
Pagi hari yang sangat cerah tanpa ada kabut awan yang menghalanginya, nampaknya matahari sedang berbahagia. Senyumannya mampu menyinari dunia dari kegelapan, mampu membangunkan tumbuhan yang layu, macam hatimu yang layu tak bisa melupakan mantan😂.Dih gaje banget ya? hihi... ah intinya senyuman matahari itu sungguh manis, semanis gula... tapi tetap masih manis gulanya ya😂
Okee back to topic...
Seorang gadis cantik dengan balutan hijabnya tak pernak memudarkan senyuman di bibirnya. Gadis yang dulu susah di bangunin sekarang sudah jadi gadis yang rajin bangun pagi tanpa membangunkan jiwa ibu-ibu komplek di diri grandpa nya.
"Morning grandpa" sapa Azkia yang baru turun, mencium pipi grandpa nya.
"Morning juga sayang" jawab grandpa mengecup kening Azkia.
"Kopi lagi... kek udah jadi rutinitas paginya grandpa ya? " tanya Azkia.
"Iya dong... tanpa kopi untuk mengawali hari itu kek gak asik ki. Tapi ada juga yang lebih asik selain kopi" kata grandpa sambil menyesap kopi.
"Apa grandpa? " tanya Azkia penasaran.
"Sedekah ki. Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi, kecuali ada 2 malaikat yang turun. Salah satunya memohon ya Allah berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya. Dan satu lagi memohon ya Allah musnahkan lah harta si bakhil (H.R. Muslim) " jelas grandpa kembali menyesap kopinya.
"Ooh iya juga ya grandpa. Tapi ad.... " kata Azkia yang terpotong karena ada suara bel rumah berbunyi.
"Siapa ki yang pagi-pagi bertamu? " tanya grandpa heran.
"Kia juga gak tau sih grandpa, coba kia lihat" kata Azkia, yang di angguki grandpa.
"Siapa sih yang pagi-pagi udah ke rumah? "gumam Azkia berjalan ke pintu lalu membuka pintu, alangkah terkejutnya Azkia ketika ada 2 polisi ke kediamannya.
"Maaf pak ada perlu apa ya? " tanya Azkia sopan.
"Apa benar ini di kediaman Dirgantara? " tanya salah satu polisi.
"Iya benar, memangnya ad... " tanya Azkia terpotong kedatangan grandpa dari dalam.
"Siapa ki? kok gak di ajak masuk? " tanya grandpa.
"Loh kok istri saya bisa sama anda kenapa pak? " tanya grandpa bingung.Azkia yang baru menyadari pun ikut bingung.
"Tidak usah khawatir, cemas, resah, risau, bingung tuan...tadi nyonya seperti linglung di taman kota, berjalan keliling-keliling sambil bawa daun kelapa muda tak berhenti-berhenti sampai saya menegurnya. Beliau berkata
bahwa lupa jalan pulang, beruntungnya nyonya ingat alamat rumah ini" Kata pak polisi itu menjelaskan.
"Bukannya khawatir, cemas, resah, risau, dan bingung itu sama ya pak? " celetuk Azkia membuat pak polisi terkekeh.
" Dan apa katanya? grandma lupa jalan pulang? gak mungkin bangetkan!! keliling amrik aja gak nyasar, masa di sini bisa lupa atau jangan-jangan.." batin Azkia tersenyum.
"Gak mungkin!!! gak mungkin pak polisi!! karena istri saya itu puluhan ta... " Belum sempat grandpa menyelesaikan kalimatnya ,mendadak mulut grandpa sudah di bekam grandma.
"Ah baiklah, saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih ya pak polisi karena sudah bersedia mengantar saya sampai ke kediaman saya. Mari masuk dulu pak" kata grandma yang tangannya masih membekam grandpa, membuat kedua polisi itu bingung dengan tingkah suami istri di depannya ini.
"Terimakasih tuan nyonya... kami sedang ada tugas Razia, kami permisi dulu... mari!! " kata polisi itu membungkukkan badannya yang di ikuti rekanya lalu berlalu pergi.
