FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Ghibah nya setan


__ADS_3

"Ada.. ada beberapa setan gitu, gini nih ghibah nya...


'Heran gue bisa-bisanya nih anak jomblo mulu, perasaan setau gue banyak bet dah yang naksir dia' kata setan junior,


'Eh junior lo belum tau ya? kalo dia tuh cuek pakai banget, di chat bales nya cuek terus gak dibales,lebih parahnya terus diblokir' kata setan senior,


'Eh senior lo gak tau ya? sebenernya dia tuh pengen bucin tapi gak mau pacaran ,kan gak jelas!! ' kata setan di pojok kamar,


'Heh kalian gak tau ya? dia tuh imannya behh... gede banget, jadi gak usah goda dia lagi deh!! buang-buang waktu, lebih baik. nongki-nongki aja kita" kata setan di pojok WC.'


Kira-kira ya gitu setannya pada ghibahin si kia, aku sebagai sahabat yang baik dan setia gak terima dong sahabatku dighibahin!! aku tegur tuh para setan...


'Woyyy setan kalian bisa pada diem kagak sih? jadi setan kok kerjaannya ghibah mulu. Dasar persetannan gak ada akhlak!!! '


Gimana? hebat kan aku!! kalo sama aku pada takut" kata Aira pecicilan sambil berkacak pinggang.


Mereka pun tergelak mendengar cerita Aira.


"Yee... itu mah bukan takut sama gertakan kamu ra... tapi takut sama suara cempreng mu!! " ledek Azkia membuat Aira mengerucutkan bibirnya. Mereka pun kembali tergelak.


"Bimoli banget sih" ledek Azkia yang semakin gencar membuat Aira semakin mengerucutkan bibirnya.


"Bimoli? apa itu? " tanya Caca bingung.


"Bimoli tuh tinggi" celetuk Asna.


"Perfect!!! berarti aku bimoli dong" kata Caca bangga, membuat mereka menahan tawa.


Rebecca memang memiliki tubuh yang tinggi, berkulit putih, paras yang cantik, hidung mancung, bibir yang menggoda, mata yang Indah, dan rambut pirang yang bergelombang.


"Hahaha.... " mereka bertiga tergelak.


"Why? " tanya Caca heran bingung.


"Pfftthh... kamu jangan percaya sama asna ,ca.. asna dipercaya!! " kata Azkia.


"Terus? " tanya Caca semakin bingung.


"Bimoli tuh bibir monyong 5 senti " kata Aira,membuat Caca terkejut dengan arti yang sebenarnya. Ternyata sepandai-pandai nya ia berbahasa Indonesia, masih banyak kata asing yang belum ia ketahui.


"Kalian memang selalu mengungkapkan apa yang ada dipikiran kalian" kata Caca menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Gak marah kan ca? " tanya Asna.


"Santai aja, gapapa kok" kata Caca mengacungkan kedua ibu jarinya.


"Kalo soal cowok yang deketin aku tuh banyak, tapi aku emang gak mau. Dan yang paling aku tertawa geli tuh pas di ajak pacaran, tapi besoknya dia ngajak LDR. Padahal belum aku terima!! gaje banget gak sih? yang gak LDR aja belum tentu aku mau, apalagi yang LDR!! tentu saja gak mau aku" cerita Azkia.


"Kenapa dengan LDR? " tanya Caca heran.


Aira dan Asna saling pandang.


"LDR keras neng!! " kata Azkia.


"Di sini jaga hati, di sana malah bagi hati" timpal Asna.


"Di sini nyuruh tidur, di sana ngajak bergadang!! " timpal Aira.


"Di sini ngingetin makan, di sana diajak makan" timpal Asna.


"Di sini nunggu kabar, di sana dia ngajak cewek mabar" timpal Aira.


"Di sini ngajak videocall an,di sana ngajak jalan" timpal Asna.


"Di sini telponan setiap hari, di sana ketemuan tiap malam hari" timpal Aira.


Mereka pun tergelak.


"Cinta itu kek narkoba!! sekali mencoba bikin candu, gak dicoba bikin penasaran, ditinggalin bikin sakaw" kata Azkia.


"Emang iya sih... ya walaupun gak semuanya tapi kebanyakan tuh biasanya habis a, b c,terus d!!" kata Caca menyetujui ucapan Azkia.


