FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Dosen Harris Ali Assegaf


__ADS_3

"Ah iya gapapa kok mas" jawab Azkia berdusta


"Aduh kenapa ni mulut berkhianat sih, padahal jelas-jelas bajuku jadi basah dan kotor kek gini" batin Azkia.


"Tapi baju mba jadi basah dan kotor" kata pemuda itu merasa tak enak.


"Gapapa kok, santai aja sih.Aku bawa baju ganti kok" jawab Azkia.


"Beneran mba? " tanya pemuda itu memastikan "Atau gini aja, saya minta nomor handphone mba su.. " sambung pemuda itu yang belum selesai sudah terpotong oleh Azkia.


"Jangan mas, saya takut" jawab Azkia cepat.


"Takut? " jawab pemuda itu mengernyitkan dahinya heran.


"Iya saya takut, nanti mas di chatting ngomongnya warna warni tapi isinya balon doang kan auto ke potek-potek hati adek bang "jawab Azkia tanpa sadar, ia masih terpesona dengan ketampanan ciptaan ALLAH yang telah berhasil membuat hatinya yang keras itu terketuk.


"Eh? " pemuda itu semakin mengernyit


"Bukan gitu mba, maksud saya itu supaya bisa menghubungi mba bila mbaknya mau minta ganti rugi. Bajunya kan kotor dan basah, itukan harus ganti. Jadi ntar bisa saya transfer, atau bawa kartu identitas saya aja mba? tapi maaf saya tidak bisa mengantarkan mba ke butik " sambung pemuda itu menjelaskan, tapi Azkia malah sibuk melamun.


"Ah perfect banget sih" batin Azkia senyum-senyum.


"Mba.. jadi gimana mba? soalnya saya buru-buru " kata pemuda itu melambai-lambaikan tangannya di depan muka Azkia, tapi Azkia masih tak bergeming.


"Ad**uh kok malah bengong sih"batin pemuda itu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Mba.. " kata pemuda itu lebih keras.


"Ah.. e e iya em itu anu gak usah mas, saya bawa baju cadangan kok di mobil" jawab Azkia gugup, iya sangat malu karena sudah salah paham di tambah lagi ia tertangkap basah sedang memperhatikan pemuda itu.


"Ooh gitu ya, memangnya mba kenapa kok berhenti di pinggir jalan? " tanya pemuda itu.


"Tadinya mau berangkat ke kampus yang ada di ujung jalan sana mas tapi karena bannya bocor jadi berhenti di pinggir jalan, mana gak ada taksi lewat lagi" keluh Azkia.


"Kebetulan searah mba, kita barengan aja. Tapi mba duduk di belakang ya? " tanya pemuda itu hati-hati takut menyinggung perasaan wanita yang ada di hadapannya itu.


"Boleh mas? apa tidak merepotkan? " jawab Azkia antusias.


"Tidak mba, mari.. tapi mobilnya gimana? " tanya pemuda itu.


"Tadi udah aku suruh orang rumah buat ngambil kok" jawab Azkia "Bentar, saya ambil baju ganti dan kunci mobil dulu ya mas" sambung Azkia yang di angguki pemuda itu.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju kampus, suasana di dalam mobil pun hening tak ada percakapan apapun. Sesekali mata mereka saling bertemu di balik kaca spion.Namun pemuda itu langsung mengalihkan pandangannya.


"OMG kok aku deg-degan gini ya" batin Azkia.


"Ni cewek kenapa sih liatin aku terus, mau negur takut ke-PD an" batin pemuda itu".


"Sudah sampai mba" kata pemuda itu, namun Azkia sibuk memperhatikan pemuda itu.


"Mba.. sudah sampai mba" kata pemuda itu lebih keras.


"Eh.. udah sampai ya mas? " tanya Azkia salah tingkah.


"Iya mba, dari tadi melamun aja" kata pemuda itu.


"Ih ralat mas bukan melamun tapi lagi menikmati ciptaan ALLAH yang tampan ini" kata Azkia jujur.


"Astagfirullah mba... zina mata itu mba, dosa" kata pemuda itu menasehati.


"Hehehe.. yaudah kalo gitu saya duluan ya mas keburu telat. Oh ya btw makasih ya udah kasih tumpangan, bye.. bye.. " kata Azkia turun dari mobil.


"Iya Assalamu'alaikum" jawab pemuda itu dari dalam.


"Wa'alaikumsalam" teriak Azkia yang mulai menjauh, membuat pemuda itu geleng-geleng.


.


.


.


.


.


Aira di dalam kelas sudah mengomel-ngomel tak jelas karena Azkia tak kunjung datang juga.


"Kia mana sih lama banget datangnya" gerutu Aira.


" Sabarlah ra, mungkin bentar lagi" jawab Asna yang masih fokus dengan novelnya.


"Hay guys, azkia is coming " teriak Azkia memasuki kelas.

__ADS_1


"Ih kia kebiasaan banget deh teriak-teriak " kata Asna sambil menutup kedua telinganya.


"Hehehe.. " jawab Azkia cengengesan.


" Ini ni.. dari mana aja sih baru datang? " tanya Aira dengan sinis nya.


"Ya habis ganti baju dulu aku" jawab Azkia santai.


"Kok gitu? " tanya Aira dan Asna hampir bersamaan, azkia pun menceritakan kejadian yang menimpanya tadi pagi dengan detail.


"Hahaha... sumpah kamu konyol banget sih" kata Asna.


"Ya habis ganteng banget sih doi nya, tapi malu banget aku tadi udah salah paham" jawab Azkia.


"OMG jadi beneran kamu tadi ketemu doi ?" heboh Aira.


"Yoi" jawab Azkia singkat sambil mengedarkan pandangannya ke arah pintu masuk yang membuatnya terbengong.


"OMG mommy.. apa bener dia masuk ke kelas ini? apa mungkin dia mahasiswa baru di sini? "batin Azkia bertanya-tanya dalam hati.


"Yee malah bengong lagi" kata Aira sambil mengikuti arah pandang Azkia, yang di ikuti Asna.


"Selamat pagi anak-anak " sapa seseorang yang masuk ke kelas.


"Pagi pak" jawab serentak mahasiswa kecuali Azkia yang masih bengong.


"Perkenalkan nama saya Harris Ali Assegaf dosen pengganti sementara pak regar, di karenakan beliau sedang ada urusan pribadi. Baiklah apa masih ada pertanyaan? jika masih ada silahkan di tanyakan" kata dosen harris.


"Itu siapa sih ki? kamu kenal ya kok lihatin nya sampai segitunya? " bisik Aira penasaran.


"Nah itu dia orangnya, pucuk di cinta ulam pun tiba. Tadi belum sempat kenalan, ternyata dia dosen pengganti pak regar. Siapa tadi namanya? " jawab Azkia, jadi pemuda yang tadi pagi ialah dosen pengganti sementara pak Regar.


"Dosen Harris Ali Assegaf" jawab Asna.


"Iya ki, gans banget ih" kata Aira.


"AHA!! "pekik Aira mengangkat telunjuknya ke udara, tanda ia memiliki ide.


"Pak boleh minta nomor handphonenya gak? " teriak Aira.


Happy reading✨✨

__ADS_1


Like, komennya jangan lupa😉


mohon maap bila masih ada typo🙏🙏


__ADS_2