
Pagi itu keluarga bramasta sedang berkumpul di ruang keluarga, menikmati kehangatan dan keharmonisan keluarganya.
"Ma mama... ian haus ma, ian mau minum" kata anak kecil yang berumur 5 tahun itu. Dia adalah putra pertama dari pasangan Sandy Bramasta dan Amira Putri yang bernama Brian Sakheil Bramasta.
"Iya sayang, tapi mama kan lagi gendong dedeknya " jawab Amira sang mama yg sedang menggendong Putri kecilnya
"Yaudah mama kasih aja dedek Lia nya sama papa! " jawab Brian dengan polosnya
"Ya gak bisa dong bang, dedeknya kan lagi pengen digendong mama" goda sang papa
"Gini aja sayang, gimana kalau ian pergi ke dapur minta air minum sama bibi? " saran sang mama
"Yaudah deh ian minta sama bibi aja!?mama gak asik" jawab Brian pura-pura merajuk sambil mengerucutkan bibirnya
"Hahaha..... " suara tawa lepas mereka menggema di ruang keluarga, karena tingkah anak kecil itu begitu menggemaskan menurut mereka. Ya, di sana ada kakek Bramasta, nenek Echa, papa Sandy, dan mama Amira
'Lihat saja tawa kalian sebentar lagi akan hilang! aku akan memberikan sebuah kejutan untuk kalian!'batin erik yang turun dari tangga dan langsung melenggang entah pergi kemana. Erik adalah anak angkat keluarga Bramasta, dia dulu ditolong kakek Bramasta dan nenek Echa ketika dia sedang disiksa oleh bos nya.
"Putra kalian memang sangat lucu, lihat saja tadi ketika melihat wajahnya yang merajuk begitu menggemaskan" kata kakek Bramasta
"Ya itulah anak aku pa, dia seperti papanya yang tampan ini. Bukan begitu sayang? " goda Sandy pada istrinya sambil menaik turunkan alisnya
__ADS_1
"Ih apaan sih mas" jawab Amira. Jangan di tanya lagi, pipinya pasti sudah merah merona karena malu akan godaan suaminya itu. Sedangkan nenek Echa tersenyum sambil menggeleng-geleng kan kepalanya atas apa yang dilakukan keluarganya ini ketika berkumpul
"Sudah-sudah lihatlah menantuku itu pipinya sudah seperti kepiting rebus" kata kakek Bramasta menengahi sepasang suami istri itu
Di dapur
"Bibi tolong buatkan susu buat ian ya bi, ian haus" kata Brian dengan manjanya
"Baik den, sebentar ya bibi buatkan dulu" jawab bi Inah yang di angguki oleh Brian
"Ian tunggu di meja makan ya bi" kata Brian
"Iya den" jawab bi Inah
"Kalian harus bereskan keluarga itu dengan tuntas" perintah seseorang itu
"Baik tuan" jawab serempak anak buahnya
"Sekarang jalankan tugas kalian! Berangkatlah" perintah seseorang itu lagi yang di angguki anak buahnya
.
__ADS_1
.
.
.
.
Bruakkk
Suara dobrakan pintu yang sangat keras menampakkan beberapa orang di sebuah rumah mewah.
"Hey apa yang kalian lakukan? " tanya sandy pada orang-orang itu
"Maaf tuan saya sudah berusaha mencegah mereka supaya tidak masuk, tapi mereka bersikeras untuk masuk tuan" jawab pak satpam di rumah itu yang tadi sudah mencoba menghalangi orang-orang itu namun gagal
"Diam kau! Dia tak bertanya padamu bodoh" jawab bos dari orang-orang itu dan langsung menembak satpam itu
Dorr!! Dorr!! Dorr!!
satpam itu pun tergeletak tak bernyawa
__ADS_1
"Heh, apa mau mu? " teriak kakek Bramasta. Sekarang giliran kakek bramasta yang bertanya dengan emosi yg menggebu-gebu, sedangkan mama Amira dan nenek Echa gemetaran menangis histeris setelah apa yang terjadi barusan
hallo guyss jangan lupa beri semangat dengan tinggalkan jejaknya ya๐๐!!! maaf apabila author masih ada typo dalam penulisan๐๐๐