
Eros melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan yang sudah sangat lama di dirikan olehnya, pria tampan nan gagah dengan sejuta pesona yang memabukkan itu selalu menjadi pemandangan sendiri tiap pagi bagi seluruh karyawan wanita yang bekerja disana, walaupun Eros terkesan lumayan dingin saat di perusahaan, namun sifat Eros yang seperti itu malah sebenarnya selalu membuat semua wanita mabuk cinta.
“tuan, ada masalah di perusahaan cabang.” Bisik Zain saat mereka berdua berada di lift khusus
“kau sudah mendapatkan data-data yang saya minta?.”
“sudah, saya akan kirimkan sebentar lagi tuan.”
“kerja bagus, setelah masalah ini selesai, berliburlah, bukankah kau akan melaksanakan pernikahan dengan kekasihmu?.”
“iya benar tuan.”
“terima kasih selama ini keluargamu sudah sangat membantu, kau adalah teman sekaligus keluarga terakhir saya disini.” Dengan tiba-tiba Eros memeluk Zain.
…
Tubuh polos tanpa berbalut apapun keluar dari hutan dimalam yang gelap, rambut panjang yang acak-acak kan, wajah penuh dengan darah dan lumpur kotor, bahkan tanpa alas kaki. Saat sebuah mobil melihatasi jalan tersebut dengan sedikit oleng karena pengemudinya tengah mabuk berat.
Pria tampan tak terawat itu berusaha menghentikan sebuah mobil yang hampir saja akan menabrak pembatas jalan tepat di depannya, mungkin dia sedikit keras sehingga membuat body depan mobil tersebut peyok.
Tok tok tok
Setelah tangan itu mengetuk kaca mobil depan, seorang pria dengan pakaian acak-acak an dan tengah mabuk keluar dari dalam mobil.
“hahahaha kau orang gila?.” Racau nya.
Sedangkan dewa Eros yang mengerti bahwa manusia di depan nya tengah mabuk membawa pria itu duduk di pinggiran jalan. Eros mengambil sebuah paper bag yang ada di dalam mobil tersebut, paper bag berisi pakaian pria milik manusia yang tak sadarkan diri meracau tidak jelas. Eros memakai pakaian itu dan membersihkan wajahnya menggunakan tisu yang ada di mobil depan, dia juga mengikat rambutnya ke belakang. Dewa Eros sempat melihat banyak box di kursi belakang mobil, kotak berisi kertas-kertas dan juga papan nama bertuliskan Michael dengan jabatan kepala manager.
Eros duduk di samping pria yang terlihat tidak terlalu tua tetapi juga tidak terlihat masih muda memiliki nama Michael tersebut. “hei Michael.” Sapa Eros.
“apa?.” Jawabnya tanpa sadar.
“kau frustasi karena di pecat?.” Tanya Eros yang membuat Michael menengok dan menarik kerah Eros. Saat Michael melihat tatapan mata itu, entah kenapa nyali Michael sangat ciut, ada ketakutan yang di timbulkan dari aura Eros “Eros, saya seorang dewa buangan, sama sepertimu yang dipecat pekerjaanmu.” Lanjut Eros yang membuat Michael melepaskan kerah pria itu.
“kau dewa? Kalau kau dewa berikan aku harta dan aku tidak akan susah-susah bekerja, banyak orang meminta keadilan pada manusia lain, Teriak keadilan di dunia, tapi apakah kehidupan manusia dengan manusia yang lain itu terlihat adil?.”
__ADS_1
“tidak, maka dari itu ikutlah dengan saya, percaya lah pada saya, saya akan memberikan semua yang kau minta.” Eros mengulurkan tangannya pada Michael, Michael menatap Eros bertanya-tanya. Dia sedikit bimbang tapi sekarang dia juga tidak tau akan melangkah kemana, tempat tinggalnya saja akan habis kontrak bulan depan, Uang gajiannya dan juga pesangonnya tak akan cukup untuk hidup lagi, mobil nya adalah peninggalan orang tua, dia tidak akan menjual mobil tersebut.
Tangan Michael menjabat tangan Eros. Michael membawa Eros ke tempat tinggal kecilnya ala bujangan.
