Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 26


__ADS_3

Mobil mereka berhenti di pinggiran hutan terlarang, Sahara melihat kesana kemari, kemudian melihat kearah Eros yang nampak santai tidak menampilkan ekspresi apapun.


“kita akan kemana?.” Tanya Sahara ketakutan


“bukahkan kau ingin bersenang-senang sayang?.” Eros memandangi Sahara tanpa ekspresi membuat wanita itu malah ketakutan walaupun nada bicara Eros sangat lembut.


Pintu mobil di buka, tangan Sahara di Tarik keluar oleh seseorang, “bawa dia dan lakukan sesuai yang saya perintahkan.” Ucap Eros tegas


“baik bos.” dua orang pria bertubuh kekar membawanya pergi, meninggalkan Eros di mobil dengan Zain dan Jake.


“jalan.”


Mobil Eros meninggalkan area hutan terlarang, menuju arah ke kota, sebelum kembali ke rumah, Eros mengganti pakaian yang dipakai nya dengan pakaian baru namun warna dan bentuknya sama persis dengan pakaian sebelumnya, membersihkan tubuhnya, lalu kembali ke rumah sekitar tangah malam.


Kamar utama masih menyala sangat terang, saat pintu terbuka, terlihat Daphne yang terlelap di sofa. Eros menghampiri wanita itu, menyentuh rambutnya lembut sambil tersenyum. Sentuhan Eros membangunkan Daphne, matanya mengerjap dan melihat Eros yang berada di depannya.


“ah maaf aku ketiduran.” Ucap Daphne langsung duduk.


“tidak apa-apa, tidurlah, maaf telah membuatmu menunggu baby.”


“ah aku hanya ingin menunjukkan ini.” Daphne mengambil ipad nya dan menunjukkan tempat yang ingin dia kunjungi.


“Sankt Moritz?.”


Daphne mengangguk bahagia.


“baiklah, aku akan mengatur jadwal segera mungkin, kau hanya ingin kesana?.”


“ada lagi tapi nanti, takutnya kau sibuk.”


“untukmu aku tidak pernah sibuk baby.”


“iissshhh….” Bahkan Eros pulang sangat larut, bagaimana mungkin pria itu tidak sibuk bagi Daphne walaupun tidak tau apa urusannya “aku akan menyiapkan air hangat, sebentar.” Daphne beranjak dari duduknya namun di Tarik kembali oleh Eros.


“jangan, aku tidak ingin merepotkanmu sedikitpun.”

__ADS_1


“tapi para pelayan istirahat, ini sudah malam.”


“aku bisa mandi sendiri, apa aku bisa meminta tolong padamu menyiapkan makanan saja?.”


“tentu! Aku akan pergi menyiapkan makanan.” Daphne sangat senang, bahkan dia tersenyum bahagia saat meninggalkan kamar menuruni tangga menuju dapur. Sayangnya pelayan tidak menyiapkan makanan untuk makan malam Eros, jadi dia akan membuat makan malam untuk Eros dengan kemampuan minimnya.


Daphne mengeluarkan beberapa sayuran yang ada di lemari pendingin, ada banyak jenis sayuran, lemari pendingin yang besar berisi semua bahan makanan yang akan dimasak. Berbagai macam daging berjajar, daging dengan harga fantastic bukan hanya harga murahan, wagyu, tenderloin, porterhouse, dan yang lain lagi Daphne tidak paham sama sekali mengenai daging karena sebelumnya dia jarang makan daging. Setidaknya Daphne tau cara memasaknya dari mike waktu bekerja di kedai, ada makanan dari daging dijual disana juga.


Hanya saja daging yang ditangannya adalah daging dengan harga yang sangat mahal, kalau gagal pasti akan rugi besar, walaupun bagi Eros tidak ada apa-apanya harga segitu. Daphne memantapkan hatinya, mengambil satu daging dan mulai memasaknya sebagai steak, dia juga membuat sausnya, setidaknya Daphne sangat pintar membuat sausnya.


Beberapa menit kemudian makanan siap di hidangkan di meja makan, tak lupa membuat minuman hangat, tapi bukan kopi, karena kalau kopi bisa membuat Eros tidak tidur sampai pagi.


