Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 28


__ADS_3

Psikhe menyemburkan minumannya saat melihat tayangan berita di televisi yang memberitakan kematian Sahara, dari penyelidikan kepolisian, Sahara meninggal karena bunuh diri menggunakan asap beracun dari perapian yang ada diapartemennya. Namun Psikhe benar-benar tidak percaya kalau kasus yang menimpa Sahara membuat wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya, Psikhe sebagai seorang yang takut kematian hanya bergidik melihat kisah Sahara.


“bukankah dia yang mengaku hamil anak tuan Eros.” Ucap salah satu teman kerja Psikhe di gedung E Group.


“iya kasihan sekali hidupnya, sudah tertimpa kasus, meninggalpun masih banyak yang membencinya.”


“kudengar dari bekas panggilan di ponselnya, dia sempat menerima panggilan dari kakaknya dan kakaknya adalah ibu sambung nona Daphne.”


“kau berfikir sama denganku, bisa saja dia meninggal bunuh diri karena usulan kakaknya bukankah dia mengganggu hubungan nona Daphne dan tuan Eros.”


“hush jangan mengarang cerita seperti itu.”


“memangnya ada yang salah? Itu bisa saja terjadi, dan siapa yang mau punya keluarga banyak skandal porno, lebih baik dia tidak ada kan.”


Psikhe hanya mendengarkan temannya menggosip mengenai Sahara, mungkin saja yang dikatakan mereka semua ada benarnya, kalau Daphne bersama Eros maka keluarga Archary juga akan dipandang lebih terhormat lagi, itulah yang ada di fikiran Psikhe saat ini.



Pemakaman Sahara dilakukan secara tertutup, oleh keluarganya saja yaitu keluarga Archary sebagai keluarga satu-satunya Sahara dari Saly sebagai nyonya Archary. Daphne datang bersama dengan Eros, wanita itu nampak cantik dan berkelas mengenakan dress hitam panjang dan kacamata hitam, disebelahnya ada Eros yang sangat tampan mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang di lipat seperempat menunjukkan otot-otot tangannya yang kekar. Tangan Eros memeluk pinggang Daphne posesif membuat semua melihat kearah mereka berdua, Daphne membawa mawar putih ditangannya, meletakkan di depan foto Sahara.


“saya turut berduka cita atas kepergian bibi Sahara.” Ucap Daphne pada kedua orang tuanya


Namun Saly nampak sangat tak suka pada Daphne, apalagi saat melihat wanita itu berdampingan dengan Eros, pria yang di inginkan semua wanita. Sama seperti saat Saly melihat Sasilia yang berada di samping Archary waktu itu.


“terimakasih.” Jawab tuan Archary


Setelah dari pemakaman Sahara, Daphne dan Eros langsung pulang, mereka berdua tidak ingin lama-lama menghabiskan waktu di tempat yang tidak di sukai Daphne yaitu berada di antara keluarganya. Mungkin kalau keluarganya tidak ada


Saat keluar Daphne berpapasan dengan Daniel, Daniel yang masuk kembali ke rumah duka setelah menghabiskan dua puntung rokoknya di area merokok. mereka berdua memutuskan untuk berbincang sebentar setelah Daphne menyuruh Eros untuk lebih dulu kembali ke mobil.


“apa yang ingin kau bicarakan?.” Tanya Daphne pada Daniel


“sebaiknya kau menjauhi Eros.”


“apa hak mu menyuruhku menjauhinya? Kau berharap bisa menindasku lagi?.”


“Daphne, aku hanya takut terjadi apa-apa denganmu sama seperti Sahara.”


“apa yang terjadi pada Sahara tidak ada sangkut pautnya dengan hubunganku dan Eros.”


“sebelum Sahara menghilang, ada saksi yang tidak sengaja melihat Sahara masuk kedalam mobil Eros.” Ucap Daniel lirih, karena tidak ada siapapun yang taku mengenai hal ini sebelumnya.


“mana mungkin? Jangan menuduh Eros, kalau pun iya, Eros tidak ada hubungannya dengan Sahara meninggal, bukankah sudah jelas Sahara bunuh diri karena depresi.” Daphne meninggalkan Daniel begitu saja.


Wanita itu pergi ke mobil Eros dan masuk kedalamnya setelah Jake membukakan pintu untuk Daphne masuk. Wajah Daphne tidak bisa disembunyikan kalau dia tengah kesal karena Daniel, walaupun sejak kecil Daniel lah yang memperhatikannya ketimbang ayahnya tapi tetap saja setelah dewasa semuanya berubah.


“ada apa?.” tanya Eros


“tidak ada apa-apa.”

__ADS_1


“wajahmu tidak bisa berbohong baby.” Eros menyentuh lembut tangan Daphne mengecupnya


“Daniel selalu menyebalkan.”


“kemarilah.” Eros membawa Daphne kedalam pelukannya, entah kenapa suasana hati Daphne langsung kembali bahagia saat Eros memeluknya, mengusap rambutnya lembut dan sesekali mengecup kepalanya.


