Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 36


__ADS_3

“Eross jangan seperti ini, kau membuatku malu di depan Zain.”


“memangnya kenapa? biarkan saja.”


Daphne memukul dada bidang Eros lirih.


“aku akan pergi bekerja.”


“ya ya ya baiklah nyonya Eros.” Ucap Eros yang membuat Daphne salah tingkah.


Daphne melambaikan tangannya pada Eros sebelum menutup pintu ruangan tersebut, sedangkan Eros masih berada di sana setelah Zain masuk memberitahukan perihal rapat yang harus di hadiri oleh Eros hari ini.


Jam masih menunjukkan pukul lima sore hari, saat Daphne baru saja keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, wanita itu sudah menyelesaikan pekerjaannya dan sudah mengirimkan pada Hana atasannya, Daphne berniat untuk mengajak Eros makan malam, chat yang dikirimkan oleh Daphne belum juga dibalas. Daphne memutuskan untuk pergi ke kantor Eros, samar-samar dia mendengar bahwa Eros sering menemui Psikhe dari beberapa omongan karyawan wanita lain yang iri melihat Psikhe.


Daphne hanya menggeleng tidak percaya, Eros hanya menyukainya walaupun mereka sebatas perjanjian.


Daphne membuka pintu ruangan Eros, di depan sebelum masuk, Sekretarisnya tidak ada di meja, kemungkinan sudah pulang lebih dahulu. Dan terlihat kalau ruangan Eros masih hidup.


Pintu terbuka, kegiatan yang membuat Daphne hanya membelalakkan mata. Psikhe yang duduk di pangkuan Eros entah apa yang tengah mereka lakukan. Tapi di meja Eros ada secangkir kopi dan juga nampannya.


“baby.” Eros langsung menurunkan Psikhe dan Psikhe hanya menunduk


“aku hanya mengajakmu makan malam, kalau kau sibuk aku akan langsung pulang, tidak perlu makan malam.” Ucap Daphne datar, wanita itu kembali menutup pintu ruangan Eros dan meninggalkan tempat itu menuju ke lift.


Belum sempat menahan Daphne, pintu lift tertutup.


“tuan ada apa?.” tanya Zain yang baru saja datang


“Daphne salah faham dengan Psikhe.”


“saya akan membantu tuan menjelaskan pada nona Daphne.”


“tidak apa, aku bisa mengatasinya sendiri.” Eros langsung pulang ke rumah.


Daphne terlihat mengambil satu tasnya dan juga beberapa pakaian miliknya, menarik satu koper dibawa keluar, kepala pelayan menahannya tapi Daphne terus bersikeras untuk pergi.


“nona Daphne, kenapa seperti ini?.”


“saya hanya akan pindah, lagipula ini bukan rumah saya dan saya juga bukan tuan kalian.”


“tapi nona-.”


“Daphne!.” Panggil Eros membuat Daphne melihat kearah pintu.


Daphne menarik kopernya dan menghampiri Eros, “aku menunggu hasil dari perjanjian kita.” Ucap Daphne dingin.


Eros menahan tangan wanita itu, tapi Daphne melepaskannya dan berjalan keluar rumah.


“aku dan Psikhe tidak ada hubungan apa-apa, kau hanya salah paham.” Ucap Eros yang membuat Daphne menghentikan langkah.

__ADS_1


“kalau aku hanya salah paham, maka kau juga harus menepati perjanjian kita.”



“uuhhhh faster!!.”


Seorang wanita cantik berada dibawah kukuhan seorang pria berambut sedikit panjang memiliki kulit sawo matang. Mereka berdua saling memuaskan satu sama lain, terbang seakan tak ada siapapun yang menghalangi. Tanpa sehelai benang dan berbalut keringat.


Tangan wanita itu menyentuh lembut pipi pria yang ada di atasnya sambil tersenyum “thanks sudah membantuku.” Ucap wanita tersebut.


“selama aku bisa menikmatimu kapanpun maka aku akan melakukan apa yang kau mau honey.”


Pria itu beranjak dari ranjang menyalakan lampu yang dibiarkan gelap tadi. Wajah cantik Psikhe yang terkena cahaya lampu bersinar terang dengan keringat di dahi dan sekujur tubuhnya.


“thanks.” Ucap Psikhe, wanita itu menarik selimut untuk menutup tubuh polosnya.


