
Eros mengecup puncak kepala Daphne, wanita itu masih tertidur pulas dengan balutan selimut, pakaian mereka semalam sudah tak berbentuk lagi saat Eros merobek paksa dress yang dipakai Daphne dan membuangnya sembarangannya, kamar hotel itu sudah seperti kapal pecah, pakaian berserakan dimana-mana, bekas gelas untuk meminum wine dan botolnya masih berada di atas meja.
“tolong siapkan pelayan untuk membersihkan kamar juga melayani Daphne, dan juga belikan pakaian untuk Daphne.”
“baik tuan.”
Suara panggilan dari telepon yang Eros hubungi, pria itu memperbaiki pakaiannya didepan kaca, sudah sangat tampan. Kemudian keluar dari kamar hotel menemui Zain yang sudah menunggunya untuk transaksi penting.
“mobil sudah siap tuan, juga uang nya sudah disiapkan.”
“bagaimana tuan Chen dan lokasinya?.”
“tuan Chen sudah berada disana menunggu kehadiran tuan.”
“baiklah langsung kesana.”
“baik.”
Mobil Eros membawanya ke sebuah tempat yang berada sedikit jauh dari hotel, area itu lumayan sangat dijaga ketat, ada beberapa hektar tanah yang ada di wilayah tersebut, dipaling depan ada gudang bekas produksi minyak, awalnya memang untuk produksi minyak kemudian berhenti beroperasi beberapa bulan yang lalu karena mengalami kebangkrutan. Eros membutuhkan gudang tersebut untuk produksi barang lain, selain harus merombak ulang wilayah tersebut juga membersihkan sisa minyak yang membahayakan.
Beberapa mobil berada di sana termasuk tuan Chen yang sudah menunggu.
“selamat datang tuan Eros.” Ucap tuan Chen, pria paruh baya berbadan buncit dengan rambut yang sudah mulai beruban.
“terimakasih tuan Chen.”
“mari akan saya perlihatan lokasi ini.”
Mereka menaiki salah satu mobil yang digunakan untuk keliling, lahan itu yang awalnya adalah tempat pembuangan limbah berubah menjadi lahan kosong tandus.
“gudang itu digunakan untuk produksi minyak, jadi harus di sterilkan sangat lama. Untuk lahan-lahan disini lumayan tidak cocok untuk di tanami karena tanahnya tidak subur.”
“saya sudah tau tentang itu, bagaimana harga yang kau tawarkan tuan?.”
“seperti yang ada dalam kertas.”
“bagaimana mungkin lahan seperti ini kau jual seharga 800 juta yuan?.”
“lahan ini sangat luas dan kau bisa menggunakan untuk apapun.”
“tapi tidak subur dan juga jangan lupakan untuk mensterilkan tempat ini menghabiskan waktu yang lama dan itu akan menghambat pekerjaanku.”
“baiklah, harga akan aku turunkan 750 juta yuan.”
“aku akan membelinya dengan 550 juta yuan, kalau kau tidak melepaskannya, aku tidak akan melanjutkan transaksi ini.”
“baiklah aku setuju, 550 juta yuan, tolong surat perjanjiannya di ganti.” Tuan Chen memerintah sekretarisnya untuk mengganti nominal harga di surat perjanjian.
Pembelian mereka di akhiri dengan jabat tangan oleh keduanya setelah menyelesaikan tanda tangan dan juga pembayaran.
“senang bekerjasama dengan anda tuan Chen.”
“saya juga sangat senang tuan Eros, semoga kedepannya bisa menjalin kerjasama kembali.”
“baik, saya akan selalu menantinya tuan Chen.”
__ADS_1
…
Daphne membuka matanya lebar-lebar kala sinar matahari menerpa wajah cantiknya, pandangannya tertuju pada meja yang sudah menyediakan makanan yang sangat banyak untuknya.
“selamat pagi nyonya Eros, makanan sudah kami siapkan, nyonya akan mandi terlebih dahulu atau makan terlebih dahulu?.”
“aku mau mandi.”
“baik, silakan nyonya, kami sudah menyiapkan bak mandi untuk nyonya.”
Daphne berjalan menuju ke kamar mandi dengan memakai jubah tidurnya, wanita itu melepaskan jubahnya dan mulai merendam badan. Semuanya terasa sakit semua, bahkan untuk memulai aktifitas pun masih tidak sanggup, tapi Daphne ingat akan menghadiri acara Lin Wayying.
Setelah mengganti pakaiannya dengan celana jeans dipadukan dengan kemeja putih yang dibalut jaket, Daphne mengikat rambutnya keatas membiarkan leher jenjangnya terlihat. Tak lupa memakai beberapa aksesoris simple seperti gelang, jam tangan, kalung, anting. Daphne sudah mengatakan pada Jake untuk membelikannya serangkaian bunga mawar untuk hadiah Lin Wayying.
