
Tok tok tok
Pintu abu-abu berbahan besi yang tertutup itu kemudian terbuka menampakkan seorang pria memakai kaos polos putih dipadukan celana kain rumahan, wajah yang nampak acak-acakan dan bau alcohol menguap.
“apa yang kau lakukan disini? Bagaimana perjanjian kita bodoh!.” Teriak wanita yang berdiri didepannya, wanita cantik dengan pakaian seksi dan membawa tas branded di tangannya. “Aku telah membayarmu sesuai yang kau mau dan kau hanya membuat Eros cemburu.”
“aku tidak akan melakukannya lagi.” Lelaki itu mengeluarkan amplop coklat yang sebelumnya diberikan wanita itu padanya. Mengembalikan amplop uang itu pada pemiliknya kembali. “aku telah melindungimu, aku juga mengembalikan uangmu, aku tidak ingin ikut campur dengan urusanmu lagi, aku menyayangi keluargaku.” Lelaki itu menutup pintunya dengan kasar.
Meninggalkan Sahara yang masih kesal, semuanya gagal, entah apa yang membuat Mike jadi berubah fikiran, padahal Mike sangat membutuhkan uang yang diberikan itu, tapi Mike seakan ketakutan akan suatu hal terutama terjadi pada keluarganya.
“aku yakin Eros mengancamnya, tenang saja, kalau Eros melakukannya, aku hanya berusaha membuat Daphne berbalik membencinya, jadi semuanya akan selesai sesuai dengan apa yang ku mau.” Ucap Sahara dengan bangga.
Sedari tadi Daphne mondar mandi kesana-kemari dengan membawa undangan berlapiskan warna emas, ya itu adalah undangan anniversary pernikahan tuan Archary dengan ibu sambungnya Saly, Daphne sendiri tidak pernah berfikir ketika undangan itu di tujukan padanya, Daphne Sasilia Archary.
Beberapa designer pakaian masuk ke ruangan dimana Daphne berada, wanita itu sedikit terkejut dengan banyak sekali pakaian yang ada di hadapannya saat ini, melebihi kebingungannya akan memakai pakaian apa, sekarang dia bingung harus memilih gaun yang mana karena terlalu banyak dan harganya sangat fantastis.
“bisa tolong pilihkan untukku?.” Tanya Daphne pada designer yang menatanya untuk pesta malam ini.
“tentu honey.”
Gaun demi gaun di pasangkan di tubuh Daphne, pilihannya jatuh pada satu gaun berwarna hitam simple, berbahan satin, memiliki belahan dada rendah, dan jangan lupakan satu hal bahwa gaun itu membentu tubuhnya sekaligus sisi kanannya menampakkan paha mulusnya.
“beautiful girl.” Ucap designer melihat penampilan Daphne dari bawah hingga atas. “kita akan menata dan sedikit memoles wajah nona Daphne.”
Selesai dengan penampilannya sekitar pukul 9 malam, Daphne sangat cantik dengan dress hitam, make up tipisnya, dan rambut yang di biarkan tergerai. Sangat simple tapi menghabiskan uang bermilyaran hanya untuk dress yang dipakainya saja, karena dress itu di buat oleh seorang designer ternama di dunia.
Eros sedikit membelalakkan matanya saat melihat betapa cantik dan anggun wanita yang ada dihadapannya saat ini, terkadang Eros berfikir apakah mungkin dia bisa bersama Daphne selamannya sedangkan dia adalah manusia, Apollo pernah mengatakan kalau dia akan menikahi seseorang yang kekal, sedangkan manusia memiliki jangka waktu di dunia sebelum pada akhirnya kembali ke Tuhan.
“kau sangat cantik baby.” Bisik Eros sambil mengecup bibir Daphne.
“kau juga sangat tampan.”
“siap untuk malam ini?.”
__ADS_1
“ya tentu saja.” Daphne meraih lengan Eros dengan senyuman indahnya.
Eros memiliki undangan sendiri, namun mereka berdua datang sebagai seorang pasangan, bukan sendiri-sendiri sesuai dengan undangan, jadi Daphne hanya menggunakan undangan milik Eros, sebagai pasangan Eros, bukan sebagai anggota keluarga Archary.
Mobil mewah Eros berhenti didepan rumah keluarga Archary, berjejer dengan mobil-mobil lain yang tak kalah mewahnya. Eros keluar terlebih dahulu, menggandeng tangan lentik Daphne dan masuk ke dalam. Semua orang memandangi pasangan yang baru saja tiba, mengalahkan tuan rumahnya yang tengah menyapa tamu lain.
