
Eros baru saja keluar dari mobilnya, ada masalah yang timbul karena pembelian gudang di China, namun dia sudah menyelesaikannya, Jake menghubungi pria itu tiba-tiba. Tadinya Eros berniat langsung pulang karena merindukan Daphne tapi masih ada berkas yang tertinggal di ruangnnya jadi sekalian mengambil berkas terlebih dahulu.
“tuan maaf mengganggu, nona Daphne berada di bar sejak dua jam yang lalu.”
“apa? dengan siapa?.”
“teman perempuannya.”
“kenapa kau baru bilang.”
“maaf tuan tapi saya sudah menghubungi tuan dan tidak tersambung.”
“shittt!!.”
Eros kembali masuk kedalam mobil, dia langsung masuk ke tempat duduk kemudi.
“ambilkan berkas di ruanganku dan bawa kerumah!.” Ucap Eros pada Zain
“baik tuan.”
Eros mengendarai mobilnya dengan sangat kencang membelah jalanan yang lenggang di tengah malam. Mobilnya berhenti disalah satu bar yang di kirimkan oleh Jake, Jake sudah ada di sana bersamaan dengan Eros yang baru saja tiba.
Eros langsung masuk ke bar tersebut mencari keberadaan Daphne, pria itu menemukan Daphne yang tengah menenggelamkan kepalanya di meja dengan tangan sebagai bentalan, dia tau itu Daphne karena tas yang dipakai nya adalah tas milik Daphne yang hanya ada satu di dunia dan khusus di buat untuk wanitanya, bahkan di pinggiran tas nya ada inisial D dengan bertabur berlian, untuk mendapatkan ta situ harus merogoh kantong hingga millyaran rupiah.
“kenapa kau disini?.” Tanya Eros setelah duduk di samping Daphne.
“kenapa suara Eros ada di telingaku, menyebalkan!.” Ucap Daphne membuat Eros menggelengkan kepala nya. Tanpa basa basi lagi Eros membopong Daphne keluar dari bar tersebut memasukkan ke dalam mobilnya dan mengeratkan sabuk pengaman, walaupun Daphne terus meronta dan sesekali tertawa, menangis, terdiam, berwajah sedih.
Mereka sampai di rumah, pelayan sudah menyiapkan kamar mereka, membukakan pintu dan menutupnya kembali setelah Eros dan Daphne masuk kedalam kamar. Eros membaringkan Daphne di atas ranjangnya, sebuah denting ponsel Daphne mambuat Eros membuka tas wanita itu dan melihat pesan singkat yang entah di kirimkan oleh siapa ke ponsel Daphne.
Foto Eros yang mengantarkan Psikhe pulang saat malam hari, Eros melihat Daphne yang berada di ranjang dengan wajah tenang menutup mata. Ada rasa bersalah menyelimuti Eros, Eros pun mengirimkan nomor tersebut pada Zain untuk mencari tau siapa yang merencanakan menghancurkan hubungan Eros dan Daphne.
Eros menyentuh lembut anak rambut Daphne yang menutup wajah cantiknya, mengecup singkat puncak kepala Daphne dan beranjak dari ranjang, namun tangan Daphne menahan lengan Eros.
“tolong panas, ac nya mati.” racau Daphne, wanita itu berusaha membuka pakaian yang dipakainya, sedangkan Eros sudah di selimuti hawa nafsu, menelan ludah saat melihat sesuatu yang menyembul dari balik pakaian yang dipakai Daphne.
__ADS_1
Tanpa berfikir panjang lagi, tangan Eros terulur melepaskan semua pakaian yang dipakai Daphna tanpa tersisa sehelai benang pun, mengecup bibir Daphne, perlahan namun kemudian ciuman mereka berlangsung panas, keduanya menikmati panggutan masing-masing, Daphne mengalungkan tangannya di leher Eros, sedangkan Eros menahan kepala Daphne agar memperdalam ciuman mereka.
