FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Iri bilang bos!!


__ADS_3

"Sudah bos" bohong orang yang membawa bayi itu.


"Kerja bagus, sekarang cepatlah kembali ke tuan Erik kita akan mendapatkan bonusnya" perintah sang bos.


"baik bos" jawab orang yang membawa bayi itu 'aduh bagaimana ini? ' tanyanya dalam hati sambil keluar dari mall.


"Maaf tuan.. nyonya.. apakah kalian bisa membantu saya untuk merawat bayi ini? tanya orang yang membawa bayi itu pada sepasang suami istri yang akan memasuki mall. Tadi setelah keluar dari mall ia berpapasan dengan sepasang suami istri itu, dibenaknya mereka pasti mau mambantu nya di situasi yang mendesak seperti ini.


"Tetapi mengapa tidak kau saja yg merawatnya? Bukankah ka.... "jawab Alexander yang belum selesai sudah dipotong oleh orang pembawa bayi itu.


"Maaf tuan.. nyonya.. tapi saya sudah tidak memiliki banyak waktu lagi" potong orang yang membawa bayi itu dengan perasaan khawatir.


"Tidak tidak... aku tidak ingin merawatnya, memangnya kemana orang tuanya? Oh atau jangan-jangan kau ayah yang tak menginginkan anak ini, maksudnya dia anak hasil zina? Makanya kau ingin membuangnya bukan? Lalu di mana wanita mu ?Mengapa tak kau suruh dia saja yang mengurusnya?" tanya Alexander cepat-cepat dengan penuh selidik.


"Tidak tuan saya bukanlah ayahnya. Sebenarnya saya adalah suruhan orang untuk membunuh bayi ini, akan tetapi saya tidak tega tuan. Maka rawatlah dia tuan! Apa anda tega melihat bayi yang tak berdosa ini lenyap begitu saja? " jawab orang yang membawa bayi itu.


"Jangan... jangan kau bunuh dia. Baiklah kami akan membantumu merawatnya" kata Viona sambil mengambil alih bayi yang berada di gendongan orang itu. Lalu ia pun bertanya pada sang suami "Bolehkan dad? ".

__ADS_1


"Eh, iya deh mom" jawab Alexander pasrah.


"Terimakasih tuan.. nyonya.. karena telah mambantu saya" kata orang yang tadi membawa bayi "Kalau begitu saya pamit ya tuan.. nyonya.. " sambung orang yang tadi membawa bayi sambil melenggang pergi dan di angguki Viona


.


"Pergi tinggal pergi, kami juga gak nahan kamu kok" celetuk Alexander yang di pelototi Viona.


"Iya.. iya.. mom, sensi banget ih lagi PMS ya? " sambung Alexander yang di pelototi Viona lagi, membuat Alexander menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil cengengesan.


"Ayo pak jalan! " perintah Alexander pada sang sopir yang sekarang sudah berada di dalam mobil dan di angguki oleh sang sopir.


"Eh tunggu, mengapa kalian membawa bayi ini? " tanya Dirgantara, orang di balik kaca mobil itu adalah Dirgantara.


"Jadi begini yah, bayi ini mau dibunuh oleh seseorang. Tapi karena orang suruhannya itu tidak tega makanya bayi ini diberikan kepada kita untuk mambantu merawatnya" jawab Alexander.


"Benar begitu menantuku? " tanya Dirgantara pada menantunya yang di angguki oleh Viona, sementara Alexander sudah memicingkan matanya.

__ADS_1


"Cih.... kenapa ayah seolah-olah lebih percaya pada Viona tidak pada ku, sebenarnya anak ayah itu Aku apa Viona sih? " gerutu Alexander yang di abaikan oleh Dirgantara, sementara Viona sudah tersenyum mengejek.


"Kasihan sekali dia" kata Dirgantara yang dibenarkan oleh anak dan menantunya.


"Maka dari itu kita akan segera kembali ke apartemen untuk mengemasi barang-barang dan kembali ke Jakarta" kata Alexander yang di angguki oleh istrinya. Mereka datang ke kota itu rencananya ingin berlibur, tapi liburan mereka jadi gatot(gagal total).


"Maksudmu kita akan kembali ke Jakarta besok? " tanya Dirgantara dengan tatapan tak percaya.


"Iya ayah, kita gak boleh egois mementingkan liburan kita. Karena bagaimanapun keselamatan bayi ini jauh lebih penting, soal liburan bolehlah kita kapan-kapan ke sini lagi" kata Viona memberi pengertian pada sang mertua.


"Baiklah, ambil baiknya aja" jawab Dirgantara


"Kalo sama menantu kesayangannya aja nurut terusss" sindir Alexander


"Heh, biarin ajalah IRI BILANG BOS!! " sahut Dirgantara.


Jangan lupa beri dukungan yg sebanyak-banyaknya buat author biar semangat 45 nih nulisnya, hehehe😋😋

__ADS_1


__ADS_2