FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Boiler takoyaki with peanut sauce


__ADS_3

Di meja pojok lantai 10 Azkia sedang sibuk mengerjakan file-file yang menumpuk. Otaknya terus bekerja, baru hari pertama magang tapi ia sudah di beri pekerjaan sebanyak ini, mungkin ia harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan ini.


Jam menunjukkan pukul 11.30 ini sudah waktunya makan siang, sesibuk apapun Azkia tetap harus menjaga kesehatannya.


Azkia segera merapikan dokumen di atas meja lalu menyimpan pekerjaan yang sudah selesai dan mematikan komputer.


Azkia turun dari lantai 10 menggunakan lift, lalu berjalan menyusuri lorong menuju kantin kantor, tak beberapa staf karyawan yang berlalu lalang berjalan sambil mengobrol.


Tak heran jika Perusahaan NA Groub merekrut orang-orang berpendidikan dan memiliki sopan santun. Buktinya setiap orang yang berpapasan dengan Azkia selalu menundukkan kepalanya ramah.


Azkia membalas mereka dengan anggukan juga dan tersenyum tipis.


Setelah itu Azkia menatap mereka yang sedang menatap dirinya dengan tatapan heran.


"Segitu cantik naturalnya kah diriku sampai-sampai tatapan mereka begitu kagum dengan diriku?" batin Azkia narsis.


Azkia merasa tidak beres, akhirnya membalikkan badannya.


Ternyata ada seorang laki-laki berperawakan tinggi, berwajah blasteran, dengan setelan jas kantoran formalnya tepat di belakangnya, hanya terkikis jarak beberapa senti saja.


"Astaga.. mungkin para staf tadi menyapa CEO lagi! " batin Azkia menepuk keningnya.


Azkia melihat dari ujung sepatu, lalu naik ke perut, dan terakhir ia mendongakkan kepalanya sambil meletakkan telapak tangannya di dahinya seperti orang hormat.


"Aih.. tinggi banget sih, kek tiang listrik! " kata Azkia pelan.


"Kamu aja yang gak tinggi-tinggi!! dari dulu gak ada peningkatan. Kamu sih yang tinggi darahnya, bukan badannya" ledek lelaki itu.


"Ka.. " teriak Azkia belum selesai langsung berhenti, ia sadar ini di area kantor. Para staf di sana tak ada yang tau kebenarannya. Ia harus bersikap selayaknya anak magang lainnya.


Sementara lelaki itu yang di ketahui CEO di perusahaan NA Groub sudah senyum mengejek.


"Ah, selamat siang tuan Leo" sapa Azkia lembut menundukkan kepalanya, tersenyum tipis.


Lagi-lagi CEO Leo tersenyum mengejek.


"Memanggilku tuan leo rasanya terlalu segan!! jika kamu tidak keberatan, panggil saja aku kak leo" kata CEO Leo dengan suara agak di keras kan, supaya orang-orang sekitar mendengar.


"Dengar!! ini perintah!! " sambungnya lalu tersenyum mengejek.


"Aku yakin, cara kali ini pasti akan berhasil, tidak gagal seperti cara-cara sebelumnya" batin CEO Leo tersenyum penuh kemenangan.


"Dasar!! pemaksaan yang berakhlak!! " gumam Azkia kesal yang masih bisa didengar CEO Leo.


Azkia tersenyum paksa.


"Baik kak leo!! " kata Azkia.


"Good girls!! " puji CEO Leo sambil mengelus kepala Azkia yang terbalut jilbab.


"Kamu ikut saya ke ruangan CEO!! " sambungnya agak keras.


"Kata dokter, orang yang terkena lambung dan darah rendah itu resiko terbesarnya adalah KEMATIAN!! " kata Azkia menekan di ujung kalimatnya.


" Dokter juga pernah bilang kalo gak boleh bergadang, stres, dan TEKAT MAKAN!! " sambungnya lagi.


"Iya iya, mau pesan apa biar ntar di anterin ke lantai 30" kata CEO Leo.


