Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 13


__ADS_3

Acara perayaan tahunan E Group, dimana sebuah acara pesta besar antar perusahaan berlangsung di hall besar pusat kota milik E Group, Hall yang hanya di gunakan sekali setiap tahun, memiliki tiang yang kokoh dan pembangunannya berlangsung selama lebih dari lima tahun, bangunan layaknya sebuah istana megah berlapiskan emas dan perak, yang jelas terlihat adalah setiap ujung atas tiangnya adalah berlian. Eros menyukai kemewahan, makanya dia membangun Hall itu untuk perayaan setiap tahunnya, itu adalah lantai dasar yang biasa di gunakan untuk berpesta, kemudian lantai 2 nya di gunakan untuk kalangan pebisnis atas dan beberapa rekan kerja manca negara, dan 2 lantai paling atas adalah VVIP Room yang hanya di gunakan untuk orang-orang tertentu, bahkan ruangan khusus milik Eros pun ada, pintu berlapiskan emas dengan ukiran bunga, ruangan paling ujung dan paling berbeda dari yang lain, kuncinya adalah sidik jari milik Eros.


Banyak sekali penjagaan di luar maupun sekitar gedung tersebut, tatkala masuk, pengunjung harus menunjukkan undangan, undangan terdiri dari 3 jenis, khusus karyawan E Group adalah jenis undangan VIP Khusus, untuk rekan bisnis kalangan menengah termasuk para pemegang sahamnya VIP+, dan terakhir adalah VVIP. VVIP ini biasanya adalah orang-orang terpilih, tetua, dan para pengusaha besar manca negara, perbedaan undangan ini akan menentukan apakah mendapatkan Room VVIP atau tidak, dan yang mendapatkan VVIP Room hanyalah pemegang undangan VVIP, karena selain undangan, setelah memperlihatkan undangan tersebut, mereka akan mendapatkan kartu VVIP Room dan wanita pemandunya untuk yang tidak berpasangan.


Kebanyakan penghuni VVIP Room adalah berjenis kelamin laki-laki, jarang ada wanita yang mendapatkan VVIP Room, mereka wanita akan banyak mendapatkan VIP Khusus dan VIP+.


Daphne baru saja mengganti pakaiannya, dress warna merah maroon berbahan satin dengan tali spageti dan belahan dada randah. Dress panjang yang menutup kaki jenjangnya, tak lupa sepatu hells senada, rambut baru wanita itu di biarkan tergerai atas perintah Eros, lelaki itu benci kalau leher wanita miliknya dipandangi pria lain, termasuk Jake dan Zain.


Eros juga tampak sangat tampan memakai kemeja hitam dipadukan celana kain dan sepatu pantofel senada, tak lupa jas hitamnya. Pria itu lebih mempesona tatkala membiarkan dua kancing atas kemejanya terbuka, memperlihatkan sedikit dada atasnya yang berbulu.


“your so beautiful baby.” Ucap Eros sedikit serak sambil memegang pinggang Daphne, sedangkan wanita itu hanya tersenyum malu-malu, bukan pertama kali nya Eros memuji tapi rasanya masih sama.


Mobil pribadi mereka berangkat sekitar jam 9 malam menuju lokasi acara, dimana red karpet di gelar. Eros memegang tangan Daphne saat baru saja tiba di lokasi, wanita itu sangat anggun dengan penampilan barunya, berbeda dari pesta pertama yang dihadirinya, saat itu Daphne masih berambut blonde yang di ikat di atas, memperlihatkan leher jenjangnya, sekarang dia terlihat lebih fresh.


Daphne tersenyum saat semua flash kamera memotretnya, sedangkan Eros masih sama berwajah dingin dengan tatapan tajam. Eros mengeratkan tangannya di pinggang ramping Daphne, mendekatkan tubuh wanita itu kearahnya.


Mereka berdua menyapa para tamu yang hadir, walaupun Daphne hanya lulusan sekolah menengah atas, tapi etika wanita itu lebih baik ketimbang wanita berpendidikan namun tidak di ajari sebuah etika dasar menyambut tamu.


Semua pasang mata mengalihkan pandangannya pada seorang wanita bergandengan dengan pria yang baru saja masuk, wanita cantik memakai dress seksi warna hitam siatas lutut tanpa lengan, wanita cantik memakai tas mahal dengan pasangannya seorang CEO Archary, Daniel Archary.


