
Di kediaman Dirgantara
"Assalamu'alaikum grandma" salam Azkia memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam sayang" jawab grandpa dan grandma bersamaan.
"Tumben grandpa udah pulang? " tanya Azkia sambil mencium tangan grandpa dan grandma.
"Iya nih ki, gak terlalu sibuk juga" jawab grandpa.
"Oh ya sayang, kakakmu udah pergi membantu uncle mu mengobati salah satu pasiennya" kata grandma memberitahu.
"Iya grandma, biarin aja" jawab Azkia cuek.
'Tumben nih prawan satu, biasanya heboh banget' batin grandma dan grandpa bersamaan.
"Yaudah ,kalo gitu bersih-bersih dulu gih!! " perintah grandma yang di angguki Azkia.
Azkia naik ke kamarnya untuk bersih-bersih. Setelah bersih-bersih ia masuk ke akun instagram nya. Di beranda akun instagram nya muncul postingan Aira yang bertuliskan,
Aira_iraApw09
Darimu aku belajar tentang kasih sayang dan juga keikhlasan ,terimakasih mi telah jadi sosok panutan bagi ira. Ira sadar ketika melihat mami, ira melihat cinta paling murni yang pernah ira kenal. Segala doa dan harapan terbaik selalu ira panjatkan, semoga mami senantiasa dalam lindungan Allah... serta di kasih umur panjang dalam kesehatan dan juga kebahagiaan di kelurga kecil kita๐๐๐.Happy birthday mami terseyeng๐๐ Ika_Awirka20.
Di sana banyak yang ikut mendoakan mami Ika di kolom komentar salah satunya Asna,
Zaraasna. AzZaHrA07
Doamu amin ku mami Ika_Awirka20๐๐๐
Ika_Awirka20
Kalo berdoa dipanjatkan ya sayang Aira_iraApw09 ada tempat dan waktu yang baik, bukan di sosmed... tuhan gak tuli. Dulu aja kamu mami lahirin dari rahim mami, bukan mami download di sosmed๐ Ok sekian terimakasih...
Azkia yang membaca senyum-senyum sendiri, baru ia akan membalas komentar mami Ika. Tapi sudah dihapus dari beranda. Akhirnya Azkia memutuskan turun untuk makan malam.
******
Pagi hari suasana di kampus
"Huhh... huh... capek juga ya guys" kata Aura ngos-ngosan.
"Kenapa kamu? lari ya? apa jalan kaki? bukannya katanya mau pesan taksi online? " kata Asna beruntun, katanya Aira tak menjemput Asna karena mobilnya disita mami Ika setelah kejadian di instagram tadi malam, jadi Asna memilih berangkat nail ojol.
"Habis lari aku, aku gak jadi pesan taksi online. Aku tadi naik ojol" kata Aira yang masih ngos-ngosan.
"Kalian tau gak? aku tuh tadi habis ngerjain ojolnya, daebak!!! banget kan? " sambung Aira di mode pecicilannya.
"Wah parah banget kamu ra... emang kamu ngerjain apa? " tanya Azkia penasaran.
"Tadi kan aku naik ojeknya tuh, nah.. terus aku disuruh bayar 10.000,tapi gak punya. Yaudah aku kasih aja 100.000...terus lari deh aku" kata Aira tertawa terpingkal-pingkal.
Azkia dan Asna melongo tak percaya.
"Hey... kok bengong sih? " tanya Aira heran.
Azkia dan Asna yang ditegur Aira langsung saling pandang.
"Dasar goblok!! " kata Azkia dan Asna bersamaan.
"Kok kalian malah ngatain aku goblok sih? harusnya muji aku dong, karena udah pinter ngerjain ojolnya" kata Aira mengerucutkan bibirnya.
"Gimana gak goblok!!! sekarang aku tanya, uang 100 sama 10 lebih besar mana? " tanya Asna.
__ADS_1
"Tentu saja 100 gimana sih git.. " jawab Aira belum selesai langsung tepok jidat, setelah sadar akan kebodohannya.
"Aduh... kok bisa lupa gini ya aku? aaa... uang jajanku " sambung Aira sedih.
"Makanya kalo bertindak itu dipikir dulu!! percuma dong di kasih otak cerdas, kalo gak di gunakan" celetuk Azkia berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Ini gara-gara mami nih, niatnya cuma mau doain mami di ig biar terkenal gitu biar terlihat perhatian tapi malah diomelin mami, mobil jadi disita juga" gerutu Aira menghentak-hentakkan kakinya kesal.
"Doa itu bukan buat untukmu jadi terkenal, gak ikhlas dong doain maminya. Caramu supaya jadi terkenal salah ra" kata Azkia.
"Terus kalian tau gak supaya aku jadi terkenal gitu? " tanya Aira.
"Ada" celetuk Asna.
"Apa? " tanya Aira penasaran.
"Kamu masuk TV" timpal Azkia.
"Iya juga ya!! tapi gimana caranya? " tanya Aira semakin penasaran.
"Caranya kamu bunuh orang sebanyak-banyaknya pasti nanti kamu masuk TV dan terkenal" kata Azkia sekenanya membuat Aira memicingkan matanya.
"Dengkul kadal itu!! gak sekalian kamu aku bunuh aja ki" pekik Aira.
"Hahaha.. " Azkia dan Asna tertawa terbahak-bahak.