"Kok gitu?" tanya Asna dan Aira bersamaan.

__ADS_1


"Iya,karena kebanyakan habis akrab,bercanda,cinta,terus dilupakan begitu saja!!" kata Caca membuat mereka tersenyum getir.


"Astaga.... sampai lupakan? ngelantur mulu deh" kata Azkia menepuk keningnya sendiri.


"Kamu kesini mau daftar kuliah ya? "sambung Azkia.


"Iya.. tapi sepertinya gak jadi deh" kata Caca.


"Kenapa gitu? " tanya Aira yang di angguki Azkia dan Asna.


"Aku ingin pindah agama islam... apakah kalian mau bantu aku menemukan tempat untuk belajar? " tanya Caca hati-hati.


Azkia dkk saling pandang.


"Kamu serius? " kata ketiganya bersamaan.


"Of course" kata Caca santai.


"Masya Allah... tentu saja kami mau, tapi nanti setelah mata kuliah selesai ya? " tanya Azkia yang di angguki Caca.


"Kamu gak bercanda kan? dan apa yang membuatmu ingin menjadi mualaf? " tanya Asna.


"Mualaf? apa itu? " tanya Caca.


"Mualaf itu sebutan untuk orang non-muslim yang mempunyai harapan untuk masuk islam atau orang yang baru masuk islam" kata Asna membuat Caca mengangguk mengerti.


"Sebenarnya dari awal aku melihat kalian hatiku bergetar, wajah kalian lain dari yang lain, wajah kalian nampak bercahaya. Ingin sekali aku mendengar cerita dari kalian, ingin menjadi seperti kalian, dekat dengan kalian, dan busana yang kalian kenakan membuat hatiku merasa damai seolah-olah mendapatkan angin sejuk yang sangat membuatku bahagia"


"Entah mengapa hatiku menginginkan supaya aku memeluk agama islam, jadi jika kalian tak keberatan membantuku memeluk agama islam, I thank you very much" kata Rebecca.


"Tentu saja... kami tak keberatan dalam membantu, karena kita wajib saling tolong menolong" kata Azkia tersenyum manis.


"Oke, aku akan tunggu di mobil saja ya? bukankah kalian ada mata pelajaran pagi? cepatlah pergi, takutnya terlambat" kata Rebecca membuat Azkia dkk tersadar lalu ngacir ke kelas mereka. Rebecca geleng-geleng kepala dengan tingkah 3 sahabat absurt itu.


Rebecca berjalan menunggu di mobil.


****


"Assalamu'alaikum ukhti" sapa dosen Harris, mereka pun saling pandang lalu celingukan mengamati sekitar.


"Dosen nyapa siapa? " tanya Aira bingung yamg di angguki Azkia dan Asna.


"Kalian bertiga, memang siapa lagi? " tanya dosen Harris mengernyitkan keningnya.


"Ya ukhti, mana ukhti nya dosen? " tanya Aira celingukan. Dosen Harris menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ukhti itu ya kalian, maksudnya itu saudara perempuan" kata dosen Harris.


"Ooh.. "jawab ketiganya ber-oh ria.


"Astagfirullah... dapet salam ya di jawab para ukhti, salam itu doa" kata dosen Harris.


"Eh?? wa'alaikumsalam dosen harris" jawab ketiganya kompak membuat dosen Harris tersenyum menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Memangnya mau pada kemana sih, kok tergesa-gesa? bukankah langsung pulang? " tanya dosen Harris.


"Kita mau nganterin bule mualaf cari penjara suci dosen, si kia tuh jadi ustadzah dadakan. Amazing banget kan? bisa buat bule masuk islam? " celetuk Asna cekikikan.


"Masya Allah... mulia sekali" jawab dosen Harris.


'Tertinggal informasi' batin dosen Harris tersenyum.


"Saya ada rekomendasi pondok pesantren di kota x, jika kalian mau bisa saya antar kan" tawar dosen Harris.


"Beneran dosen? " tanya Azkia yang di angguki dosen Harris.


"Iya aja ki, kasian juga caca nungguin udah lama. Siapa tau dia betah di sana" kata Aira.


"Boleh, jika tak merepotkan dosen" kata Azkia.


