Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 17


__ADS_3

Dress soft pink lembut membalut tubuh kecil seorang gadis manis yang tengah duduk di depan sebuah makam bertuliskan Sasilia, makam yang masih terlihat baru, dua bodyguard tengah berjaga agak jauh memastikan gadis itu aman berada disana. Daphne Sasilia Archary gadis kecil yang sudah ditinggal ibu nya, Daphne sama sekali tidak menangis, dia hanya merindukan ibunya dan itu adalah alasan kenapa Daphne ada disana sekarang.


Seorang wanita muda berpakaian menarik dengan barang branded di tangannya menghampiri Daphne, mengusap lembut kepala Daphne. “ayo pulang.” Ajaknya


“ngga mau! Daphne mau menemani ibu disini.”


“kalau Daphne disini terus, nanti Daphne kehujanan, kalau kehujanan, ibu pasti sedih di atas sana. Daphne harus bahagia walaupun tidak ada ibu di sebelah Daphne, karena ibu sudah melihat Daphne dari jauh.” Dia lah Saly, sahabat Sasilia, sahabat sangat dekat dengan Sasilia bahkan mereka bersahabat sejak sekolah menengah atas.


“tante Saly, kenapa ibu ninggalin Daphne?.” Tanya Daphne dengan wajah polosnya, gadis itu masih sekitar 7 tahunan saat Sasilia meninggal.


“karena ibu bertemu dengan Tuhan lebih dulu, dia ingin mengatakan pada Tuhan bahwa sangat mencintai Daphne.”


“benarkah?.”


“tentu saja.”


Daphne pun meraih tangan Saly,


Mata itu saling menatap tajam satu sama lain, saat Daphne baru saja keluar dari pemakaman, Saly baru saja keluar dari mobilnya dengan membawa serangkaian bunga. Wajah yang sudah tak lagi muda seperti dulu, senyuman yang hilang, semua ada pada Saly saat setelah menikah dengan Archary, Daphne membenci wanita itu saat mengetahui akan menikahi ayahnya, dan itu hingga sekarang.


Dengan angkuh Daphne melewati Saly tanpa menyapa, di ikuti Jake di belakangnya. Entah kenapa Saly senang melihat Daphne sekarang, anak kecil yang di temuinya saat pertama kali bertemu Sasilia pertama kali setelah kepulangannya, anak kecil dengan senyuman tulus namun setelah bersamanya menjadi sosok yang dingin.


“nona Daphne, bukankah itu nyonya Archary.” Tanya Jake


“biarkan, dia yang menghancurkan keluargaku.” Jawab Daphne dingin


Saat berada di mobil, dengan tiba-tiba sebuah panggilan masuk kedalam ponsel Daphne, panggilan dari Eros yang di namainya kontak itu dengan hot daddy. Eros hanya mengatakan untuknya datang ke perusahaan ke ruangannya, kemudian langsung dimatikan.


Daphne hanya heran “kita ke perusahaan sekarang.”


“tapi hari ini weekend, untuk apa nona ke perusahaan?.”

__ADS_1


“Eros menyuruhku kesana.”


“baiklah nona.”


Jake membawa mobilnya menuju perusahaan untuk mengantarkan Daphne, memang mobil Eros ada di basement perusahaan, hanya ada beberapa mobil disana termasuk mobil Eros. Daphne keluar dari mobil sebelum Jake membukakan pintu, sebuah tangan menarik lengan Daphne dan membenturkan tubuhnya tidak terlalu keras ke dinding, mengapitnya dengan kedua tangan dan menatap wanita itu tajam.


“Eros.” Sebut Daphne saat melihat Eros yang melakukannya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Eros mencium bibir Daphne, ********** sangat kasar. Tangan Eros mengusap paha Daphne yang masih terbalut celana jeans, tangan satunya melambaikan kebelakang seakan mengisyaratkan pada seseorang, seakan paham semua orang yang ada disana, bahkan CCTV dimatikan, lampu di matikan. Daphne sedikit terkejut dengan hal ini, karena ini adalah kali pertama Eros melakukan hal sedikit kasar.


“stoopp…” ucap Daphne kesusahan karena Eros menekannya terus.


Eros melepaskan kancing pakaian yang dipakai Daphne, menarik dengan kasar bra wanita itu dan membuangnya di sembarang tempat. Eros melepaskan ciumannya dan turun kearah dada Daphne memasukkan kedalam mulutnya, **********, meremas dadanya sangat kasar. Bukannya merasakan kenikmatan, Daphne merasakan sakit yang luar biasa karena Eros yang sangat kasar.