"Langsung dikeluarin dari daftar keluarga wiratama aku" sungut Aira.
"Lagian kamu tuh ada-ada aja... pengen acara terkenal-terkenal segala" celetuk Asna. Mereka bertiga lalu tertawa bersama.
"Assalamu'alaikum ukhti" sapa dosen Harris yang tiba-tiba datang, membuat mereka terkejut.
"Astagfirullah dosen, ngagetin aja" kata Azkia dkk hampir bersamaan.
"Iya gapapa" jawab mereka kompak.
"Tuh kan!! kebiasaan deh kalo ada salam gak dijawab" kata dosen Harris.
"Eh?? wa'alaikumsalam dosen" jawab ketiganya kompak.
'Aha!! ' pekik Azkia dalam hati.
"Dosen... aku tanya boleh gak? " tanya Azkia.
"Nara mau tanya apa? " jawab dosen Harris.
"Apa artinya baby, have you eaten? " tanya Azkia. Aira dan Asna saling pandang.
"Sayang kamu udah makan? " kata dosen Harris.
"Udah dong sayang... makasih ya udah perhatian" kata Azkia tersenyum manis.
"Ciee... dosen udah main sayang-sayangan aja" kata Asna dan Aira bersamaan membuat dosen Harris salah tingkah.
"Kamu ngerjain saya ,nara? " kata dosen Harris.
"Hehe... lagi gak? " kata Azkia.
"Lagi apa? " tanya dosen Harris mengernyit bingung.
"Lagi godain pangeran di depan mata" jawab Azkia cengengesan.
"Nara!! kamu ngerjain saya lagi" lirih dosen Harris.
__ADS_1
"Cie... dosen harris telinganya merah" ledek Aira, membuat kedua sahabatnya tertawa.
"Yaudah deh kalo gitu, kia nyanyiin aja gimana? Bagus lho suara kia!! " kata Azkia bangga, tanpa menunggu jawaban dosen Harris pun Azkia langsung nyanyi.
"Tiap hari kita chatting
malamnya kita calling
baper sampek salting
tapi napa kamu ghosting
kamu ketik pakai jari
aku bales pakai hati
bikin senang hari-hari
tapi kamu malah ghosting
welot kang welot.. welot kang ghosting ghosting
welot kang ghos.. " Azkia bernyanyi sambil menggoyangkan badannya ,namun belum selesai ia bernyanyi hidungnya langsung di sentil dosen Harris pakai bolpoin.Azkia yang hidungnya tiba-tiba di sentil dosen Harris, refleks memundurkan wajahnya.
"Nakal banget sih, gak boleh goyang-goyang pinggul!! " kata dosen Harris berlalu pergi, meninggalkan Azkia dkk yang masih terbengong di tempat.
"Demi apa dosen harris colek hidung ku!! " kata Azkia yang tersadar, dan di angguki kedua sahabatnya.
"OMG!! " pekik Azkia senyum-senyum.
"Udah.. ayok masuk kelas!! jangan terlalu lebay atau berharap ki,ntar patah sebelum memulai" ajak Asna menarik tangan Azkia dan Asna.
******
Sore hari di mana matahari mulai bergeser kearah barat menegangkan seorang gadis.
"Mommy daddy... kia kangen sama kalian" kata Azkia.
"Iya sayang kita juga kangen sama kamu" kata mommy Viona.
"Sini daddy peluk" kata daddy Alex, Azkia berhambur memeluk daddy dan mommy nya.
"Uluh-uluh... anak gadis daddy manja banget sih, udah besar ya sekarang? " sambung daddy mengelus kepala Azkia.
"Hmm... daddy, kia pengen ikut daddy sama mommy aja ya... soalnya kakak suka ninggalin kia gak bilang-bilang" rengek Azkia mengerucutkan bibirnya.
"Enggak sayang.. kakak tetap sayang sama kia, dia sedang memperbaiki kehidupanmu, kamu harus semangat, masih banyak kebahagiaan yang belum kamu jumpai. Semangat lah sayang, mereka menantimu kembali kia. Kami juga bangga memiliki kakakmu" kata mommy Viona tersenyum manis mengelus pipi Azkia penuh sayang.
"Siapa mom? " tanya Azkia.
"Lambat kaun kia akan tau kebenarannya" timpal daddy Alex.
"Ayolah mom, dad.. kasih tau kia" rengek Azkia.
"Gak bisa sayang, yaudah kita balik dulu ya sayang... jaga kesehatanmu ki, kita sayang kia" kata mommy Viona dan daddy Alex hampir bersamaan, mereka berlalu meninggalkan Azkia.
"Mommy daddy.. tungguin.. kia ikut" teriak Azkia yang dibalas senyuman dari mommy dan daddy nya dari kejauhan.
"Mom, dad!! " teriak Azkia yang bayangan mereka semakin tak terlihat.
"Mommy!! daddy!! " teriak Azkia bangun dari tidurnya, keringat bercucuran membasahi wajah dan badannya.
"Huh.. huh.. ternyata mimpi, tapi apa maksud mommy sama daddy ya? " gumam Azkia.
__ADS_1
"Atau mungkin.. ah entahlah, lebih baik aku bersih-bersih langsung sholat" sambung Azkia melihat jam di dinding menunjukkan jam 04:00 sore. Setelah pulang dari kampus Azkia langsung tidur karena ia merasa lelah yang teramat.