
Satu wanita satu malam, tapi Daphne berbeda, tidak ada yang ingin Eros tiduri selain Daphne walaupun kala itu seorang guide dewa mengatakan bahwa takdirnya adalah wanita lain. Tapi rasa dan insting yang Eros punya padanya hanya sekedar rasa kasihan, tidak lebih apalagi berniat menidurinya.
“kau percaya pengantin dewa?.” Tanya Eros pada Zain
“pasangan Dewa ada tapi kalau pengantin dewa saya kurang tau.”
“wanita itu.”
“saya akan melihatnya tuan.”
“baiklah, segera laporkan.”
“baik tuan.”
Eros meninggalkan perusahaan menuju bar tempat biasa dia datangi dulu, sebagai pelanggan VVIP Eros memiliki akses ke salah satu kamar yang sudah menjadi hak miliknya untuk meniduri wanita yang dia inginkan disana, tapi malam ini Eros hanya minum dan merokok menghabiskan pundi-pundi uang yang baginya tak seberapa.
Pria itu mengendarai mobil sendirian menuju tempat tinggal Daphne, sejak Daphne pindah, Eros sudah tau dia tinggal dimana, hanya saja Eros ingin tau sebanyak apa yang bisa Daphne lakukan di tempat baru, tapi sepertinya Daphne hidup dengan baik.
…
Mata Eros terbuka, pria itu melihat kesamping dan di sekelilingnya, rumah Daphne dan juga wanita itu yang masih terpejam di balut selimut tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya. Tangannya terulur menyisihkan rambut Daphne yang menghalangi wajah cantiknya, Eros tersenyum.
Siapa yang percaya bahwa Eros begitu jatuh cinta dengan wanita yang ada di sebelahnya, bukan hanya perihal nafsu dan **** tapi hati dan fikirannya hanya menginginkan Daphne, sekalipun banyak wanita telanjang di hadapannya, Eros tetap akan berlari kepada Daphne.
Tringg triingg
Ponsel Eros membuat pria itu beranjak dari ranjang mengambil ponselnya yang ada di celana yang tergeletak dilantai, panggilan dari Zain. Suara ponselnya bahkan juga membangunkan Daphne yang tidur terlelap.
Beberapa menit berlalu, Eros mematikan ponselnya dan melihat kebelakang, Daphne yang sibuk di dapur mengenakan kemeja keberasan miliknya tanpa dalaman terlihat dibalik kemeja itu yang lumayan tipis.
Eros berjalan kearah Daphne memeluk pinggang wanitanya dari belakang, menenggelamkan kepalanya di leher indah Daphne, sesekali mengecup dan menjilatnya membuat Daphne kegelian.
“Eros.” Ucap Daphne saat Eros mulai menjilat daun telinganya.
“apa kau masih marah denganku?.” Tanya Eros lirih
__ADS_1
“tidak, memang nya siapa yang marah denganmu?.”
“kau, kenapa pindah kesini?.”
“aku lebih suka rumah sederhana.”
“kalau begitu bagaimana kalau aku membeli rumah ini agar bisa kau tinggali lebih lama.”
“No!.”
“lalu bagaimana caranya agar kau mau kembali lagi didekatku baby.”
“tidak ada.” Daphne membalik tubuhnya kearah Eros
“Zain menghubungiku, masalah Archary, kau akan segera di telepon keluargamu.”
Tepat setelah berbicara, telepon Daphne berbunyi. Dari Daniel, untuk pertama kalinya Daniel menghubungi Daphne setelah bertahun-tahun berlalu.
Daphne berjalan ingin mengambil ponselnya, namun Eros menahan pinging Daphne, membenturkan tubuhnya ke dinding dan mengunci tubuh wanita itu dengan kedua tangannya.
“mereka akan meminta bantuan padamu baby. Apa kau akan menerima panggilan?.”
Eros menyentuh lembut pipi Daphne, mendekatkan wajahnya, mengecup bibir indah wanita itu, *******, ciuman mereka semakin panas, keduanya terlarut dalam nafsu masing-masing. Tangan Eros mulai meremas payudara Daphne yang menyembul di balik kemeja tipis yang dipakainya dengan dua kancing atas terbuka.
Ronde kesekian pun di mulai.
