Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 11


__ADS_3

Kalau malam ini adalah malam dewa dan dewi turun ke bumi untuk melihat kehidupan maka bulan akan mulai tersenyum, gerhana bulan total atau super blood moon yang hanya datang 195 tahun sekali, bagi manusia malam ini adalah malam yang sangat berkesan karena dia bisa merasakan gerhana bulan ini. Pada saat gerhana bulan terjadi, langit akan berwarna merah darah dan bagi dewa mereka akan turun ke bumi untuk melihat kehidupan disana. Seharusnya Eros dia akan kembali ke kerajaan atas pada saat gerhana bulan total, dan malam ini adalah waktunya kembali ke tempat asalnya.


Seorang pria tampan berpakaian putih bersih tengah berdiri di balkon mansion miliknya, bangunan paling atas yang tak pernah di huni siapapun selain dirinya, bertahun-tahun berlalu dia tinggal di bumi, hanya sepuluh tahun dengan semua kebebasan yang di inginkan, namun rasa ingin kembali selalu besar, hari yang di tunggunya sejak awal tiba di bumi datang, tapi ada yang mengganjal di hatinya, sesuatu yang mati seakan hidup.


Rolex, jam bernominal sangat tinggi melingkari pergelangan tangannya, sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tapi tersirat bayangan wajah cantik itu dalam fikirannya, sebuah ketakutan, takut akan rasa kehilangan, kesakitan di dadanya yang mendalam, kepergian, segala hal, rasanya ia ingin pulang menemui wanitanya dan mengatakan bahwa dia merindukan wanita itu.


Pukul sebelas lebih sepuluh menit dua detik, saat bumi berada di antara matahari dan bulan, langit memerah darah. Cahaya berterbangan di langit, bagi manusia normal, mereka tak akan melihat apapun selain gerhana bulan total yang terjadi di langit, tapi manusia yang terlahir dengan kekurangan atau semua memanggilnya anak indigo, mereka akan melihat banyak sekali aktifitas di luar nalar yang di terjadi malam itu, dan hanya bagi sesama dewa lah yang melihat dewa lain berkunjung.


Pandangan Eros tertuju pada seorang pria gagah memakai jubah berwarna perak, Deimos, temannya sahabatnya di kerajaannya, mereka berdua adalah dua sosok yang sering mendapatkan peringatan dari Athena. Deimos yang menyusahkan orang lain dan Eros yang menjijikkan, Deimos adalah Dewa penuh terror dan sebuah kengerian, hawa yang sangat tidak nyaman di rasakan apabila Deimos hadir.


Pria itu melambaikan tangannya pada Eros, di susul Athena ada di belakangnya menatap tajam kearah Eros. Tatkala bertemu Athena, Eros merasa kalau selalu ada kesalahan terhadap dirinya, padahal Eros tak pernah memilih dilahirkan sebagai dewa hawa nafsu, dewa hasrat.


"ahh saya harus memberikan pelukan hangat pada teman saya ini." Ucap Deimos


"sudah 10 tahun sejak kau ada disini, kau banyak berubah termasuk membunuh manusia-manusia karena kesalahanmu." Sindir Athena.


"bukankah memang seperti itu aturan main di bumi." Jawab Eros santai


"bumi memiliki aturannya dan kau tidak akan penah mengerti hal itu, setiap hubungan membutuhkan sebuah pernikahan, kau seorang dewa, kau tidak akan menikah dengan manusia sampai kapan pun."


"ya ya ya, kalian semua berkunjung ke tempatku jadi silakan masuk."


Hanya Eros sendiri disana, semua pelayannya tak sadarkan diri di rumah belakang hingga esok, termasuk para penjaga di depan mansionnya. Suasana hutan lebih mencekam ketimbang biasanya, hewan-hewan keluar mencari mangsa nya masing-masing, bahkan saling memanngsa satu sama lain.

