Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 23


__ADS_3

Eros menarik tubuh Daphne mendekat kearahnya, cahaya minim ruangan mereka menambah romantis keadaan, saat hanya bulan mengenai tubuh keduanya yang sudah tak memakai sehelai benang pun. Kepala Daphne mendongak memberikan akses pada Eros mengecupi setiap inci leher Daphne seduktif.


Ciuman Eros turun ke dada Daphne, meremasnya pelan membuat wanita itu meremang. “jangan permainan aku Eros!.” Teriak Daphne.


“call me daddy, baby.”


“please f*ck me daddy...”


Kegiatan penuh keringat yang mereka lakukan berhenti setelah tiga kali Eros menembakkan spermanya di Rahim Daphne, mereka berdua saling diam di ranjang melihat langit-langit.


“bagaimana kalau aku hamil?.” Tanya Daphne sambil melihat kearah Eros.


Eros mengusap wajah Daphne lembut “maafkan aku, tapi aku tidak bisa memiliki anak Daphne.” Jawab Eros yang membuat Daphne sedikit terkejut. Dibayangan Eros mungkin Daphne sangat kecewa tetapi wanita itu malah terlihat seakan bersalah menanyakan pertanyaan tersebut.


“maafkan aku, aku tidak bermaksud melukaimu.” Sesal Daphne, wanita itu bahkan tidak tau kekurangan Eros, hanya memikirkan bagaimana mencari untung dengan dekat dengan Eros.


“tidak apa-apa, kau ingin anak?.”


“tidak, aku tidak tau, untuk saat ini aku tidak ingin.”


“nikmatilah hidupmu Daphne, kau sudah bertahan sampai sejauh ini, aku selalu berharap kau bahagia bersama ku.” Ucap Eros memeluk erat tubuh Daphne.


Suara petir bersahutan terdengar di langit, hutan di penuhi pohon tinggi nan gelap suara erangan binatang buas, dan suara pukulan beradu menjadi satu. Seorang gadis cantik tanpa sehelai benang terlihat menyedihkan dengan kaki terikat dan tangan terikat di pohon saat seorang pria mencambuknya, dua orang pria lainnya berdiri di belakang tengah menjaga.


“aku mohonnn, ampuni aku.” Ucap gadis itu terbata-bata


“setelah kau tau siapa tuan Eros dan kau hampir mengatakan pada publik, kau berani memohon ampun pada tuan Eros? Apa yang kau lakukan tidak sebanding dengan ini.” Ucap bawahan Eros, dia adalah disebut sebagai algojo.


Satu cambukan lagi mengenai tubuh gadis itu.


“tuan Eros, ada jadwal lagi setelah ini.” Bisik Zain


“urus dia, jangan biarkan lepas, biarkan dia di makan binatang buas.”


“baik tuan.”


Eros meninggalkan hutan, keluar dari hutan masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke rumahnya yang ada di kota karena ada urusan lain yang penting.

__ADS_1


Kilasan tersebut selalu memenuhi kepala Eros, saat dia menyiksa banyak wanita yang mengetahui jati diri aslinya, semua wanita yang berusaha mengatakan pada publik siapa dia sebenarnya akan bernasib sama, di makan harimau, tapi sebenarnya harimau tidak pernah memakan mereka, yang memakan mereka adalah serigala.


Eros terduduk di ranjangnya, melihat Daphne yang masih terlelap dengan selimut yang menutup tubuh polos wanitanya. ‘setiap orang menginginkan sebuah pernikahan juga bayi yang lucu.’


Eros melangkahkan kakinya menapaki lantai marmer yang dingin, lelaki itu pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dengan air dingin, pria itu berjalan tanpa mengenakan pakaian keluar dari kamar mandi, mengambil wine dalam botol dan menuangkannya ke gelas, ada sebuah kerinduan yang aneh dalam tubuh Eros yang dia sendiri tak tahu apa itu.


Saat melihat Daphne, dia merasakan hal yang berbeda, sebuah kasih sayang sekaligus sebuah penyesalan.


“eeuughh.” Daphne melenguh dalam tidurnya, memutar posisi tidurnya ke samping tanpa membuka mata.


Sudut bibir Eros tertarik keatas, dia senang melihat wajah polos Daphne saat tertidur tenang, wanita itu cantik dari segala sisi dan semua situasi.


Pagi menyapa kembali saat secerah cahaya matahari menerobos masuk, keadaan kamar sudah sepi, hanya ada Daphne yang baru saja membuka mata, di sebelahnya kosong, Eros sudah tidak ada. Daphne melangkahkan kakinya memakai dress panjang putih baju tidurnya, merapikan rambutnya, dan keluar kamar menuruni tangga. Semua pelayan menyapanya dengan senyuman, mereka sibuk masing-masing kesana kemari menyiapkan makanan dan membersihkan rumah.


