FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Lampu hijau umi dan abi


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Dirgantara, seperti biasa Azkia masuk rumah selalu teriak-teriak.


"Assalamu'alaikum grandma" teriak Azkia.


"Wa'alaikumsalam ki" jawab grandma.


"Bisa gak sih kalo masuk rumah tuh gak usah teriak-teriak? " kata grandma menjewer telinga Azkia.


"Sshh... iya iya grandma, lain kali enggak deh!! janji!! " jawab Azkia sambil mengangkat 2 jarinya membentuk V.


" Janji!! janji!! ngomong yang bener!! bilangnya janji tapi gak ditepati!! udah mana pesanan grandma? " kata grandma menengadahkan tangannya.


"Iya iya... kalo gak khilaf lagi" cengir Azkia.


"Nih pesanannya, dilihat dulu.. ntar salah lagi" sambung Azkia menyodorkan pesanan grandma.


"Wah... gak sia-sia grandma nyuruh kamu ki!! the best kamu!! " puji grandma.


"Yaudah buruan mandi gih, setelah itu anterin makanan ke kantor grandpa ya!! " sambung grandma sambil mendorong tubuh Azkia supaya naik ke kamar.


"Iya, bentar ya? " jawab Azkia sambil mencium pipi grandma nya lalu pergi ke kamar, membuat grandma tersenyum senang. Walaupun Dion tak berada di sampingnya tapi masih ada Azkia yang menghibur dirinya.


30 menit kemudian....


Grandma menelpon grandpa.


"Assalamu'alaikum mas? " kata grandma.


"Wa'alaikumsalam sayang, kenapa? " tanya grandpa dari sebrang sana.


"Nanti kia ke kantor nganterin makanan ya, kamu lagi apa? apa masih sibuk? " tanya grandma.


"Ini aku lagi sama stella, mau nyobain sayang. Boleh kan? lagi mau di buka ini. Soalnya cantik dan Wangi banget ke.. tut.. tut. " belum selesai grandpa menjawab, grandma sudah memutuskan sambungannya.


"Huh.. berani-beraninya dia!! udah tua juga, masih banyak tingkah!! awas aja kamu mas!! " gerutu grandma. Ia pergi ke kamar Azkia.


Ceklekk


"Ya ampun ki... udah 30 menit loh ini! kamu belum mandi juga? " kata grandma berkacak pinggang menghadapi cucunya yang enak-enak rebahan.


"Hehe... abisnya tadi mau mandi,tapi kok masih cakep ya? jadi gak jadi deh grandma" kata Azkia cengengesan.


"Alasan!! perawan kok jorok banget, disuruh mandi aja susah banget!! nemplok terus sama kasur!!! posesif banget ya kasurnya? " sindir grandma.


"Bukan gitu grandma, kia tuh sebagai warga negara yang baik lagi menghemat sumber air supaya masa depan bumi kita gak kekurangan air" kilah Azkia.


"Ngeles aja kek bajaj!! " cibir grandma.


"Udah cepat mandi!! " kata grandma berkacak pinggang matanya melotot sempurna.


"Iya iya otw nih" pasrah Azkia.


Sementara di perusahaan Gatara Corp


"Ini aku lagi sama stella sayang, mau nyobain sayang. Boleh kan? lagi mau di buka ini. Soalnya cantik dan wangi banget kemasan barunya" kata grandpa, namun ia menyadari sambungan teleponnya sudah diputuskan sepihak.


"Kenapa dia? " gumam grandpa heran, ia pun kembali sibuk dengan stella barunya.


*****


"Mana makanan yang harus kia antar grandma? " tanya Azkia menghampiri grandma nya.


"Nah.. gini dong!! perawan tuh harus wangi, gak jorok... jarang mandi pulak!! " puji grandma.


"Ooh iya, ini makanannya... sama kamu lihat grandpa mu itu!! tadi dia bilang lagi sama stella, huh... memangnya secantik dan semenarik apa dia, sampai grandpa mu itu tertarik dengannya!! " sambung grandma, membuat Azkia bingung dengan grandma nya yang ngomel-ngomel tak jelas itu.


"Stella? siapa dia? apa hubungannya dengan grandpa? jangan-jangan.." batin Azkia bingung.


Azkia yang enggan bertanya pun memilih menganggukkan kepalanya lalu berjalan keluar rumah.