Daphne sudah siap dengan penampilan casualnya, wanita itu menaiki mobil dengan Jake menuju gedung acara milik Lin Wayying. Foto cantik Lin Wayying terpampang didepan dengan membawa sebuah produk kecantikan, didalam banyak sekali wartawan dan fans eksklusif yang mendapatkan undangan. Lin Wayying duduk di panggung kecil bersama dua orang yang mewawancarainya.
Setelah menyerahkan tiket undangan, Daphne masuk dan duduk di kursi paling belakang. Acara hanya berlangsung sebentar dengan bahasan yang berbobot mengenai produk terbaru dan sedikit film barunya juga. Selesai acara, Lin Wayying langsung menghampiri Daphne.
“hi Daphne, terimakasih sudah datang ke acara ku.” Ucap Lin Wayying dengan senyumannya
“ini untukmu, selamat atas pencapaiannya Wayying.”
“terimakasih. Ah iya bagaimana kalau makan siang bersama, kebetulan disini makanannya sangat enak.”
“apakah tidak mengganggu jadwalmu?.”
“tentu saja tidak, kau tamu yang sangat penting, mana mungkin aku membiarkanmu sendirian, lagipula kalau bukan aku, siapa yang akan menemanimu berjalan-jalan di kota ini.”
“terimakasih Wayying.”
Dua wanita cantik berjalan menuju kesebuh restaurant yang ada di gedung itu, saat makan siang restaurant lumayan penuh pengunjung tapi karena Lin Wayying adalah pelanggan tetap restaurant tersebut. mereka berdua duduk di salah satu meja khusus milik Lin Wayying, bahkan disana ada poster wajah Lin Wayying yang tengah makan salah satu menu.
“kau ingin makan apa?.” tanya Lin Wayying sambil melihat menu.
“menurutmu apa yang paling enak disini.”
“baiklah, aku akan memberimu makanan yang paling enak disini.”
“baik.”
Lin Wayying melambaikan tangannya sampai pelayan datang menghampiri mereka.
“ada yang bisa saya bantu nona Wayying?.”
“aku mau Sapo Tahu, Dimsum, dan ayam cincang gong bao. Minumnya air mineral.”
“baik nona Wayying, mohon di tunggu sebentar.”
“baik terimakasih.”
Hanya beberapa menit makanan pun sudah di hidangkan di meja, Daphne mulai mencobanya, walaupun sebelumnya beberapa makanan dimeja pernah ia makan, rasa dari makanan asli memang lebih baik.
“bagaimana?.” Tanya Wayying
“euumm enak, aku akan menyukai ini.”
__ADS_1
“baguslah kalau kau suka. Makanlah.”
“terimakasih Wayying.”
“sama-sama Daph.”
Selesai menghabiskan makanan, Daphne memberikan black card nya pada saat membayar, padahal Wayying sudah akan mengeluarkan kartu nya, sayangnya bukan hitam seperti milik Daphne, kartu yang isinya dari hasil kerja kerasnya bertahun-tahun di dunia perfilman.
“tadinya aku ingin mentraktirmu makan, tapi malah kau yang membayarnya.” Ucap Lin Wayying saat berjalan beriringan dengan Daphne
“aku sangat senang berjumpa denganmu, tentu saja aku akan memberikan kesan terbaik ku, lagipula aku tidak akan lama disini. Ah iya, apa kau ada jadwal Wayying?.”
“aku? Kufikir hari ini sudah tidak ada.”
“apa kau mau menemaniku berbelanja?.”
“tentu saja, aku akan memberitahumu barang yang bagus.”
“thanks.”
Daphne dan Wayying masuk kedalam salah satu toko pakaian.
“kau akan pergi liburan ke St.Moritz? beberapa pakaian seperti ini akan kau butuhkan.”
“Eros tidak akan menginjinkan ku membeli banyak pakaian, aku hanya membutuhkan satu pasang saja.”
“baiklah aku akan memilihkanmu yang terbaik.”
Wayying mulai memilih termasuk Daphne yang malah memilih beberapa pakaian mahal.
“Wayying, ini cocok untukmu.” Ucap Daphne sambil menunjukkan dress putih pada Wayying.
“aku belum ingin berbelanja.”
“aku membelikannya untukmu.”
Setelah selesai memilih, Daphne kembali membayarnya di kasir. Bahkan dia juga membelikan pakaian untuk Wayying sebagai hadiah karena menemaninya jalan-jalan. Mereka berdua berpisah di loby depan karena Eros sudah menjemput Daphne.
Daphne masuk kedalam mobil Eros, melihat Eros yang memandanginya, Daphne mengganri posisi duduk yang tadinya berada di sebelah Eros berganti di pangkuan pria itu.
“kau mencoba menggoda ku baby?.”
“tidak.” jawab Daphne dengan wajah manja nya.
“wajahmu menunjukkan kalau jawabannya iya.”
*
__ADS_1