FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Bayi tak berdosa


__ADS_3

"Diam kau tua bangka, tentu saja aku datang ke sini untuk menghabisi keluargamu " jawab bos dari orang-orang itu dengan tawa misteriusnya.


"Lantas, salah apa kami pada mu tuan? " tanya Sandy.


"Kau tak perlu tau akan hal itu tuan, yang terpenting sekarang aku akan membunuh kau (ditunjuk pada kakek Bramasta), kau(ditunjuk pada nenek Echa), kau(ditunjuk pada papa Sandy), kau(ditunjuk pada mama Amira), dan bocah itu(ditunjuk pada bayi yang digendong mama Amira) mari kita mulai dari kalian tua bangka" jawab bos dari orang-orang itu.


Dorr!! Dorr!!


Dorr!! Dorr!!


Tembakan itu pun mengenai kakek Bramasta dan nenek Echa yang langsung tergeletak di lantai menghembuskan nafas terakhirnya.


"Papa... mama... " teriak papa Sandy dan mama Amira bersamaan.


"Hahaha..., sekarang giliran kalian berdua " kata bos dari orang-orang itu dengan tawa yg menggema di rumah mewah itu sambil menyuruh salah satu dari anggotanya untuk merebut bayi yang berada dalam gendongan mama Amira.


Dorr!! Dorr!!

__ADS_1


Dan nas tembakan itu mengenai mama Amira dan papa Sandy yang langsung terkapar di lantai.


"Mama.... papa.... hiks.... hiks... " lirih Brian yg mengintip di balik dinding karena tadi ia mendengar teriakan mama dan papanya.


"Den... aden yang sabar ya den, aden tunggu di sini saja biar bibi yg keluar menolong papa dan mama aden" kata bi Inah.


"Tapi bi... " jawab Brian yang terpotong oleh bi Inah.


"Tidak ada tapi-tapian den sekarang aden sembunyi ya, aden jaga diri baik-baik! " kata bi Inah yg di angguki Brian.


"Tuan... nyonya... " lirih bi Inah sambil keluar menemui majikannya yang terkapar di lantai itu.


"Habisi dia, tapi jangan kau bunuh dia di sini! Habisi dia lalu kau buang jauh-jauh dari rumah ini" perintah sang bos pada salah satu anggotanya yang sedang menggendong bayi itu.


"Baik bos" jawab orang sang pembawa bayi itu lalu pergi dari sana. 'bagaimana mungkin aku membunuh bayi yang tak berdosa ini, melihatnya seperti ini saja aku tidak tega, dia terlalu cantik. Ah lebih baik aku rawat dia saja, akan ku bawa dia ke luar kota. Baiklah akan ku belikan susu dulu untuknya, mungkin dia haus' batin sang pembawa bayi itu selama perjalanan dan sedang menuju ke mall terdekat.


Suara dering ponsel mengganggu pekerjaan bos dari suruhan Erik.

__ADS_1


"Hallo" tanya seseorang diseberang sana.


"Iya, hallo tuan" jawab bos dari orang-orang itu.


"Apakah sudah kau kerjakan dengan baik tugasmu itu? " tanya seseorang itu lagi.


"Sudah tuan Erik, semuanya sudah beres" jawab bos dari orang-orang itu.


"Kerja Bagus, cepatlah menemuiku! " perintah Erik, ya dia adalah erik anak angkat dari keluarga Bramasta yang tidak tau diri. Sudah ditolong malah menghabisi keluarganya, benar-benar air susu dibalas air tuba!!! Dia merasa iri karena Sandy mendapatkan warisan yang jauh lebih banyak dari nya, Oh, sesungguhnya dia berterimakasih karena sudah dibesarkan oleh keluarga Bramasta plus diberi harta warisan, tapi apa balasannya? Dia malah menghabisi keluarganya dengan sadis.


"Baik bos" jawab bos dari orang-orang itu dan mematikan sambungan telefonnya dan menghubungi salah satu anggotanya yang ia suruh untuk manghabisi bayi itu.


"Hallo" tanya sang bos.


"Iya, hallo bos" jawab orang yang membawa bayi itu.


"Bagaimana dengan bayi itu? Apakah sudah beres? " tanya sang bos.

__ADS_1


wahhhh, gimana nih guysss kelanjutannya? Bagaimana nasib bayi itu ke depannya? Untuk tau kisahnya mari kita tunggu kelanjutannya di karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guyss😍😍😍


__ADS_2