Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 24


__ADS_3

Daphne tersenyum pada Daniel setelah keluar dari Archary Corp, senang rasanya melihat wajah kesal Daniel saat semua orang mendukung pendapatnya. Saat masuk ke dalam mobil, Daphne dikejutkan oleh Eros yang ada di dalamnya, pria itu sangat tampan dengan pakaian kerjanya. Dengan bahagia Daphne memeluk Eros, mengungkapkan segalanya, mencium bibir Eros **********. Begitupula Eros yang menarik kepala Daphne, mengungkapkan segalanya, mendudukkan Daphne di pangkuannya, tangan kirinya menarik penutup antara supir dan bangku belakang.


Eros menyibakkan rok yang dipakai Daphne, membuka celananya, mengeluarkan kejantanannya yang sudah sangat mengeras. ******* terdengar sangat keras saat merasakan benda keras menyentuh area sensitifnya.


Mata mereka saling bertemu “kau sangat hebat baby.” Puji Eros


Eros memasukkan miliknya kedalam Daphne, mereka berdua saling mengerang menikmati kegiatan mereka seakan dunia hanya milik berdua. Hingga pelepasannya, Eros memeluk Daphne erat, bahkan ac dalam mobil mereka sama sekali tidak berpengaruh melihat keringat membasahi wajah mereka. Eros mengambil tisu yang ada di kursi belakang dan membersihkan hasil kegiatan mereka berdua.


Mobil tersebut membawa Eros dan Daphne menuju E Group, keduanya keluar dengan Daphne menahan malu, setelah merapikan penampilan masing-masing. sedangkan Eros terlihat biasa saja memeluk pinggang Daphne posesif.


Saat masuk ke perusahaan, mereka tanpa sengaja bertemu dengan Psikhe yang tengah membawa nampan berisi minuman hangat, mata mereka saling bertemu. Daphne hanya diam, seakan pernah merasakan hal itu sebelumnya tapi Daphne sendiri bingung kapan bertemu dengannya, sedangkan terakhir kali Daphne masih ingat mereka bertemu di depan lift khusus, hanya itu. Tapi dalam hati Daphne seakan pernah bertemu sebelumnya.


Daphne dan Eros melewati mereka masuk kedalam lift khusus menuju ruangan Eros.


Daphne duduk di sofa sedangkan Eros duduk di kursi kebesarannya dengan nama depan CEO, Daphne hanya diam hingga Eros mulai bertanya.


“apa yang kau fikirkan baby?.” Tanya Eros


“karyawan yang tadi.”


“siapa?.”


“yang bawa nampan.”


“kenapa? apa kau ada masalah dengannya?.”


“tidak, tidak ada, tapi sepertinya dia tidak asing.”


“mungkin satu sekolah denganmu dulu, dia juga lulus SMA Archary 2 dulunya.”


“ah begitu ya, pantas saja aku merasa tidak asing.”


Berjam-jam Daphne hanya memainkan ponsel nya dengan sangat bosan, sesekali dia melihat Eros yang sibuk dengan layar di hadapannya.


“bolehkah aku berkeliling?.” Tanya Daphne yang membuat Eros melihat kearah wanita itu


“aku akan menyuruh Melinda menemanimu.”


“tidak perlu, aku bisa sendiri.”


“kau yakin?.”


“ya sangat yakin.”


“ya sudah kalau ada apa-apa, hubungi aku.”


“okay siap.”


Daphne keluar dari ruangan Eros menyapa Melinda dan masuk kedalam lift khusus menekan tombol 1, yaitu lantai dasar atau lobby utama. tepat saat Daphne keluar, dia bertemu kembali dengan Psikhe.

__ADS_1


“bolehkah aku bicara denganmu?.” Tanya Daphne pada Psikhe


“ya nona Daphne, tentu saja.”


Mereka berdua berjalan menuju kantin perusahaan, banyak orang yang menatap Psikhe tidak suka, apalagi penampilan Psikhe yang terlalu berlebihan mengingat dia hanyalah seorang office girl, apalagi sekarang dia berjalan dengan kekasih Eros, CEO perusahaan ini.


Daphne duduk berhadapan dengan Psikhe, Daphne juga memesankan makanan dan minuman untuk mereka berdua makan sembari berbincang.


“apa kita pernah bertemu sebelumnya?.” Tanya Daphne pada Psikhe


“mungkin tidak nona, saya baru bekerja di sini beberapa hari yang lalu.”


“ah kurasa memang tak pernah tapi kau sangat tidak asing untukku.”


“mungkin di jalan.”


“bisa jadi, semua orang menatapmu tidak suka, apa kau mendapatkan masalah bekerja disini? Kau bisa mengatakan padaku kalau ada yang jahat padamu?.”


“tidak ada nona, saya baik-baik saja.”


