
"Ekhem, nona risma!! " teriak Key di sambungan telepon.
Sontak saja risma yang menerima telepon dari atasannya itu langsung bergegas ke ruangan CEO, karena ia baru memasuki gedung perusahaan di lantai bawah.
"Huh.. huh.. " asisten Risma sampai di ruangan CEO dengan deru nafas yang tak beraturan.
"Ke.. what!!!! " teriak Risma terkejut, kali ini jantungnya ingin terlepas karena melihat sekertaris baru sedang duduk menyilang dengan belahan rok panjangnya yang menyingkap menampakkan kaki jenjangnya dan betis, menunduk saja bagian anunya pasti sudah kelihatan.
Setelah melihat ekspresi terkejut dari sang asisten, Key pun angkat bicara.
"Kau itu sebenarnya ingin mencarikan aku sekertaris, atau sedang mencarikan para wanita untuk seorang casanova nona risma!! " kata Key dengan menekan setiap kata yang ia lontarkan.
"Kenapa bisa ada yang bulat tapi bukan tekat dan ada yang mantap tapi bukan penyedap?! " sambung Key mengembuskan nafasnya perlahan.
Asisten Risma menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Mau bagaimana lagi CEO key yang terhormat? huh.. aku sungguh lelah, sudah berapa sekertaris yang tidak cocok di matamu hmm? tidak ada satu pun yang cocok dengan keinginanmu! " keluh asisten Risma.
Key menghembuskan nafasnya perlahan.
"Sekertaris ririn!! "
"Saya pak!!" jawab sekertaris Ririn cepat, langsung berdiri.
"Mau mengundurkan diri sendiri atau keluar dengan cara tidak terhormat?! saya di sini memang seorang CEO dan kamu sekertaris nya. Saya cuma mau mengingatkan bahwa ini dunia nyata bukan dunia novel yang menceritakan seorang CEO naksir sekretarisnya, sekali lagi saya ingatkan ini bukan dunia novel yang sering kamu baca. Jadi kalo kamu masih mau bekerja di sini, tolong jaga jarak dan perbuatan dengan sewajarnya" tegas Key.
"Aih.. malu sekali aku, kenapa CEO bisa tau jika aku suka membaca novel!! " batin sekertaris Ririn pucat, dia sungguh malu yang teramat.
"Sekertaris ririn!! " panggil Key lagi.
"Ya saya!! baik saya akan segera mengajukan surat pengunduran diri " kata sekertaris Ririn gemetaran.
"Good girl!! " kata Key.
Tok.. tok.. tok..
"Permisi.. " kata kepala HRD.
"Masuk!! " kata Key dan asisten Risma.
"Maaf pak, saya ingin menyerahkan daftar nama anak magang dari berbagai kampus pak" kata kepala HRD menyerahkan sebuah map.
CEO Key menerima map itu lalu membacanya.
"Tolong panggilkan anak magang yang bernama Aira Putri Wiratama!! " perintah Key pada kepala HRD.
"Baik pak" ketua HRD segera keluar dari ruangan CEO.
Di ruangan tempat magang.
"Dengan Airin Putri Wiratama?" panggil kepala HRD.
"Saya pak!! " kata Aira cepat.
"Ikut saya sebentar, CEO memanggilmu" kata kepala HRD.
Aira melangkahkan kakinya mengikuti kepala HRD.
"Huh.. menyebalkan sekali!! hari pertama kali magang saja sudah main panggil-panggil" batin Aira mendengus kesal.
__ADS_1
"Permisi pak, ini anak magang yang anda cari" kata kepala HRD.
"Baik terimakasih pak panji, anda bisa kembali ke meja kerja anda lagi" kata Key.
"Baik, mari pak.. " pamit kepala HRD melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan CEO, di ruangan itu tinggal CEO Key, asisten Risma dan Aira.
"Oke, dari data yang saya baca kamu saya tugaskan menjadi sekertaris sementara buat saya! " kata Key tegas.
"Cih.. anda ini CEO modelan seperti apa? hari magang pertama kali sudah dipercayakan menjadi seorang sekertaris" cibir Aira.
Key dan sekertaris Risma memelototkan mata mereka, baru kali ini ada orang baru yang berani mencibir CEO.
"Menarik!! sepertinya CEO menemukan tandingannya! " batin Risma menyunggingkan senyumnya.
"Oke, jika seperti itu!! kamu Aira Putri Wiratama anak magang di kantor BSB Company, akan menjadi sekertaris saya mulai hari ini hingga hari magang kamu berakhir!! " kata Key dengan suara tinggi dan tegas. Aura dingin seorang pemimpin di dirinya seketika keluar.
"Mana bisa be.. "
"Apa?! mau bantah? silahkan.. jika kamu ingin saya kembalikan ke kampusmu dengan cara yang tidak terhormat!! " kata Key memotong kalimat Aira.
"Menyebalkan sekali anda ini pak!! tapi setelah saya ingat-ingat sepertinya bapak yang mengoleskan lip balm di depan ASRA CAFFE waktu itu deh" celoteh Aira.
