
"Karena aku seorang muslim dan yang aku kenakan ini hijab. Dalam agama islam seorang perempuan muslim itu adalah aurat... jadi sudah kewajiban bagi kami untuk menutup aurat kita" jawab Azkia.
"Aurat? apa itu? " tanya gadis berambut pirang merasa asing dengan kata itu.
"Aurat itu bagian tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain,kecuali mahram kita" jawab Azkia.
"Haram? bukankah itu salah satu penyedap ketika memasak ya? " tanya gadis berambut pirang itu merasa benar dengan tebakannya.
"Itu garam kali mba, dan yang di bilang kia itu mahram bukan haram" celetuk Aira cekikikan.
"Oh salah ya? " kata gadis berambut pirang itu tersenyum malu.
"Mahram itu semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya sebab keturunan dan satu persusuan dengan kita "jelas Azkia.
"Terus kenapa agama islam mewajibkan seorang muslim untuk memakai hijab? bukankan setiap manusia pasti ingin terlihat perfect, misalnya rambutnya terurai Indah gitu? " tanya gadis berambut pirang itu.
"Gini aja... aku tanya, kalo mba disuruh milih antara permen yang dibungkus sama yang tanpa bungkus, mba pilih yang mana? " tanya Azkia balik bertanya.
"Ya milih yang dibungkus lah... karena kemungkinan besar banyak higienisnya" jawab gadis berambut pirang itu.
"Nah.. begitu pula dengan seorang wanita, mba paham kan? " tanya Azkia membuat gadis berambut pirang itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah" celetuk Aira ,membuat gadis pirang itu beralih menatap Aira.
"Apa mba masih ingat dengan kejadian
- Januari 2021 viral pramugari cantik digilir 11 pria,
- Mei 2021 viral Serang gadis berusia 16 tahun digilir 17 pria,
- Juni 2021 viral Serang wanita di Banglades dirudapaksa dengan botol di masukkan ke alat vitalnya?? ya walaupun mba menetap di luar negri pasti taulah akan berita itu? " tanya Azkia.
"Iya saya tau, miris banget sih itu" jawab gadis berambut pirang itu.
"Nah, dari kejadian itu kita bisa memetik hikmahnya untuk kita menutup aurat, menjauhkan tatapan lapar dari pria berhidung belang, walaupun itu belum tentu kita menggoda atau laki-laki yang tergoda. Tapi seenggaknya kita berusaha menjaga diri kita karena kita tak tau apa yang akan terjadi di hari esok pada kita"
"Karena semakin tinggi ilmu agama kita semakin tertutup dan sederhana pula cara berpakaian kita, juga semakin baik pula akhlak kita. Maka laki-laki semakin takut untuk mempermainkan kita. Karena ketika dia ingin mempermainkan kita ,dihadapannya bukan lagi orang tua kita tapi sang maha pencipta"
"Jadilah perempuan yang ramah namun tegas, jadilah perempuan yang lembut namun dihormati,dan jadilah perempuan yang membanggakan namun disegani"
jelas Azkia membuat gadis berambut pirang itu meneteskan air matanya yang sudah tak mampu dibendung.
"Loh mba kenapa nangis? " tanya Aira dan Azkia panik karena semakin deras air mata yang mengalir.
"Hiks.... hiks.. hiks.. aku jadi teringat dengan temanku yang sudah meninggal hiks... " kata gadis berambut pirang itu di sela-sela tangisnya.
"Memangnya kenapa mba? " tanya Aira penasaran.
__ADS_1
Gadis berambut pirang itu menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya dengan perlahan, menghentikan tangisannya dan mulai bercerita.
"Dia meninggal bunuh diri karena frustasi dilecehkan oleh seorang lelaki hingga hamil, walaupun kita berdua tinggal di luar negri tapi kita tak pernah s**s bebas dan menyerahkan keperawanan kita dengan yang bukan suami kita"
"Awalnya tuh dia dapet chat sama laki-laki asing, terus dia bales. Besoknya si laki-laki ngajak ketemuan dan terjadilah" kata gadis berambut pirang itu sedih.