Daphne yang melihat dari jauh memandang mereka berdua dengan kesal, Sahara, adik kandung ibu sambungnya, Saly. Wanita bebas yang hidup di luar negeri seumuran dengan Daniel, Sahara pernah tinggal di rumah keluarga Archary sebelum akhirnya pindah ke luar negeri untuk mengejar karir modelnya.


Daniel menatap tajam ke arah Daphne, mereka berdua memang memiliki kesamaan, yaitu sama-sama keras kepala, hanya saja sebenarnya Daniel bukanlah putra pertama Sasilia, Sasilia hanya memiliki anak perempuan yaitu Daphne, Daniel adalah anak dari istri pertama tuan Archary yang sudah meninggal saat melahirkan putranya.


Dengan wajah yang tenang Daphne menghampiri Daniel yang datang bersama Sahara, meninggalkan Eros dengan beberapa rekan kerja pentingnya, Sebelum pergi, Eros sempat mengecup bibir Daphne sebentar.

__ADS_1


“selamat datang.” Sambut Daphne


“cih memangnya kau yang punya acara.” Sindir Sahara


“bagaimana kabarmu?.” Tanya Daphne kembali mengabaikan ucapan Sahara


“seperti yang kau lihat, sangat baik melebihimu.”


“hmm begitu.”


“aku tidak ingin ribut denganmu Daph.” Ucap Daniel


“biar ku kasih tau satu hal.” Daphne mendekat ke arah Sahara dan Daniel “aku undangan VVIP.” Bisik Daphne bangga


“what? Mana mungkin gembel sepertimu, gadis buangan sepertimu ada disini, ah kau wanita pendamping ya, tentu saja, wanita pendamping tapi gaya nya selangit!.” Ucap Sahara yang mencuri banyak perhatian semua tamu yang datang.


“kenapa kau jadi bela dia! Bukankah kau tidak menyukainya juga.” Teriak Sahara yang semakin menarik perhatian yang lain.


Tiba-tiba Eros datang menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri Daphne, pria tampan itu memeluk pinggang Daphne mengecup rambut wanitanya “ apa ada masalah baby?.” Tanya Eros lembut


“tidak ada, sepertinya dia orang gila, kenapa kau mengundangnya ke acaramu.” Rengek Daphne sambil menatap Eros cemberut.


“what?.” Sahara sedikit terkejut saat pemilik acara ini, Eros, CEO E Group bersikap manis pada Daphne.


“maafkan kami tuan Eros, itu hanya kesalahpahaman antar keluarga.” Ucap Daniel mencoba menghentikan tingkah konyol Sahara yang menyusahkannya.

__ADS_1


“tidak masalah, silakan menikmati pesta nya, saya pergi dulu dengan kekasih saya, permisi.”


“baik tuan.”


Eros membawa Daphne, dalam hati Daphne bersorak melihat wajah Sahara yang seperti orang bodoh dan Daniel yang kebingungan harus melakukan apa, walaupun tidak memukul mereka berdua, setidaknya dia sangat puas sekarang.


Tinggalan sahara dan Daniel, mereka berdua berjalan ke sudut ruangan.


“kau gila hah! Tau seperti ini, aku tidak akan mengajakmu datang.”


“harusnya kau memberitahuku terlebih dahulu situasinya dan apa itu tadi kenapa Daphne-.”


“ya Daphne berhubungan dengan tuan Eros.”


“what!.”


“kecilkan suaramu.”


“sialan, padahal aku akan mendekati pria itu, bagaimana mungkin Daphne bersamanya? Setahuku tuan Eros adalah orang yang menyukai kebebasan, mana mungkin mereka berdua bisa berhubungan.”


“buktinya?, berhati-hatilah pada Daphne mulai sekarang dan jangan mencari masalah dengannya, atau kau akan kesusahan.”


“sial.”


Sahara melihat dilantai dua, saat Daphne mengobrol asik dengan Zain asisten Eros, sedangkan Eros tengah mengobrol bersama rekan-rekannya.

__ADS_1


“tentu saja, aku akan merebut apa yang kau miliki Daphne, termasuk Eros adalah hal yang gampang, mana mungkin dia menolak tubuhku.” Ucap Sahara dalam hatinya.


*


__ADS_2