Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 20


__ADS_3

“setelah membaca semua data yang kau berikan, hanya posisi Office Girl yang cocok, bagaimana?.” Tanya Nathan, wajah Psikhe sedikit terkejut mendengarnya, dia bahkan tidak menyangka kalau akan menjadi Office Girl, awalnya dia berfikir menjadi asisten pribadi Eros atau mungkin sekretarisnya.


“apa tidak ada yang lain? Apakah tuan Eros tidak menyuruhku menjadi seorang sekretaris atau asistennya?.” Tanya Psikhe kembali


“maaf nona, tapi hanya itu posisi yang cocok untukmu.”


“apa bisa saya bicara dengan tuan Eros?.”


“maaf sekali lagi tapi bahkan kami hampir tidak pernah mengobrol dengan tuan Eros, kalau ingin bicara dengannya harus melewati sekretarisnya, nona Melinda atau Asisten kepercayaannya, tuan Zain.”


Psikhe sedikit berfikir, akhirnya dia menerima pekerjaan tersebut. untuk hari pertama Psikhe dibebaskan menggunakan pakaian apapun karena seragam khususnya belum ada.


Gadis itu berjalan dengan santai melewati karyawan lain yang nampak berbisik dan mengatakan hal-hal aneh mengenainya, ada yang bilang dia ****** penggoda, ada yang bilang sok kenal dengan tuan Eros, ada pula yang sebenarnya mengagumi kecantikannya. Hingga salah satu orang menyeletuk mengenai nama Daphne.


Psikhe mengetik pencarian di ponselnya, sudah sangat lama dia tidak melihat berita yang beredar di internet setelah dia berhenti bekerja.


Daphne Eros, dua nama dalam percariannya yang langsung masuk ke dalam beberapa berita apalagi berita bisnis. Seorang wanita 22 tahun, putri kedua keluarga Archary yang berhasil merebut hati Eros, pengusaha muda kaya raya dan juga tampan mempesona.


Wajah cantik Daphne berambut coklat dengan pakaian mahal saat berada di red carped bersanding dengan Eros menjadi sorotan di beberapa berita internet. “aahh dia memang cantik dan kaya, tapi percuma kalau dia bukan pengantin dewa, pada akhirnya dia akan di singkirkan bukan.” Psikhe dengan percaya diri menyemangati dirinya, bagaimana pun caranya dia harus dekat dengan Eros.


Kebetulan saat melewati denah ruangan, Psikhe melihat ruangan CEO yang ada di lantai 4. Wanita itu langsung masuk lift khusus dan menekan angka 4 hingga sampai di sebuah lorong, tepat belokan dari jauh terlihat sebuah meja kerja dengan perlengkapan lengkap di dekat sebuah pintu tertutup. Mejanya juga terlihat kosong, tidak ada siapapun disana.


“siapa kau? Kenapa bisa di lantai 4?.” Seseorang dari belakang Psikhe mengejutkan wanita itu. Psikhe langsung menengok kebelakang, ada seorang pria yang tak kalah tampan dengan eros berdiri didepannya dengan wajah tanda tanya.


“saya karyawan baru.” Jawab Psikhe


“apa tidak ada yang memperingatkanmu bahwa karyawan tidak boleh berada di lantai 4? Atau kau naik lift khusus?.”


“saya tidak tau.”


“keluarlah, sebelum tuan Eros tau ada karyawan disini, dan jangan pernah masuk lift khusus apalagi berniat naik ke lantai 4.”


“maafkan saya tuan, saya akan turun.” Psikhe kembali masuk lift dan turun menuju lantai dasar, saat keluar banyak orang memandanginya aneh.


Tepat saat itu didepannya berdiri seorang wanita cantik berambut kecoklatan bergelombang yang dibiarkan tergerai, wanita cantik bermake up tipis, memakai dress hitam selutut sama sepertinya namun tentu dengan harga yang berbeda, bukan hanya itu, dia memakai sepatu snikers, bukan high hells, tak lupa tas jinjing mahal yang ada di lengannya bertuliskan YSL.


“selamat siang nona Daphne.” Sapa seorang karyawan dengan sopan saat melewati mereka berdua.


“ah selamat siang nona Daphne.” Sapa Psikhe juga, Psikhe kemudian berusaha berjalan melewati Daphne namun.