"Sayang.. kenapa bisa lupa? " tanya grandpa setelah kedua polisi itu pergi dari kediamannya.
"Sssttt!! grandpa itu gimana sih? kalo ngasih penjelasan ke polisi itu gak usah terlalu detail deh!! tadi itu grandma jogging eh di tengah jalan malah di kasih daun kelapa muda sama tetangga yang baru pulang kampung, yaudah grandma terima aja deh. Terus grandma lanjut jogging sampai taman kota tuh capek banget, mau telpon rumah suruh jemput eh lupa bawa handphone. Nah kebetulan banget tadi tuh ada polisi yang lagi pada razia, ada 2 polisi yang nyamperin grandma. Dari pada di anggurin kan, grandma akting pura-pura lupa jalan pulang kan jadi gratiss.. tiss.. toh yang dirazia kek nya gak ada dan 2 polisi itu percaya aja sama grandma ,hihi... " jelas grandma cekikikan sambil masuk rumah yang di ikuti grandpa dan Azkia. Membuat grandpa tepok jidat, sementara Azkia tertawa terbahak-bahak atas tingkah grandmanya yang petakilan itu.
"Aha!!! " pekik Azkia dalam hati tersenyum jahil.
"Terus grandma lagi ngapain itu? " tanya Azkia.
"Gak lihat ki? lagi bersihin daun ketupat ini" jawab grandma sambil menunjukkan daun kelapa muda yang ia bersihkan.
__ADS_1
"Kok dibersihin!! emang mau buat apa daun kelapa mudanya?" tanya Azkia.
"Mau di buat ketupat sayang,untuk dibuat makan nanti" jawab grandma.
"Ooh nanti, terus sekarang grandma lagi apa? " tanya Azkia lagi.
"Bersihin daun kelapa sayang" jawab grandma.
"Untuk apa? " tanya Azkia sok polos. Grandpa mendengarkan pertanyaan demi pertanyaan yang keluar dari mulut cucunya itu.
"Buat ketupat kia, kan tadi grandma udah bilang"jawab grandma berusaha sabar.
"Ketupat untuk apa? " tanya Azkia.
"Ya untuk dimakan lah masa untuk keramas" jawab grandma sewot.
"Ooh gitu ya grandma" kata Azkia mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya kia sayang cucunya grandma yang paling ciut, cantik, udah sana lanjutin sarapan!! jangan ganggu grandma deh" kata grandma.
"Emang kenapa ?" tanya Azkia.
"Grandma sibuk!! " jawab grandma.
"Sibuk kenapa? " tanya Azkia menahan tawa.
"Bersihin daun kelapa kia, udah di bilang juga" kata grandma.
"Hiya.. untuk apa? " tanya Azkia lagi, astaga kia kenapa gak ngerti-ngerti sih?
"Buat ketupat kia, nih daun kelapa untuk dimakan ntar" jawab grandma berusaha merendam erosinya, eh ralat emosinya.
"Maksudnya daun kelapa buat ketupat kia!! KETUPAT!! KETUPAT!! KETUPAT!! " teriak grandma tersulut emosi.
"Ih kok teriak-teriak sih grandma!! emang ngomong sama siapa? " tanya Azkia.
"Ya sama kamulah" jawab grandma.
"Kia kan di sini, kenapa teriak-teriak? " tanya Azkia.
"Karena kia gak paham-paham.. gak lihat apa kalo grandma lagi kerja!! " sinis grandma.
"Kerja apa? " tanya Azkia.
"Arrrgggggghhh.... bersihin daun kelapa kia, astagfirullah kenapa cucuku jadi bodoh gini sih!! " kata grandma frustasi.
"Hiya... makanya daun kelapa untuk apa grandma? " tanya Azkia lagi-lagi mengulang pertanyaan yang sama.
"Ihhhh... kamu sekarang goblok ya? " tanya grandma.
"Golok? kia manusia grandma, bukan golok... grandma beneran pikun ya? " tanya Azkia.
"Iya grandma pikun!! grandma pusing 7 trenggiling, sakit kepala grandma, mau gilaa!! puas kamu ki!! " kata grandma.