Kepala Daphne mendongak melihat kearah Eros, mengecup bibir pria itu sekilas namun tangan Eros menarik tengkuk Daphne kembali menyatukan bibir mereka, memperdalam ciuman, hingga keduanya kahabisan nafas. Daphne melepaskan pelukan Eros dan kembali duduk dengan nyaman disebelah Eros, suasana hatinya sudah kembali baik seperti sebelumnya, tangan Eros terus menggenggam tangannya erat.


Mobil mereka sampai di rumah, Daphne turun. Karena Eros harus kembali ke perusahaan untuk mengurus beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan.


Flashback


“tuan Eros, ini adalah perusahaan milik anda, saya tidak berhak memimpinnya.” Ucap seorang pria berumur 28 tahun memakai setelan jas rapi dengan sebuah berkas di tangannya.


“kau tau aku tidak akan mati?.”


“saya tau, tapi saya tidak yakin bisa mengelolanya.”


“Michael, kau telah mengetahui kehidupan saya, saya hanya butuh wanita disini.”


“tapi-.”


“jadilah CEO E Group, setelah waktunya, saya akan mengambil alih E Group.”


“baiklah kalau memang itu yang tuan Eros inginkan, saya dan anak cucu saya akan terus mengabdi pada tuan.”


Flashback Off


Eros melihat potretnya saat duduk di kusi besar dengan Michael yang berumur 30 tahun berada berdiri dibelakangnya, foto itu tersimpan rapi sebagai kenangan yang hanya keluarga Michael dan dirinya yang tau. Michael telah menghembuskan nafas terakhirnya sebelum Eros menjabat sebagai CEO sesuai janjinya, Eros akan menggantikan Michael nantinya sebagai CEO walaupun sangat membosankan untuk Eros.


“bagaimana menurutmu hidup di surga, kau beruntung sekali bertemu denganku Michael.” Ucap Eros pada siluet pria yang ada di frame


Eros kembali menyimpan foto itu ditempat tersembunyi ruangannya, Eros kembali ke perusahaan hanya untuk mengembalikan beberapa barang penanggalannya dengan Michael, terutama foto-foto, Eros takut kalau Daphne melihatnya jadi dia lebih memilih menyimpannya di ruangan CEO miliknya.


“tuan, ada pertemuan dengan tuan Chen mengenai pembelian gudang produksi minyak di China.” Ucap Zain yang baru saja datang.


“kapan keberangkatan ke China?.”


“besok tuan.”


“baiklah, siapkan juga pesawat ke Sankt Moritz setelah pekerjaan dari China selesai.”


“baik tuan, apa tuan ada urusan disana? Saya akan menyiapkan hotel nya juga.”


“tidak perlu, saya sudah janji dengan Daphne, saya hanya butuh penerbangan ke sana.”


“baik tuan.”


“dan juga ini.” Eros memberikan sebuah tiket paket honeymoon ke Bali pada Zain. “setelah pekerjaan di China, berliburlah ke Bali dengan istrimu.”

__ADS_1


“baik tuan terima kasih banyak.”


“kau tidak perlu berterima kasih padaku, ini dari Daphne, dia memilihkan Bali untukmu. Padahal dia sebenarnya ingin kau berkunjung ke tempat lain, sepertinya belakangan ini Daphne mencari tempat berlibur yang baik”


“saya akan mengucapkan terimakasih banyak pada nona Daphne.”


Zain menerima tiket yang diberikan oleh Eros.


Mereka berdua berjalan keluar dari lift khusus, bersamaan dengan itu tanpa sengaja Eros bertabrakan dengan Psikhe yang tengah membawa jus di tangannya.


“maaf tuan, saya tidak sengaja.” Ucap Psikhe berusaha membersihkan bekas jus di jas yang dipakai Eros.


“ah tidak perlu, tidak apa-apa.”


Psikhe melihat kearah Eros “tuan Eros, saya benar-benar tidak sengaja.”


“kau yang waktu itu.”


“iya tuan.”


“lain kali hati-hati.”


“baik tuan, sekali lagi saya minta maaf.”


“tidak masalah, apa kau sudah makan? Bukannya ini jam makan siang?.”


Psikhe menggeleng.


“kenapa kau tidak makan?.”


“saya harus menyelesaikan pekerjaan saya terlebih dahulu.”


“kalau begitu kau bisa ikut dengan saya untuk makan siang.”


“apakah tidak apa-apa.”


“tidak masalah, mari.”


Dengan wajah senang nya Psikhe berjalan beiringingan dengan Eros, banyak yang menatapnya tidak suka saat melihat Eros dan Psikhe masuk ke mobil milik Eros untuk makan siang. Bahkan Sekretaris pribadi Eros saja tidak pernah makan siang dengan pria itu, tapi hari ini terlihat makan dengan wanita yang hanya seorang office girl di perusahaan.


 


 


*


 


 

__ADS_1


__ADS_2