
Psikhe tidak pernah menyangka kalau hari ini dia menghabiskan makan siangnya dengan Eros, wajah tampan pria itu membuat Psikhe benar-benar bersemangat walaupun banyak karyawan yang menatapnya tidak suka.
“bagaimana pekerjaanmu? Apa kau nyaman?.” Tanya Eros pada Psikhe setelah meminum segelas air putih.
“sangat nyaman tuan, terimakasih.”
“tidak perlu berterimakasih, saya meminta maaf atas apa yang terjadi malam itu.”
“hanya kotor sedikit, tidak apa-apa tuan, tidak sebanding dengan ini semua.”
“saya ada urusan, kau tidak perlu membayarnya, sudah saya bayar. Saya permisi terlebih dahulu, nikmati makanmu.”
“baik terimakasih banyak tuan Eros.”
Eros melangkahkan kakinya meninggalkan Psikhe, punggung tegap nya benar-benar sosok pria yang sangat hebat, terlihat bahwa Eros pasti juga sangat hebat soal urusan itu, itu kau tau sendirilah apa itu.
Zain berjalan menghampiri Eros, pria itu juga sehabis makan siang dengan istrinya. Langsung bergegas menjumpai Eros saat Daphne menghubunginya katanya Eros tidak mengangkat panggilan darinya.
“nona Daphne menghubungi saya tuan, katanya tuan Eros tidak menerima panggilan teleponnya.”
“aku meninggalkan ponselku.” Eros yang tadinya berjalan santai, langsung berlari menuju lift khusus untuk kembali keruangannya.
Beberapa panggilan masuk dari Daphne, sekitar 20 panggilan tak terjawab dari wanitanya. Eros menekan paanggilan balik ke nomor Daphne, tidak menunggu lama Daphne pun menerima panggilan teleponnya.
“maafkan aku baby, aku meninggalkan ponselku.”
“tidak masalah, kau sudah makan siang?.”
“aku sudah makan siang dengan satu karyawan.”
“apa dia sangat berharga sehingga kau makan siang dengannya.”
“tentu saja tidak, kau lebih dari apapun baby, tidak ada yang lain.”
“baguslah, kau tidak mengatakan padaku kalau kau akan pergi ke China besok.”
“belum, darimana kau tau?.”
“Zain mengatakan padaku.”
“ya begitulah, ku harap kau bisa ikut denganku, setelah itu kita pergi ketempat yang kau mau.”
“baiklah aku akan berkemas.”
“tidak perlu membawa banyak-banyak, bawa saja barang yang penting.”
__ADS_1
“tentu.”
Tutt tutt
Daphne mematikan panggilan itu membuat Eros kesal, bahkan wanitanya lebih bahagia saat mengetahui akan liburan ketimbang mengetahui keadaan yang merindukan kehadirannya itu. Jam menunjukkan pukul 4 sore saat Eros baruu saja menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk, biasanya sebelum ada Daphne, Eros akan pergi ke bar untuk minum atau mencari wanita yang bersedia di lempar ke ranjangnya. Tapi sesuai dengan apa yang dilakukannya, Eros langsung pulang ke rumah untuk bertemu Daphne.
Rumah nampak sangat sepi, pelayan tidak ada yang dilantai satu sama sekali, rumah juga sudah bersih. Saat menaiki tangga suara ramai terdengar dari kamar utama, Eros sedikit mempercepat langkah, takut kalau terjadi sesuatu dengan Daphne.
Saat sampai di depan pintu, semua pelayan berada di sana membantu Daphne memilih pakaian untuk dimasukkan kedalam koper. Eros berjalan menghampiri Daphne yang tersenyum padanya dan memeluk tubuh itu sangat erat.
“apa yang terjadi?.” Tanya Daphne bingung dengan sikap Eros yang tiba-tiba memeluknya erat
“aku fikir terjadi sesuatu padamu.”
“aku tidak apa-apa.”
Eros melepaskan pelukannya, mendekatkan wajah mereka dan mengecup bibir Daphne membuat semua pelayan keluar dari kamar utama. ciuman mereka berakhir saat Daphne membutuhkan nafas, mereka saling terengah, rasa khawatir yang dirakan oleh Eros terasa di Daphne.
“aku tidak apa-apa.” ucap Daphne kembali.
Terlihat semua pakaian berantakan karena ulah Daphne yang bingung akan pergi membawa apa, “kau akan membawa semua ini?.” Tanya Eros pada Daphne
“iya aku bingung masihan.”