__ADS_1


“tunggu.” Ucap Daphne menghentikan langkah Psikhe.


“iya nona?.”


“kau tamu Eros?.” Tanya Daphne memastikan karena Psikhe keluar dari lift khusus.


“saya pekerja baru yang salah masuk lift.”


“ohh begitu, ya sudah lain kali hati-hati, temperamen Eros tidak bagus kalau di kantornya.” Ucap Daphne dengan senyuman.


Daphne pun masuk kedalam lift khusus, setelah lift tertutup, dia merasa aneh pada wanita yang di temuinya barusan, seperti ada yang mengganjal di hatinya entah apa. tapi dia juga seperti ingat pernah melihat wanita itu entah dimana dia melupakan hal tersebut.


“ah sudahlah tidak penting.”


Tingg


Lift terbuka dan Daphne berjalan kearah ruangan Eros bertepatan saat Eros baru saja keluar dari ruangan, wajah pria itu berbinar melihat wanita nya datang menghampirinya.


“baby.” Panggilnya yang membuat Daphne sedikit malu, karena ada Melinda yang menyaksikan mereka berdua.


Eros sedikit berjalan cepat menuju Daphne dan memeluk tubuh mungil wanita itu, mengusap dan mencium bibir wanitanya.


“tumben sekali, kau bosan dirumah?.”


“sangat bosan.”


“bagaimana kalau liburan?.”


“benarkah? Kau kan sangat sibuk.”


“iya, cukup tulis tempat tujuanmu, aku akan membawamu kesana baby.”


“baiklah aku akan menulis tempat yang banyak sekali.”


“aku tunggu sayang.”


“terima kasih.”


Daphne mengangkat paper bag berisi makanan yang di buatnya “mau makan siang sekarang?.”

__ADS_1


“aku lebih ingin memakanmu baby.” Bisik Eros sambil meremas pantat Daphne nakal.


“aaahh Eros.”


Eros memeluk pinggang Daphne, membawa wanita itu masuk ke ruangannya, di ruangan yang terlihat penuh buku-buku dengan rak tinggi, di balik itu ada sebuah ruang rahasia milik Eros, dimana dia biasa berada di sana kalau jenuh pekerjaan, sebuah ruangan lengkap dengan ranjang king size berwarna navy, sebuah lemari navy sekaligus meja dan kaca riasnya, tak lupa sofa navy, semua terlihat dominan warna navy.


Eros menyalakan lampu ruangan tersebut.


“woaahh…. Ada ruangan tersembunyi disini?.” Tanya Daphne sedikit terkejut, wajar bagi Eros yang notabe nya adalah pria kaya yang berkuasa, apa yang tidak dimiliki pria itu.


Daphne duduk di sofa membuka paper bag yang di bawanya dan menyiapkan makan siang mereka di meja.


“kau merekrut karyawan baru? Ku fikir tidak ada perekrutan karyawan saat ini.”


“siapa?.”


“tadi aku bertemu dengan seorang wanita yang mengaku karyawan baru di lantai 1.”


“ah mungkin iya, aku lupa.”


Daphne hanya mengangguk-angguk, Eros adalah orang sibuk, dia tidak akan turun langsung dalam hal sekecil ini.


Selesai menghabiskan makan siang, Eros terus memeluk tubuh Daphne menenggelamkan kepalanya di leher Daphne, bau Daphne adalah candu untuknya, dia akan sangat merindukan bau itu walaupun hanya sebentar. Perlahan Eros mengecup leher Daphne, menghisapnya hingga meninggalkan kiss mark disana.


“Eros.” Protes Daphne sambil mendorong Eros “nanti kelihatan.”


Eros hanya menyengir menampakkan gigi rapinya, pria itu kembali memeluk Daphne erat. “aku merindukan tubuhmu Daphne, please.”


“selesaikan pekerjaanmu, aku akan pulang terlebih dahulu.” Daphne mendekatkan wajahnya di telinga Eros dan berbisik “aku menunggumu daddyh.” Sambil menggoda Eros.


Daphne keluar dari ruangan Eros, menyapa Melinda dan meninggalkan E group, namun saat sampai di Loby, dia kembali melihat gadis yang bertemu dengannya. Seperti tidak asing, tapi Daphne memilih mengabaikan hal tersebut dan keluar menuju mobil yang sudah menantinya,


 


 


*


 

__ADS_1


 


__ADS_2