FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Nanti nangess


__ADS_3

"Assalamu'alaikum umi" salam Aira, Asna, dan Rebecca.


"Wa'alaikumsalam nak" jawab umi Farah tersenyum.


"Caca... " panggil Azkia beralih memeluk Rebecca.


"Aku kangen banget sama kamu ki" kata Rebecca membalas pelukan Azkia.


"Iya, aku juga, terakhir kan waktu itu, awal ketemu plus akhir ketemu" kata Azkia terkekeh, membuat kedua sahabatnya semakin senang karena Azkia sudah kembali sepenuhnya seperti Azkia yang mereka kenal.


"Ki.. as.. ca... aku duluan ya, aku mau ke ASRA CAFFE dulu? " kata Aira, mereka mengangguk.


"Lah... aku gimana ra? " tanya Asna.


"Ntar sama kia, as" kata Azkia, Asna menganggukkan kepalanya.


"Ira duluan ya mi? assalamu'alaikum umi" kata Aira mencium tangan umi Farah.


"Wa'alaikumsalam " jawab mereka bersamaan.


"Hati-hati nak ira" pesan umi Farah.


"Iya mi" jawab Aira.


Azkia dan Asna melepas rindu pada rebecca.


"Jadi kalian yang nganterin rebecca ke sini ya? " tanya umi Farah.


"Iya mi, kan waktu itu ada ustadzah dadakan" kata Asna cekikikan sambil melirik Azkia.


Umi Farah tersenyum tipis.


Setelah selesai melepas rindu Azkia dan Asna pamit pulang.


Sesampainya di Kediaman Dirgantara.


Azkia sudah di sambut dion yang akan pergi lagi, membuat Azkia sedikit sedih.


"Assalamu'alaikum" salam Azkia.


"Wa'alaikumsalam, udah pulang dek? " tanya Dion menghampiri Azkia.


Azkia berlalu begitu saja ,cuek melewati Dion.


"Dek... hey, kakak kan harus bantuin uncle erland. Jangan cuek gitu dong sama kakak" kata Dion mengejar Azkia.


"Yaudah sih, pergi tinggal pergi sana bantuin uncle erland" ketus Azkia.


"Gak boleh gitu ki, kakakmu kan juga mengobati seorang pasien, kalo gak ngobatin pasien percuma dong ,kakakmu jauh-jauh ke luar negri buat ngejar cita-cita. Bahkan sampai rela tinggal pisah rumah sama kamu" nasehat grandma.


Azkia menoleh menatap grandma yang berdiri tak jauh darinya, lalu menatap Dion.


Azkia yang merasa bersalah, memeluk kakaknya.


"Maaf, kia udah egois" lirih Azkia.


"Iya gapapa, kamu juga jangan sakit-sakit lagi karena korban kang ghosting ya" kata Dion mengelus kepala Azkia.


"Gak boleh ada yang nyakitin kamu ,kecuali kakak" sambungnya terkekeh, membuat Azkia mencubit kecil perut Dion.


"Alasan kakak takut kamu kenal sama dunia luar ya gini nih dek, kakak takut kamu bakal disakiti" sambungnya lagi.


Azkia terdiam, ia tersadar selama ia patah hati ternyata membuat orang disekitarnya, yang menyayanginya merasa sedih.


"Enggak kak... kia janji gak akan kek gitu lagi,soalnya udah mati rasa" gigih Azkia, Dion menatap Azkia.


"Halah... cewek jaman sekarang bilangnya udah mati rasa, padahal masih cari yang good looking. Kalo udah dapet yang good looking terus di ghosting, nanti nangess!! " ledek Dion, Azkia menatap kakaknya.


Kak Dion ada benarnya juga!!


"Apa pasien yang kakak tangani sudah mulai ada perkembangan? " tanya Azkia mengalihkan topik pembicaraan.


"Alhamdulillah.. ada dek, detak jantungnya yang awal hanya 5-10 per menit sekarang naik 25-40 per menit" kata Dion.


"Wah hebatnya kakakku ini, kia yakin kakak pasti bisa!! " puji Azkia sekaligus menyemangati kakaknya.


Dion tersenyum, dia tau Azkia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Udah sana, pergi " usir Azkia.

__ADS_1


"Iya iya" kata Dion mengacak-acak kepala Azkia yang terbalut jilbab, lalu berlari kecil.


