
Para mahasiswi yang ada di sana menunggu respon dari Azkia atas ancaman dari Cintia barusan, karena bagaimana pun Cintia adalah anak dari dosen di kampus itu. Cintia selalu menggunakan kekuasaan ayahnya yang sebagai dosen untuk mengancam para mahasiswi, ia selalu semena-mena dengan teman-temannya. Berbeda dengan Azkia walaupun ia keturunan dari keluarga terpandang, ia tak pernah sombong dan semena-mena kepada teman-temannya. Bagi Azkia, orang kaya atau miskin semuanya sama di mata Allah.
Namun apa respon dari Azkia tak sesuai yang ada di pikiran mereka. Azkia malah berlalu begitu saja mengedikkan bahunya , acuh tak menggubris ancaman dari Cintia.
"Mimpi apa sih gue semalam, sampai bisa ketemu bidadari kek gini? "
"Iya primadona kampus kita berhijab, makin cakep ih"
"Eitss.. lebih herannya itu si cintia, kok bisa gak tau kalo yang dia deketin itu seorang dosen? "
"Ya kali mau tau, orang dia kan habis berangkat setelah 6 bulan lamanya diskors"
"Iya juga ya, eh btw kok bisa sampai diskors 6 bulan gimana sih ceritanya? "
"Denger-denger sih dia diskors dalam bahasa dikembalikan ke orang tua untuk pembimbingan moral , entah apa ya dia lakukan"
"Kalian tau gak sih kalo si cintia itu diskors karena ngelaporin rektor adji ke KPK(komisi pemberantas korupsi),si cintia menduga kalo rektor adji itu melakukan korupsi dalam pengelolaan dana mahasiswa. Namun setelah diselidiki ternyata itu gak benar, dia juga pernah di periksa karena di anggap membuat gaduh, ya gitu deh.. si cintia jadi diskors 6 bulan lamanya"
"Gila.. lo gak bohong kan? "
"Ya enggaklah.. dan sekarang dia udah buat kegaduhan lagi"
Begitulah suara para mahasiswi membicarakan kejadian barusan. Sementara Asna dan Aira menyusul Azkia yang berlalu begitu saja.
"Huh.. huh.. kamu cepat banget sih ki jalannya? " kata Aira ngos-ngosan yang di angguki Asna.
"Kalian aja yang jalannya kek keong" jawab Azkia.
"Btw kamu keren banget sih tadi ki" puji Asna yang di angguki Aira.
"Gatel banget tau nih mulut lihat Cintia kek gitu ke dosen harris" kata Azkia kesal.
"Kok punya cintia bisa kimplah-kimplah gitu ya? kan jadi gemes banget" jawab Asna bergidik ngeri.
"Mau kimplah-kimplah kek apa kek, aku gak peduli. Karena itu juga idaman dari sebagian wanita, tapi yang aku bikin kesel itu kelakuannya itu yang kek j*alang. Aku akui bodinya itu emang bohai banget tapi perilaku dan wataknya itu bikin greget tau gak sih!!! " kata Azkia bersungut-sungut.
"Bodinya udah kek gitar Spanyol gitu" celetuk Aira.
"Batuk itu masih bisa diobati tapi kalo watak itu kebiasaan dari kecil ki" kata Asna.
"Bener bet dah. Eh btw kamu sekarang berhijab kok gak ajak-ajak sih ki? " tanya Aira yang di angguki Asna.
"Iya, aku mau belajar berubah as.. ra.. " jawab Azkia.
"Ngomong-ngomong soal berjilbab,dulu di desaku lumayan ada yang berjilbab loh" kata Asna.
"Ya Bagus dong" jawab Azkia yang di angguki Aira.
"Tapi masalahnya itu mereka bukan muslim, tapi non muslim" kata Asna.
"Kok gitu sih, terus mereka menganggap agamanya itu gimana? "tanya Aira mengernyit heran.
"Iya juga ya? tapi biarlah itu menjadi urusan mereka dengan tuhannya" jawab Azkia yang di angguki kedua sahabatnya.
"Tapi kalo kamu berubah kita juga harus ikut dong" kata Aira yang di angguki Asna.
__ADS_1
"Kamu berubah jangan ngikut-ngikut tapi karena Allah ta'ala. Kalo seumpama aku mau bunuh diri kalian juga mau ikut gitu? " jawab Azkia yang di gelengi kepala oleh kedua sahabatnya.
"Makanya jangan ngikut-ngikut!! " sambung Azkia.
"Okee, kalo gitu kita berubah karena Allah bukan karena ngikut. Ya gak as? " kata Aira.
"Bener banget itu ra" jawab Asna.
Azkia pun mengangguk dan berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.
.
.
.
.
.
Setelah jam kuliah selesai, Azkia dkk sedang berjalan di koridor kampus mendengar ada seseorang yang memanggil.
"Nara tunggu...hey,nara...ra nara.."panggil seseorang itu.
Azkia dkk pun menghentikan langkah mereka.
"Nara tunggu sebentar ra" panggil seseorang itu lagi.
Azkia dkk pun menoleh ke sumber suara, mereka saling pandang lalu celingukan mencari seseorang yang di panggil dosennya itu.