"Ih ralat 7 keliling bukan 7 trenggiling grandma, gimana kesel kan di kerjain? pak polisi tadi pasti juga kesel kalo tau di kerjain sama grandma" kata Azkia.
"Iya grandma nyesel sekarang... udah sana lanjutin makan lagi, gak usah nanya-nanya lagi!! bikin grandma emosi aja ntar banyak kerutan lagi muka grandma" kata grandma.
"Iya.. kalo soal kerutan mah gampang cara mengatasinya grandma" kata Azkia.
__ADS_1
"Emang gimana? " tanya grandma antusias.
"Ntar kia beliin pembalut" jawab Azkia santai membuat grandpa cekikikan.
"Kok pembalut? " tanya grandma bigung.
"Iya ntar ditaruh di kening, kan anti kerut, anti bocor, carm body fit" kata Azkia tergelak yang diikuti grandpa sedangkan grandma memicingkan matanya.
"Husss... gak boleh gitu dek!! kualat ntar" nasehat Dion yang baru turun mendengarkan keributan di bawah.
"Nasib banget sih pagi ini!! udah tadi seneng-seneng ngerjain pak polisi eh pulang-pulang dikerjain cucu laknat.Huh...lain kali gak lagi deh!!" batin grandma menarik nafasnya kasar.
"Iya kak maaf... lain kali enggak deh!! maaf ya grandma" kata Azkia tulus, yang di angguki grandma.
"Udah lanjut lagi gih sarapannya!! "kata grandpa yang di angguki oleh Dion dan Azkia. Grandma pun pergi membuatkan susu untuk kedua cucunya.
"Nih sayang minum susunya dulu" kata grandma yang di angguki Dion.
"Iya grandma bentar" kata Azkia.
"Diminum dulu ntar lupa lagi" kata grandma memperingati cucunya yang pelupa itu.
"iya ntar lah" jawab Azkia.
"Awas sampai gak di minum!!! jangan lagi panggil grandma" tegas grandma.
"Iya grandma ku sayang" kata Azkia.
7 menit kemudian...
"Susunya udah di minum ki? "tanya grandma.
"Hehe.. belum girl!! " jawab Azkia cengengesan lalu meminum susunya hingga habis. Membuat grandma merah merona dengan kata terakhirnya.
"Dih.. " kata grandma pipinya merah merona.
"Uwawawaw... pipinya merah merona kek anak perawan di godain gebetan aja"goda Azkia mencolek dagu grandma nya, lalu pamit mencium tangan grandma, Dion, dan grandpa secara bergantian.
"Cieee... yang di bilang kek anak perawan" kata grandpa yang ikut menggoda.
"Grandpa jangan ikut-ikutan ya!!! kalo nanti malam masih mau dapet jatah!! " ancam grandma yang langsung membuat grandpa kicep. Dion menggeleng-geleng kan kepala cekikikan dengan kebucinan grandpa nya.
*******
Di kampus
Azkia tak sengaja menabrak seorang gadis berambut pirang, nampaknya dia gadis blasteran antara indo dan luar.
"I am sorry, because i accidentally bumped into you!! "(saya minta maaf, karena tak sengaja menabrak mu!!)" kata Azkia merasa bersalah.
"Duh bener gak ya ngomongnya? bodoh amat lah" batin Azkia tertawa geli dalam hati.
"No problem... saya juga salah karena jalan tak melihat-lihat" kata gadis berambut pirang itu.
"Kamu bisa bahasa Indonesia? " tanya Azkia takjub.
"Ya saya bisa, karena, ibu saya dari Indonesia. Sebenarnya kami menetap di luar tapi karena ada insiden kecelakaan, membuat saya kehilangan kedua orang tua saya. Jadi saya memutuskan lebih baik menetap di Indonesia. " jelas gadis berambut pirang itu.
"Jadi kamu mahasiswi pindahan? " tanya Azkia.
__ADS_1
"Ya... benar sekali!! maaf kenapa cara berpakaian mu seperti itu? " tanya gadis berambut pirang itu penasaran dengan cara berpakaian Azkia dkk nampak lain dari yang lain.