FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
ASRA CAFFE


__ADS_3

"Hah" terkejut Azkia dkk


"ARDI PUTRA NUGARAK? " sambung Azkia dkk dengan keterkejutannya, sementara bunda sudah senyum-senyum.


"Ardi ardi.. ternyata belum bisa lagi hmm? " kata bunda tersenyum merasa gemas dengan bocah di hadapannya itu " namanya tuh Ardi putra nugraha.. tapi ya gitu deh, masih susah tuh lidah" sambung bunda.


"Ooh.. " Azkia dkk ber-oh ria


"Yaudah bun kami pamit dulu ya, assalamu'alaikum bunda" pamit Azkia dkk sambil mencium punggung tangan bunda bergantian "dadah... ardi" sambung ketiganya melambaikan tangan pada ardi.


"Wa'alaikumsalam.. hati-hati di jalan ya! " jawab bunda yang di angguki ketiga anak gadisnya.


"Dadah kak... " jawab Ardi sambil membalas lambaian kakak-kakak cantiknya.


"Yaudah, masuk gih ar! "perintah bunda.


"Iya bun" jawab Ardi menurut.


"Eh guys kita mampir ke cafe bentar yuk" ajak Aira antusias.


"Boleh juga, lagian udah lama juga gak ke sana" jawab Asna.


"Emm.. Okee juga tuh, kuy lah! " jawab Azkia.


Mereka pun melajukan kendaraannya membelah keramaian ibu kota menuju cafe.


*******

__ADS_1


Sesampainya di ASRA CAFFE mereka langsung masuk melewati pelanggan yang sangat ramai itu.ASRA CAFFE sendiri di dirikan oleh ketiga sahabat ,yang merupakan Azkia, Asna, dan Aira semenjak kelas 3 SMA.


Kira-kira seperti ini ya guys gambar cafenya..




Ini menunya ya guys..




"Maaf mba... ada yang bisa kami bantu? " tanya seorang wanita yang nampaknya seorang karyawan di cafe itu.


"......" mereka bertiga pun saling pandang.


"Maaf mba, apa mba karyawan baru di sini? " tanya Azkia.


"Iya betul mba, saya karyawan baru di sini. Sebelumnya saya minta maaf, memangnya ada apa ya? " jawab karyawan wanita itu dengan sopan.


Belum sampai Azkia menjawab, muncullah nina dari arah belakang.


"Eh mba-mba bos ada di sini rupanya? " sambut Nina yang memang sudah tau jika Azkia, Asna, dan Aira ialah pemilik ASRA CAFFE. Sementara karyawan wanita itu pun semakin mengernyit bingung, ia masih mencoba mencerna ucapan yang di lontarkan partner kerjanya itu. Pasalnya tadi mereka bertiga bertanya padanya dan sekarang partner kerjanya menyambut mereka dengan penuh rasa hormat? Sebenarnya siapa mereka bertiga ini, pikirnya.


"Iya nin kebetulan tadi habis dari panti, jadi sekalian mampir bentar" jawab Asna yang di angguki kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Oh ya nin, ini namanya siapa? Apa dia yang kamu maksud di telpon kemarin? " tanya Aira.


"Oh ya mba bos, ini namanya Rasti karyawan baru yang saya maksud waktu di telpon kemarin, dan untuk rasti ini mba-mba bos kita di sini"jawab Nina memperkenalkan.


Sebenarnya Nina di suruh manggil mereka dengan nama saja, toh usia mereka lebih muda dari Nina walaupun terpaut 2 tahun. Tapi nina tak mau, karena ia merasa tak pantas jika harus memanggil dengan nama saja, akhirnya ia memutuskan untuk memanggil mba bos saja.


"Ma.. maaf bu saya telah lancang terhadap ibu, saya benar-benar tidak tahu akan hal ini" jawab Rasti dengan gugup.Pasalnya ia tak mau punya pengalaman di pecat dalam durasi hitungan hari saja, masa baru masuk kerja terus di pecat, kan gak lucu!!


"Eh gak papa kok gak usah gugup gitu kita bukan karnivora kok, jadi santai aja gitu selow.Sungguh ku selow.. amat selow tetap selow santai... santai jo.. eh? kok malah jadi nyanyi sih" kata Azkia yang tersadar, sementara Aira dan Asna sudah memicingkan matanya.


"Udah intinya gak papa, gak usah terlalu formal gitu lagi, dan satu lagi panggil kita-kita ini nama aja. Saya Azkia, sebelah saya Aira dan paling ujung itu namanya Asna. " sambung Azkia dengan menunjuk Asna dan Aira.


"Ah iya mba Azkia, mba Asna, dan mba Aira, sekali lagi saya minta maaf ya mba" jawab Rasti.


"Udah sih ras santai aja, kalo kata orang Jawa mah 'ojo sepaneng' ya gak as? " kata Aira yang di angguki Asna.


"iya mba, kalau gitu saya permisi dulu ya mba... " jawab Rasti yang di angguki Azkia dkk.


"Oh ya, gimana perkembangan cafe nin selama kita-kita gak ke sini? " tanya Azkia.


"Lancar-lancar aja sih mba, pengunjung juga semakin ramai dari hari ke hari" jawab Nina,nina memang orang kepercayaan mereka bertiga untuk mengurus cafe. Ia merupakan anak dari panti yang di besarkan oleh bunda, ia memutuskan bekerja setelah lulus SMA. Sebenarnya Azkia sudah menawarinya untuk melanjutkan kuliah, namun Nina tak mau entah apa alasannya.


"Wah beneran? Bagus dong kalo gitu" jawab Aira antusias yang di angguki Asna.


"Yaudah kita ke ruangan kita dulu ya nin? "Kata Azkia sambil berjalan meninggalkan Nina yang di ikuti kedua sahabatnya.


"Kita bagi tugas aja, Azkia cek keuangan, Asna cek CCTV nya gimana ada pengunjung yang buat keributan tidak, dan Aku cek pacar kita-kita dulu.. Okee? " kata Aira menjelaskan.

__ADS_1


"Sippp deh" jawab keduanya hampir bersamaan sambil mengacungkan kedua ibu jari mereka.


Okee thanks ya ๐Ÿ™๐Ÿ™buat yang udah pada mampir ke karyaku, yang terutama buat yang udah like๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Semoga kalian semua para readers di beri kesehatan, dalam perlindungan ALLAH SWT semua, karena yang utamakan kesehatan dulu ya? kalo kalian ga sehat mana bisa baca novel kan ya? apa ada yang walaupun sakit tapi masih mikirin ah, episode selanjutnya novel kesukaan aku apa ya kira-kira? apa ada yang kek gitu? kalo ada berarti kita sama๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2