
Eros duduk di balik meja nya, sebuah map merah berada di meja, semua mengenai Psikhe Kelana. Sudah terkenal menjadi pengantin Dewa bahkan dia di bully satu sekolah hanya mengatakan kalau dia pengantin dewa, Psikhe sangat terobsesi atas apa yang melekat pada dirinya, padahal sebelumnya gadis itu menjadi incaran semua anak laki-laki di sekolah, namun karena obsesinya dia dijauhi dan dikatakan gila.
“kenapa tuan mencari tau mengenai nona Kelana?.” Tanya Zain, selain Daphne tidak pernah ada wanita yang menarik perhatian Eros tapi kali ini Psikhe sangat menarik perhatiannya, bahkan Eros tidak mampu bekerja dengan baik sebelum tau mengenai Psikhe.
“aku hanya ingin memastikan kalau bukan dia yang ada dalam mimpiku beberapa hari ini.”
“tuan Eros sejak kapan anda mengalami mimpi? Bukankah sejak turun ke bumi belum pernah merasakan hal yang sama dengan manusia.”
“jantung ku juga berdetak karena Daphne, aku mulai mengalami mimpi dan nama Psikhe selalu ada dalam mimpiku.” Jawab Eros
“apa yang bisa saya bantu tuan?.”
“tidak ada, jangan sampai Daphne tau mengenai hal ini.”
“baik tuan.”
Jam menunjukkan pukul 12 siang, waktunya makan siang, Eros menuju ke loby sendirian, pria itu pergi menemui Psikhe di ruang istirahatnya. Eros melihat Psikhe yang tengah meneguk segelas air putih dengan peluh yang ada didahi.
“apa yang kau lakukan?.” Tanya Eros membuat Psikhe langsung menengok kebelakang.
“tuan, maaf.”
“kau sudah makan siang? saya akan makan siang, temani saya.”
“tapi tuan, saya tidak pantas.”
“lalu siapa yang pantas? Saya hanya mengajakmu makan siang, bukan mengajakmu menikah. Lagipula saya tidak membutuhkan penolakan.”
“baiklah tuan.”
Mereka berdua berjalan menuju ke mobil Eros, semua mamandangnya tidak suka, sudah dua kali ini mereka menghabiskan makan siang bersama. Mereka makan disalah satu restaurant Jepang dengan satu meja satu bilik, makan berada di meja dengan rapi, Psikhe hanya memandanginya seakan tidak berniat untuk makan.
“kenapa? apa kau tidak suka?.”
“saya belum pernah memakan makanan seperti ini tuan.”
Eros mengambil makanan dengan sumpitnya dan menyodorkan pada Psikhe “cobalah ini sangat enak.”
__ADS_1
Psikhe menerima nya dan memakannya “hmm enak.” Wajah Psikhe sangat bahagia.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Daphne, sebelumnya wanita itu tak berniat untuk membuka pesan tersebut karena tengah sibuk dengan pekerjaannya, sejak dari rumah keluarganya dan tidak menemukan kedua orang tuanya, Daphne memutuskan untuk berdiri di kakinya sendiri, dia tidak tau kapan Eros akan menyelesaikan perjanjian mereka, kalau Daphne tidak menabung dari sekarang, waktunya akan terbuang sia-sia dan dia hanya akan menyesali di akhir.
“Daphne bisa ambilkan beberapa berkas yang ada di atas meja ku.”
“baik.” Daphne berjalan masuk kedalam ruangan milik atasannya. Dia saat ini bekerja di penerbitan sebagai asisten dari manajer, Daphne hanya membantu pekerjaan atasannya, membaca berkas, mencatat jadwal atau ikut menghadiri pertemuan dengan klien, kebetulan Daphne juga bisa berbahasa asing.
Kembali notif dari ponselnya menghentikan langkah Daphne setelah memberikan berkas pada atasannya. Mulai membuka pesan yang dikirimkan oleh orang tak dikenal itu, ada satu video dan beberapa foto yang masuk, semuanya menunjukkan Eros yang tengah menghabiskan makan siang dengan wanita yang dia tau adalah bawahan Eros yaitu Psikhe, orang yang di rekomendasikannya masuk ke E Group.
Daphne hanya diam, dia menghapus pesan tersebut dan memasukkan ponselnya kedalam saku rok jeans yang ia pakai. Daphne menyukai pekerjaan disana karena pakaiannya yang dipakai bebas yang penting masih sopan dan tidak terlalu terbuka.
