Eroticism Lost

Eroticism Lost
Episode 9


__ADS_3

Rumah mewah bergaya classic dengan dominan warna cream dan patung dewa-dewa yang menyambut setelah gerbang terbuka, rumah keluarga Archary, rumah peninggalan keluarga Archary sejak bertahun-tahun lamanya. Mobil milik Daniel baru saja memasuki area bangunan mewah itu dan berhenti di belakang mobil yang tak kalah mewah milik Saly, ibu sambungnya.


Daniel melangkahkan masuk kedalam rumah nan mewah tersebut, pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Alexander, adik tirinya yang tengah homeschooling di rumah hanya karena hari pertama masuk sekolah sudah dibuly, Daniel hanya menggeleng kesal, karena lelaki itu sama sekali tidak sama dengannya maupun Daphne, terlalu dimanjakan.


Tujuan Daniel saat ini menuju halaman belakang, ayahnya pasti sudah tau tentang Daphne yang saat ini berhubungan dengan CEO E Group.


“kapan kau tau?.” Tanya seorang pria paruh baya yang tengah duduk di sofa nya


“saat pesta bisnis dan lelang tahunan.”


“anak itu tidak mendatangimu sebelumnya?.”


“sempat datang, untuk meminjam uang.”


“kau kasih?.”


“tidak.”


“anak itu memang lebih cerdik dari yang kau kira, sama seperti ibu kalian dulu, bersiaplah Daphne akan menghancurkanmu.” Ucapan terakhir taun Archary setelah pria itu beranjak dari duduknya berjalan masuk.


“apakah ini yang namanya perang saudara?.” Tanya Daniel kembali


“bukankah kau memukulnya?.”


“bagaimana ayah tau?.”


“bagaimana pun juga dia anak kandung ayah, mana mungkin ayah membiarkannya begitu saja.”


“sejak kapan Daphne berhubungan dengan Eros?.”


“sejak kau memukulnya, Eros menyukai adikmu, dia tidak akan melepaskan Daphne walaupun Daphne mati sekalipun.”


“ayah tau tentang Eros?.”


“dia lebih dari yang kau kira, berdamailah dengan adikmu.”


“TIDAK! lihat saja saat dia hancur.” Daniel berjalan melewati tuan Archary begitu saja.


Daphne masih sibuk dengan kegiatannya, beberapa kali dia bisa tepat sasaran dan hal itu membuatnya sangat bahagia, ada banyak hal yang tidak bisa di lakukannya sejak Sasilia meninggal, dia hanyalah anak buangan karena dia perempuan.


“apa sudah selesai baby?.” Tanya Eros yang baru saja datang setelah satu jam berlalu


“iya, aku bisa.”


“good.” Eros mengusap rambut Daphne lembut.


Setelah menghabiskan waktunya di lapangan panahan dan tembak, Daphne dan Eros memutuskan untuk makan malam bersama hari ini. Pilihan mereka jatuh pada sebuah restaurant korea, untuk pertama kalinya bagi Daphne makan makanan di sana, berbeda dengan Eros yang sering makan disana.


“kau belum pernah?.” Tanya Eros

__ADS_1


“belum.”


“baiklah aku akan menjadi pemandumu disini, makanannya sangat enak, kau akan suka, ku jamin.”


Daphne mangangguk.


Saat tengah menikmati makan malam dengan tenang, pandangan Daphne tertuju pada satu keluarga yang selalu membuatnya muak dan Daphne benar-benar tidak menyangka akan melihat mereka disini.


“Cih.” Decak Daphne kesal, melihat Daphne kesal, Eros melihat arah pandang wanitanya.


“apa kau mau pindah saja?.”


“apa? tidak, biarkan saja.”


Eros hanya mengangguk mengerti, Eros tau kalau wanitanya sangat kesal dan membenci mereka lebih dari apapun, hanya saja karena Daphne memutuskan untuk tetap tinggal, jadilah dia menuruti permintaan wanita itu.


Daphne beranjak dari duduknya menghampiri meja mereka, Eros hanya melihat wanita itu dari jauh, Eros hanya memastikan seberapa besar Daphne menghadapi keluarganya sendirian.


