
Beberapa hari ini setelah Azkia tau bahwa dosen Harris sudah mempunyai calon istri, ia berubah sedikit pendiam dan tak seceria dulu.
Apalagi pagi ini ia melihat keributan dari kerumunan gosip receh, membuat moodnya semakin jelek.
"Kenapa? " tanya Azkia menghampiri kerumunan yang di ikuti Asna dan Aira, bertanya pada salah satu dari mereka.
"Itu ki, kata si cintya dia pacarnya dosen harris, baru jadian kemaren"
"Tapi gue gak percaya deh!! "
"Iya, masa sama ulet bulu gitu?! mana dosen mau coba? "
Mereka menjawab pendapat mereka masing-masing. Padahal yang ditanya satu, eh yang jawab banyak bener!!
"Bukan katanya!! tapi realita!! dan apa lo bilang?ulet bulu?!!" kekeh Cintya.
"Yang nanya sama lo siapa? " tanya Azkia.
"Heh... syukur deh kalo lo ngerasa jadi ulat bulu" sambung Azkia dengan nada mengejek.
"Emang gue ngomong sama lo? dih, narsis banget!! gue kan lagi berbagi kabar bahagia gue, kenapa jadi lo yang sewot gitu? " sinis cintya.
Cintya terus mengoceh tak jelas membuat Azkia muak.
"Udah pansosnya? " kata Azkia melipat tangannya di depan dada.
"Sia.. "
"Dasar cewek gak tau malu!! ngaku-ngaku pacar dosen harris segala!! gak ada kerjaan banget" kata Azkia memotong Cintya yang ingin terus mengeluarkan omong kosongnya.
"Sekarang gue tanya, apa bukti kalo dosen harris pacar lo? apa perlu gue bawa dosen harris ke hadapan lo, terus gue tanya apa bener kalian ada hubungan? " sambung Azkia tersenyum sinis.
"Bilang aja lo iri kan sama gue? itu memang realita" kata Cintya.
"Omong kosong!! "
"Lo ngaku-ngaku pacar dosen harris, sedangkan lo gak tau kan kalo gue tunangannya dosen harris?! jelas,gue sewot!!" Azkia tersenyum sinis.
"Lo cintya, ingat baik-baik ucapan gue. Gue TUNANGAN dosen harris, catat.. TUNANGAN!!! berarti gue calon istri dosen harris!! gak ada yang lain" sambung Azkia menekan setiap katanya.
Semua yang ada di sana kaget dengan pengakuan Azkia, termasuk kedua sahabatnya.
"L l lo gak mungkin calon istri dosen harris" kata Cintya terbata dengan tatapan tak percaya.
"Lo tuh, tomboi banget kalo di luar, lo suka... "
"Udah fitnahnya?" potong Azkia.
"Percaya atau enggaknya lo, bukan urusan gue" sambung Azkia berlalu meninggalkan kerumunan, diikuti Asna.
"Hey cintya,dengerin!! ini amanah dari kia. Lo ngomongin gue, gue bodo amat!! lo ngefitnah gue, bodo amat!! intinya bodo amat!! " kata Aira pecicilan lalu ngacir pergi menyusul Asna dan Azkia.
"Menarik!! disaat orang lain ngaku-ngaku jadi pacar saya, dia langsung mengklaim jadi calon istri saya!! " batin seseorang tersenyum tipis yang sedari tadi mendengar keributan di kerumunan itu.
*****
Sudah seminggu Azkia tak bersemangat pergi ke kampus, entah apa alasan ia sebenarnya. Kali ini Azkia tak masuk mata kuliah, ia izin sedang tak enak badan.
Grandpa dan grandma nya yang mengetahui cucunya tak berangkat kuliah karena tak enak badan jadi kelimpungan. Mereka berdua kelimpungan membuatkan sarapan untuk Azkia, karena kebetulan bi Sarni sedang pulang kampung. Mereka juga bingung dengan perubahan di diri cucunya itu, selama seminggu ini, bahkan sekarang badannya merasa tak enak, membuat mereka khawatir.
