Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 12


__ADS_3

Daphne berjalan di rerumputan hijau luas, wanita itu seakan baru akan tempat tersebut, hanya ada satu pohon di ujung dimana ayunan menggantung disana. Menyusuri rerumputan yang lumayan luas Daphne berjalan kearah pohon disana, entah apa yang membawa nya hingga dia sangat ingin pergi kesana.


Semakin dekat, seorang wanita cantik berambut pirang sedikit ikal memakai dress putih berhiaskan emas, wanita cantik dengan mahkota bunga indah di kepalanya. Dia tersenyum tatkala Daphne berdiri didepannya.


“siapa kau?.” Tanya Daphne


“kau.”


“apa maksudmu? Saya ada dimana?.”


“kau ada ditempat yang sangat jauh, lihatlah.” Wanita itu menunjuk seorang pria yang tengah tergeletak di rerumputan, seorang pria yang tak asing untuk Daphne.


“Eros.” Daphne langsung menghampiri tubuh Eros yang terbaring lemah di rerumputan yang di tunjuk wanita tersebut. “tolong, dia tak berdetak!.” Teriak Daphne


Tiba-tiba tangan Eros bergerak, matanya perlahan terbuka, pandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah cantik Daphne, tangan pria itu menyentuh lembut pipi Daphne sambil tersenyum.


“maaf.” ucapnya kemudian kembali tak sadarkan diri.


“Eros! Eros! Eros!.” Teriak Daphne ketakutan bahkan air matanya menetas sangat deras membasahi pipi Eros.


“Daphne!, Daphne!, sadarlah!.”


Daphne membuka matanya, wajah Eros berada di hadapannya, di tempat tidurnya “Eros.” Daphne memeluk Eros sangat erat bahkan menangis di dada pria itu.


“kau bermimpi?.” Tanya Eros lembut sambil mengusap rambut Daphne


“hiks hiks hiks, aku takut, aku takut kau akan pergi.” Tangis Daphne, entah kenapa dada Eros seakan teriris mendengar ucapan Daphne.


Eros semakin mengeratkan pelukannya dan menenangkan wanita itu, setelah tenang, Eros melepaskan pelukannya dan menatap lekat-lekat Daphne.


“aku tidak akan kemana-mana, baby.”


“apa kau bisa berjanji?.”


Eros terdiam, pantang bagi dewa yang berjanji dan mengingkari, Eros tetaplah dewa yang menepati janjinya.


“aku berjanji.” Ucapnya tegas


Bagaimana pun juga saat Eros memutuskan hari ini ada di bumi maka Eros harus rela 165 tahun lagi kembali ke kerajaan atas. Dan dia tidak akan pernah meninggalkan wanita yang ada di hadapannya saat ini, namun wanita ini yang akan meninggalkannya nanti.

__ADS_1


“aku akan bersiap untuk bekerja.” Eros beranjak dari duduknya menuju waredrobe, memakai kemeja hitam dipadukan celana kain, pria itu selalu nampak gagah memakai pakaian apapun, terkadang Daphne bahagia hanya melihat berdiri disampingnya, mengapit tangannya atau memeluk pinggangnya, seakan mengatakan pada dunia bahwa pria idaman semua wanita adalah miliknya, walaupun itu hanya sebuah perjanjian.


Eros mengecup puncak kepala Daphne dan keluar dari kamar mereka, setelah kepergian Eros menggunakan mobilnya bersama sopir. Daphne membersihkan tubuhnya, mengganti pakaian tidurnya dengan dress selutut berwarna hitam, rambut blonde nya di ikat ke atas, hari ini dia akan pergi ke salon untuk mengubah warna rambutnya dengan warna coklat hanya karena melihat pinterest. Dia adalah pasangan seorang CEO yang memiliki jabatan tinggi, Daphne harus lebih anggun dari sebelumnya.


“selamat datang nona, apa yang bisa saya bantu.”


“saya ingin mengubah warna rambut.”


“baik, mari silakan.”


Daphne duduk di depan meja dengan kaca dan peralatan salon lainnya. Pelayan memberikan banyak sekali warna dan contoh rambut, pilihan Daphne tertuju pada rambut sedikit ikal dengan warna coklat kehitaman.


“saya mau seperti ini.”


“baik nona.”