"Nara bolehkah saya ngomong sama kamu? " tanya dosen Harris.
"Dosen harris panggil siapa? " tanya Azkia bingung.
"Kamu ra" jawab dosen Harris.
"Tapi nama saya kia, bukan nara" jawab Azkia yang membuat kedua sahabatnya tepok jidat, sementara dosen Harris sudah menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Iya ki, tapi nama kamu kan AZKIA NARA ALEXANDER.Kamu tau panggilan spesial? bisa jadi gitu" jawab Asna.
"Tau nih anak gimana sih. Aduh ki.. aku kebelet fifis nih aku duluan ya, ayo as!! " kata Aira sambil menarik tangan Asna yang di angguki Azkia.
"Memangnya dosen Harris mau ngomong apa? " tanya Azkia.
"Itu.. saya mau ngucapin terimakasih karena berkat kamu saya bisa menghindari insiden tadi pagi" kata dosen Harris.
"Ooh itu.. iya sama-sama. Lagian dosen harris kan biasanya pakai mobil kenapa tadi harus pakai moge segala sih? kan jadi pada heboh anak-anak, apalagi si cintia itu. Dan dosen harris itu kalo ada kejadian kek gitu tuh harus tegas jangan letoy.. eh? upss.. " kata Azkia yang membuat dosen harris tertawa kecil.
"Kemarin-kemarin pakai mobil kan itu mobilnya abi ra" jawab dosen Harris.
"Ooh, jadi mobilnya abi temennya dosen ya? " kata Azkia mengangguk-anggukkan kepalanya.
"??" dosen Harris mengernyitkan dahinya.
"Maksudnya abi itu ayah saya,nara.. bukan temen saya namanya abi" jelas dosen Harris.
__ADS_1
"Ooh gitu ya? yaudah kalo gitu saya duluan ya dosen Harris? Assalamu'alaikum" kata Azkia berlalu meninggalkan dosen Harris. Ia sangat malu karena salah mengira.
"Wa'alaikumsalam.. iya" jawab dosen Harris.
'Lucu banget sih kamu ra.. sekarang berhijab tambah cantik.. astagfirullah kenapa saya jadi memikirkan yang bukan mahram saya" batin dosen harris menggelengkan kepalanya tersenyum.
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda.
"Paman dokter, kapan keponakan paman itu akan datang menyembuhkan mama.. paman? " tanya seorang pemuda yang berumur 25 tahun.
"Mungkin beberapa hari lagi nak, dia sudah ke Indonesia kok tapi pulang ke kediamannya dulu" jawab dokter erland.
"Semoga dia bisa menyembuhkan mama ya paman, karena aku berharap besar padanya" kata pemuda itu.
"Semoga saja nak, teruslah berdoa untuk kesembuhan mamamu nak! " jawab dokter erland yang di angguki pemuda itu.
*****
Malam itu Dion akan memanggil Azkia makan malam. Ketika memasuki kamar Azkia,nampannya Azkia sedang melakukan panggilan video dengan temannya, Dion pun memutuskan untuk menunggu adeknya selesai.... sesekali ia melirik layar ponsel adeknya. Dion melihat ada kesalahan di sebrang sana, ia pun angkat bicara
"Dek, video call sama siapa sih? kalo gak salah itu lagi makan sama sayur bayam dan tempe ya dek? " tanya Dion.
"Sahabat kia kak, iya lagi makan sama sayur bayam dan tempe. Emang kenapa? " jawab Azkia.
"Bilangin ke sahabat mu itu dek lain kali jangan makan sayur bayam sama tempe secara bersamaan lagi dek bahaya!! Meski terkesan sederhana tapi makanan tersebut sama-sama kaya akan serat dan protein nabati, dan sama-sama rendah kalori. "
"Bayam sendiri mengandung oksalat sedangkan tempe sendiri terbukti kaya akan kalsium. Sehingga jika makan sayur bayam di barengi dengan tempe akan membentuk endapan kalsium oksalat. Endapan tersebut akan mempengaruhi penyerapan kalsium dan menyebabkan sumbatan di usus. "
"Sumbatan ini juga akan mengganggu penyerapan kalsium yang pada akhirnya akan membuat tubuh kekurangan kalsium. Jika terus berlanjut keadaan ini akan menimbulkan jangka panjang lain. Misalnya:
-kram otot
-pengeroposan tulang
-rentan infeksi
-terganggunya fungsi syaraf
-kejang
-insomnia
-dan sumbatan di usus yang menyebabkan susah buang air besar" jelas Dion panjang, sepanjang jalan tol😂.
Yang di seberang sana sudah memutuskan panggilan videonya setelah dion selesai bicara.
"Iya kak, ntar aku bilangin" jawab Azkia sambil beralih menatap layar ponselnya.
"Ihh.. tuh kan jadi di putusin sambungannya. Kakak sih ganggu kia lagi video call" kata Azkia kesal, sementara Dion sudah cengengesan.
"Ya maaf... gak sengaja dek. Yaudah makan dulu yuk? " jawab Dion.
"Hayuk" jawab Azkia.
Happy reading guys🙃...
__ADS_1
Semoga sehat-sehat selalu dan terhindar dari Covid-19 dimana pun kalian berada...
Aminn yarabb.