
Apartemen mewah dikalangan atas, sebuah unit yang baru saja di datangi setelah sekian lama tertinggal. Mereka adalah tuan Archary, istrinya dan putranya, mendapatkan kabar yang mengejutkan, mereka bertiga pindah dari rumah keluarga Archary ke salah satu unit apartemen atas nama Saly istrinya yang ia beli saat awal pernikahan mereka sebagai hadiah.
“bagaimana ini? Apa kau bisa menghubungi Daphne?.” Tanya Saly yang sedari tadi mondar-mandir kesana kemari.
“dia mematikan panggilan, sial.”
“sebentar lagi mungkin mereka akan menemukan kita.”
“Alex, pergilah ke tempat kakakmu.”
“tapi-.”
“jangan tapi-tapi, kau harus berada di sisinya karena kapan pun kami akan tertangkap.” Ucap tuan Archary.
“baiklah.” Alexander keluar dari apartemen tersebut dengan hanya berbekal satu tas ransel yang berisi barang berharga miliknya.
Alexander tidak tau tempat tinggal Daphne, yang ia tau hanya rumah milik Eros yang kemungkinan Daphne tinggal disana. Alex menekan bel di depan gerbang rumah merah tersebut, seorang penjaga datang menghampiri Alex.
“ada yang bisa di bantu?.” Tanya pelayan tersebut
“apa dirumah ini ada yang bernama Daphne?.”
“nona Daphne sudah pindah lama.”
“baiklah terimakasih.”
“sama-sama tuan.”
Alex meninggalkan kediaman milik Eros, lelaki itu kesana kemari, untung dia tidak pernah muncul ke media kalau putra terakhir keluarga Archary, jadi tidak ada yang mempermasalahkan siapa dia kala di jalanan. Tepat saat melewati supermarket, Alex melihat kakaknya, Daphne yang kebetulan dia cari baru saja keluar dari supermarket dengan membawa sekantung belanjaan bulanan.
“kak!.” Panggil Alex sambil sedikit berlari kecil kearah Daphne
“Alex, apa yang kau lakukan disini?.” Tanya Daphne bingung, Alex jarang keluar rumah dan melihatnya berada di jalanan sendirian membuat Daphne lumayan terkejut.
“ayah dan ibu.”
“aku sudah tau, kau ingin aku membantu?.” Tanya Daphne
“iya, aku butuh bantuan kakak dan kakak ipar.”
“Alex, aku dengan Eros tidak lebih dari seorang rekan kerja, kami hanya itu, dia bukan kakak iparmu bukan keluarga ku juga. Aku tidak bisa membantumu, kalau kau butuh tempat tinggal, ini alamat ku.” Daphne memberikan sebuah kertas yang bertuliskan alamat tempatnya tinggal sekarang “aku harus kembali bekerja, sampai nanti.” Daphne meninggalkan Alex dengan tangan yang memegang sebuah kertas alamat.
Alex kembali ke apartemen keluarganya dengan tangan kosong, dia menyembunyikan alamat kakaknya tidak memberitahukan kepada kedua orang tuanya kalau bertemu dengan Daphne.
__ADS_1
“aku tidak bisa menemuinya, dia tidak ada di kediaman tuan Eros.”
“bagaimana mungkin?.” Ucap tuan Archary tidak percaya
“iya yah, kata pelayannya, sudah lama Daphne keluar dari rumah tuan Eros.”
“sial!.”
…
Daphne dan Eros bertemu di salah satu café yang lumayan sepi di pusat kota, café yang letaknya sangat dekat dengan Classic media dijam kerja, sekitar pukul 9 pagi saat café baru saja buka. Eros mendatangi Classic media untuk menandatangi surat kepemilikan atas perusahaan tersebut, Classic media telah dibeli oleh E Group.
“kenapa kau membeli tempat kerjaku?.” Tanya Daphne dingin, wanita itu sangat cantik dengan setelan kerja blazer putih rok celana putih dan baju dalaman hitam, tak lupa high hells nya yang senada.
“karena aku hanya ingin melebarkan bisnis.”
“kau bisa membeli tempat lain.”
“Classic media bagus kenapa harus memilih tempat lain.”
“kalau begitu aku akan berhenti bekerja disana.”
“apa kau seorang yang tidak professional?.”
Daphne terdiam.
“baby, kenapa kau seperti ini?.”
“aku hanya memberikan celah pada wanita yang kau sukai.”
“aku menyukaimu.”
