
"Udah gak usah terlalu di pikirin, yang penting kan jantungmu gak lompat dari sarangnya" canda Azkia mencoba menghibur Aira.
Baru saja Asna ingin ikut menimpali, namun dosen sudah datang.
"Morning anak-anak " sapa dosen Harris.
"Morning juga dosen" jawab serentak.
"Baiklah ,sebelum mata kuliah di mulai, saya ingin menyampaikan rasa terimakasih saya ,karena di beri kesempatan untuk bertemu dengan kalian dan bisa mengenal kalian. Berhubung dengan tugas saya sebagai dosen pengganti sudah selesai maka hari ini adalah hari terakhir saya mengajar di sini. Saya meminta maaf bila ada perilaku, tutur kata saya selama menjadi dosen, yang mungkin membuat kalian tersinggung atau apalah itu, saya benar-benar meminta maaf pada kalian semua. Baik, sampai sini bila ada pertanyaan silahkan bertanya dulu sebelum saya mulai mata kuliah hari ini" kata dosen Harris.
"Dosen.... aku mau kasih tau deh, penting banget" kata Asna sambil melirik Azkia.
"Iya, apa as? " tanya dosen Harris.
"Semalem tuh ya, aku mimpi nikah sama dosen" kata Asna melirik Azkia lagi.
"Alhamdulillah.. " saut Azkia agak sinis.
"Kok malah bersyukur sih ki? " tanya serentak yang berada di kelas.
"Kamu seneng ki? " tanya Aira heran, Azkia mengangguk.
"Iya seneng.. karena cuma mimpi!! " kata Azkia dan dosen Harris bersamaan.
"Cieee... samaan" sorak satu kelas.
Azkia menatap dosen Harris, terdiam sejenak lalu menghembuskan nafasnya perlahan. Teman-temannya yang melihat tingkah Azkia merasa heran, salah satu mahasiswa bertanya pada Azkia.
"Kamu kenapa ki? " tanya Tono, yang diketahui sang mahasiswa itu, teman-temannya mengangguk membenarkan.
"Hmm... pusing aku tuh" kata Azkia.
"Pusing kenapa? " tanya Tono lagi, lagi-lagi teman-temannya mengangguk.
"Nanti kia ceritain, sekarang kita mulai pelajaran dulu ya tampan... cantik.. bayar kuliah pakai cuan bukan pakai daun. Apalagi orang tua kalian bekerja keras mencari cuan, sampai keluar urat-urat nya itu. Jadi kita harus kuliah yang bener, rampok ilmu sebanyak-banyaknya " canda Azkia.
"Makin cakep ih kalo gini, yaudah mulai pelajaran aja yok, dari pada bicara yang unfaedah, gak suka aku" kata Tono.
"Aku sayang kamu kia, lope lope deh" sambung Tono cengengesan.
"Kia juga ton" kata Azkia santai, membuat satu kelas tersentak kaget dengan jawaban Azkia.
"Jadi?? "
"Ternyata selama ini kamu juga sayang sama aku? " tanya Tono dengan tatapan tak percaya.
"Ish... bukan gitu, maksudnya kia juga gak suka membicarakan hal yang unfaedah, tono!! " kata Azkia.
"Hehe... kirain,padahal kalo iya mau aku pacarin" cengir Tono.
"Ya kali kia mau sama kamu ton. Nih ya kia bilangin, kalo cowok berani mencintai itu juga harus berani menikahi. Bukannya pacaran haha hihi sana-sini, bisanya obral janji kan jadi sana-sini banyak yang terlukai, akhirnya menumpuk sakit hati. Kan saket sekale epribadeh!! " canda Azkia yang di sambut gelak tawa satu kelas.
Azkia adalah anak yang periang, friendly, suka gampang akrab. Jadi kayak di kira PHP gitu, tapi tidak dengan teman-teman satu kelasnya karena memang sudah tau sifat Azkia yang suka bercanda. Mereka senang bisa kenal dengan Azkia, karena mereka merasa terhibur, terlebih lagi Azkia tak pilih-pilih dalam bergaul(dalam artian miskin/kaya sama saja, sama-sama manusia). Azkia ini banyak yang naksir lho, karena anaknya mudah bergaul.
"Jangan samakan kia dengan para wanita lain ton, karena semua wanita itu tidak sama. Tidak semuanya gampangan, yang mau di ajak sana-sini seperti k**c*l murahan" celetuk Asna.
"Iya bebeb Asna" kata Tono genit dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Uda uda.. "
"Hayuk dosen!! cuss mulai pelajaran" kata Azkia.
"Kuy!!! " kata teman-teman serentak.
Dosen Harris tersenyum lalu memulai pembelajaran.