__ADS_1


Dimeja panjang tanpa dengan banyak hidangan yang tak tersentuh, blood moon yang masuk sampai kedalam menenangkan keadaan yang sebenarnya lumayan ricuh. Tidak semua dewa ada disana bersama Eros, hanya beberapa termasuk Afrodit atau ibu yang melahirkannya sekaligus seorang wanita yang pernah berhubungan dengannya inses.


Kedua mata itu saling memandang, tak ada yang berbicara sama sekali. Keduanya hanya diam, kemudian Athena membuka mulut.


"saya berbelas kasihan kepada mu, apakah kau akan kembali bersama kami setelah blood moon berakhir, karena ini adalah jangka pendek dari hidupmu, kau akan kembali ke kerajaan atas dan hidup disana."


Semua menatap Eros, terutama Afrodit yang selalu mengawasi pria itu dari atas walaupun Eros tidak tau bahwa Afrodit mengawasinya. Berharap Eros akan memberikan keputusan untuk ikut bersama mereka kembali ke kerajaan atas.


"kalau saya tidak ikut dengan kalian?."


"kau akan tinggal di bumi hingga blood moon selanjutnya." Jawab Afrodit ketus, wanita itu tau apa yang dirasakan putranya.


"165 tahun lagi kau akan kembali ke kerajaan atas." Lanjut Athena


"kau adalah seorang Dewa, kau bukan manusia." ucap Athena


"tidak ada waktu berfikir, kau harus segera memutuskan." Lanjut Afrodit


Dalam fikiran Eros banyak sekali terbesit mengenai Daphne, bagaimana wanita itu menjalani hidup tanpa nya, bagaimana kalau kakak dan ayahnya akan berbuat jahat pada Daphne, Eros tidak akan bisa diam hanya melihat dari kerajaan atas.


Athena beranjak dari duduknya, wanita berwajah tak bersahabat itu menatap blood moon "disuatu waktu kau akan menyesalinya Eros, kau memilih untuk tinggal karena ada manusia yang berhasil mengambil hatimu." Ucap Athena


"apa maksud mu?."

__ADS_1


"manusia mengambil hatimu, kau tau kalau dia akan mati suatu hari nanti dan kau akan sendirian."


"kalau begitu beri saya sesuatu agar dia tidak mati."


"manusia akan tetap mati, kau hanya memilih ikut dengan kami kembali atau tetap tinggal dan menyaksikan kematiannya."


Afrodit beranjak dari duduknya meninggalkan ruangan tersebut keluar dan menghilang di balik pepohonan yang rindang. Begitupula dewa dewi yang lain yang juga menghilang dibalik pepohonan mengikuti Afrodit pergi.


Di tengah keriuhan yang di timbulkan di hutan terlarang, Daphne memeluk lututnya di ranjang, malam itu entah kenapa lampu tidak menyala dan langit berwarna merah untuk pertama kali dalam hidupnya melihat hal tersebut terjadi.


Semilir angin menambah dingin suasana, Daphne terus berharap Eros cepat kembali pulang, tapi pria itu mengiriminya pesan kalaua ada pekerjaan di luar kota untuk beberapa hari kedapan, sangat tidak tepat. Para pelayan juga sudah tertidur di jam seperti ini.


Cahaya berterbangan di langit merah saat blood moon akan berakhir, Daphne memincingkan matanya dan melangkah kan kakinya menuju jendela, sesuatu hal yang aneh seperti burung-burung yang menerpa cahaya rembulan malam itu.


Hingga blood moon pun berakhir lampu di kamarnya tiba-tiba menyala, sekaligus menurunkan hujan malam itu. Daphne kembali ke ranjangnya, menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal dan mulai tertidur sendirian.


Syuuuttt


Sebuah panah menerpa dada seorang pria, lebih tepatnya panah kembali pada diri sendiri, seorang pria yang tengah bersembunyi di balik rerumputan sambil melihat wanita cantik bersama dengan kelinci-kelincinya.


*


 

__ADS_1


 


__ADS_2