Sesampainya di perusahaan Gatara Corp

__ADS_1


Azkia turun dari mobil dengan senyum yang mengembang, membalas sapaan-sapaan dari karyawan di kantor itu dengan tersenyum ramah. Sampai-sampai ia tak terlalu fokus melihat jalan.


Brukk..


"Awssshhh... untung makanannya gapapa" gumam Azkia yang jatuh terduduk.


"Maaf maaf... saya tak sengaja" kata sang penabrak yang suaranya sangat familiar di telinga Azkia. Azkia mendongakkan kepalanya.


"Loh dosen harris?? kenapa bisa ada di sini? " tanya Azkia heran.


"Nara? eum.. itu saya ada meeting" kata dosen Harris.


"Meeting? seorang pengusaha kah? " tanya Azkia.


"Iya ra, baru beberapa bulan ini kerjasama dengan perusahaan Gatara Corp" jawab dosen Harris.


"Nara sendiri ngapain di sini? " sambung dosen Harris pura-pura tak tau.


"Eum.. kia mau anterin makanan buat grandpa" kata Azkia sambil memperlihatkan kotak makanan yang ia bawa.


"Grandpa?? grandpa mu bekerja di sini kah? " tanya dosen Harris yang masih pura-pura tak tau.


"Eum iya... grandpa dirgantara" jawab Azkia.


"Dirgantara? presdir perusahaan ini? jadi kamu cucu beliau? " kata dosen Harris pura-pura terkejut.


"Iya.. yaudah kalo gitu kia duluan ya? " kata Azkia.


"Iya" jawab dosen Harris mengangkat sebelah bibirnya. Bagi dosen Harris yang juga merupakan seorang pengusaha tak sulit untuk mencari tahu seseorang. Setelah kejadian awal pertemuan mereka dosen Harris mencari tau tentang Azkia dan juga keluarganya.


Keberuntungan pun berpihak padanya, setelah itu ia bertekad untuk mengubah Azkia.


Flashback on


Siang hari setelah dosen Harris tau semuanya ia meminta berbicara pada orang tuanya.


"Abi umi... jika harris menyukai seorang gadis, namun gadis itu tak menutup auratnya apa abi dan umi menyetujui hubungan kami? " tanya dosen Harris hati-hati.


Abi dan umi saling pandang.


"Eum.. sepertinya begitu bi" jawab dosen Harris gugup.


"Kenapa kamu gugup? " tanya abi.


"Tentu saja boleh nak, itu akan jadi tugasmu bukan? setelah ia jadi istrimu kelak, kamu harus membimbingnya ke jalan yang benar. Bukan begitu mi? " sambung abi tersenyum hangat.


"Abi mu benar ris, siapapun dia, bagaimanapun masa lalunya, dan bagaimanapun keadaannya kami tak mempermasalahkan itu semua ris. Karena jika dia jodoh dari Allah yang sudah dituliskan di lauhul mahfudz , kelak kamu akan ditakdirkan untuk melengkapi hidupnya, menyempurnakan agamanya, dan berdiri satu shaf di depannya"


" Manusia di dunia pasti ada pasangan masing-masing, dan itu tugas dari masing-masing pasangan untuk melengkapi semua kekurangan dan kelebihan yang ada di diri pasangan masing-masing. Sama-sama belajar berubah untuk jauh lebih baik lagi, untuk mendapatkan ridho-Nya dan menggapai jannah-Nya bersama. Ingat ris!!! manusia itu tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah " timpal umi, membuat dosen Harris tersenyum senang memiliki orang tua seperti abi dan umi nya.


"Makasih bi.. mi.. kalian memang yang terbaik" haru dosen Harris.


"Iya nak.. oh ya, umi minta tolong buat beli sesuatu ke mall bisa gak? " kata umi.


"Bisa mi, memang mau beli apa? " tanya dosen Harris.


"Bentar, umi ambil catatan di kamar dulu" kata umi cekikikan, membuat dosen Harris menghembuskan nafasnya kasar.


"Pasti banyak belanjaannya" keluh dosen Harris.


"Yang sabar ris" kata abi terkekeh menepuk pundak dosen Harris lalu berlalu meninggalkannya.


Setelah mendapat daftar belanjaan dari umi nya dosen Harris bergegas pergi ke mall.


Ia terus mencari semua yang ada di daftar belanjaan hingga kedua tangannya sudah penuh. Tiba-tiba


Brukk...


"Maaf maaf... saya tak sengaja, salah saya jalan tak terlalu fokus" kata dosen Harris memunguti barangnya yang berserakan, dibantu orang yang ditabraknya juga. Ia mendongakkan kepalanya.