Belum sampai naik ke tangga, Eros lebih dulu terlihat menuruni tangga, pria itu tampan bahkan sangat tampan mengenakan baju tidurnya berwarna navy. Biasanya memakai celana pendek saja, tapi sekarang terlihat sangat rapi walaupun di rumah hanya ada mereka berdua.


“kau memasak apa? baunya sangat enak.”


“steak.”


Eros mengusap kepala Daphne “thanks baby, aku akan memberimu hadiah nanti.” Ucap Eros sambil menggoda Daphne, membuat wajah gadis itu memerah.


“siapa?.” Tanya Daphne saat melihat Eros baru saja menutup ponselnya


“biasanya Zain, memberitahu mengenai saham.”


“apa ada masalah?.” Daphne langsung melihat kearah Eros penasaran


“tidak ada baby, malah mengalami kenaikan, aku harus memberimu apresiasi atas kerja kerasmu.” Dengan tiba-tiba Eros menggendong Daphne dan membawa nya ke dalam kamar, braakkk pintu tertutup.


Eros menjatuhkan tubuh Daphne ke ranjang king size yang siap di huni. Eros menghujami tubuh Daphne yang terekspos dengan kecupannya, dari kaki naik ke atas terus hingga menyibakkan dress tidurnya, sedangkan wanita yang ada dibawahnya hanya mengerang menahan desahannya merasakan sensasi yang sangat menggelikan sekaligus membuatnya selalu menginginkan lebih. Malam itu terasa sangat cepat, dengan keringat yang saling membasahi satu sama lain, ac yang dingin namun masih terasa panas, dalam hembusan nafas yang terburu, dan pelepasan yang mendebarkan.


Cahaya matahari menerobos masuk kedalam jendela, sebuah panggilan masuk ke ponsel Daphne, dari Saly. Tidak biasa ibu sambungnya itu menghubungi Daphne, bahkan hampir tidak pernah.


“siapa baby?.” Tanya Eros yang juga terganggu dengan suara telepon dari ponsel Daphne


“ibu sambungku, sebentar.” Daphne beranjak dari ranjang tanpa sehelai benang pun di tubuhnya yang indah, berjalan dengan pelan sedikit menjauh ke jendela yang tirainya belum di buka, hanya tersisa tiara putih transparan, walaupun begitu jendela kaca tidak bisa menampakkan orang yang ada di dalamnya.

__ADS_1


Eros memandangi tubuh Daphne, membuat miliknya dibawah sana berteriak ingin di puas kan kembali.


Setelah mendapat panggilan itu dan berbicara sebentar, Daphne langsung menyalakan televisi dan melihat berita yang tengah hangat.


Hot news


Anak kedua keluarga William tersandung kasus porstitusi, beberapa video **** nya terekspos di public, foto-foto tanpa busana nya. Hingga hari ini belum ada kabar dari pihak terkait maupun keluarga nya.


Daphne melongo namun pandangannya tertuju pada Eros “kau tidak melakukan apapun soal ini?.” Tanya Daphne pada Eros


“aku? Tentu saja tidak, dia kan memang melakukan itu, kenapa aku?.”


“ya aku tau tapi Sahara tidak sebodoh itu, bahkan sejak SMA dia tidak ketahuan menghasilkan uang dari sana, ibu sambungku saja tidak tau.”


“lalu?.”


“tidak apa-apa, lebih baik ketahuan dari pada dia terus terjerumus di jalan yang salah.”


“kau bahkan masih baik dengannya setelah apa yang terjadi?.”


“kenapa tidak? aku hanya tidak menyukai keluargaku, bukan Sahara, Sahara memang berusaha merebut apa yang aku miliki, hanya saja aku juga kasihan dengannya.”


“kenapa?.”


“karena awalnya Sahara tidak menyetujui hubungan Saly dengan ayahku. Itulah kenapa dia menggoda ayahku dan akhirnya memilih jalan itu menjadi sugar baby beberapa pria tua untuk mendapatkaan uang sendiri tanpa bantuan Saly”


“aahh begitu ya.” Eros benar-benar menjadi pendengar yang baik, namun sebenarnya pandangan pria itu tertuju kearah lain, dua area kesayangannya yang menggantung indah, terasa sangat pas berada di genggaman, membuat Eros menelan ludah.


 


 


*


 

__ADS_1


 


__ADS_2