“Eros kemana?.” Tanya Daphne pada kepala pelayan


“tuan Eros sudah berangkat karena ada keperluan penting nona.”


“ahhh begitu ya.”


“nona Daphne ingin sarapan apa?.”


Hari ini Daphne berniat akan pergi ke Archary Corp, sebagai perwakilan Eros, kemarin Eros sudah mengatakan kalau Daphne akan kesana di dampingi Zain karena Eros ada urusan di perusahaan cabang, sedikit masalah terjadi.


Mobil Zain berada di depan rumah Eros, bersiap menjemput Daphne. Wanita itu cantik dengan rok putih dipadukan dengan kemeja hitam bertali, tak lupa blazer putihnya, rambut coklat yang di biarkan tergerai.


Dengan anggun, Daphne keluar dari rumah dan menghampiri Zain.


“silakan nona Daphne.”


“terima kasih.” Daphne masuk kedalam mobil, duduk di bangku penumpang bersama Zain “bagaimana honeymoon mu?.” Tanya Daphne memecah keheningan.


“berjalan lancar nona.”


“baguslah, aku akan mengatakan pada Eros kalau kau masih ingin honeymoon, sepertinya Maldives belum kau kunjungi.”


“mungkin nanti karena Gaby juga masih sibuk dengan pekerjaannya.”

__ADS_1


Mobil mereka berhenti di sebuah perusahaan dengan 10 lantai berdominan warna cream bertuliskan Archary corp. Daphne keluar dari mobil tersebut, semua menyambutnya dengan senyuman namun senyum itu memudar saat melihat bahwa Daphne yang datang, sudah 2 tahun lamanya sejak terakhir kali Daphne kesana, rasanya sedikit canggung saat semua orang seakan tak menyambutnya dengan baik.


“maaf tuan Archary, proyek kali ini nona Daphne yang akan mewakili E Group.” Ucap Zain pada Daniel


Tatapan mereka bertemu, tatapan tak bersahabat Daphne dan tatapan tak terbaca Daniel.


“silakan masuk, selamat datang di Archary corp, sebuah kehormatakan karena E Group mengunjungi kami.”


Daphne hanya tersenyum, wanita itu berjalan beriringan dengan Daniel, di ikuti Zain dan sekretaris pribadi Daniel di belakang mereka.


“sudah lama kau tidak berkunjung Daphne.” Ucap Daniel lirih


“saya perwakilan E Group, siapa Daphne yang kau maksud tuan Archary.” Ketus Daphne yang di jawab anggukan Daniel


“saya minta maaf.”


Mereka sampai di sebuah ruangan rapat yang di isi para pemerang saham terbesar di Archary Corp. mereka semua terlihat terkejut melihat yang datang adalah Daphne, anak kedua keluarga Archary yang di kabarkan berhubungan dengan CEO E Group.


Dilayar menampilkan presentase pemegang saham besar di Archary Corp, saham terbesar saat ini sudah diambil alih E Group, hampir 40% milik E Group. Sejak seminggu yang lalu Daniel menandatangani perjanjian dengan E Group.


Yang kedua mereka membahas mengenai pelebaran bisnis, yang mana Archary akan bekerjasama dengan salah satu pusat perbelanjaan paling ramai di kota.


Daphne mengangkat tangannya “apakah seharusnya memperbaiki yang telah ada ketimbang melebarkan sayap?.” Tanya Daphne yang mendapatkan banyak anggunakan dari pemegang saham lain.


“tapi proyek ini sudah di rancang sejak CEO sebelumnya.” Jawab Daniel


“rancangan proyek itu ada apabila proyek lama berjalan dengan baik, dan dilihat keadaan sekarang, hampir 10 proyek butuh perbaikan dan bahkan dari data yang tertera beberapa proyek belum selesai 100%, bagaimana mungkin perusahaan melebarkan sayapnya kalau proyek yang lama saja buruk, itu akan menutup 10 proyek lain yang telah berjalan, dan perusahaan akan sangat rugi, harga saham bisa turun apabila 10 proyek itu bangkrut, mungkin masih ada bantuan pihak lain disini tapi saham akan tetap turun nantinya, sebagai para pemegang saham pasti juga dirugikan atas itu.”


Eros tersenyum saat melihat Daphne menjelaskan apa yang diketahuinya, wanita itu tidak terlihat sebagai wanita tak berpendidikan, dia lebih hebat. Zain telah ijin untuk melakukan video call dengan Eros terkait rapat hari ini karena pria itu tak hadir.


 


 


*


 

__ADS_1


 


__ADS_2