Azkia memberi isyarat pada Leo untuk menunduk, agaknya ia ingin membisikkan sesuatu. Leo menurut menyejajarkan tubuhnya dengan tinggi gadis yang ada di hadapannya itu.


"Apa? " sambungnya.


"..... "


"Haahh?! BOILER TAKOYAKI WITH PEANUT SAUCE? menu baru di kantin kah? " teriak CEO Leo yang membuat ia jadi pusat perhatian para staf.

__ADS_1


"Aihh.. itu loh, boiler takoyaki with peanut sauce alias cilok!! hehe.." kata Azkia.


Membuat CEO Leo menepuk keningnya dan para staf sekitar tertawa kecil, mereka merasa lucu dengan anak magang itu.


"Aelah ribet banget!! tinggal bilang pesanin cilok, gitu aja pakai acara sok inggris pula" CEO Leo mendengus kesal.


Azkia tertawa kecil, lalu mengikuti CEO Leo menuju ruangan CEO di lantai 30.


"Kak leo tadi sengaja kan, biar kia manggil kakak di saat jam kantor?! " ketus Azkia.


"Lah emang" singkat Leo.


"Terus hari ini uda dapet kerjaan banyak banget pasti ulah kak leo" tebak Azkia.


"Lah emang" kata Leo singkat lagi.


"Suruh siapa seminggu ini gak bisa di hubungi" sambungnya.


"OMG kak leo, yang gantengnya masya Allah, dan tingginya menandingi tiang listrik. Cuma kemarin malem aja ya, kia ga ngerjain file-file yang di kirim kakak lewat E-mail. Setiap malem juga, kia ngerjain terus" kata Azkia.


"Iya juga sih, tapi tetep aja" kata Leo tak mau kalah.


"Emang kemarin malem kemana? " sambungnya penasaran.


"Mau tau banget ya? " tanya Azkia, Leo mengangguk.


"Otw ke kasur, kecamatan bantal, kabupaten guling, desa selimut, dan dusun mimpi!! " ketus Azkia yang masih kesal.


"Uluh uluh.. makin cakep, makin alim, makin uwawawawaw" bujuk Leo.


"Pertama-tama muka kia emang cakep, terus kalo di bilang kalem kayaknya kia masih dominan bar-bar nya.Di bilang baik,kadang kia juga jahat."


"Di bilang sabar, kayaknya kia orangnya ngegas.Lah ini di bilang alim Aamiin Ya Allah, kia doa dulu" kata Azkia sambil menengadahkan tangannya lalu mengusap mukanya.


"Kagak sadar diri?!! EMANG" sambung Azkia songong.


"Harus dong.. ibarat aja gini, emang langit menjelaskan bila dia tinggi? berlian berkoar kalo dirinya berharga? gak kan? sama kek kita, orang baik gak perlu ngejelasin kalo dirinya itu baik. Orang juga bisa nilai sendiri, karena pada dasarnya setiap manusia memiliki pandangan masing-masing. Maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di hadapan orang lain." kata Leo menyetujui.


"Bener banget, karena semua itu, apapun itu pada akhirnya akan terbongkar, karena Allah gak tidur. Jadi se bruntal apapun pikiran orang, santuy aja kalo kuat liatin sambil ngopi, ASEEEKK" timpal Azkia.


"Iya, tapi juga kita jangan meremehkan perbuatan baik yang ada di hadapan kita, seperti hadist Imam Ibnu Qayyim " kata Leo.


"Tau, gini kan bunyinya boleh jadi saat kau tidur, puluhan doa naik untukmu. Dari si fakir yang kau tolong, dari si miskin yang kau beri makan, dan dari si sedih yang kau hibur. Maka janganlah engkau meremehkan perbuatan baik yang ada di hadapanmu. " kata Azkia.


"Ooh ya btw soal jodoh, dia gimana? " tanya Leo.


"Dia? dia uda tunangan kek nya" kata Azkia.