“kalau kau menyukaiku, bukankah kau tidak perlu mencari tau mengenai Psikhe.”
“kau tau dari mana?.”
“aku tidak sengaja membaca berkas di mejamu yang terbuka, kenapa kau mencari tau tentangnya, dan kenapa kau sering menghabiskan waktu dengannya? Kau menyukainya?.”
“baby, itu tidak seperti yang kau fikirkan.”
“lagipula perjanjian kita akan segera selesai, kau sudah memenuhi perjanjian nya dan aku sudah cukup melakukan apa yang kau mau, kita bisa akhiri semua.” Daphne melepaskan tangan Eros dan meninggalkan Café tersebut.
Daphne berdiri di balik dinding, tubuhnya yang kuat tiba-tiba merosot ke lantai, hatinya sangat sakit entah kenapa, tapi Daphne sadar apa yang ia rasakan tidak boleh berlanjut, mereka berdua hanya sebatas perjanjian, Eros menyukai wanita lain, Daphne tidak perlu memperpanjang perasaannya.
__ADS_1
Air matanya jatuh, ingin rasanya marah pada diri sendiri saat mengingat kejadian pertama pertemuannya dengan Eros. Daphne sangat menyesali itu, tidak tau pada akhirnya dia menyimpan rasa pada pria tampan idaman seluruh wanita.
Punggung tangan Daphne mengusap wajahnya yang penuh dengan air mata, wanita itu mulai berdiri dan menguatkan hatinya. Kembali pada pekerjaannya yang tertunda karena kehadiran Eros.
“Daphne.”
“ya kak.”
“hari ini kau pergi ke acara malam puncak festival film, karena jurnalis yang bertugas di bawah naungan saya tidak bisa hadir karena sakit.”
“iya kak.”
“ini id card nya.”
“makasih kak Hana.”
“tolong ya.”
“iya kak.”
“oh iya, jangan lupa setelah itu harus cepat kirim ke admin.”
“baik kak.”
Malam itu, Daphne dengan pakaian yang masih sama pergi kesebuah gedung yang tengah di adakan acara malam puncak festival film, banyak pemain film hebat yang datang untuk memberikan selamat kepada pemenang atau mendapatkan penghargaan besar.
Daphne berdiri diantara pada jurnalis dan wartawan lain, dia bertugas sendiri karena acara tersebut dilarang membawa kemera hanya perekam suara saja dan ponsel, ponselpun di larang untuk merekam.
Id card dengan tulisan Classic media, sebuah media yang paling terkenal keabsahan datanya sejak dulu, tidak ada yang dibuat-buat, semuanya dari berita real.
Selesai acara, Daphne langsung mengirimkan file pada admin nya untuk segera di posting, kalau di classic media membutuhkan waktu setengah jam dari acara untuk memposting sebuah berita, selain mencari kebenaran juga mempertahankan kepercayaan masyarakat mengenai sebuah berita. Banyak jaman sekarang iri berita tidak sesuai dengan judul hanya ingin menambah viewsnya, bahkan terkesan judul yang melebih-lebihkan.
Daphne pulang kerumahnya sudah sangat malam, sekitar pukul 12 an malam, karena rumahnya berada di lantai dua, kalau ingin kesana harus naik tangga terlebih dahulu, didepan rumah Daphne banyak sekali tanaman yang ditanam, awalnya Daphne tidak menyukai hal itu, bahkan makanan pun makanan instan yang selalu di makan, tapi sejak tinggal dengan Eros dia terbiasa hidup sehat. Agar tidak banyak membuang uang untuk belanja, Daphne memutuskan untuk menanam beberapa sayuran yang bisa di makan di depan rumahnya.
Tempat tinggal Daphne tidak seperti tempat tinggal layaknya apartemen, disana ada tiga lantai, lantai paling bawah itu sudah ada yang punya, seorang pasangan suami istri yang sudah memiliki anak umur 12 tahunan, kemudian di lantai paling atas ada mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan di jurusan seni. Setiap lantai di tinggali satu orang dengan satu pintu, dan dua jendela, jendela utama dan jendela khusus disebelah ranjang.
Sewanya lumayan mahala karena tempatnya yang cukup bersih walaupun sederhana, disana bukan area kumuh, lebih tepatnya area paling terawat dan nyaman. Pemiliknya tinggal agak jauh di tengah kota, jarang mengunjungi kalau tidak ada penyewa, tapi karena sudah penuh mungkin tidak akan datang kecuali ada masalah.
*
__ADS_1