Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 40


__ADS_3

Pagi itu layar televisi yang menyala menampakkan satu keluarga Archary yang di tangkap di salah satu apartemen kalangan atas, tuan Archary dan istrinya, Saly. Daphne yang tengah memasak sarapan paginya menghentikan kegiatan dan berdiri didepan televisi masih dengan celemek memasaknya dan spatula yang ada di tangannya. Yang dilakukan Daphne bukanlah sedih, melainkan mencari Alexander, namun ketukan di pintu membuat Daphne berjalan kearah pintu dan melihat dari lubang yang ada di pintu tersebut, Alexander dengan tas punggungnya berdiri didepan rumahnya.


Daphne langsung membuka pintu tersebut,


“alex.”


Satu hal yang membuat Daphne lebih peduli pada Alex saudara tirinya ketimbang Daniel, Alexander memiliki sikap yang penurut tapi dia juga tidak pernah terpengaruh hal buruk atau ajaran buruk dari orang tuanya, dia juga pendiam tapi pemikir, mungkin Alex hanya diam tapi dia tengah menyimpulkan hal baik dalam otaknya, itulah alasan kenapa Daphne lumayan dekat dengan Alex walaupun setiap bertemu di depan orang tua mereka, Daphne menunjukkan sikap benci pada Alex.


“masuklah.”


Daphne menutup kembali pintu rumahnya setelah Alex masuk, pria itu duduk di sofa, melepaskan tas ranselnya. Sedangkan Daphne mulai duduk di depan Alex dengan masih mengenakan celemek memasaknya.


“tadi pagi sebelum polisi datang, ayah dan ibu menyuruhku untuk pergi dari apartemen, entah kemana menyuruhku pergi yang pasti tidak perlu mengkhawatirkan mereka, kemudian saat aku lewat salah satu toko yang ada televisinya, mereka tertangkap, aku memutuskan untuk mencarimu, aku mohon tolong mereka.” Jelas Alex


“kau belum waktunya tau, tapi kau harus tau Alex bahwa apa yang di tanam itulah yang akan di tuai. Ayah dan kak Daniel sudah sejak awal menggelapkan uang proyek perusahaan untuk pribadi, dan ibu terjerat kasus pembunuhan atas adiknya, tante Sahara.”


“tapi tante Sahara bunuh diri.”


“polisi menemukan bahwa mereka berhubungan sebelum meninggalnya tante Sahara, disana juga ditemukan bekas bibir ibu di gelas sekitar 1 jam sebelum tante Sahara gantung diri.”


“itu tidak mungkin!.”


“jika kau menjadi aku dan di suruh menolongnya keluar dari tuntutan, dimana celah yang bisa ku cari untuk menolongnya, tidak ada, kau harus mengikhlaskan semuanya, masalah hidupmu akan ku tanggung semua, tinggalah beberapa saat disini, aku akan mencarikan sekolah terbaik untukmu sekaligus asrama nya.”


“tapi kak, aku mau bekerja saja.”


“Alex, kau harus belajar sampai selesai sampai sarjana, aku akan membantumu, dan kedepannya kau harus mengembalikan perusahaan ayah.”


“kakak masih peduli dengan ayah setelah apa yang terjadi?.”


Daphne terdiam kemudian tersenyum.


“sudahlah, kau belum makan? Kebetulan aku memasak lumayan banyak, hari ini weekend, makan lah dahulu dan bantu aku membersihkan tanaman di depan.”


“siap kak.”



Eros masih berada di ruangannya di hari libur, tidak ada pekerja yang datang, namun pintu ruangannya terbuka, Zain menunduk memberikan hormatnya. Karena pelayan memberitahu kalau Eros tidak pulang kerumah, Zain mendatangi kantor pagi ini di saat dia tengah menghabiskan waktu dengan istrinya.


“tuan, apa yang tuan lakukan disini?.” Tanya Zain


“tidak ada, kau tau kabar Daphne sekarang?.”


“nona Daphne menerima tamu dirumahnya pagi tadi, sepertinya putra ketiga keluarga Archary, Alexander.”


“awasi dia terus.”


“baik tuan, tapi apakah tuan tidak akan pulang, penampilan tuan berantakan, saya akan memanggil Jake.”

__ADS_1


“tidak perlu, kau tidak perlu mengurus ku, cari tau semua yang ku perintahkan.”


“baik tuan, saya permisi.”


“hm.”


Eros kembali melihat foto Daphne yang tengah tersenyum manis berbingkai kaca di meja nya.


“sabarlah baby, aku akan menyelesaikan semuanya, walaupun dia mengaku pengantin dewa yang sudah di tunjuk untukku, tapi instingku tidak pernah salah, dia hanya manusia biasa yang punya keterkaitan dengan wanita tua penunggu kuil.” Eros memegang kepalanya yang mulai sakit kembali, banyak sekilas ingatan hitam yang muncul di kepalanya tapi dia tidak tau apa itu, panggilan namanya yang sangat keras dan memilukan.


Eros merapikan kembali pakaian nya dan keluar dari ruangan tersebut, dia masuk ke dalam lift menuju loby, sepertinya memang mereka selalu di takdirkan, Eros kembali bertemu dengan Psikhe yang tiba-tiba masuk ke kantor setelah berbincang dengan satpam.


“apa yang kau lakukan disini?.” Tanya Eros


“saya mengambil barang yang ketinggalan tuan.”


