
Seminggu berlalu, Eros membuka pintu mobilnya, biasanya dia dibukakan oleh penjaga, sekarang dia membukakan pintu untuk orang lain. Seorang wanita cantik memakai dress hitam dengan punggung terbuka dan belahan paha yang lumayan tinggi tak lupa sepatu highhells nya melangkahkan kaki keluar dari mobil, wanita itu berdiri di samping Eros, mengapit lengan kokoh Eros.
“are you ready baby?.”
“yes!.” Daphne tersenyum walaupun jantungnya benar-benar berdetak tak karuan.
Mereka berdua berjalan menyusuri red carpet di kelilingi jepretan dari kamera-kamera dan flash yang membuat matanya seakan sakit beberapa saat. Daphne menggandeng lengan pria idaman semua wanita, Eros, CEO E Group yang hartanya tidak akan habis tujuh turunan sekali pun.
Tangan Daphne terasa gemetar di lengan Eros, pria itu melihat wanitanya yang bermuka datar namun bagi Eros, Daphne tidak baik-baik saja.
“kalau kau tidak bisa, kita bisa pulang baby.” Bisik Eros sedikit menunduk mensejajarkan telinga Daphne
“aku baik-baik saja.”
Mereka berdua masuk, disambut Zain yang sudah berada di hall acara pesta bisnis malam ini, bukan hanya dihadiri pebisnis kalangan atas, tetapi juga pebisnis lain yang baru membuka perusahaannya. Mata Daphne menangkap sosok Daniel yang menggandeng seorang wanita, wanita yang berbeda saat terakhir kali dia bertemu dengan Daniel waktu itu.
Eros mengikuti arah pandang Daphne, “kau mau kesana?.” Tanya Eros
“tidak.”
“kau bisa mengakuiku didepannya kalau kau mau.”
“apakah boleh?.”
“tentu saja baby, apapun itu aku perbolehkan jika untukmu.”
Daphne tersenyum manis pada Eros, Eros benar-benar ingin mengurung wanita nya di ranjang, namun ingat kalau mereka masih ada acara puncak yang sangat penting yaitu lelang barang antik, termasuk lukisan yang ingin Eros dapatkan malam ini.
Eros mememeluk pinggang Daphne mengatakan pada semua orang kalau wanita cantik yang berdiri disebelahnya adalah wanita yang sangat di cintainya, padahal semua itu hanya palsu, dia melakukan itu karena Daphne menginginkan itu dan Eros membutuhkan tubuh Daphne.
Mereka berdua menyapa rekan kerja yang lain dengan sangat ramah, hingga saatnya mereka bertemu dengan Daniel yang berdiri di ujung dengan pasangannya.
“tuan Archary.” Sapa Eros dengan ramah, namun pandangan Daniel tertuju pada wanita yang berdiri disebelah Eros, adiknya.
“tuan Eros.” Mereka berdua berjabat tangan, namun saat Daniel akan menjabat tangan Daphne, Eros menghentikannya.
“acara utama akan segera di mulai, saya permisi terlebih dahulu.” Eros membawa Daphne meninggalkan Daniel, namun Daphne menengok ke belakang dan menjulurkan lidahnya seakan mengejek Daniel.
Mungkin kalau orang lain melihatnya, Daphne tidak seperti penampilannya yang anggun, dialah wanita bebas yang hidupnya tanpa aturan layaknya orang kaya, dimana pun dia hidup dia tidak akan mengeluh, seorang gadis ceria yang memiliki semangat tinggi.
__ADS_1
Duduk di sofa jajaran paling depan dengan papan angka yang berada di meja, Daphne terus berada di pelukan Eros, lebih tepatnya menyandarkan tubuhnya di dada bidang Eros, MC menjelaskan barang-barang yang menjadi tokoh utama acara hari ini, uang hasil lelang tersebut di pergunakan untuk menyumbang yayasan penyimpanan barang antik.
Barang yang menjadi lelang adalah barang yang sudah di curi dan didapatkan kembali, barang tersebut bisa saja masuk yayasan barang antik, tapi kebanyakan akan di lelangkan.
Barang pertama adalah patung dewa yunani yaitu Zeus, entah kenapa Eros tertawa melihat patung itu, sama sekali bukan seperti Zeus yang dikenalnya, lebih terlihat seperti pria tua berjenggot, padahal Zeus tidaknya seperti itu, dia adalah pria tampan bertubuh kekar dan jangan lupakan kalau banyak wanita menempel padanya.