"Itunya gapapa kan? "


"Ambyar mak pyar!! " kata Azkia tersenyum getir.


"Pantesan, kedengeran sampai apartemenku, aku kira suara apa?! ternyata hancur hatimu yang berkeping-keping itu" goda Leo mencoba menghibur Azkia.


Azkia tersenyum tipis.


"CINTA!! ternyata Cinta tuh cabe, enak tapi nyiksa"


"Cinta itu lebih kuat dari matematika, lebih luas dari fisika, dan lebih kerasa dari biologi" kata Azkia.


"Uda uda.. ntar kalo gak ada yang mau sama kamu, nikah aja sama babang tamvan!! " kata Leo sambil menepuk dadanya narsis.


"Gak mau"


"Dih, to the point banget sih" kata Leo.

__ADS_1


"Gak perlu basa-basi, karena yang to the point lebih sampai ke hati!! "


"Ooh gini? ngajak kia ke sini buat bahas kek gini doang? " kata Azkia sambil memasukkan ciloknya yang masih bulat ke mulut.


"Hehe.. engga sih, sebenarnya aku mau bilang kalo perusahaan dia sudah seminggu ini mengalami kebangkrutan, karena kecurangan dari orang yang sama selama ini, tapi dia orangnya gigih, dia mencari suntikan dana dari beberapa perusahaan, mencoba mengajukan kerjasama dengan perusahaan yang masih mau bekerjasama dengannya. Jadi kamu ga.. "


Belum sempat Leo menyelesaikan kalimatnya, mukanya sudah kena cilok Azkia yang melompat dari mulut Azkia.


Saking terkejutnya, cilok pun ikut melompat.


"Seriously? "


"Of course!! " kata Leo sambil mengelap mukanya menggunakan tissue.


"Maaf" cicit Azkia.


"It's okay"


******


Malam hari di Kediaman Dirgantara.


Azkia baru turun dari kamar, ia berjalan menuju meja makan.


"Kia" panggil grandma.


"Ya? kenapa ma? " tanya Azkia sambil menuangkan air putih ke dalam gelas, lalu di minum.


"Mobilmu itu kok kotor banget sih, besok cuci dulu lah ki!! " perintah grandma.


"Ga usah lah ma, ntar juga kotor lagi" kata Azkia sambil mengambil piring ingin makan.


"Eitss.. mau ngapain? " tanya grandma, sementara grandpa hanya menjadi pendengar terbaik bagi kedua wanita di hadapannya itu.


"Mau makanlah"


"Gak usah lah, besok juga lapar lagi" kata grandma santai.


"Hufftthh... iya iya, besok kia cuci. Uda kan? " kata Azkia, grandma tersenyum.


"Ki, grandma pingin tukeran akun fb sama kamu, sandinya apa? " tanya grandma.


"Surah al-baqarah beserta artinya!! "


"Astagfirullah wr. wb.. " kata grandma mengelus dada.


"Eeh?? sejak kapan istigfar berlanjut dengan salam? " tanya Azkia.


"Eh salah ya? habis panjang bener? " kata grandma.


"Iya lah, emang punya grandma apa? "


"Oh itu, teks UUD 1945!!" kata grandma santai.


"Panjang bener!! " sahut grandpa.


Grandpa hanya bisa menepuk keningnya, jika kekonyolan keduanya sudah kumat.


"Yang satunya surah al-baqarah beserta artinya, yang satunya teks UUD 1945!! seharusnya it.. "


"Diam" kata Azkia dan grandma bersamaan memotong kalimat grandpa.


"Huuuuufffttthh... iya iya, bener kalo makluk paling benar itu pertama perempuan, ke dua wanita, ke tiga gadis, ke empat cewek, ke lima Putri, ke enam kaum hawa, dan ke tujuh betina" kata grandma terkekeh.


Azkia dan grandma yang mendengarkan ucapan grandpa langsung mengalihkan penglihatannya, melihat grandpa.

__ADS_1


__ADS_2