Dion yang merasa khawatir dengan adeknya menghubungi rumah, dan ternyata benar adeknya sedang tak enak badan. Dion memutuskan pulang ke kediaman Dirgantara, ia takut terjadi sesuatu pada adek satu-satunya itu.
"Mas tolong mulai aduk-aduk bubur yang sudah aku taruh di kompor itu ya mas,itu untuk kia!! aku buat sarapan untuk kita dulu" kata grandma sedang repot.
__ADS_1
"Huh menyebalkan sekali harus berperang dengan panci ini, untung kalian kesayanganku.Bi sarni juga,pakai ada acara pulang kampung segala " gerutu grandpa yang sudah mulai mengaduk bubur.
"Ikhlas gak? " tanya grandma.
"Iya iya" pasrah grandpa.
"Jangan lupa di kasih salam, biar komplit rasanya!! " perintah grandma.
"Siap ibu negara!! " kata grandpa.
"Salam? salam? salam? oh salam? " gumam grandpa.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" kata grandpa keras membuat grandpa tersentak kaget.
"Astagfirullah.. kamu ngapain sih mas? " tanya grandma.
"Ya kasih salam, emang apa lagi? katanya suruh kasih salam biar komplit rasanya?! ini udah kasih salam komplit malah, kan ntar rasanya jadi tambah komplit plit" kata grandpa tanpa dosa.
Grandpa menepuk keningnya.
Astaga!! sepertinya salah menyerahkan tugas macam ni pada laki-laki ku ini!! pikir grandma.
"Tuan Dirgantara yang terhormat, suaminya nyonya Maya yang tercinta, grandpa nya Dion Alexander dan Azkia Nara Alexander yang tersayang, maksudnya tuh di kasih daun salam!! nih daun salam!! bukan mengucap salam" kata grandma sambil menyodorkan 2 lembar daun salam.
Grandpa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ya mana tau? " kata grandpa sekenanya.
"Yaudah gapapa, lain kali kalo disuruh kasih salam jangan di ucapin salam lagi ya" kata grandma, grandpa mengangguk menurut.
"Oh ya mas, besok hari minggu minta uang ya buat renang" sambung grandma.
"Buat apa renang di luar kalo di rumah aja ada? lagian buat apa renang segala? biasanya juga gak pernah lagi" kata grandpa.
"Gak bakal bisa sayang... kamu tau gak? ikan paus yang berenang tiap hari aja badannya tetep gede tuh gak langsing!! " kata grandpa membuat grandma memicingkan matanya.
Grandpa terkekeh.
"Iya deh iya, pulangnya bawa buah-buahan ya? " kata grandpa.
"Buat apa? " tanya grandma.
"Ini buat membuang toksin di badan mas, kali aja wajah mas jadi tambah bersih!! kata grandpa memegang wajahnya.
"Gak usah lah mas!! monyet aja yang tiap hari makannya buah, tetep aja mukanya kek monyet!! " kata grandma yang membuat grandpa memicingkan matanya.
"La kok ngamokkk!! " kata grandpa.
"Kan mas cuma ber.. " belum selesai grandpa menyelesaikan kalimatnya sudah terpotong salam dari Aira dan Asna.
"Assalamu'alaikum grandpa grandma" salam Aira dan Asna.
"Wa'alaikumsalam" jawab keduanya.
"Loh kalian gak ke kampus? " tanya grandma.
"Hehe... engga. Kita chat kia katanya dia izin gak enak badan, jadi kita ke sini deh" kata Aira cengengesan.
"Gak boleh gitu!! kalian harus tetep kuliah" tegas grandma yang di angguki grandpa.
"Oh grandma, come on!! sekali ini aja, ya ya? gapapa ya? " kata Aira yang raut mukanya dibuat seimut-imutnya.
