada satu di bumi, seseorang yang memiliki nya adalah orang yang beruntung bisa mengetahui kisah hidup seorang dewa.
“saya adalah guide dewa.”
“bagus, temukan pengantinku kalau begitu.”
“itu.” Wanita itu menunjuk dijalanan, Psikhe yang tengah menyebrang dari sebuah toko roti yang ada didepan.
“Psikhe.”
“gadis itu tau sejak kecil kalau dia pengantin dewa, semakin jauh dia berhubungan dengan manusia, akan sama saja sia-sia, karena dia ditakdirkan menikah dengan dewa Eros.” Jelas wanita tua itu.
…
Daphne tidak kembali ke Classic Media, dia telah menyelesaikan pekerjaannya jadi kembali ke tempat tinggal barunya, walaupun sederhana tapi lebih nyaman ketimbang rumah besar Eros yang selalu membuatnya bertanya.
Tok tok tok
“ya?.” Daphne melihat wanita yang ada di hadapannya, terasa sangat tidak asing tapi membuatnya sangat takut “siapa?.”
“kau tidak perlu tau siapa aku, tapi kau terlalu lama menyadari kehidupanmu Daphne.”
“apa yang kau maksud?.”
“apa kau mencintai Eros?.”
“kau mengenalnya? Kau salah satu wanitanya? Tenang saja, aku hanya terikat perjanjian dengannya, kalau semuanya telah berakhir maka kita juga berakhir.”
“aku tidak peduli dengan perjanjian yang kau maksud, tapi Eros membutuhkan mu.”
Daphne sedikit terbelalak dengan ucapan wanita itu, “apa maksudmu?.”
“temui dia dan tanyakan siapa dia sebenarnya.”
“aku tidak ada urusan lebih jauh dengannya, kalau kau datang hanya untuk itu, lebih baik kau pergi.” Daphne menutup pintu rumahnya, namun saat melihat kembali dari lubang, tidak ada siapa-siapa di luar.
“aneh.”
Daphne hanya menggeleng-gelengkan kepala kembali duduk di depan meja mengerjakan beberapa pekerjaannya yang dikirim oleh Hana beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Daphne merenggangkan otot-ototnya yang kaku setelah mengirimkan pekerjaan nya ke email Hana. Kembali ketukan di pintu membuat Daphne kesal, dia melihat ke lubang, seorang pria berdiri didepan pintu tapi tidak jelas siapa karena badannya membelakangi pintu.
“siapa?.”
Eros berdiri disana, pria itu tengah mabuk, terlihat dari pakaiannya yang berantakan dan bau alcohol.
“baby.” Tangan Eros menyentuh pipi Daphne
“Eros, kau mabuk, dengan siapa kau kesini?.”
“sendiri, aku merindukanmu.”
Daphne membawa Eros masuk kedalam rumahnya dan menidurkan diranjangnya yang bersih, walaupun sangat sayang karena Daphne baru membersihkan dan menatanya sangat rapi.
Eros menarik tangan Daphne sangat keras membuatnya terjatuh di atas tubuh Eros.
“Eros, berhenti.”
Tangan Daphne mendorong dada Eros berusaha bangun, namun Eros kembali menariknya sangat dekat. Tangan Eros bahkan tidak tinggal diam, tangan kirinya menarik leher Daphne, dan tangan kanan nya menyentuh dada wanita itu.
Eros menc*** bibir Daphne sangat kasar dan menuntun\, semakin lama\, Daphne membalas ciuman Eros\, menikmati setiap sentuhan yang diberikan olehnya.
Kancing pakaian tidur yang dipakai Daphne satu persatu terlepas\, menyisakan ****** ***** dan bra nya yang berwarna hitam. Eros menelan ludah\, sudah lama dia tidak menyentuh Daphne\, sekarang wanita itu terbaring di bawah nya dengan mata terpejam membuat Eros semakin berga****.
Tangan Eros turun kebawah, membelai lembut **** ***** Daphne dari luar cd yang dia pakai.
“Eross.”
“apa yang kau inginkan baby?.”
“semuanya, please.” Daphne menatap kearah Eros memohon.
Sejak awal sekeras apapun Daphne menolak Eros tapi perihal ranjang, dia tidak bisa, tubuhnya sangat menginginkan sentuhan Eros walaupun otaknya menolak keras.
Eros menanggalkan semua pakaiannya\, juga sisa yang dipakai Daphne. K*nj*nt*n*nnya sudah sangat keras bersiap untuk pulang ke rumahnya. Daphne menyentuh lengan Eros\, menatapnya lembut.
“pelan.”
Tangan Eros mengusap pipi Daphne “tentu baby.”
*
Ini part paling susah lolos, maaf kalo telat.
episode yang ketinggalan update karena gagal review terus, cape bgt.
aku mau minta maaf karena kesalahan teknis di part ini bikin ribet
__ADS_1