Mereka berdua selesai sekitar pukul 10 pagi dan baru terbangun karena kelaparan, kelaparan karna belum sarapan dan juga kelaparan karena belum makan siang. Daphne lebih dulu terbangun, wanita itu menuju dapur, makanan yang di buatnya sudah sangat dingin. Daphne pun membuang makanan yang dibuatnya ke tong sampah, mengeluarkan telur juga sayuran dari dalam lemari pendingin. Memotongi sayur kecil-kecil tak lupa mencucinya.
Daphne mulai memanaskan Teflon diatas api kompor yang ia nyalakan, dengan sedikit minyak, setelah panas memecahkan telur diatasnya, di beri sedikit bumbu kemudian menggosengnya. Setelah matang, Daphne memasukkan sayuran yang sudah ia potong dan ia cuci dengan bersih, tak lupa juga sedikit saus bumbu-bumbu dan kecap asin. Makanan yang selalu dia buat saat kelaparan.
Nasi sudah matang, Daphne menaruhnya di tempat nasi dan meletakkan semua makanan di atas meja makan. Bau harum makanan membuat Eros membuka mata, Daphne ada di meja makan tengah menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka. Eros memakai celana nya dan berjalan menuju meja makan.
“hanya ini yang bisa ku buat dengan cepat.” Ucap Daphne sambil duduk di depan Eros
“apapun masakan yang kau buat, akan selalu enak untukku.”
__ADS_1
“hahhaa thanks, makanan kalau dingin rasanya akan berbeda.”
“tentu baby.”
Makanan di meja sudah habis, hanya menyisakan piring-piring kotor, Daphne membawa nya ke wastafle untuk di cuci. Ponsel miliknya kembali berdering, wanita itu memutuskan untuk menerima panggilan dari ayahnya. Sedangkan Eros tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan badan.
“halo.”
“Daphne, apa yang telah kau lakukan pada ayah!?.”
“maksud anda?.”
“kau yang membuat perusahaan hancur.”
“saya tidak mengerti apa yang anda katakan, lebih baik anda tidak menghubungi saya lagi.”
Daphne langsung mematikan ponselnya, dia menyalakan televisi. Daniel ada di tayangan berita, saat di tangkap oleh komisi pemberantasan korupsi, pria itu menggelapkan triliunan uang milik investor sekaligus pemilik saham, bukan hanya Daniel, tapi juga keluarga Archary, tuan Archary menghilang entah kemana, rumahnya kosong.
“kau sudah tau baby?.” Tanya Eros dari belakang Daphne sambil memeluk wanita itu
“bagaimana bisa kau melakukan semacam ini? Aku bahkan tidak tau kalau kakak dan ayahku melakukan hal semacam itu.”
“kau mau aku bercerita?.”
Daphne sangat antusias mengangguk, yang Daphne inginkan hanya sederhana membuat keluarganya menyesali dan karma yang didapat lebih dari itu, mereka adalah sekawanan buronan sekarang.
“aku akan meceritakan, tapi apa yang aku dapat?.”
“apapun itu.”
“baiklah aku mau tubuhmu lagi bagaimana?.”
“ya, cepat ceritakan secara detail.”
“baiklah.” Eros membawa Daphne duduk di sofa, lebih tepatnya Daphne duduk di pangkuan Eros. “hari itu sebelum aku bertemu dengan wanita cantik di jalanan, aku baru saja menyelesaikan pemilihan perusahaan untuk menjalin kerjasama dan menanamkan uang. Salah satunya perusahaan milik keluargamu, aku menolak perusahaan itu saat mereka datang padaku mengajukan kerjasama, karena mereka tidak transparan dalam bekerja. Hingga aku bertemu denganmu dan perjanjian kita, aku melakukan kerjasama dengan perusahaan itu pada akhirnya, sejak awal aku sudah melakukan investigasi dengan beberapa tim dan mata-mata di Archary corp. hingga kemarin aku mulai membuka pada public mengenai Archary corp dan beberapa kasusnya yang tertutup karena dana itu telaah tenggelam, banyak proyek yang gagal, bahkan kedepannya tidak akan pernah bisa berdiri proyek itu karena dana hanya tinggal 75%, belum lagi yang sudah memutus kerjasama secara sepihak, saham yang anjlok, dan banyak lagi.”
__ADS_1
Eros mengusap rambut Daphne lembut, sesekali mengecup dahi wanita itu menyalurkan rasa sayang yang berlebih.
*