“syukurlah kalau kau baik-baik saja, kita belum berkenalan, namaku Daphne Sasilia.”


“Psikhe Kelana.” Mereka berdua saling berjabat tangan.


“santai lah denganku, aku tidak jahat.”


“iya baik nona.”


“nona Daphne percaya dengan pengantin Dewa?.” Tanya Psikhe yang membuat Daphne tertawa


“what? Pengantin dewa? Jaman sekarang udah ngga ada dewa, itu hanya mitologi.”


“dewa bisa saja hidup di sekitar kita nona, karena mereka sama dengan manusia bentuknya, nenek buyut mengatakan padaku kalau aku adalah pengantin dewa, itu juga alasan kenapa namaku adalah Psikhe..”


“hahaha ya mungkin nenekmu benar, tapi aku tak pernah percaya ada dewa, kalau ada dewa mungkin hidupku tak akan buruk Psikhe.”


“bukankah hidup nona bahagia sekarang?.”


“untuk sekarang bukan berarti aku memiliki kehidupan yang baik sebelumnya.”


“nona kan putri keluarga Archary.”


“terkadang kau memang tak perlu tau masalah orang lain Psikhe, setiap orang tak perlu mengungkapkan apa yang membuatnya tak bahagia, apalagi kalau public tau masalah itu, dan keluarga memang harus menyembunyikan keburukannya bukan.”


“nona benar, saya sejak kecil hidup dikeluarga sederhana, adik selalu sakit-sakitan, kedua orang tua seorang nelayan, saya tidak bisa bergantung terus pada meraka, itulah alasan saya sampai disini.”


“kau hebat bisa bertahan sampai sekarang Psikhe.”


Perbincangan mereka terhenti saat Eros menghampiri Daphne dengan wajah khawatir.

__ADS_1


“aku mencarimu kemana-mana, kufikir kau menghilang Daphne.” Ucap Eros sambil memeluk Daphne erat.


“aku baik-baik saja.”


Psikhe melihat kegiatan di hadapannya sedikit kesal, harusnya Eros memeluknya bukan Daphne, Psikhe lah calon pengantinnya dan bukan Daphne, Daphne tidak ada hubungan apapun dengan Eros.


“kalau begitu saya kembali bekerja nona Daphne, tuan Eros.” Psikhe beranjak dari duduknya, meninggalkan kantin dan kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Eros duduk di sebelah Daphne memandangi wajah cantik wanitanya, banyak yang menatap mereka iri bahkan ada yang sangat bahagia melihat tuannya tersenyum, sejak dulu Eros jarang tersenyum, tapi kehadiran Daphne membuat warna abu-abu menjadi merah jambu.


“kau menggangguku berbincang.” Ucap Daphne kesal


“aku merindukanmu, aku tidak bisa jauh darimu baby.”


“aku tau, aku tau, tapi kau berlebihan.”


Di tengah pembincangan mereka, Melinda datang dengan terburu-buru. “maaf tuan Eros, ada yang mencari tuan Eros di lobby utama.”


“katakan kalau aku sedang sibuk.”


“tapi dia membuat keributan tuan.”


“haisshh.”


Daphne menyentuh lengan Eros lembut. “aku akan menemanimu menemuinya.”


Mereka berdua bersama dengan Melinda menuju lobby utama, disana ada Sahara dengan pakaian minimnya tengah marah marah dengan resepsionis.


“iisssshhh apa yang dilakukan Saharaku disini.” Sindir Daphne yang membuat Sahara menengok “halo tante.” Sapa Daphne saat Sahara melihat kearahnya.


“Eros harus bertanggung jawab karena aku hamil anaknya!.” Teriak Sahara yang membuat semua Karyawan melongo.


Daphne menahan amarahnya saat Sahara mengatakan hal tersebut pada semua orang, dengan lengkah pelan dan tatapan tajam Daphne berjalan kearah Sahara membuat Sahara memundurkan badannya hingga membentur meja resepsionis.


“apa kau yakin itu anak Eros? Jangan bertindak seperti ****** tante, bukankah banyak pria memasukimu, upss sorry.” Daphne tersenyum tajam dan mengejek kearah Sahara.


Dengan kesal Sahara mengeluarkan sebuah testpack dari dalam tasnya dan menunjukkan pada semua orang yang ada disana.


“kau lihat ini.”


Daphne menghembuskan nafas beratnya dan kembali melihat Sahara.


“aku tidak tau apa yang merasukimu Sahara, tapi kalau kau mau mengaku-ngaku Eros sebagai ayah dalam kendunganmu, seharusnya kau juga memikirkan harga dirimu.” Daphne mendekatkan wajahnya ke telinga Sahara “kalau mau menghancurkan atau merebut Eros, pakai cara yang lebih baik, kau bikin malu keluarga Archary.” Bisik Daphne.


Plaaaakkk


 


 

__ADS_1


*


__ADS_2