Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 25


__ADS_3

Sebuah tangan melayang kearah wajah Daphne, namun dengan tiba-tiba Eros menghadangnya hingga plaaakkk, tangan Sahara mengenai pipi bawah Eros. Mata Eros yang tiba-tiba memerah menatap Sahara tajam membuat nyali wanita itu turun.


“maafkan aku.” Ucap Sahara


“kalau kau tidak pergi dari kantorku, akan ku buat kau menderita seumur hidupmu.” Sebuah kalimat yang tidak keluar dari mulut Eros namun terdengar di telinga dan otak Sahara. “kau juga bukan satu-satunya wanita yang datang kemari meminta pertanggung jawaban.” Lanjut Eros yang hanya bisa di dengar Sahara, wajahnya pun tak lagi bersahabat.


Sahara yang ketakutan, membalikkan badannya dan berlari keluar menghiraukan semua mata yang melihatnya jijik sekaligus tidak suka. Wanita itu masuk ke dalam mobilnya, menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan.


“apa yang terjadi, kenapa? siapa dia?.”


Toktoktok


Sebuah ketukan dikaca membuat Sahara melihat ke kanannya dan menurunkan kaca tersebut “siapa kau?.” Tanya Sahara saat melihat seorang wanita berdiri di luar mobilnya.


“saya Psikhe, ada yang ingin saya katakan terkait dengan apa yang kau dengar.”


“apa? kau mendengarnya juga?.”


Psikhe mengangguk.


Sahara membukakan pintu mobilnya dan Psikhe masuk ke dalam mobil milik Sahara. “apa yang kau ketahui?.” Tanya Sahara to the point


“sebelumnya biar ku beritahu bahwa caramu tidaklah efektif kalau ingin merebut Eros dari Daphne.”


“jangan sok tau, orang rendahan sepertimu tidak akan pernah mengerti kehidupan kalangan atas.”


“saya hanya mengungkapkan faktanya, karena Eros bukan lah manusia, dia hanya mau dengan instingnya bukan apa yang terjadi di hadapannya secara nyata.”


“kau sedang halu?.”


“saya mengatakan yang sesungguhnya, sekeras apapun kau berusaha, akan gagal. Kau menyukai Eros?.”


“belum, aku hanya tidak ingin Daphne bahagia.”


“saya akan membantu, karena saya calon pengantinnya yang sudah di pilihkan Tuhan.”

__ADS_1


“hahahaha hiburanmu sungguh menarik.”


“apa saya terlihat bercanda?.”


“tidak, tapi kau lebih terlihat tidak masuk akal dan konyol.”


“Eros adalah seorang dewa buangan, dan seorang dewa akan menikah dengan pengantinnya, pengantin dewa Eros adalah saya, bukan Daphne, kalau kau mau, saya juga akan membantu.”


“ahhh sudahlah walaupun aku tak percaya, karena tujuan kita sama, mari-.” Sahara mengulurkan tangannya “kita bekerja sama.” Psikhe menjabat tangan Sahara.


‘lebih baik membuat Eros bertekuk lutut padaku dengan rahasianya ini.’


Diruangan kerja milik Eros, mereka berdua Eros dan Daphne duduk di sofa dengan Daphne yang mengopres pipi Eros menggunakan air dingin, padahal Eros tidak mau, tapi Daphne dengan wajah galaknya memaksa Eros yang jadilah kegiatan sweet mereka.


“maaf ya soal yang tadi.” Ucap Daphne, bagaimana pun juga Sahara kesana karenanya, dia tak pernah berubah merebut semua yang Daphne punya.


Tangan Eros terulur menyentuh lembut pipi Daphne “tidak masalah, yang penting kau baik-baik saja.”


“aku selalu baik-baik saja, mana mungkin aku terluka karena Sahara, cihhh manusia seperti itu tidak layak hidup di muka bumi.”


Eros mengantarkan Daphne kembali ke rumah, sedangkan pria itu pergi kembali dengan Zain entah kemana padahal hari mulai gelap. Daphne duduk di depan meja riasnya, membersihkan make up dan kemudian masuk ke kamar mandi untuk berendam air hangat. Setelah selesai dengan kegiatan di kamar mandi, Daphne memakai pakaian tidurnya, dress putih panjang yang longgar.


Daphne menuruni tangga lebar dan pergi ke dapur, di meja makan sudah tersedia makan malam untuknya, makan malam dengan menu kesukaannya, padahal dia belum bilang pada kepala pelayan ingin makan apa tapi sepertinya mereka sudah tau.