"Nah itu juga jadi pelajaran buat kita mba!! " kata Azkia yang di angguki gadis berambut pirang itu.
"Kok gitu ki? apa di sini cuma aku yang gak paham maksudmu? " tanya Aira.
"Kamu mah suka lugu ra" kata Azkia membuat gadis berambut pirang itu tersenyum tipis, ah si ira nih ngerusak suasana aja tau gak!!! lagi sedih-sedih juga.
"Beneran ini ki, bukan sok lugu!! " kata Aira serius.
"Eh emang tau artinya lugu? " goda Azkia.
"Taulah... polos kan? aku emang polos ki,anak baik-baik... hihi.. aku masih ting..ting..dijamin masih ting..ting..sama sekali belum berpengalaman...." kata Aira sambil nyanyi dan joget-joget. Dih gaje banget si ira .
"Yee... sok tau bet dah... lugu itu artinya lucu tapi guoblok ira!!! " ledek Azkia tergelak membuat Aira memicingkan matanya. Sementara gadis berambut pirang itu yang tak tau arti guoblok pun diam-diam searching di google, setelah tau ia pun ikut tergelak dengan tingkah 2 orang yang baru ditemuinya itu.
"Hahaha.. ira ira... oke back to topic, jadi maksudku tuh gini... kalo kita dapet chat dari orang asing itu jangan langsung di balas " kata Azkia yang di angguki gadis berambut pirang itu.
"Kenapa gitu? " tanya Aira yang masih belum paham. Mungkin efek lapar kali ya jadi oon gitu?
"Gini loh ra.. kalo kita dapet chat dari orang asing tuh jangan langsung di balas, tunggu besok-besok aja dulu.. minimal kita selidiki dulu lah. Kek nasi gitu, kalo masih panas tuh jangan terus dimakan tapi tunggulah hingga panasnya berkurang, atau dingin jauh lebih baik. Karena tau kan, apa yang akan terjadi ketika kita memaksakan nasi panas itu masuk ke dalam mulut kita? begitu pun dengan chat dari orang asing!!! kia tau ira pintar, pasti menemukan jawabannya" tanya Azkia yang di angguki Aira.
"Numplek segane, numplek jangane ,ora sido madang... krucuk... krucuk... wetenge... "(tumpah nasinya, tumpah sayurnya, tidak jadi makan... krucuk... krusuk.... perutnya....) suara Asna dengan riang yang sedari tadi sibuk mendengarkan lagu dengan headset.
Azkia, Aira, dan gadis berambut pirang itu menatap Asna. Ketika menyadari kekonyolannya itu pun Asna melepas headset dari telinganya sambil cengengesan.
"Huh... pasti dengerin lagu Kuch Kuch Hota Hay " gerutu Azkia membuat gadis berambut pirang itu bingung, karena yang didengarnya tadi jelas-jelas beda 100%.
"Hehe... habisnya duet pakde Didi kempot sama Yan velia yang liriknya diganti itu asik banget sih didengar" kata Asna cengengesan, membuat gadis berambut pirang itu mengerti.
"Hihi... hibisnyi diit pikdi Didi kimpit simi Yin vilii ying liriknyi diginti iti isik bingit sih didingir" cibir Aira.
"Dih syirik aja sih ra? " kata Asna.
"Huh.. dasar wong jowo!!! " kata Aira mendengus.
"Yee wong jowo gini juga temanmu, lebih baik wong jowo dari pada koper!! apalagi bagasi..kan lebih parah" kata Asna tak mau kalah.
"Wong jowo apa? terus kok koper? dan katanya bagasi lebih parah?" tanya gadis berambut pirang itu bingung.
"Wong jowo itu orang Jawa mba, koper itu korban perasaan,dan bagasi itu bahagia enggak... sedih iya. Wong jowo gini aku juga bangga jadi orang Jawa!! yang penting happy " kata Asna membuat gadis berambut pirang itu mengangguk paham.