Beberapa kali Eros nampak tersenyum pada gadis di sebelahnya seakan mengatakan pada dunia kalau gadis itu hanya miliknya dan dia adalah milik gadis itu. Mereka berdua menghampiri tuan Archary dan istrinya, dengan wajah dingin Daphne dan tatapan tajam Eros yang memabukkan.
Tangan Daphne menjabat tangan tuan Archary, ada rasa rindu yang tak bisa di ungkapkan Daphne yang tertutup oleh rasa benci yang luar biasa besarnya.
“selamat atas ulang tahun pernikahan kalian.” Ucap Daphne di ikuti senyuman Eros tanpa menjabat tangan tuan Archary dan istrinya karena Daphne menahan tangan Eros agar tidak melakukannya.
“terimakasih, silakan nikmati makanannya.” Ucap Saly sambil tersenyum walaupun hatinya ingin sekali memaki Daphne.
Daphne dan Eros menuju sudut ruangan, terlihat wajah bahagia Daphne. “kau lihat tadi wajahnya? Ah membuatku senang.” Ucap Daphne bahagia.
Tangan Eros terulur mengusap pipi Daphne lembut. “aku tau kau sangat sedih baby.” Celetuk Eros yang membuat Daphne terdiam dan menunduk. Eros membawa wanita itu kedalam pelukannya. “apapun yang terjadi, aku akan selalu menjagamu Daphne, dengan nyawaku.” Ucap Eros dalam hatinya, mengusap lembut rambut Daphne.
“hi Daphne.” Suara dari belakang Daphne membuat wanita yang tengah di peluk Eros mengusap air matanya yang sempat jatuh, dan melepaskan pelukan Eros lalu melihat ke belakang saat menemukan Sahara ada disana, mengenakan dress hitam pendek tanpa lengan dengan belahan dada rendah.
“ahhh singkirkan gaya baikmu itu.”
“kau tidak mau aku bersikap baik padamu? Tentu saja kau tidak pantaas mendapatkannya, dasar benalu.”
Sahara akan memukul Daphne namun tangannya di tahan seseorang yang ada dibelakang Sahara, Daniel berdiri disana dengan pakaian rapi menahan lengan Sahara yang akan memukul Daphne.
“jangan buat keributan di acara ayah.” Ucap Daniel dingin, beberapa kali Daniel mencuri pandang kearah Daphne namun Daphne tidak menyadari hal itu malah Eros yang sadar.
Pertengahan acara, Daphne tengah berbincang dengan beberapa kerabat keluarga yang datang, sedangkan Eros berjalan ke balkon melihat bulan yang hadir di langit. Daniel menghampirinya dan berdiri disebelah Eros.
“tuan menyukai adikku?.” Tanya Daniel yang membuat Eros menengok
“sejak kapan anda mengakui Daphne?.” Tanya Eros kembali
__ADS_1
“saya bukan orang yang dapat mengungkapkan kasih sayang dengan perbuatan atau kata-kata secara langsung.”
“sekaligus orang yang memukulnya? Apakah itu anda sebut kasih sayang?.”
Daniel terdiam.
“apa yang anda mau? Uang? Atau apa? saya akan memberikannya.”
“Daphne tidak akan pernah bisa di tukar dengan uang.” Ucap Daniel yang kemudian pria itu pergi meninggalkan Eros sendirian disana. Setelah Daniel pergi, Daphne menghampiri Eros dengan membawa dua gelas wine.
“untukmu.” Ucap Daphne sambil memberikan satu gelas nya
“thanks baby.”
Daphne tersenyum. “dia mengatakan hal yang tidak-tidak padamu?.”
“tidak ada.”
“kalau dia minta apapun jangan di kasih, perusahaan ayah mungkin sedang tidak baik-baik saja, karena aku dengar dari kerabat, banyak masalah di keuangan, kemungkinan dia akan meminta tolong pada perusahaanmu.”
“bukan kah aku harus membantunya? Mereka keluargamu?.”
“cihh keluarga macam apa yang membuang anggota keluarganya, intinya jangan kasih apapun selain perjanjian perusahaan, dia pasti cari untung.”
“I Know baby.” Eros mengecup singkat bibir Daphne.
“iihhh Eros, jangan mengambil kesempatan di dalam kesempitan, malu tau.”
*
__ADS_1