Selama kurang lebih lima jam bahkan hingga Daphne tertidur, rambutnya pun selesai di ganti, wanita 22 tahun itu terlihat lebih dewasa dengan penampilan barunya.


Daphne keluar dari salon saat semua memandangnya takjub, wanita itu terlihat dangat cantik dengan pakaian berharga ratusan juta, wajah cantiknya, dan juga senyumannya yang indah. Jake membukakan pintu untuk Daphne, walaupun pria itu juga terpukau dengan penampilan majikannya, tapi sebisa mungkin Jake bersikap biasa saja atau Eros akan membunuhnya kalau dia tahu.


“nona akan pergi kemana?.” Tanya Jake setelah memakai seatbelt nya


“ke kantor Eros.”


“emmm tidak masalah aku akan menunggu di ruangannya nanti.”


“baiklah nona.”


Mobil mereka berjalan menuju perusahaan milik Eros, dimana banyak orang berlalu-lalang disana, selain perusahaan besar di bidang apapun, mereka akan mengadakan perayaan setahun sekali untuk para karyawan dan juga sekaligus acara lelang besar yang uangnya akan di sumbangkan ke sebuah rumah sakit baru khusus lansia.


“selamat pagi nyonya.”


“selamat pagi nyonya.”


“selamat pagi nyonya.”


Setiap Daphne melangkahkan kakinya dan bertemu para karyawan, mereka semua akan menyapanya dan membungkukkan badannya untuk Daphne. Tangan lentik Daphne menekan tombol 4 dimana ruangan CEO berada, Daphne menggunakan lift khusus karena lantai 4 hanya bisa diakses menggunakan lift khusus.


Tingg

__ADS_1


Lantai 4 terbuka, Daphne langsung keluar, didepan pintu ruangan Eros, ada Melinda yang tengah mengerjakan pekerjaannya didepan computer.


“nyonya Daphne, tuan Eros sedang tidak ada di ruangannya.”


“saya sudah tau, apa saya boleh menunggunya di dalam.”


“tentu saja nyonya, silakang masuk.” Melinda membukakan pintu untuk Daphne masuk.


Daphne duduk di sofa, membuka ponselnya dan berselancar di media sosial. Saat tengah bermain ponsel, Daphne melihat salah satu lukisan baru yang ada di sudut ruangan, lukisan seorang wanita memakai baju putih, wanita yang sama dengan yang ada di mimpinya, wanita yang duduk di ayunan dan tersenyum padanya malam itu.


“dia.” Daphne berjalan mendekati lukisan tersebut “apa dia ada hubungan dengan Eros?.” Namun sebuah tulisan tanggal di pojok membuat Daphne sadar kalau lukisan tersebut di buat beratus-ratus tahun yang lalu dan itu termasuk peninggalan sejarah.


“ah hanya mimpi, mungkin waktu itu aku sempat melihat lukisan ini jadi masuk ke mimpi, sudahlah hanya mimpi.” Daphne duduk kembali di sofa memainkan ponselnya sambil menunggu Eros kembali.


Tiga jam berlalu, suara langkah kaki dan suara perbincangan terdengar, pintu terbuka, Eros berdiri disana dengan Zain.


“baby, apa yang kau lakukan disini?.” Tanya Eros saat melihat Daphne yang berada di sofanya.


“tuan Eros saya permisi.”


“baik.”


Eros menutup pintunya, melihat Daphne yang berjalan kearahnya dengan pelan. Rambut indahnya bergoyang, Daphne mengalungkan tangannya di leher Eros.


“kau mengganti warna rambutmu baby? Kenapa?.”


“kau tidak suka?.”


“bukan tidak suka, tapi kau terlihat lebih dewasa dan aku tidak akan kuat jika tidak menerkam mu sekarang.”


“ini kan masih di kantor.” Jawab Daphne sambil cemberut


“lalu? Bukankah ini milikku.”


“tapi kau adalah panutan jadi kau tidak boleh melakukan sesuka mu.”


Eros mengecup bibir Daphne, **********, tangan pria itu memeluk pinggangnya Erat. Begitupula Daphne yang mulai terlena karena sentuhan Eros terhadap tubuhnya, ciuman panas mereka yang memabukkan selalu membuat Daphne tak sadarkan diri dan mulai menikmati.


*

__ADS_1


 


 


__ADS_2