Waktu terus bergulir, ciuman Eros mulai turun ke leher Daphne meninggalkan banyak kissmark disana, terus turun, tangan Eros tidak tinggal diam, meremas dan memainkan payudara Daphne yang sudah menegang. Menghisapnya kuat membuat Daphne melenguh, mendengar suara Daphne yang terus mendesah membuat Eros semakin bersemangat dan bergairah, hanya Daphne yang bisa membuatnya seperti sekarang, seperti orang gila akan ****. Kegiatan mereka selesai setelah tiga ronde, walaupun Eros masih sangat ingin lagi dan lagi, tapi melihat wajah Daphne yang sudah kelelahan membuat Eros memilih mengalah.
Pagi menyapa kembali, saat mata Daphne terbuk karena sinar cahaya matahari yang mengenai wajahnya. Wanita itu merasakan sedikit sakit diarea bawah, hingga dia ingat kegiatan panasnya semalam dengan Eros. Dilihatnya kesamping, Eros yang masih terlelap dengan wajah tampannya.
“pagi baby.” Sapa Eros sambil tersenyum, tapi wajah Daphne berubah murung dan sedikit kesal. “soal beberapa hari ini, aku mengurus banyak pekerjaan yang ada masalah, maaf tidak menemanimu.”
“aku tau, tapi bagaimana kau menjelaskan hubunganmu dengan Psikhe?.”
“aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya, aku akan mencari tau siapa yang mengurim foto itu padamu, aku hanya mengantarnya pulang karena sudah malam.”
“kau juga makan siang dengannya.”
“itu, aku hanya kasihan karena dia belum makan siang.”
“buktikan kalau kalian tidak ada hubungan.” Ucap Daphne yang kemudian beranjak dari ranjang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Selesai mandi, tidak ada siapapun dikamar, Eros juga sudah tidak ada, pakaian mereka yang berserakan di lantai sudah di bereskan ke keranjang kotor dan sudah di bawa keluar oleh pelayan, sarapan sudah ada di meja kamar untuk Daphne.
“makanan di atas tolong dibereskan saja, aku akan makan di kantor.”
“baik nona Daphne.”
Daphne menuju ke perusahaan tempatnya bekerja menemui Hana yang sudah menunggunya untuk menghadiri sebuah acara seminar di salah satu universitas swasta.
“hari ini kau harus mencatat beberapa hal yang ada di dalam map itu lalu serahkan padaku berupa file ke email.”
“baik.”
Mereka berdua Daphne dan atasannya Hana, duduk di antara tamu yang lain untu mencatat seminar yang akan di datangi oleh seorang pengusaha muda kaya, Eros.
Eros masuk sambil membenarkan letak jasnya yang melekat di tubuh, Daphne hanya diam bahkan dia tidak tau kalau tokoh utama hari ini adalah Eros. Pandangan mereka bertemu, Eros yang menatapnya tajam dan Daphne yang menelan ludahnya saat mengingat kegiatan panas mereka semalam.
Acara selesai, tadinya Daphne akan langsung kembali ke perusahaan lagi untuk mengerjakan tugasnya, tapi Hana menahannya, ada yang ingin bertemu dengan Daphne hanya berdua di ruang tunggu.
__ADS_1
Daphne berjalan dan mengetuk pintu abu-abu dengan kaca kecil, suara dari dalam membuat Daphne membuka pintu tersebut. Eros duduk di sofa dengan kemeja navy tanpa jas yang melekat di tubuhnya lagi, dua kancing atas sudah terbuka.
“maaf, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?.” Tanya Daphne sambil menunduk
“duduklah baby.”
“kita sedang bekerja.”
“lalu? Bukankah aku bisa melakukan apapun.”
Daphne mengikuti perintah Eros dan duduk di sebelah pria itu. Tangan Eros menyentuh rambut Daphne yang dibiarkan tergerai, menghirup tubuh Daphne yang selalu memabukkan untuknya.
“tolong, aku harus bekerja.”
Eros mengecup pundak Daphne yang terbuka.
“sshhh.”
“apa aku perlu membuatmu senang?.” Tanya Eros
“tidak, aku akan pergi sekarang.”
Tangan Eros menahan tangan Daphne. Menarik tubuh wanita itu hingga terjatuh ke pangkuan Eros.
“tuan ada rap-.” Ucapan Zain terhenti saat membuka pintu dan melihat kegiatan Eros dan Daphne yang intim, “maaf.” pria itu menutup pintunya kembali dan berjaga di dekat sana agar tidak ada yang mengganggu kegiatan tuannya.
*
__ADS_1