Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 14


__ADS_3

“aku ke toilet dulu.” Pamit Daphne pada Eros


“mau ku temani hm?.”


“tidak perlu.”


“baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku.”


“tentu.”


Daphne berjalan menuruni tangga menuju toilet yang ada di lantai satu, wanita cantik itu tidak melihat sekitar saat masuk ke toilet khusus wanita. dia hanya membersihkan kotor ditangannya, dan melihat penampilannya yang mungkin sedikit berantakan.


Saat tengah melihat penampilannya dari pantulan kaca, Sahara menghampirinya dan berdiri disebelah Daphne. “apa yang kau berikan padanya?.” Tanya Sahara sambil membenarkan dress atas agar lebih turun memperlihatkan belahan dadanya.


“tidak ada, yang pasti aku lebih terhormat ketimbang dirimu.” Jawab santai Daphne sembari melihat Sahara dari pantulan kaca. “apa kau baik-baik saja disana?.” Tanya Daphne


“bukan urusanmu.”


“aku hanya memastikan bahwa bibi ku ini baik-baik saja, kalau kau terluka, siapa yang akan menyaingiku hm?.” Daphne memasukkan make up nya kembali ke dalam tasnya dan melihat Sahara “aku pergi dulu, pasti Eros sudah menungguku, dahh.”


Daphne meninggalkan Sahara dengan wajah puasnya untuk kedua kali. Wanita itu menyapa semua tamu yang menyapanya dengan baik, tentu saja karena mereka semua tau kalau Daphne adalah wanita pemilik acara.


Wanita itu berjalan kembali menghampiri Eros yang tengah berbincang dengan Zain di salah satu meja, Daphne duduk di pangkuan Eros dan mengalungkan tangannya pada leher pria itu. “kapan acara puncak?.” Bisik Daphne


“sebentar lagi baby, apa kau lelah?.”


Daphne mengangguk.


“baiklah.” Eros menurunkan Daphne “mau ikut ke VVIP Room milikku?.” Dengan senang Daphne mengangguk, dia hanya ingin tau bagaimana ruangan VVIP milik Eros mengingat pria itu sangat menyukai hal klasik.


Mereka berdua berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua, ruangan yang berada paling ujung dengan pintu ukiran bunga berasal dari emas, tidak ada gagang pintu, hanya ada slot kaca untuk sidik jari. Eros menempelkan jarinya pada pintu tersebut dan kemudian pintu pun terbuka kedalam.


“masuklah.”

__ADS_1


Kalau dari luar tidak ada gagang pintunya, berbeda lagi jika dari dalam yang ada gagang pintunya, pintu itu bisa terkunci sendiri jika di tutup, tetapi kalau di buka dari dalam tidak perlu menggunakan sidik jari, langsung bisa di buka menggunakan gagang pintunya.


Daphne melihat bagaimana mewahnya ruangan itu, di tengah ada ranjang king size, dalam fikiran wanita itu ruangan VVIP milik Eros akan seperti kamar di istana, melainkan yang sekarang dia lihat adalah cat abu-abu hitam dengan ranjang berwarna abu-abu, tak lupa setiap sudutnya ada patung dan lukisan dengan warna senada. Dan di dinding utama terdapat lukisan sangat besar, lukisan Eros yang membawa busur panas, pria itu memang sangat tampan dan gagah.


“kau seperti cupid versi dewasa.” Ledek Daphne


“hahaha.” Dalam hati Eros berkata, memang lah dia cupid kalau di bumi, tapi sayangnya dia tidak seimut Cupid.


Daphne berjalan kearah jendela yang tak terlalu besar namun bisa melihat pemandangan luar, walaupun tak ada pemandangan lain selain gelap tanpa cahaya, setidaknya jendela itu bisa membawa sinar matahari masuk waktu pagi.


Eros memeluk tubuh wanita itu dari belakang, meletakkan kepalanya di pundak Daphne. Entah kapan Daphne merasakan berdebar saat bersama Eros, sikapnya, dan semua hal baik yang Eros lekukan padanya membuat wanita itu benar-benar terjatuh dalam lubang seorang Eros.


“apa aku boleh bertanya?.”


“tanyakan saja, baby.”


“masalah orang tuamu.”


