
“saya tidak akan menyetujui hubungan kalian berdua.”
“saya mohon, saya sangat mencintai Eros.”
“kau fikir kau siapa? Manusia tidak akan pernah pantas dengan dewa.”
..
Keringat bercucuran di dahi Daphne, sebuah mimpi aneh kembali menghampirinya, saat seorang wanita meminta persetujuan karena mencintai Eros.
“baby wake up!.” Suara Eros membuat Daphne membuka mata, pertama kali yang dilihatnya adalah wajah Eros yang nampak sangat khawatir. “kau baik-baik saja? Kau bermimpi lagi?.”
Daphne hanya mengangguk kemudian Eros membawanya kedalam pelukan “jangan takut Baby, itu hanya mimpi.”
“tapi seperti sangat nyata, semua mimpi yang datang selalu sama seakan sebuah kejadian yang bisa di satukan.”
Tangan Eros terulur mengusap kepala Daphne “tidak apa-apa hanya mimpi baby, tidurlah masih sangat malam untuk bangun.” Daphne pun kembali tertidur dipelukan Eros hingga pagi datang menyapa mereka.
Jam keberangkatan ke China adalah pukul 9 pagi, sedangkan mereka berdua baru membuka mata jam 8 lebih 30 menit, Daphne dan Eros terburu-buru bersamaan menghabiskan kamar mandi, beberapa pelayan membantu Daphne membawa kopernya masuk kedalam mobil. Zain sudah menunggu mereka untuk keberangkatan ke China. Zain akan ikut ke China karena itu adalah proyek dari E group.
Pesawat dengan tulisan E Airline terpampang dilandasan yang ada di bandara, itu adalah pesawat pribadi milik Eros, membeli pesawat tidak akan membuat Eros bangkrut, sedangkan dia sendiri membutuhkan pesawat untuk bepergian bisnis.
“woahh kau punya pesawat?.” Ucap Daphne kagum, bayangannya dia akan naik business class tapi malah naik pesawat pribadi, yang isinya hanyalah Eros, Daphne, Zain, Jake, dan pilot beserta pramugari nya.
“jika kau ingin naik kapal, aku akan membelikan juga untukmu baby.”
“tidak, aku tidak butuh.”
“baiklah aku hanya menawari saja.”
Perjalanan meraka di tempuh lumayan lama, berjam-jam yang akhirnya sampai di bandara yang ada di Hongkong China. Transaksi Bisnis pembelian gudang produksi minyak dilakukan keesokan harinya dengan pemilik yang lama, karena beberapa hal terjadi gudang itu dijual, kebetulan cabang dari E Group membutuhkan sebuah gudang untuk produksi minyak.
Hotel bintang lima dengan lantai tertinggi lantai 40, kamar VVIP milik Eros berada di lantai 37 dimana menampakkan keindahan Hongkong saat lampu malam memenuhi jalanan, dan kabut pagi hari bersama matahari yang muncul di celah bangunan tinggi lainnya.
Daphne tengah menghabiskan malamnya di kamar mandi membersihkan badan karena seharian ada diperjalanan, sedangkan Eros masih keluar mengurus beberapa berkas penting untuk transaksi besok dengan Zain. Didepan kamar VVIP mereka ada Jake yang setia berjaga kalau saja terjadi apa-apa pada Daphne.
Di ranjang sudah ada dress dalam paperbag, malam ini Eros mengajak Daphne untuk menghadiri sebuah pesta kecil antar pengusaha di salah satu bar ternama di Hongkong, bahkan untuk menjadi pelanggan bar itu cukup sangat merogoh kantong. Bukan hanya menyediakan semua jenis minuman beralkohol dari manca negara, tetapi juga menyediakan pelayanan VVIP, selain itu penjagaan di sana juga sangat ketat, bar dengan berani mencabut pelanggan yang menyebabkan sedikit keributan.
Dress selutut berwarna hitam tanpa lengan membentuk tubuh indah Daphne, wanita itu membiarkan rambutnya tergerai bergoyang tatkala berjalan, Daphne adalah sebuah keindahan, make up yang natural, terlihat wanita kelas atas.
Eros masuk kedalam kamar, melihat Daphne yang berdiri didepan kaca sedikit merapikan penampilannya. Eros tersenyum dan memeluk Daphne dari belakang, mengecup leher belakang wanita itu yang terekspos.
“apa sudah lumayan?.” Tanya Daphne sedikit takut
__ADS_1
“walaupun kau terlihat sangat cantik tanpa memakai pakaian-.” Buugghh Daphne memukul lengan Eros karena ucapan vulgar pria itu “hahaha aku menyukai penampilan mu malam ini baby, rasanya tidak rela membiarkanmu dilihat pria lain, jadi lebih baik kau memakai mantel, takutnya nanti juga dingin.”