“ohh temui saya setelah mengambilnya, saya tunggu di mobil.”


“baik tuan.”


Psikhe sangat bahagia, tidak salah dia menyuruh Luis untuk mengamati Eros, benar Eros berada di perusahaan dan belum pulang, kalau saja dia tidak percaya mungkin tidak akan bertemu dengan Eros dan tidak mungkin Eros mengajaknya bertemu.


Psikhe mengambil sembarang barangnya yang ada di loker kemudian menuju basement, disana ada mobil milik Eros dengan Jake yang ada di luar mobil.


“silakan nona.” Jake membuka pintu belakang dan menyuruh Psikhe masuk.


“apa kabar Psikhe?.” Tanya Eros dengan wajah dinginnya


“tidak baik, apa kau mengenal wanita yang ada di foto ini?.” Tanya Eros pada Psikhe


Wanita tua itu adalah nenek buyutnya, tapi Eros belum bertemu dengan nenek buyutnya selama ini. Di foto itu juga menunjukkan saat nenek buyutnya masih tinggal di kuil puncak gunung beberapa tahun yang lalu sebelum pada akhirnya pindah dengan neneknya.


Flashback


Psikhe baru saja pulang setelah bekerja seharian, wajahnya nampak bahagia, namun nenek buyutnya terlihat melotot kearahnya.


“kenapa nek?.” Tanya Psikhe


“apa yang kau lakukan Psikhe, sudah ku katakan bahwa kau bukan pengantin dewa Eros, kau adalah pengantin penunggu kuil di gunung.”


“berhenti mengatakan itu nek! Kau yang bilang padaku kalau aku adalah pengantin dewa, kenapa kau tiba-tiba berubah fikiran.”


“pengantin dewa itu memiliki aura yang suci, dia memempertahankan kehormatannya hanya untuk sang dewa tapi kau sudah melepaskan untuknya.”


“diam!!.” Psikhe melempar gelas kearah neneknya hingga mengenai kepala wanita tua tersebut, sebuah darah mengalir di pelipisnya, kemudian kesadaran menghilang.


“nenek!.” Psikhe menggoyang-goyangkan tubuh neneknya tapi tak kunjung bangun, malam itu hanya ada Psikhe dan nenek buyut di rumah, neneknya berada di rumah orang tuanya untuk berkunjung. “bagaimana ini.” Psikhe pun menghubungi Luis agar membantunya mengurus pemakaman nenek buyut, nyawa wanita itu sudah tidak tertolong karena Psikhe membiarkannya tergeletak di lantai kehabisan darah dikepala.


Pemakaman berjalan dengan sangat lancar, Psikhe baru menghubungi keluarganya setelah selesai pemakaman hanya karena tidak ingin mereka tau bahwa penyebab neneknya meninggal adalah dirinya.

__ADS_1


“tenanglah, aku akan membantumu sayang.” Ucap Luis


“tapi bagaimana dengan Eros?.”


“itu masalah gampang.”


Satu minggu setelah neneknya meninggal, dimana keluar sudah kembali kerumah masing-masing, Psikhe dan Luis bertemu dengan seorang wanita tua untuk menjalankan rencananya, yaitu menyadarkan Eros kalau Psikhe adalah pengantin dewa yang sudah bertakdir dengannya.


Saat berjalan menuju ke mobil, Eros tanpa sengaja menabrak seorang wanita tua yang lumayan sudah sangat tua dan entah kenapa ada disana.


“maaf, saya tidak sengaja.” Ucap Eros


“tidak apa-apa.” wanita itu melihat kearah Eros “dewa.” Wanita itu dengan tiba-tiba bersujud didepan Eros membuat pria itu sangat terkejut. “salam sujudku untuk dewa hawa nafsu dan cinta.”


“bagaimana kau bisa tau?.”


Area parkiran yang lumayan sepi tidak membuat Eros terburu membawa wanita itu menjauh.


“saya telah mengabdi pada dewa sejak lama, dewa Eros mengalami mimpi masa lalu, dimana mimpi itu datang karena sudah bertemu dengan pengantin dewa.”


“kau tau mimpi yang ku alami?.”


“ya dewa Eros.”


“lalu?.”


“ada gadis pengantin dewa yang sudah di takdirkan sebagai reinkarnasi dari pengantin dewa di masa lalu.”


“bagaimana saya bisa mempercayai mu?.”


Wanita tua itu mengeluarkan sebuah kalung berbatu merah darah, kalung yang hanya ada satu di bumi, seseorang yang memiliki nya adalah orang yang beruntung bisa mengetahui kisah hidup seorang dewa.


“saya adalah guide dewa.”


“bagus, temukan pengantinku kalau begitu.”


“itu.” Wanita itu menunjuk dijalanan, Psikhe yang tengah menyebrang dari sebuah toko roti yang ada didepan.


“Psikhe.”


“gadis itu tau sejak kecil kalau dia pengantin dewa, semakin jauh dia berhubungan dengan manusia, akan sama saja sia-sia, karena dia ditakdirkan menikah dengan dewa Eros.” Jelas wanita tua itu.


Rencana mereka berdua berjalan lancar, Eros percaya dengan apa yang dikatakan wanita tua pembawa kalung batu merah darah milik nenek buyutnya.


Flashback off


 


 

__ADS_1


*


__ADS_2