“Daphne.”
“iya kak Hana?.”
“ini tolong kirimkan ke Archary Corp.”
“baik kak.” Daphne menerima berkas tersebut, dia menaiki taksi menuju Archary Corp, saat sampai saat makan siang jadi dia harus menunggu hingga jam makan siang berakhir.
Sambil menunggu semua kembali bekerja, Daphne menghubungi Alia untuk pergi party nanti malam. Alia selalu menyetujui hal itu kalau soal party dia akan lebih maju didepan.
“nona Daphne, ditunggu tuan Daniel di ruangannya.”
“terimakasih.”
Daphne masuk ke dalam lift menuju ruangan kakaknya, dia langsung masuk setelah ada suara mempersilakan Daphne masuk keruangan tersebut.
“selamat pagi tuan Archary, saya dari Classic media memberikan berkas yang sudah di tandatangani oleh atasan kami.” Daphne menyerahkan berkas itu pada Daniel.
“terakhir kali kau mempermalukanku di depan semua pemegang saham, sekarang apa? kenapa kau jadi bekerja di Classic Media sebagai asisten manajer, apa aku tidak salah lihat.”
“kalau tidak ada hal penting lagi, saya permisi tuan.” Daphne membalikkan badannya menuju pintu, baru beberapa langkah Daniel sukses membuatnya menghantikan langkah.
“dia menyakitimu?.”
Daphne menengok kebelakang “tidak, dan jangan pernah ikut campur dengan urusanku.”
__ADS_1
“terserah, aku hanya tidak ingin melihatmu, Eros tidak seperti yang kau bayangkan, dia tidak akan pernah mau terikat pada wanita, jadi lebih baik kau menyerah dari sekarang daripada kau sakit hati.”
“apa yang aku lakukan bukan urusanmu.” Daphne meninggalkan ruangan Daniel. Tujuannya belum tercapai, mana mungkin Daphne menyerah sampai disini saja.
…
Jam menunjukkan pukul 5 sore, Daphne sudah kembali kerumah tapi rumah nampak sama seperti sebelumnya, tidak ada Eros, dia belum kembali kerumah.
“nona Daphne, ingin makan malam dengan apa?.” tanya kepala pelayan pada Daphne
“tidak perlu, aku sudah makan barusan.”
“ah baiklah.”
“aku naik dulu.” Daphne menuju ke kamar utama, mengeluarkan beberapa kartu yang diberikan oleh Eros, menaruhnya dimeja, malam ini dia akan mengembalikan semua itu pada Eros, dia akan berusaha sendiri mendapatkan uang, sampai suatu hari perjanjian mereka berakhir, Daphne tidak akan kesusahan.
Daphne kembali meninggalkan rumah saat malam hari, Eros juga belum pulang, jadi dia pergi dengan Alia ke bar untuk berpesta. Jake sebenarnya akan mengantarkan Daphne tapi Daphne menolaknya bahkan dia mengatakan pada Jake jangan sampai Eros tau mengenai hal ini.
Tapi bos Jake adalah Eros, jadi Jake tetap mengatakan pada Eros kalau Daphne pergi ke bar.
Daphne duduk di depan bar dengan minuman yang ada di meja, bersama Alia dia mengobrol, beberapa kali mereka berdua dilirik pria tapi Daphne acuh sedangkan Alia sudah pergi bersama salah satu pria yang memberinya minuman dan mengajaknya bersenang-senang.
Sudah lama Daphne tidak merasakan kebebasan seperti sebelumnya, walaupun dia mendapatkan segalanya dari Eros tapi dia tidak mendapatkan kebebasan untuk melakukan apapun diluar. Bahkan saat Eros mengijinkan Daphne bekerja itu tanda bahwa semuanya akan segera berakhir, Eros menemukan wanita lain. Entah kenapa air mata Daphne jatuh dengan tiba-tiba, dia terisak sangat keras, apalagi wanita itu yang tengah mabuk.
“aku bosan di rumah, apa aku boleh bekerja?.”
“kau akan bekerja dimana? Bukankah kau mendapatkan posisi di perusahaanku.”
“aku tidak ingin bekerja karena bantuanmu, diperusahaan percetakan, Classic media. Aku hanya akan bekerja hingga jam 5 sore.”
“baiklah, tapi jangan lupakan kesehatanmu dan seringlah beristirahat, aku tidak ingin kau sakit baby.”
“tentu, terimakasih Eros.” Daphne memeluk Eros erat.
*
__ADS_1