Eros mengambil tas selempang milik Daphne yang berisi surat-surat penting “bawa ini saja, tidak perlu membawa yang lain.”
“apakah aku terlihat seperti orang kekurangan uang baby?.” Tanya Eros sambil menatap Daphne lekat-lekat membuat wanita itu salah tingkah.
“tidak, tapi kan jangan menghabiskan uangmu.”
“uangku tidak akan habis walaupun berusaha kau habiskan baby, hanya membeli pakaian tidak akan membuatku jatuh miskin.”
“aku tau, tapi satu koper saja bagaimana?.”
“baiklah terserah mu, aku akan mandi, setelah aku mandi, aku tidak ingin seperti ini disini, harus kembali seperti semula.”
“siap!.”
Eros mengusap rambut Daphne kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah penuh keringat karena seharian bekerja banting tulang untuk wanitanya yang bahkan tidak mau menghabiskan uangnya, bagaimana mungkin dia akan semangat bekerja kalau uangnya saja tidak dipakai.
Sehabis membersihkan badannya dikamar mandi, saat pintu terbuka kamar sudah bersih seperti semula, hanya ada satu koper dan tas selempang yang akan dibawa Daphne. Sedangkan wanitanya entah berada dimana, Eros memakai celana pendeknya dan kaos hitam polos, pria itu menuruni tangga dengan rambutnya yang masih basah. Terlihat Daphne yang tengah menyiapkan makan malam di meja makan dengan para pelayan, beberapa minggu dirumah itu akhirnya Daphne akrab dengan pelayan-pelayan yang ada dirumah.
“kau sudah mandi?.” Tanya Daphne sambil berjalan menghampiri Eros. “kenapa masih basah, nanti kau bisa sakit.” Daphne kembali mendorong Eros naik ke lantai dua menuju kamar mereka, mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut Eros.
Dengan sangat tlaten Daphne mengeringkan rambut Eros, pria it uterus mengamati Daphne dari bawah, wajah cantiknya yang tengah fokus dengan rambut Eros, terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
“selesai.” ucap Daphne lalu mematikan Hairdyer nya dan menaruh di laci.
Tiba-tiba tangan Eros menarik Daphne hingga jatuh keatas tubuhnya, bugghh Daphne memukul dada Eros pelan membuat Eros tertawa saat melihat wajah terkejut Daphne.
Mata mereka saling menatap satu sama lain, perlahan wajah mereka mengikis jarak diantara keduanya. Hidung mancung Eros bertemu dengan hidung indah Daphne, keduanya memiringkan kepala dan menyatukan bibir. Ciuman ringan itu kemudian menjadi ciuman yang panas dan sangat menuntut, tangan Eros tidak diam, memegang leher belakang Daphne untuk memperdalam ciuman mereka.
Tangan kiri Eros mulai merayap kearah baju depan Daphne berusaha membukanya tapi Daphne menahan tangan Eros dan melepaskan ciuman mereka.
“aku lapar.” Ucap Daphne lirih membuat Eros tertawa
“baiklah ayo makan dahulu.”
“gendong.”
“apa tidak apa-apa dilihat para pelayan?.”
“tidak!.”
“baiklah.” Eros membawa Daphne dalam gendongannya menuruni tangga, para pelayan menatap majikan mereka yang semakin hari terlihat sangat mesra.
Eros mendudukan Daphne di kursi depan meja makan, makan malam mereka sudah siap, tidak banyak hanya makanan jepang, itu karena Daphne ingin makan makanan jepang hari ini, sedangkan Eros pemakan apapun selama wanitanya suka.
Daphne memakan makanannya dengan sangat lahap. “pelan-pelan baby, makananmu tidak akan lari darimu.”
“aku lapar.”
“kalau begitu habiskan, aku akan meminta pelayan memasakkan kembali untukmu sampai kenyang.”
“kau mau membuatku gendut?.”
“kenapa tidak.”
“aku jelek kalau gendut.”
“bagiku tetap cantik.”
“yayaya.”
Makanan di meja semua habis hanya tersisa piring-piring kotornya, sesuai janji Daphne setelah makan. Eros langsung menggendong Daphne menuju lantai dua ke kamar mereka menikmati malam yang sangat panjang dengan keringat yang membasahi tubuh dan erangan keduanya yang memenuhi seisi kamar.
*
__ADS_1