Jam pembelajaran sudah berlalu, ketika Azkia sedang sibuk dengan catatan-catatan kecil di buku kecil yang selalu menemaninya setelah perkuliahan di kelas selesai, ia melihat dosen Harris ingin meninggalkan kelas.
"Dosen Harris!! " teriak Azkia.
"Ya? " kata dosen Harris.
"Dosen ada pulpen gak? " tanya Azkia cengengesan.
"Ada" kata dosen Harris sambil mengeluarkan pulpen dari kantongnya, lalu menunjukkannya pada dosen Harris.
"Pinjem boleh? " tanya Azkia.
"Boleh, pakai aja ra" kata dosen Harris.
"Kalo uda ga di pakai, di simpan ya ra" sambungnya lagi.
"Buat apa? " Azkia mengernyit heran.
__ADS_1
"Ntar buat tanda tangan di surat nikah" kata dosen Harris.
"Hehe... dosen mah bisa aja ngebanyolnya" kata Azkia cengengesan padahal dalam hati ia tersenyum miris.
Teman-teman satu kelasnya yang kebetulan masih berada di dalam kelas langsung menutup muka mereka dengan buku masing-masing ,mereka benar-benar iri dengan ke-uwwuan mereka berdua, ah serasa dunia ini milik mereka berdua saja!!
"Yaudah deh, orangnya gak dapet ,pulpennya pun jadi. Lumayan masih baru ini, hehe.. " kata Azkia cengengesan.
"Makasih dosen" sambung Azkia.
Dosen Harris mengangguk lalu berlalu meninggalkan kelas.
********
Sepulang kuliah Azkia pergi ke Mall membeli kebutuhan grandma nya, tadi pagi Azkia di titipin beberapa kebutuhan grandma nya.
Ia mencari kebutuhan grandma, lalu pergi ke Gramedia. Ia ingin membeli buku referensi dari dosen.
Azkia memilah milih buku yang berada di rak, ia juga kepincut dengan salah satu novel, maka ia membelinya.
Sekarang ia berada di kasir siap untuk membayar.
Azkia keluar dari Mall menenteng 2 kantong yang lumayan besar, ia berjalan dengan santainya dan penuh percaya diri. Orang cantik mah bebas, bawa kantong kresek pun tetep aja cantik, wkwk.
"Nara... "
"Nara"
Azkia menghentikan langkahnya, membalikkan badannya, mengedarkan pandangannya mencari sosok yang memanggilnya.
"Eh dosen, assalamu'alaikum dosen" sapa Azkia.
"Wa'alaikumsalam nara" jawab dosen Harris.
"Banyak banget belanjanya, mau di bantuin? belanja apa aja sih? " sambung dosen Harris, ia juga menenteng 2 kantong kresek. Kalo dosen Harris mah biasa, di suruh umi ke Mall belanja di bawain catatan yang super banyak dan agak rumit.
"Makasih... tapi gak usah dosen, ini gak seberapa kok. Ini pesanan grandma sekalian kia beli buku referensi " kata Azkia.
"Dosen sendiri juga belanja? " sambung Azkia, dosen Harris mengangguk membenarkan.
"Yaudah kia duluan ya dosen, assalamu'alaikum " pamit Azkia.
"Wa'alaikumsalam... nara tunggu!! " kata dosen Harris.
Azkia menghentikan langkahnya, menoleh menatap dosen Harris.
"Kenapa sekarang sikap nara berbeda dengan saya? " tanya dosen Harris serius.
"Enggak kok, perasaan dosen aja kali"
"Kata asna kia harus pandai-pandai noto ati ben uripe mukti, noto ilat ben ora kualat, noto roso ben ora ciloko, noto polah ben ora salah"
"Gitu kata asna, kalo gak salah" kata Azkia santai, lalu melanjutkan langkahnya.
Dosen Harris yang sama sekali tak paham dengan apa yang di ucapkan Azkia, hanya mengangguk membiarkan Azkia pergi.
********
Sepulang dari Mall Azkia langsung bebersih, ia ingin menyusul kedua sahabatnya ke ASRA CAFFE.
Setelah udah oke, cucok meong dengan balutan jilbab yang senada dengan pakaian yang ia kenakan, ia melajukan mobilnya menuju ASRA CAFFE.
Sesampainya di ASRA CAFFE Azkia turun dari mobil berjalan dengan tenang sambil melangkahkan kakinya dengan teratur, jika seperti itu Azkia tampak lebih anggun. Cara berjalannya benar-benar memancarkan aura percaya diri yang tinggi.
Di depan pintu Azkia berpapasan dengan Nina.
"Eh mba bos yang cantiknya paripurna" sapa Nina yang di bumbui dengan sedikit pujian.
"Tumben baru dateng? " sambung Nina.
"Iya.. tadi habis beli buku referensi di gramedia " kata Azkia.