“apa ada yang lucu?.” Tanya Daphne bingung
“tidak ada.” Jawab singkat Eros sambil mengusap surai rambut Daphne.
Hingga barang yang terakhir yaitu lukisan yang menggambarkan sebuah kerajaan megah diatas awan, lukisan yang di bandrol angka awal 1 miliyar.
“1,2 M!.”
“2 M!.” teriak Daniel dari kursi peling belakang
“cih dapat darimana dia uang segitu.” Lirih Daphne ketus yang membuat Eros gemas.
“kau bisa mengharai lukisan itu berapapun yang kau mau baby, aku menginginkan lukisan itu berada di kamar kita.” Bisik Eros.
“3 M!.” teriak orang lain lagi
Daphne mengambil papan yang ada di meja dan mengangkatnya “10 M!.”
“10 M !, apakah ada lagi? Waktu tinggal 30 detik.”
“12 M!.” teriak Daniel kembali
Daphne sedikit tertawa dan kembali mengambil papannya “20 M!.” teriak Daphne
“20,5 M!.” teriak Daniel
“25 M!.” teriak Daphne
Daniel terdiam, wajahnya terlihat kesal dengan Daphne.
“25 M, apakah ada yang lain? Waktu akan di tutup, 5, 4, 3, 2, 1. Lukisan kerajaan atas awan terjual sebesar 25 Miliyar oleh nyonya Daphne dari E Group.”
Daphne tersenyum sambil menengok kearah Daniel.
__ADS_1
“kerja bagus baby, aku akan memberimu hadiah setelah berada di rumah.” Bisik Eros sambil meniup telinga Daphne bahkan mengecupnya memberikan sensasi geli pada wanita itu.
Acara selesai, Daphne dan Eros bersama Zain di belakang mereka dan dua bodyguard mengawal mereka sampai di mobil. Sebelum Daphne masuk, Daniel lebih dulu menahan tangan Daphne membuat Eros mengeraskan rahangnya. Namun dengan arahan Daphne Eros menurut untuk diam dan membiarkan mereka berdua berbincang dua meter dari mobil mereka.
“apa yang terjadi denganmu dan tuan Eros?.” Tanya Daniel dengan wajah marahnya
“bukankah sudah jelas, matamu buta?.”
“bagaimana kau bisa mengenalnya, ah iya atau kau menjadi salah satu jalangnya atau simpanannya?.”
“hahahaha.” Daphne tertawa sangat keras “lihat? Sebenarnya kau hanya iri melihatku kan?.”
“siapa yang iri dengan ****** sepertimu.”
“kau!.” Daphne dengan santai menunjuk Daniel menggunakan jari nya tepat di depan wajah pria itu. “tuan Archary… saya beritahukan secara hormaat bahwa pada hari itu kita sudah tidak lagi ada hubungan darah, saya Daphne Sasilia bukan Daphne Archary.” Tegas Daphne menatap Daniel tajam.
Sasilia adalah nama ibu kandung Daphne dan Daniel, Sasilia meninggal karena keracunan pada saat Daphne masih berumur tujuh tahun, namun Daphne tau bahwa ibunya meninggal bukan hanya keracunan biasa, tapi sekaligus di sengaja. Polisi menutup kasusnya tiba-tiba dan mengatakan kalau Sasilia bunuh diri.
Tangan Daniel hendak melayang memukul Daphne, namun sebuah tangan kekar menahannya dan menghempaskannya, dialah Eros, pria itu tidak bisa melihat Daphne di lukai seperti saat terakhir kali Daphne menemui Daniel.
“jangan pernah menyentuh kekasihku dengan tangan kotormu!.” Tegas Eros
Daniel melepaskan tangannya dari pegangan Eros, pria itu melenggang pergi meninggalkan mereka dengan wajah kesal.
“apa kau baik-baik saja.”
“ya, aku baik-baik saja, tapi soal yang tadi, terima kasih sudah melindungiku.”
“tidak masalah.”
“lain kali kau tidak perlu membantuku soal ini, kau sudah banyak membantuku padahal sama sekali aku tidak pernah menguntungkanmu.”
“semua hal tidak harus menggunakan kekerasan dan dia akan memukulmu, tentu saja aku melindungimu Daphne.”
*
__ADS_1