Pelukan Eros memudar, pria itu sedikit menjauh dari Daphne dan berdiri didepan jendela tepat di sebelah Daphne.


“maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu, maaf, kau tidak perlu menceritakan padaku.” Daphne sangat menyesali pertanyaan yang di lontarkannya pada Eros.


“tidak masalah, aku lahir tanpa orang tua, di panti asuhan, mereka merawatku dengan baik, aku melakukan semuanya untuk hidupku sendiri, dan see, aku bisa hingga sekarang.” Jelas Eros


Daphne mendekat kearah pria itu dan memeluknya erat. “apakah itu sangat berat?.”


“tidak.” Eros mengusap rambut Daphne, dia bukanlah dewa panutan, telah berbohong pada wanitanya, Eros hanya tak ingin Daphne tau apa yang sebenarnya tentang dia.


“kalau kau lelah, kau bisa membagikannya denganku.”


“tidak, aku baik-baik saja baby.” Eros mengusap kepala Daphne lembut memberikan rasa sayang yang hangat.


Daphne sedikit mendongakkan kepalanya menatap Eros, mengecup bibir itu sekilas, namun tangan Eros menarik leher Daphne, menyatukan panggutannya kembali, kecupan itu lama-lama menjadi *******, semakin panas dan menyesakkan, udara dari jendela sama sekali tak masuk, rasanya gerah.

__ADS_1


Tangan Eros turun ke pundak Daphne, menurunkan tali spageti dress yang dipakai Daphne. Namun Daphne menghentikannya, wanita itu melihat Eros teduh. “jangan sekarang, kau harus membuka acara lelang kan?.”


“shit!!.” Padahal Eros sudah tidak bisa menahannya.


“aku akan menunggumu daddyhh, jadi cepat selesaikan pekerjaanmu.” Ucap Daphne dengan nada menggoda sambil menyentuh lembut dada atas Eros yang terbuka.


“baiklah.”


Daphne merapikan kembali pakaian Eros dan dress yang di pakainya, mereka berdua keluar dari VVIP Room dan menuruni anak tangga menuju lantai dasar saat MC memanggil nama Eros untuk mengucapkan sepatah duapatah sambutan.


Daphne duduk di antara yang lain, sofa yang khusus untuknya dan Eros. Disebelahnya ada Zain yang sangat santai, pria itu tak banyak bicara walaupun Daphne sering mengajaknya mengobrol.


Eros menyampaikan kalimatnya dengan santai, para wanita hanya melongo melihat sosok lelaki itu, Eros memang sangat tampan dan jangan lupakan kalau pria itu memikat wanita manapun, entah sudah bersuami maupun yang masih remaja pun ingin menjadi pasangannya. Akhir kata, pria itu mengucapkan kalimat yang membuat semua wanita patah hati. “untuk Daphne Sasilia, thanks for come to my life.” Wanita yang di sebutnya hanya malu-malu.


Di sudut ruangan ada Sahara yang melihatnya tidak suka, dia bahkan sudah merencanakan sesuatu, “kalau Daphne tidak melepaskan Eros, maka Eros yang akan melepaskan wanita sialan itu.” Ucap Sahara dalam hatinya.


“bermimpilah kalau kau akan menghancurkan Daphne, Eros berkuasa, kau yang akan hancur.” Bisik Daniel yang berdiri disebelahnya.


“kalau aku bisa, apa yang akan kau lakukan?.” Tanya Sahara dengan tegas menatap Daniel.


“hahahah lakukan kalau kau bisa, dan apapun yang kau minta akan kuberikan.”


“oke deal?.” Sahara mengulurkan tangannya


“deal!.” Daniel menjabat tangan wanita itu, walaupun dalam hati Daniel hanya tertawa melihat tingkah Sahara.


Acara di lanjutkan dengan pelelangan barang-barang antik yang hanya ada satu di dunia, setelah turun dari panggung, Eros mengajak Daphne menuju VVIP Room, dia sangat tidak peduli dengan pelelangan, dia sudah menyuruh Zain untuk menggantikannya mendapatkan satu barang yang bahkan sebenarnya tidak Eros butuhkan, melainkan barang yang Daphne sedari tadi perhatikan.


 


 


*

__ADS_1


 


 


__ADS_2