"Ooh gitu ya? "
"Aku duluan ya mba bos, sekali lagi maaf banget, soalnya ada kepentingan mendadak, jadi izin deh!! " kata Nina merasa tak enak.
"Gapapa nin, santai aja kali. Soal kasir biar aku yang handle" kata Azkia mengelus lengan Nina.
"Udah gih sana.. " sambung Azkia, Nina mengangguk saja, dia benar-benar sedang ada kepentingan.
"Assalamu'alaikum mba" pamit Nina.
"Wa'alaikumsalam nin.. " jawab Azkia, ia melanjutkan langkahnya memasuki cafe.
__ADS_1
Baru saja masuk sudah di suguhi dengan ke-uwwuan para remaja. Karena pengunjung ASRA CAFFE kebanyak pasangan kekasih yang sedang haha hihi.
Ia segera ke kasir, melayani beberapa pelanggan yang sudah selesai.
"Kia.. "
"Azkia bukan? "
Azkia menoleh menatap orang yang memanggilnya.
"Umi?! " panggil Azkia sambil mencium tangan umi Farah.
"Assalamu'alaikum mi.. "
"Wa'alaikumsalam nak.. " jawab umi Farah.
"Ya Allah... beneran kamu nak? kamu kerja di sini? " sambung umi Farah.
"Aduh, gimana nih?! ah, udahlah iya-in aja!!" batin Azkia bingung.
"Hehe... iya mi" kata Azkia sekenanya.
"Maaf mba bos, rasti di suruh mba ira supaya mba kia pergi ke ruang khusus terlebih dahulu" kata Rasti yang tiba-tiba datang membuka identitasnya.
"Jadi?? " tanya umi Farah bingung.
"Hehe... sebenarnya ini usaha kia, asna ,dan ira mi" kata Azkia cengengesan.
"Masya Allah... semoga selalu di beri kelancaran ya nak"
"Umi lihat cafenya dari tadi ramai pengunjung terus, kebanyakan anak muda"
"Semoga makin hari makin banyak pengunjung ya nak" doa umi Farah sekaligus pujian.
"Amin mi... makasih ya mi"
"Umi tumben ke sini? " tanya Azkia heran.
"Iya, tadi habis ketemuan sama temen kuliah umi dulu. Dia ngajakin ketemuan di sini, katanya ASRA CAFFE adakah cafe yang baru hits di kalangan anak muda,katanya mau bernostalgia mengenang masa muda gitu" kata umi Farah terkekeh.
"Ooh gitu ya mi? " kata Azkia mengangguk-angguk.
"Tapi nih ya mi, uda 3 kali pertemuan kita yang tak di sengaja. Pertama waktu di Mall, terus di pesantren, sekarang di cafe. Jangan-jangan kita ditakdirkan untuk menjadi jodoh sepasang mertua dan menantu mi" kata Azkia terkekeh, umi ikut terkekeh.
"Kamu ini ada-ada aja" kata umi Farah mengelus lengan Azkia.
"Kamu kan belum pernah bertemu dengan anak umi yang super tampan,baik hati, dan setia" sambung umi Farah mempromosikan anaknya.
"Iya juga ya" kata Azkia terkekeh.
"Pantes loh, cafe ini ramai. Soalnya menunya selain kekinian juga rasanya enak banget" puji umi Farah.
"Apalagi yang Mocha cocoa sama Affogato, enak itu" sambung umi Farah.
"Iya, alhamdulillah mi.. kami mempunyai barista yang sangat handal dan terlatih mi dan itu menu baru kami, ada tiga menu baru kami. Ada
Mocha cocoa
Affogato
dan Vanilla sweet cream cold brew coffee
nah, berhubung umi udah cobain yang Mocha cocoa dan Affogato, maka akan kia bonusin yang Vanilla sweet cream cold brew coffee" kata Azkia.
"Gak usah ki, umi gak suka yang dingin-dingin " kata umi menolak secara halus.
"Gapapa mi, ini buat anak umi yang super tampan di rumah ya. Bilangin dapet titipan dari kasir cantik di ASRA CAFFE gitu ya mi" kata Azkia terkekeh.
"Kamu ini.. uda cantik, lucu lagi, kalo umi laki-laki uda umi lamar kamu ki" kata umi Farah terkekeh geli.
"Haha... umi bisa aja. Ya di lamarin buat anaknya lah mi" kata Azkia.
"Udah ih, malah ngelantur ngalor-ngidul gak jelas gini sih" sambung Azkia.
"Hehe iya.. makasih ya nak buat bonusannya" kata Umi Farah.
"Iya mi sama-sama "
__ADS_1
"Umi duluan ya, assalamu'alaikum.. " pamit umi Farah.
"Iya, wa'alaikumsalam.. hati-hati ya mi" kata Azkia,umi mengangguk.