"Apa yang kamu banggakan? dan orang Jawa itu gimana maksudnya? i am really comfused!! " tanya gadis berambut pirang itu penasaran.
__ADS_1
"Jadi saya itu orang Jawa yang berasal dari pulau Jawa, pulau Jawa adalah salah satu pulau di Indonesia" jawab Asna membuat gadis berambut pirang itu mengangguk paham.
Asna yang agak gesrek, di otaknya terlintas ide jail untuk mengerjai gadis berambut pirang itu.
"Eitsss... gak tau aja kamu kalo orang Jawa itu hebat-hebat... makannya aja nasi kucing, tahu mercon(petasan), bakso granat,ayam bakar kampung. Cemilannya aja kacang atom, kuping gajah, tai(kotoran) kucing, rondo(janda) royal. Minumannya kopi kapal api ditambah gula pasir atau gula batu,apalagi orang Jawa itu harus mangan(makan) bangku sekolahan(belajar/bersekolah)...katanya supaya pintar, keren kan? perutnya gapapa, gak meledak tapi malah kenyang karena nikmat" kata Asna antusias membuat gadis berambut pirang itu kaget, bergidik ngeri dengan ucapan Asna.
"Kenapa gak sekalian semen-semen nya aja diaduk tuh" celetuk Aira.
"Heh gak usah sembarangan ya as!! kamu tenang aja mba itu tuh hanya namanya makanan, minuman, dan istilahnya aja kok. Kalo orang yang asing dengan kata-kata asna pasti kaget padahal cuma nama makanannya aja, gak beneran makan itu!!! kalo mba gak percaya bisa searching di google aja. Si asna tuh cuma iseng ngerjain mba, karena tau kalo mba orang luar mana ngerti kan" kata Azkia membuat gadis berambut pirang itu bernafas lega.
"Benar-benar hari yang menyenangkan bisa bertemu dengan kalian... kalian membuat saya tertawa sekaligus bingung dengan tingkah absurt kalian" kata gadis berambut pirang itu tersenyum.
"Hihi... iya dong. Oh ya namanya siapa mba? " tanya Asna.
"Namaku rebecca... kalo kamu siapa? " jawab gadis berambut pirang itu yang ternyata bernama Rebecca.
"Aku Asna, salam kenal ya" kata Asna.
"Ini pasti ira, karena tadi kia manggil kamu ira" kata Rebecca menunjuk Azkia.
"Iya, aku Aira, salam kenal ya" kata Aira.
"Dan kamu pasti kia kan? " tanya Rebecca.
"Iya, betul sekali... namaku Azkia, salam kenal ya" kata Azkia.
"Pasti pacar kalian bangga mempunyai pacar yang cantik dan lucu seperti kalian? " kata Rebecca.
"No, caca!!! islam tak mengizinkan pacaran" kata Azkia, Asna, dan Aira bersamaan.
"Kita juga sedang hijrah" sambung mereka bersamaan lagi,saling pandang lalu tertawa yang diikuti Rebecca.
"Kompak banget, dan apa tadi caca? boleh-boleh... gak terlalu buruk" kata Rebecca, lalu mereka berempat kembali tertawa.
"Aku pengen nanya sama kia sebelum hijrah apa pernah pacaran? " tanya Caca alias Rebecca.
"No!! " jawab Azkia singkat.
"Really? " tanya Caca.
"Of course" kata Azkia.
"Gimana mau punya pacar orang sama cowok aja cuek banget sampai-sampai nih ya para setan yang godain kia tuh pada ghibah, untung aku denger" kata Aira pecicilan.
"Ghibah? apa lagi itu? " tanya Caca bingung,kenapa begitu banyak kata asing yang didengarnya?
"Ghibah itu nyinyirin orang atau ngomongin orang" jawab Asna.
__ADS_1
"Really? baru kali ini aku denger setan ghibah, gimana ghibah nya ra? " tanya Caca antusias.