"Apa waktu itu meeting dengan klien? eh tapi kenapa gak di restoran aja?" sambung Aira.
"Biarin lah.. horang kaya mah bebas!! " sewot Key.
"Heleh.. hati-hati pak, jangan mentang-mentang anda jadi atasan jadi sombong!! soalnya di pasar ,atasan di obral 100 ribu dapet 3 pcs" ledek Aira, asisten Risma pun menahan tawanya, sedangkan Key memicingkan matanya menggeram kesal.
"Baru kali ini CEO banyak bicara dengan orang yang baru di temui nya" batin asisten Risma.
"Gak usah ngambek deh pak, soalnya kalo ngambek tuh makin imut tau" kata Aira centil.
"Imut kok!! kayak kendaraan lagi jalan itu"
"Eh maksudnya? " kata asisten Risma, sedangkan Key sudah memasang ekspresi datarnya.
"Iya kayak kereta api itu, cute.. cute.. cute.. " kata Aira tergelak.
"Dih gaje.. " kata asisten Risma ikut tergelak.
"Haaaah.... kenapa jadi tambah personil lagi, ternyata dia jauh lebih konyol dari pada Risma" batin Key.
"Diam!! " bentak Key.
Sontak saja Aira dan asisten Risma diam, menutup mulut mereka rapat-rapat.
*****
Sekarang Aira, Key, dan sekertaris risma berjalan menuju parkiran, karena ada meeting dengan klien di luar.
"Aaa.. copet.. copet.. tolong!! ada copet.. " teriak Aira yang sekarang berada di jejeran tempat parkir sepeda motor, ia berjalan menuju mobilnya ingin mengambil sesuatu.
Sontak saja Key dan asisten Risma yang berdiri tak jauh darinya, menoleh. Lalu Key menatap Aira dengan tatapan datarnya, sedangkan asisten Risma sudah menahan tawanya.
"Eh ayam ayam!! kenapa gak di lepasin sih? tolong woii tolong!! " teriak Aira, untung keadaan sekitar sedang sepi.
"Kau lihat.. dia sungguh konyol melebihi dirimu!! " kata Key malas.
"Yang mau nyopet kamu tuh siapa? " teriak Key.
__ADS_1
Mendengar teriakan Key, refleks Aira menoleh ke belakang. Ternyata tasnya nyangkut di spion sepeda motor.
"Omo... malu banget aku, hufffhh serasa ingin pindah ke planet pluto saja!! " batin Aira dengan rona merah yang ada di kedua pipinya.
Asisten Risma yang sudah tidak tahan menahan tawanya, tertawa terbahak-bahak.
Sementara di kediaman Key.
Kondisi mamanya Key jauh lebih baik, perlahan ia sudah seperti dulu lagi.
Sekarang Dion sedang memeriksa kesehatan papanya Key.
Saking lamanya mereka sudah akrab sehingga Dion di suruh memanggil mama dan papa seperti Key.
"Papa tau penyebab serangan jantung yang di alami papa? " tanya Dion setelah selesai pemeriksaan.
"Faktor U mungkin" kata papa Key sekenanya.
"Bukan, ini tuh karena rokok" kata Dion.
Benar saja ,selama mama Key mengalami koma, papa Key keseringan merokok.
"Alhamdulillah.. " kata papa Key bersyukur.
"Kok syukur? " tanya uncle Erland heran.
"Tadi aku pikir dion akan menyalahkan aku, tapi ternyata yang salah rokoknya hihi.. " kata papa Key cekikikan.
Dion, uncle Erland, dan mama Key menepuk kening mereka.
"Makanya, kalo gitu jangan mengulangi kesalahan yang sama!! " kata uncle Erland.
"Kok gitu kak? " tanya papa Key bingung.
"Ya iyalah, kan masih banyak kesalahan lain yang harus di coba!! " sarkas uncle Erland.
"Sekarang papa istirahat aja dulu, kantor biar bangkey aja yang handle" kata Dion.
"Bangkei? " mama dan papa Key bingung.
"Hehe.. bang key maksudnya" kata Dion cengengesan.
Mereka berdua mengangguk paham.
"Iya yon, banyak orang di luaran sana yang bilang kalo duit itu gak menjamin sebuah kebahagiaan dalam keluarga. Itu emang bener, tapi kalo kita gak punya duit kan hidup kita makin tak terjamin. Jadi selama kita masih hidup, kita harus menggunakan waktu sebaik-baik nya dan seperlunya manusia hidup" kata papa Key bijak.
Dion mengangguk membenarkan saja.
"Sayang?? " panggil papa Key.
"Ya? " kata mama Key.
"Kalo pasien yang terkena gejala rindu dilarikan kemana ya ma? " kata papa Key cengar-cengir.
"Tau, di ruangan i see you" kata mama Key ikut cengar-cengir.
"Ekhemm!!" Dion dan uncle Erland berdehem secara bersamaan.
"Kacang itu emang gurih!! " kata uncle Erland.
__ADS_1
"Tapi di kacangin juga perih!! " timpal Dion tersenyum getir.