Azkia menghentak-hentakkan kakinya, merasa kesal karena jilbabnya jadi berantakan.


"Kia... grandma mau nanya, caranya menggunakan BPJS gimana sih ki? " tanya grandma yang baru turun dari kamar dengan menjinjing tas kesukaannya, nampaknya ia akan pergi keluar.


"BPJS? grandma sakit? mana yang sakit? terus kenapa harus pakai BPJS? grandpa kan masih mampu membiayai kebutuhan grandma?! " tanya Azkia beruntun sambil membolak balikkan badan grandma, ia khawatir grandma nya kenapa-napa.


"Ih.. apaan sih, orang BPJS yang kayak peta itu loh!! " kata grandma.


"BPJS yang kayak peta? " kata Azkia mengernyit bingung.


Otak Azkia terus berfikir ,setelah menyadarinya ia menepuk keningnya.


"Ya ampun grandma, GPS!! " pekik Azkia.


"Nah itu maksudnya" kata grandma cengengesan.


Azkia memberitahu grandma nya cara menggunakan GPS, katanya mau ketemuan dengan teman lamanya di tempat yang grandma tidak tau.


******


Di Kediaman Wiratama


Sepasang suami istri sedang berada di dapur, mereka bergurau dengan ria, tapi masih aja mempermasalahkan hal-hal kecil.


"Mau masak apa sih mi? " tanya papi Wiratama.


"Masak air biar mateng" kata mami Ika terkekeh.


"Ish.... ditanyain beneran juga" gerutu papi Wiratama.


"Mau masak nasi goreng pi" kata mami Ika.


"Kurang kerjaan banget!! nasi udah mateng aja masih di goreng" kata papi Wiratama.


"Kalo papi mau makan sama nasi putih aja juga gapapa, sok atuh" kata mami Ika cuek.


"Ih mami... strawberry mangga soda, sorry cuma bercanda ,sayang" goda papi Wiratama.


Mami Ika melirik papi Wiratama.


"Yah mati, beliin gas dong pi, gasnya uda habis nih" sambung mami Ika memelas.


"Gak mau lah, pedagang gas itu paling nekad tau mi... udah tau jalanan menurun masih aja bilang gas.. gas... bukannya rem... rem... " kata papi Wiratama.


"Bagus dong... berarti pedagangnya tak kenal kata menyerah kayak tukang bubur, walaupun nasi udah jadi bubur masih aja di jual!! udah sana pi beliin dulu, ntar gak mami kasih nasi gorengnya loh" kata mami Ika.


"Malu mi, masa laki-laki beli gas" kata papi Wiratama.


"Strawberry mangga tuli, sorry gak peduli"


"Jadi gak mau nih?! gak makan nasi gorengnya berarti!! " ancam mami Ika.


"Strawberry mangga susu, sorry gak *****" kata pali Wiratama santai.


"Ini nih, kalo kayak gini kan udah gak bisa di tawar. Udah kayak pedagang roti aja"


"Promosinya roti tawar, tapi gak bisa di tawar" gerutu mami Ika.


"Itu masih normal kali mi, gak aneh. Yang aneh tuh pedagang ikan, orang ikan udah mati aja masih di bilang ikan segar" kata papi Wiratama terkekeh, membuat mami Ika terus mengomel-ngomel tak jelas.


Kebetulan Aira baru saja pulang, ia melihat papi dan maminya beradu argumen mereka masing-masing namun terkesan sedang beradu mulut di mata Aira.


"Stopp!! " kata Aira keras.


Seketika papi Wiratama dan mami Ika berhenti lalu melihat ke arah Putri mereka.


"Assalamu'alaikum mami papi... salam sejahtera bagi kita semua. Dengan datangnya Putri kalian satu-satunya ini, ira ingin menyampaikan sebuah pesan untuk papi wiratama dan mami ika. Pesannya berisi:


DI POJOKAN ADA GHOST YANG SEDANG MENGAMBIL VIDEO KALIAN DENGAN SENANG HATI KARENA KALIAN SEDANG BERTENGKAR. PERLU DI INGAT!! BAHWASANNYA MISI TERBESAR GHOST ADALAH MEMBUAT PASANGAN SUAMI ISTRI BERTENGKAR DI SETIAP HARINYA ,HINGGA MENCERAIKAN MEREKA.


Demikianlah pesan yang ira sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu'alaikum...