“stop Eros!.” Plaaakkk sebuah tamparan sangat keras mengenai pipi Eros membuat lelaki itu sedikit menjauh kebelakang. Daphne merosot ke lantai berusaha menutupi tubuh polosnya menggunakan kemeja nya yang bahkan sudah tak berbentuk.


Air mata wanita itu lolos jatuh, sedikit terisak.


Buggh Eros menonjok dinding diatas Daphne dan berjongkok di depan wanita itu, Eros menyentuh lembut tangan Daphne “maafkan aku baby.” Ucap Eros lembut


“maaf, aku benar-benar hilang kendali, seseorang mengiriku fotomu dengan seorang pria di café, dia menyentuh tanganmu.”


Daphne melihat kearah Eros dengan mata sembab dan bibir yang sedikit berdarah karena ciuman kasar Eros.


“kenapa kau tidak bertanya terlebih dahulu? Dia Mike, dia menyakan cinta padaku, tapi ku tolak, kau bisa bertanya pada Jake, bukankah Jake selalu menghubungimu kalau ada yang buruk padaku, apa dia menghubungimu? Tidak kan? Karena aku tidak ingin kau salah paham hanya keran hal kecil.”


Eros terdiam, Jake memang tidak menghubunginya sama sekali. Pada intinya seseorang membuat salah paham antara Daphne dengannya.


“maafkan aku Daphne.” Eros memegang kedua tangan Daphne


Lelaki itu melepaskan jas yang dipakainya dan memakaikannya di tubuh Daphne yang tak memakai apapun. Eros menuntun Daphne berdiri membuang pakaian Daphne yang sebelumnya karena sudah tak layak pakai.

__ADS_1


Eros menuntun Daphne menuju mobil miliknya, mendudukkan gadis itu di bangku penumpang dengannya, mereka berdua meninggalkan area basement setelah menghubungi Zain untuk datang. Eros membawa Daphne pulang bahkan memanggilkan dokter untuk mengobati wanita itu, padahal hanya sedikit bibirnya yang berdarah, itupun tidak parah.


Saat tengah di obati dokter, Eros terus memperhatikan wanita itu dari dekat membuat Daphne sedikit tidak nyaman, bukan karena risih tapi tatapan Eros selalu berhasil membuatnya salting. Selesai di obati, Eros duduk di samping Daphne, wanita itu sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah.


“apa yang itu sakit juga?.” Tanya Eros sambil menunjuk dada Daphne


“ah itu, tidak. tidak apa-apa.” wajah Daphne memerah


“kenapa wajahmu? Apa kau sakit?.” Eros menyentuh dahi Daphne “panas, kau sakit.”


“tidak-tidak, aku tidak apa-apa.”


“aku akan memanggilkan pelayan untuk menyiapkan makan siang.”


Daphne hanya mengangguk, Eros beranjak dari duduknya keluar dari kamar. Melihat punggung Eros yang berjalan menjauh, Daphne menetralkan detak jantungnya, bagaimana mungkin wanita itu tidak tertarik pada Eros, bahkan tak ada sedikitpun kekurangan darinya. Eros baik, perhatian, kaya, tampan, dan segalanya, walaupun ada satu hal yang baru Daphne tau mengenainya saat tengah marah.


Eros memang tak mengatakan apapun tatkala sedang marah, tapi pria itu lebih ke kekerasan saat berhubungan badan atau ****.


Para pelayan datang membungkuk pada Daphne dengan Eros yang baru saja tiba.


“apa yang nona Daphne inginkan?.” Tanya Pelayan dengan lembut


“emmm aku mau makan lasagna, pudding stoberi, sama susu stoberi.”


“apa ada lagi nona?.”


“tidak ada, itu saja.”


“baik nona Daphne mohon ditunggu sebentar.”


Para pelayan keluar meninggalkan Eros hanya bersama Daphne, entah kenapa melihat Eros membuat Daphne salah tingkah, hingga membuatnya memilih menunduk ketimbang menatap mata tajam itu.

__ADS_1


Eros yang merasa ada yang aneh pada wanitanya, mendekat kearah Daphne dan memastikan wanita itu baik-baik saja.


*


__ADS_2