“halo.” Sapa Daphne dengan senyuman tak bersahabatnya


“Daphne.” Sebut Saly, ibu sambung Daphne


“bagaimana kabar kalian?.” Tanya Daphne, pandangan wanita itu sangat tajam terarah pada tuan Archary


“apa mau mu?.” Tanya tuan Archary


Daphne berjalan ke arah Eros dan mengajak pria itu pulang.


Eros memberikan salam pada tuan Archary saat meninggalkan tempat makan tersebut, begitu pula tuan Archary yang juga memberikan hormat pada Eros.


“kau mengenal pria yang bersama Daphne?.” Tanya Saly penasaran


“tuan Eros pemilik E Group.”


“what? Dia.”


“ya benar, dia sangat berkuasa.”


“bagaimana bisa Daphne bersama nya?.”


“aku juga tidak menyangka kalau Daphne bisa bersamanya, karena setahuku tuan Eros tidak suka hubungan serius, tapi mendengar berita bisnis, Daphne memiliki tempat tersendiri bagi tuan Eros.”


“sial.” Umpat Saly, seakan hal sama terulang saat Archary bersama Sasilia yang membuatnya saat iri.


“kenapa kau tidak lebih kaya dari tuan Eros?.”


“kau fikir siapa bisa menandinginya? Bahkan terkaya di dunia juga akan kalah dengannya, dia bukan hanya kaya tapi juga berkuasa.”


“bagaimana kalau Daphne menghancurkanmu melalui tuan Eros?.”

__ADS_1


“Daphne ingin melakukannya tapi tidak dengan tuan Eros, makanlah makananmu keburu dingin.”


Ada banyak hal yang terjadi di masa lalu, sesuatu yang tak pernah di ceritakan di masa depan, rahasia kecil antar seseorang dengan seseorang lainnya, mengikat dan sangat rahasia.


Wajah Daphne terlihat dingin tak bersahabat, wanita itu terus melihat kea rah jendela luar, jalanan dengan lampu-lampu menyala di sepanjang jalan, banyak orang berlalu lalang sehabis pulang kerja.


Mobil itu berhenti di lampu merah, Eros menyentuh lembut tangan Daphne membuatnya menengok kearah pria itu.


“are you okay?.” Tanya Eros lembut


“I’am okay.”


“apa yang bisa aku lakukan untukmu?.”


“tidak ada, terima kasih banyak untuk selama ini.”


“no problem baby.”


Telepon masuk ke ponsel Eros, nama Zain tertera di layar. Eros mengambil ponselnya dan menekan hijau.


“ya. Baiklah, setelah ini saya akan kesana.”


Eros mematikan ponselnya dan memasukkan kedalam saku celana.


“ada apa?.” tanya Daphne penasaran


“tidak ada apa-apa, hanya urusan perusahaan. Aku akan mengantarmu pulang, setelah itu kembali ke perusahaan.”


Daphne hanya mengangguk mengerti.


Sampai di rumah, Daphne langsung keluar dan masuk kedalam bersama para pelayan yang sudah menyambutnya dengan hangat. Berbeda saat berada di rumah keluarga Archary, bahkan pelayan pun tak pernah menganggapnya ada, dan itu semua karena Saly yang tidak pernah menyukai kehadiran Daphne.


“nona Daphne akan makan apa? biar kami siapkan?.” Tanya kepala pelayan pada Daphne yang tengah duduk di ranjangnya


“tolong buatkan sup ayam dan minuman hangat apa saja.”


“baik nona, biar kami siapkan.”


“terima kasih.”


Sembari menunggu makanannya jadi, Daphne memutuskan untuk mendinginkan kepalanya dengan berendam di bak mandi, perpaduan wangi bunga mawar dan air hangat, tak lupa pemandangan lampu-lampu kota yang indah. Daphne tak pernah menyangka kalau pria yang pernah di makinya akan menjadi malaikat untuknya, pria itu seakan candu bagi Daphne walaupun Daphne tak pernah memperlihatkan bagaimana dia sangat ingin di sentuh olehnya setiap saat.


“kau bukan manusia!.” tangis seorang wanita berwajah pucat, tali terikat, dan banyak bekas pukulan di wajahnya.


Plaaakkk


Sebuah tamparan keras mengenai pipi mulusnya, membuatnya kembali tersungkur di tanah dengan cahaya minim.


*

__ADS_1


__ADS_2