"Enggak kok" jawab dosen Harris.


"Mari.. " sambung dosen Harris mendahului mereka.

__ADS_1


Azkia dkk mengikuti dosen Harris ke parkiran. Sesampainya di parkiran Azkia dkk bingung dengan dimana keberadaan Rebecca, mereka tak tau mobil mana yang di gunakan Rebecca.


Rebecca yang mulai jenuh di dalam mobil keluar ingin mencari udara segar.


"Hay" sapa Rebecca melambai-lambaikan tangannya, melihat Azkia dkk berdiri tak jauh dari hadapannya seperti sedang bingung.


"Oh itu dia" gumam Azkia berjalan mendekati Rebecca.


"Kamu ngikutin moge CBR itu ya, dan mobil kita-kita" kata Azkia sambil menunjuk moge dosen Harris dan mobilnya.


"Ya" jawab Caca menganggukkan kepalanya.


"Let's go!!! " teriak Aira antusias.


Ke 4 gadis cantik itu pun mengikuti dosen Harris menuju pesantren di kota x rekomendasi dari dosen Harris.


******


Di pesantren kota x


"Ini pesantren yang dosen maksud? "tanya Azkia yang baru turun dari mobil diikuti yang lainya.


"Iya nara... mari masuk" ajak dosen Harris.


Mereka mengikuti dosen Harris dari belakang.


"Mungkin pemilik pesantren temennya dosen" batin Azkia.


"Ki... ternyata kalian orang kaya ya? " tanya Rebecca.


"Kok bisa tau? " pertanyaan bodoh keluar dari mulut Azkia.


"Eh semua orang juga tau kali, kalo kita dari keturunan orang kaya, dilihat dari mobilnya aja, kecuali kalo kita pakai mo.. " Jawab Aira yang belum selesai ,mulutnya sudah di bekap oleh Azkia.


"Kamu kalo ngomong di saring jangan main ceplos aja" bisik Azkia.


"Ah iya juga ya? " kata Azkia cengengesan, membuat dosen Harris yang menyimak pembicaraan mereka tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Padahal kalian dari orang kaya, tapi kenapa pakaian kalian sederhana banget? " tanya Rebecca heran.


"Yang kaya kan orang tua kita, bukan kita.Walaupun kita yang kaya, bukan berarti kita juga harus berpenampilan mewah kan? " kata Azkia santai.


"Kenapa gitu? karena setau aku anak orang kaya itu, yang di bangga-banggakan harta orang tua mereka" kata Rebecca.


Memang betul sih, kebanyakan orang itu selalu membangga-banggakan harta orang tua mereka.. walaupun tak semua orang, tapi kebanyakan gitu.


"No caca!! itu tak berlaku untuk kita... kita bukan penikmat harta orang tua!! " tegas Azkia.


"Bener banget itu.. kita tuh harusnya belajar dari tukang parkir, walaupun mereka punya banyak mobil tapi mereka tak pernah sombong... karena mereka tau itu semua hanyalah titipan" timpal Aira bijak yang di angguki Asna.


"Kalian emang lain dari yang lain!! " takjub Rebecca.


"Masya Allah... masih berapa banyak lagi hal-hal yang belum aku ketahui dari mereka?? " batin dosen Harris tersenyum, ia sama halnya takjub seperti Rebecca.


Mereka semua sampai di depan ndalem sang kyai pemilik pondok pesantren.


"Assalamu'alaikum" salam mereka semua, termasuk Rebecca walaupun cara dia mengucapkan masih terbata.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " jawab sang kyai.


"Siapa ris? temen ya? " sambung sang kyai.


"Ini mahasiswi di kampus bi, mereka nganterin temennya yang mau jadi mualaf bi... jadi aku ajak ke sini aja" jawab dosen Harris.


"Mereka akrab sekali? jangan-jangan... ah sudahlah "batin Azkia.


"Masya Allah... mari masuk" kata sang kyai yang di angguki mereka.


Drtt.. drtt.. drtt..


Tiba-tiba handphone Azkia bergetar.


"Ah maaf, kalian duluan lah.. aku angkat telfon dulu" kata Azkia sopan yang di angguki mereka semua, mereka semua pun masuk ke ndalem pak kyai.

__ADS_1


__ADS_2