“selamat malam nona Daphne, tuan Eros menyuruh untuk menyiapkan makanan ini, katanya ini makanan kesukaan nona Daphne.”


“iya kau benar, terimakasih makanannya.”


“sama-sama nona, selamat makan.”


Daphne hampir melupa kalau Eros menjanjikan liburan, wanita itu mengambil ipadnya yang ada di meja, menuliskan beberapa tempat yang ingin di kunjungi, Daphne sudah menulis beberapa tempat yang sejak remaja ingin sekali ia kunjungi, mungkin orang tuanya sanggup membiayai tapi mengingat posisi Daphne, itu tidak akan pernah mungkin.


Setelah Eros pulang, dia akan menunjukkan pada Eros kemana dia akan memutuskan pergi untuk liburan pertamanya. Namun sudah hampir tengah malam, Eros tidak kunjung kembali pulang, Daphne sudah mulai lelah menunggu, dia duduk di sofa yang ada di kamar utama, berharap Eros segera pulang, hingga Daphne pun mulai menutup matanya.


Mobil Eros kembali meninggalkan rumah setelah mengantarkan Daphne pulang, tadinya Eros ingin stay di rumah tapi sepertinya ada yang perlu di bereskan lagi lebih cepat.

__ADS_1


Sebuah tempat pemotretan majalah dewasa yang berada di pusat kota tetapi bertempat jauh dari jalanan utama, jalan menuju ke area tersebut harus di tempuh dengan berjalan kaki. Bangunan berlantai dua dengan lantai satunya kaca namun tertutup banyaknya poster dan iklan. Close tulisan yang ada di pintu, namun menandakan tengah di adakan nya sebuah pemotretan di dalam sana. Hampir satu jam lebih mobil Eros beserta pemiliknya menunggu di depan gang masuk ke gedung pemotretan.


“mungkin sebentar lagi dia akan keluar tuan.” Ucap Zain yang tiba-tiba datang mengetuk kaca mobil Eros.


Eros pun keluar sambil merapikan jasnya, pria tampan itu berjalan sendirian masuk kedalam gang tersebut menuju gadung pemotretan. Yang di carinya pun ketemu, seorang wanita memakai pakaian seksi baru saja keluar dari gedung tersebut membuka pintu dan melambaikan tangan nya ke dalam. Pandangan mereka bertamu, Eros dan dia, Sahara William, putri kedua keluarga William yang sudah bangkrut beberapa tahun yang lalu, William dan istrinya meninggal dunia karena overdosis obat-obatan terlarang setelah di nyatakan bangkrut, meninggalkan dua putrinya, Saly William dan Sahara William yang terpaut cukup jauh.


“tuan Eros.”


“saya meminta maaf atas yang saya lakukan tadi, saya hanya tidak ingin menyakiti Daphne.”


“tuan, apakah ini bukan mimpi? Maaf saya mengaku punya anak dari anda.”


“tidak masalah, kau tidak perlu melakukannya lagi, bagaimana kalau kau mengandung anakku sungguhan?.”


Sahara tersenyum, entah apa yang ingin dia lakukan tapi dia bangga pada dirinya sendiri, bahkan dia tidak perlu bekerja sama dengan sampah yang banyak berkhayal, bahkan sesuai dengan apa yang dia katakan sebelumnya, Sahara bisa melakukan apapun untuk mendapakan Eros dengan tubuhnya.


Sahara mendekat kearah Eros dan memeluk lengan pria itu sambil menggodanya, pakaian yang minim dengan belahan dada yang sungguh sangat rendah. Wanita itu sengaja menempelkan dadanya di lengan Eros berusaha menggoda pria itu.


“sebagai tanda minta maaf ku, bagaimana kalau aku memberikan sesuatu yang menyenangkanmu?.”


“apa kau yakin?.” Tanya Eros dengan tatapan dinginnya


“tentu saja, apapun untukmu malam ini.” Sahara mengedipkan matanya pada Eros.


Eros memeluk pinggang Sahara, membawanya pergi masuk kedalam mobil miliknya yang terparkir di depan. beberapa kali Sahara berusaha menggoda Eros didalam mobil, tapi Eros masih mengabaikannya karena tengah berbincang dengan Zain.


 


 


*


 


 

__ADS_1


__ADS_2