“okay, berhentilah mengatakan hal yang mesum.”
“hahahha.”
Mereka berdua berjalan masuk kedalam bar, dari depan banyak sekali mobil yang terparkir dari mobil yang termahal dan hanya ada 3 di dunia hingga mobil mewah pasaran yang dipakai para pejabat. Bar ini terlalu menyimpan banyak rahasia, terlihat dipaling ujung adalah seorang menteri yang tengah dikelilingi wanita, kemudian di sisi lain juga ada kepala kepolisian, dan masih banyak lagi. Wanita penghibur juga tidak sembarang wanita yang ada di jalanan, mereka adalah para model dan artis yang sengaja di kirim agensinya untuk memperlancar kerjasama perusahaan dalam dibidangnya.
“woaahh apa dia Lin Wayying?.” Bisik Daphne pada Eros sangat lirih.
“siapa?.”
Lin Wayying adalah seorang aktris yang sedang naik daun dalam dunia perfilman di China, dia menduduki kursi teratas di drama terbarunya dan mendapatkan hampir delapan penghargaan dengan nominasi yang berbeda. Lin Wayying menjadi tokoh utama dalam drama China yang Daphne tonton saat bosan, bahkan wanita itu bisa membuat Daphne menangis karena aktingnya yang kelewat seperti nyata.
“issh dia artis.”
“kau menyukainya? Kau ingin mengobrol dengannya?.”
Daphne mengangguk sangat senang, Eros pun mengajak Daphne menghampiri Lin Wayying yang tengah mengobrol dengan seorang pebisnis dalam dunia perfilman.
“hei apa kabar?.” Pria yang tengah mengobrol dengan Lin Wayying itu memeluk Eros sangat akrab.
“baik, bagaimana denganmu Jack?.”
“Daphne Sasilia, kekasihku.”
“Jack Couster.” Jack mengulurkan tangannya menjabat tangan Daphne
“Daphne Sasilia.”
“ah iya Daphne, ini Lin Wayying.”
“hi, Lin Wayying.” Lin Wayying menjabat tangan Daphne, jantung Daphne hampir berhenti berdetak karena sangat senang.
“Daphne Sasilia. Emm aku menyukai drama baru mu. Kau lebih cantik kalau di lihat secara langsung.”
“terimakasih Daphne, aku sangat senang kau menyukai drama yang kumainkan.”
Eros meninggalkan Daphne berbincang dengan Lin Wayying sedangkan dia bersama Jack sedikit menjauh memberikan kesempatan untuk Daphne dan Lin Wayying berbincang.
“kau kekasih tuan Eros?.” Tanya Lin Wayying
“iya, mungkin sudah hampir dua bulan kami bersama.”
__ADS_1
“aku pernah melihatnya tahun lalu, dia pria yang terlihat dingin tapi sepertinya hangat padamu.”
“ya Eros seperti itu.”
“kau sangat cantik Daphne, apa kau juga seorang selebritis?.”
“bukan, aku hanya orang biasa, dan aku tidak secantik dirimu.”
“kau terlalu memujiku, berapa hari kau ada di sini?.”
“mungkin hanya dua atau tiga hari, aku hanya mengikuti Eros untuk jadwal disini.”
“aku besok akan ada launching produk kecantikan dan sedikit promosi film terbaru, kalau kau tidak sibuk, aku sangat senang jika kau mau datang.” Lin Wayying memberikan sebuah tiket berwarna black gold pada Daphne.
“apa sungguh kau mengundangku?.”
“tentu, aku senang kau datang.” Lin Wayying adalah wanita yang selalu disebut sebagai Queen, selain sangat baik, dia juga wanita paling suci dalam dunia entertainment.
“aku pasti datang.”
“terimakasih Daphne.”
Perbincangan mereka selesai tatkala Jack dan Eros sudah menghampiri mereka kembali, Eros mengajak Daphne bertemu dengan seorang rekan kerja pentingnya yang kebetulan sudah datang.
“bagaimana?.” Tanya Eros
“Lin Wayying mengundangku besok, apa aku boleh datang?.”
“tentu baby, lakukan apa yang kau inginkan, tapi kau harus tetap bersama Jake.”
“baik.” Daphne tersenyum manis pada Eros.
Eros menarik pinggang Daphne, mendekatkan tubuhnya, mengikis jarak pandang keduanya dan mengecup lembut bibir Daphne.
*
__ADS_1