Jakarta, 10 Agustus 2021.


Atas nama,


individu seorang anak yang tak ingin melihat orang tuanya bertengkar. " sambung Aira tersenyum getir lalu berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Iyyakanakbudu.. " kata mami Ika.


Aira menghentikan langkahnya, ia menoleh kearah mami papinya.


"Budu? " Aira mengernyit bingung.


"Waiyyakanastain"


"ihdinassirotolmustakim" lanjut mami Ika.


"Oh,lagi baca doa?!" kata Aira melanjutkan langkahnya lagi,sedangkan papi Wiratama sudah menepuk keningnya.


"Kenapa tadi berantemnya gak pakai bahasa arab aja? " sambung Aira berhenti, membalikkan badannya.


"Apa hubungannya? " tanya papi Wiratama dan mami Ika secara bersamaan.


"Kalo ada tetangga yang dengar kan mikirnya pasti lagi doa bersama, bukan bertengkar!! " kata Aira lalu melanjutkan langkahnya lagi.


Mata mami dan papinya membulat sempurna.


"Ternyata anak mami sama konyolnya dengan tukang cetak foto! " kata papi Wiratama.


"Eits... bentar, mami tau ini. Karena kalo di tanya 3×4 berapa mas? dia malah jawab Rp 15.000,00 mba gitu kan? " timpal mami Ika, lalu mereka tertawa bersama.


"Tumben ya pi si Ira gak bisa di ajak bercanda, biasanya juga santai aja sih?" sambung mami Ika ,papi Wira hanya mengedikkan bahunya tak tau.


********


Di kampus seperti dulu, Azkia sudah bercanda dengan Asna namun ada yang berbeda dengan Aira, entah apa yang mengganggu pikirannya.


"Kamu tuh lagi ngapain sik ki? " tanya Asna heran dengan sahabatnya yang satu itu.


"Ini loh, lagi mencoba memecahkan misteri dunia" kata Azkia sambil membenarkan jarum pentul di jilbabnya.


"Misteri dunia yang belum terpecahkan?! apa sih?" bingung Asna.


"Iya, misteri ciwi-ciwi berhijab di dunia yang belum terpecahkan tuh harum pentul ini, padahal baru aja beli satu rol, gak dimakan, gak dibuang tapi kok cepat banget habisnya. Eh, giliran punya jarum pentul sebiji awet nya minta ampun!! " kata Azkia terkekeh.


"Dih... misteri dunia apaan itu" ledek Asna.


"Eh, bentar deh.... aku mau nanya penting banget, megawati itu apa mantannya pak jokowi ya? " sambung Asna.


"Mantannya pak jokowi?!! tau dari mana kamu? " tanya Azkia.


"Kayaknya pernah deh! " kekeh Asna.


"Gak pernah lah bego! " kekeh Azkia tak mau kalah.


"Pernah!! soalnya kata orang, megawati tuh mantan presiden!! "


"Sedangkan presidennya pak jokowi!! "


"Mantan ki!! mantan!! " kekeh Asna.


Mata Azkia membulat sempurna, kenapa sahabatnya konyolnya kelewat? biasanya yang seperti ini Aira!! sedangkan Aira hanya diam sesekali tersenyum!!


"Bukan gitu juga pea!! maksudnya tuh megawati pernah jadi presiden, bukan mantannya pak jokowi!! " pekik Azkia.


Lalu mereka tertawa bersama kecuali Aira yang hanya tersenyum tipis, Asna yang merasa ada yang mengganjal dengan sikap Aira menegurnya.


"Kamu kenapa ra? biasanya juga yang paling heboh?!" tanya Asna.


Aira hanya tersenyum tipis.


"Udah sih, cerewet salah diam pun salah!! kasian kali si Ira ni!! " kata Azkia.


"Beneran, kamu kenapa sih ra? diem-diem bae" kata Asna.


"Lagi mencoba melapangkan dada walau hati terluka semo... "


"Kia!!! aku nanya Ira nih" kata Asna memotong kalimat Azkia.


Azkia cengengesan.


"Ra?! " panggil Asna.


Aira menatap Asna lalu menghembuskan nafasnya kasar. Ia mulai menceritakan kejadian kemarin di depan ASRA CAFFE sebelum pulang.


"Kemarin tuh aku....

__ADS_1


__ADS_2