…
“awalnya saya tidak pernah menyangka kalau tuan adalah seorang dewa, tapi setelah bertahun-tahun, saya yakin tuan memang seorang dewa.” Ucap Zain melihat Eros setelah mengingat kejadian pertama mereka bertemu.
“karena memang terlalu aneh untuk saya tinggal di bumi.”
“apa tuan akan menikah? sama dengan yang ku lakukan?.”
“ya saya tetap akan menikah dengan perempuan pilihan Tuhan dan Dewa atas.”
“apa dia seorang manusia? atau sama seperti tuan.”
“tergantung, bahkan ada yang dari kalangan malaikat atau peri, bahkan hewan pun ada, jadi itu adalah pilihan yang sudah di takdirkan dari kehidupan sebelumnya, tetapi untuk bersama manusia akan sangat sulit, melihat berapa kehidupan manusia.”
Zain hanya mengangguk, walaupun sedikit tidak diterima akal manusia, tapi penjelasan Eros masih bisa dipahami intinya.
Berjam-jam Eros mengerjakan beberapa pekerjaannya di ruangan miliknya, suara ketukan terdengar dari pintu.
“masuk.”
Ceklek
“tuan Eros, ada yang mencari, dia mengatakan kalau disuruh tuan Eros untuk datang, dia juga membawa kartu nama tuan Eros.” Jelas Melinda
“ah iya, urus saja, kemarin saya bertemu dengan seorang perempuan, berikan pekerjaan untuknya, apapun posisi yang kosong sesuai pendidikan terakhir, saya masih banyak pekerjaan.”
“baik tuan, saya permisi.”
Melinda kembali menutup pintu ruang kerja Eros, wanita itu kembali menghubungi resepsionis di lantai dasar untuk menyuruh wanita yang akan menemui Eros datang ke lantai 3 di ruangan recruitment.
Melinda menuju lift dan menekan angka 3 dimana dia akan bertemu HRD perusahaan. Ruangan dengan pintu bertuliskan HRD, Melinda mengetuknya, setelah ada jawaban dari dalam, Melinda masuk dan duduk di depan seorang pria yang menjabat sebagai HRD perusahaan bersama beberapa orang lainnya di ruangan lain yang berbeda.
__ADS_1
“apakah ada posisi kosong?.” Tanya Malinda pada pria dengan nama di depan mejanya, Nathan.
“sebentar, saya lihat terlebih dahulu.” Nathan melihat konputer yang ada di sebelahnya dan membuka beberapa data kertas. “ada yang kosong, apa tingkat akhir pendidikannya? Kalau sekolah menengah atas yang kosong hanya sebegai office boy/girl, untuk posisi lain sudah penuh. Kalau sarjana mungkin bisa masuk ke salah satu devisi, karena beberapa devisi membutuhkan karyawan tambahan.” Jelas Nathan
“baiklah terima kasih, setelah ini saya akan membawa seseorang suruhan tuan Eros untuk di wawancarai dan berikan pekerjaan sesuai pendidikannya.”
“baik.”
Melinda keluar dari ruangan HRD tepat saat keluar, dia bertemu wanita cantik memakai dress hitam selutut, rambutnya di biarkan tergerai jatuh, make up tipisnya menambah manis wanita itu.
“kau yang membawa kartu nama tuan Eros?.” Tanya Melinda
“iya kak.”
“ah baiklah, ikut dengan saya.”
Melinda membawa wanita itu masuk ke ruangan HRD, Melinda juga meminta data-data milik wanita itu.
“namamu Psikhe Kelana, lulusan SMA Archary 2, pekerjaan terakhir sebagai sales make up.” Sebut Melinda sambil membaca data milik Psikhe
“iya benar.”
Melinda melihat Nathan yang duduk di depannya, Melinda menyerahkan data tersebut pada Nathan.
“tolong, saya permisi terlebih dahulu karena aka nada rapat penting dengan CEO.” Melinda terlebih dahulu undur diri meninggalkan Psikhe dengan Nathan sebagai HRD yang akan merekrutnya, karena mau tidak mau Nathan tetap harus menerima wanita itu bekerja di perusahaan ini, karena atas perintah dari tuan Eros secara langsung melalui Melinda. Biasanya Melinda jarang berurusan mengenai perekrutan karyawan baru.
*
__ADS_1