"Tak apa mas, ini salah saya juga berbalas pesan sambil berjalan. Jadi berakibat seperti ini" kata orang yang ditabrak dosen Harris.

__ADS_1


"Oh ya, ini belanjaannya" sambungnya menyodorkan paper bag yang terjatuh tadi.


"Ah iya, makasih ya" kata dosen Harris menerima paper bag itu.


"Iya sama-sama. Saya duluan ya soalnya buru-buru, btw hati-hati!! " kata orang itu berjalan tergesa-gesa.


Dosen Harris membalas dengan anggukan lalu tersenyum, ia melihat sesuatu jatuh dari orang itu. Ia langsung berteriak.


"Hey tunggu!!! " teriak dosen Harris sambil mengambil barang yang terjatuh itu.


Orang itu berbalik.


"Kenapa? " tanyanya.


"Ini barang mu terjatuh!! " kata dosen Harris sekilas melihat foto itu lalu menyodorkan ke orang itu.


"Ah iya, untung saya belum jauh. Terimakasih ya mas? " kata orang itu.


"Iya sama-sama, btw cantik juga... pacarnya ya? " tanya dosen Harris penasaran, karena ia tau betul foto itu foto siapa.


"Bukan mas, ini adek saya. Dia memang cantik!! " kata orang itu, membuat dosen Harris kaget. Namun di sisi lain ia juga merasa senang, beruntung karena tak susah payah menjalankan misinya.


"Oh ya?? namamu siapa? " tanya dosen Harris antusias.


"Dion... namaku dion mas, kamu sendiri? " jawab Dion sambil mengulurkan tangannya.


"Aku harris... senang bertemu denganmu!! " kata dosen Harris menjabat tangan Dion.


"Tapi secantik cantiknya wanita, jika ia menutup auratnya" pancing dosen Harris membuat Dion merenungi perkataan dosen Harris.


"Yang di katakan nya ada benarnya juga, tapi aku tak ingin memaksakannya. Ah lebih baik sekarang daripada ditunda terus, apa sekalian


aku beliin jilbab aja ya? "


"Hmm... iya ajalah" batin Dion.


"Ah ya.. kamu benar mas!! akan aku bujuk dia" tegas Dion.


"Berhasil..terimakasih ya Allah...engkau memperlancar semuanya.." batin dosen Harris tersenyum puas.


"Oh ya, aku duluan ya mas harris!! " kata Dion.


"Ya... hati-hati!!! dan jangan langsung jawab lagi ya, jika ada yang bertanya tentang gadis itu" teriak dosen Harris.


"Okee.. " teriak Dion mengacungkan kedua ibu jarinya. Ia menyempatkan diri untuk membelikan jilbab dan mushaf al-qur'an untuk diberikan pada adek tersayangnya.


(*Author: Berarti secara tidak langsung yang merubah si kia tuh dosen harris dong yon? )


(Dion: Hehe... iya thor, sebenarnya aku gak mau terlalu memaksakannya.Tapi setelah difikhir-fikhir tuh omongan mas harris ada benernya juga)


(Author:Cie... perantara doang ni yee)


(Dion :Hempp*!!)


Flashback off


BRAKK.....


Azkia mendorong pintu ruangan presdir dengan kencang.


"Astaga... KIA!! " kata grandpa memegang dadanya.


"Kalo grandpa mati kena serangan jantung gimana, huh? " sambungnya.


"Ya tinggal kubur, gitu aja repot!! gak ada yang bikin grandma sedih lagi deh" celetuk Azkia.


"Kamu!! dasar cucu kualat!! apa maksudmu? ngomong yang bener!! " tegas grandpa.


"Ya itu, grandma di rumah ngomel-ngomel gak jelas. Katanya grandpa mau nyobain stella, terus grandma bilang memangnya secantik dan semenarik apa dia!! sampai grandpa mu itu tertarik dengannya!! " kata Azkia menirukan gaya grandma berbicara. Grandpa yang mendengar cerita cucunya itu dengan seksama tertawa terpingkal-pingkal.


"Kenapa malah ketawa? ada yang lucu? " kata Azkia memicingkan matanya.

__ADS_1


"Hahaha... ppffftthhh... kia kia... grandma mu itu anek sekali" kata grandpa disela-sela tawanya.


"Aneh? " tanya Azkia heran.


__ADS_2