Flashback


“kalau tuan Eros mengajakku kemana pun, aku akan menghubungimu, potret kami dan kau akan mendapatkan apa yang kau mau.”


“baiklah, itu soal yang sangat gampang, tapi bayarannya kau tau kan.”


“tenang saja soal itu.”


Namanya Luis, bukan dari kalangan atas juga bukan orang yang kekurangan. Keluarganya berada di luar negeri untuk membangun usaha kecil-kecilan, dia tinggal sendiri di sini karena Psikhe, pria itu mengikuti kemana pun Psikhe pergi, melakukan apapun untuk wanita itu, termasuk mewujudkan ambisinya.


Flashback off


Eros berjalan di perusahaannya bersama Zain, mereka berdua membahas mengenai kerja sama dengan Archary corp, dana yang sudah masuk ke Archary beberapa ada yang janggal, pada dasarnya Eros memang mencari titik kelemahan Archary corp sebagai tanggungjawabnya memenuhi perjanjian dengan Daphne.


“siapkan pertemuan dengan CEO Archary Corp.”


“tuan akan menemuinya sendiri?.”


“ya, ada banyak hal yang harus di selesaikan terlebih dahulu sebelum mengahancurkannya.”


“baik tuan Eros.”


Saat berada di Lobby tanpa sengaja Eros bertemu dengan Psikhe yang baru saja masuk dari luar, entah darimana padahal masih jam 10 pagi, belum saatnya istirahat. Namun wajah Psikhe terlihat sangat kelelahan, walaupun tidak berkeringat.


“kenapa? apa kau sakit?.” tanya Eros yang menghentikan langkah Psikhe.


“tidak tuan.”


“kalau kau sakit, ijin saja.”


“iya tuan Eros.”


“Psikhe!.” Panggil seseorang dari belakang Eros membuat Eros, Psikhe dan Zain menengok. “ah maaf tuan Eros, saya ada keperluan dengan Psikhe.”

__ADS_1


“tidak apa-apa, saya keluar lebih dulu.” Eros dan Zain pergi meninggalkan Psikhe dengan satu karyawan.


Mereka berdua saling berhadapan, Psikhe dan karyawan wanita.


“kenapa?.” tanya Psikhe bingung


“mana makanan yang ku pesan?.”


“ahh iya saya lupa, sebentar saya akan kembali membelikan.”


“haisshhh kenapa kau selalu bekerja dengan tidak baik, selama satu jam kemana kau?.”


“tadi, tidak, hanya 15 menit, tunggu 15 menit.” Psikhe berlarian keluar, tepat saat itu tanpa sengaja menabrak Daphne, namun Psikhe hanya meminta maaf dan kembali berlari.


“ada apa dengannya.” Ucap Daphne bingung.


“selamat datang nona Daphne.”sapa Karyawan saat Daphne datang.


“apa Eros ada?.” Tanya Daphne


“tuan Eros baru saja keluar nona.”


“begitu ya, kalau gitu saya akan menunggu di ruangannya.”


Daphne berjalan menuju lift khusus ke ruangan Eros, ruangan yang sama saat pertama kali masuk kesana, beberapa berkas dimeja lumayan berantakan, tapi Eros memang tipe yang seperti itu, kalau meja itu di bereskan maka Eros akan kesulitan menemukan berkas yang akan ia kerjakan, jadi selalu Eros mengatakan tidak ada yang boleh menyentuh mejanya sedikitpun.


Daphne duduk di sofa sambil bermain game di ponselnya, menunggu hingga makan siang, Eros pun datang, pria itu sedikit terkejut melihat Daphne yang tengah duduk di ruangannya.


“apa yang kau lakukan baby?.” Tanya Eros sambil menghampiri Daphne


“menunggumu, aku pulang lebih awal jadi bisa menemanimu makan siang.”


“baguslah, kalau kau tidak pulang lebih awal, aku berniat menghampirimu dan mengajakmu keluar begitu saja.”


“huffttt jangan pernah melakukan itu, kau bisa menghancurkan pekerjaanku.”


“ya baby, ayo, aku akan mengajakmu makan di tempat yang enak dan belum pernah kau datangi.”


“hampir seluruh tempat belum kudatangi.”


“aku tau, ayo.”


Kalau kita berdua tidak bisa menyatu maka aku akan tetap pada posisiku sebagai pihak kedua dalam sebuah perjanjian tertulis


 


 


*

__ADS_1


__ADS_2