Grandma menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
"Huh... terserah kalianlah, itu semua kalian yang ngerasain" kata grandma.
Tak lama kemudian Azkia turun.
"Loh kalian kok di sini? " tanya Azkia.
"Taulah ki.. udah grandma suruh kuliah juga kekeh masih di sini" kata grandma melirik Asna dan Aira, sedangkan yang di lirik cengengesan.
Azkia memilih diam, lalu mereka sarapan bersama.
Selesainya sarapan mereka kumpul di ruang tamu sambil menunggu kepulangan Dion.
"Kia sayang, sekarang grandpa mau tanya. Kia harus jawab dengan jujur. Sebenarnya kia kenapa? kenapa akhir-akhir ini terlihat murung, gak semangat? dan ini kenapa jadi gak enak badan? grandpa tau kia tuh anak yang kuat, jarang yang namanya sakit" tanya grandpa.
"Iya sayang, apa mungkin lagi ada masalah? " timpal grandma.
"Gapapa kok grandma grandpa, kia cuma kecapean aja" kata Azkia tersenyum tipis, ia tak ingin membuat grandpa dan grandma nya khawatir dengan dirinya.
"Azkia Nara Alexander" kata grandpa tegas.
Azkia tersenyum jika grandpa nya sudah menyebut nama lengkapnya, ia benar-benar sedang posesif dengan dirinya.
"Bohong grandpa" kata Aira.
Azkia yang tau Aira bakal bilang yang sebenarnya ,dalam hati ia merutuki sahabatnya itu.
"Uhh... dasar temen laknat!!! aku sumpahin tuh nikah sama kanebo kering, biar kalo ngomong gak digubris sama sekali!! " Azkia terus mengutuk sahabatnya itu.
"Tiwas tuku ninja jebule pilih vespa, tiwas jatuh cinta ternyata ada yang punya" kata Aira melantunkan lirik lagu Nella Kharisma.
"Benar begitu wahai anak perawan? " tanya grandpa.
"Aku gak perawan grandpa" kata Azkia lesu, membuat yang ada di sana tersentak kaget.
"What??! gak perawan?! maksudnya kamu udah gak perawan gitu? " pekik grandma, matanya melotot sempurna.
"Aihhh... maksudnya kia bukan perawan, kan kia punya nama" kesal Azkia.
Mereka semua menghembuskan nafasnya lega.
"Siapa yang berani nyakitin cucu grandpa ini, hmm? " tanya grandpa, Azkia menggelengkan kepalanya.
"Oke, kalo itu mau mu" kata grandpa merogoh hp di kantong lalu menghubungi sekertaris Robert.
"Robert kau cari tau.. " belum selesai grandpa menyelesaikan kalimatnya, Azkia sudah memegang tangan grandpa sambil menggelengkan kepalanya. Grandpa menghembuskan nafasnya kasar lalu memutuskan sambungannya.
"Jangan grandpa... kia janji, kia gak gini lagi" kata Azkia gigih.
"Yaudah kalian lanjut lah!! " kata grandpa berlalu pergi.
"Udah ki gapapa, urusan grandpa biar grandma yang urus. Oke? " kata grandma menyusul grandpa.
"Udahlah ki, kamu waktunya balik lagi seperti dulu... gak ada patah hati patah hati versi 2 lagi" kata Asna.
"Udah, kamu diem aja as.. mencintai dalam diam mana tau!! " kata Azkia.
"Weitss... jangan salah!! mencintai seseorang dalam diam itu indah" kata Asna.
"Dicintai seseorang dalam diam juga indah" sahut seseorang yang baru datang.
"Tapi lebih indah, kalo diam-diam dicintai seseorang yang kita cintai dalam diam " kata Asna bersamaan dengan orang itu.
Mereka bertiga yang sadar menoleh ke belakang.
__ADS_1
Siapakah orang itu?