FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Ardi nugarakk


__ADS_3

"Yaudah, oke oke aja sih" jawab Aira.


"Okee.. let's go!!! " kata ketiga sahabat itu dengan melajukan kendaraannya menuju panti. Asna mengendarai mobil sport hadiah ulang tahun dari grandpa, begitupun dengan Aira yang menggunakan mobil sport pemberian dari papi, sedangkan Asna nebeng Aira. Sebenarnya Asna di beri mobil juga oleh grandpa tapi Asna menolaknya, masih ada yang peduli, menyayanginya seperti keluarganya sendiri, menyekolahkannya hingga kuliah, dan mencukupi kehidupannya sehari-hari saja ia sudah sangat bersyukur. Asna tak mau terus menerus merepotkan keluarga Azkia, walaupun mereka benar-benar tulus menolongnya.


Azkia dkk memang seminggu sekali mengajar bela diri di panti asuhan, ia memang lihai dalam bela diri. Berkat Azkia, Aira dan Asna pun bisa bela diri.


.


.


.


.


.


Suasana panti yang sangat ramai dan damai dipandang, kedatangan 3 gadis yang sangat cantik dan humoris membuat siapa saja nyaman dengan mereka.


"Assalamualaikum bunda" ucap salam sahabat 3a itu sambil mencium punggung tangan bunda panti secara bergantian.


"Wa'alaikumsalam anak-anak gadisnya bunda" kata bunda menjawab salam ketiga anak gadisnya .


"Tumben barengan gini ke sini nya" sambung bunda heran.


"Iya nih bun tadi dari kampus langsung ke sini, gak pulang dulu" jawab Asna.


"Loh berarti belum pada makan dong ya?" tanya bunda "Makan dulu gih,kalian itu harus jaga kesehatan ntar sakit gimana?"sambung bunda dengan perhatian.


"Udah kok bun tadi habis selesai mata kuliah kita-kita sempetin makan dulu, baru deh ke sini" jawab Azkia yang di angguki kedua sahabatnya.


"Ooh gitu ya" jawab bunda manggut-manggut "Pasti gak pada sholat dzuhur dulu tadi? " sambung bunda menebak yang di gelengi kepala Azkia dkk.

__ADS_1


"Yaudah gak papa, tapi di usahain jangan bolong-bolong sholatnya. Harus lebih taat lagi" nasehat bunda yang di angguki Azkia dkk.


"Iya bun akan kami usahakan" jawab Azkia dkk hampir bersamaan.


"Terus ini mau langsung ngajar apa istirahat dulu, hmm? " tanya bunda perhatian.


"Kita langsung ke adek-adek aja lah bun" jawab Asna yang di angguki Azkia.


"Iya bun pasti adek-adek pada seneng karena kedatangan kakak-kakak cantiknya ini, apalagi Ira yang keimutan dan kecantikannya yang tiada tara ini" kata Aira dengan narsisnya membuat Bunda tersenyum menunduk-nunduk, sementara Azkia dan Asna sudah memutar kedua bola matanya jenuh.


"Hay adek-adek ciwi ciwi cantik kalian datang lagi" teriak Aira dari kejauhan dengan centilnya.


"Ira jangan teriak-teriak ini tuh bukan hutan, bikin gendang telinga pecah aja tau gak" gerutu Asna sambil menutup kedua telinganya.


"udahlah as biarin aja dia mah, kuy lah? " ajak Azkia sambil menarik tangan Asna meninggalkan Aira.


"Ih kok aku di tinggalin sih" gerutu Aira kesal.


"Hay adek-adek " sapa Azkia dan Asna bersamaan.


"Ih kok kak Ira gak di jawab sih" kata Aira dibelakang kedua sahabatnya, mencebik mulutnya kesal.


"Cieee... yang dapet sambutan hangat dari adek-adek " goda Azkia.


"Ih kia.. " kesal Aira.


"Hahaha... " tawa pecah Azkia, Asna, bunda, dan adek-adek.


"Iya.. iya, jawab gih dek kakak Ira nya.. ntar mulutnya manyun terus kek pantat bebek selamanya kan bahaya" perintah Azkia yang masih gencar menggoda Aira.


"Hay juga kak Ira yang tingkat kecantikannya tiada tara" jawab adek-adek dengan nada mengejek, ikut menggoda kak ira nya.

__ADS_1


"Hahaha... " tawa kembali pecah ketika Aira semakin mengerucutkan bibirnya.


"Udah.. udah ntar pulang-pulang bisa di kucir tuh mulut sama mami" kata Asna menghentikan tawa mereka, seketika tawa mereka berhenti.


"Aah.. thanks a lot Asna cayangkuh.. " kata Aira yang membuat bunda dan Azkia geleng-geleng kepala.Mereka pun mengajari adek-adek, gerakan demi gerakan mereka ajarkan.


*******


Akhirnya Azkia dkk pun sudah selesai, mereka ingin pamit pulang dengan bunda. Namun tiba-tiba


gedubrakkk


"Aduh dek, hati-hati dong jangan lari-lari " kata Azkia sambil menoleh ke sumber suara.


"Aww.. to to long kak" jawab bocah itu terbata.


"Makanya lain kali tuh hati-hati " kata Azkia yang di angguki kedua sahabatnya sambil membantu berdiri bocah itu.


"Tadi tuh main kejar-kejaran, eh ternyata udah gak di kejar" celoteh bocah itu cengengesan yang membuat Azkia dkk geleng-geleng kepala.


"yaudah lain kali jangan di ulangi lagi ya!! " kata azkia "Nama adek siapa" sambung Azkia bertanya pada bocah laki-laki sekitar 5 tahun itu.


"Nama ku ar.. "belum selesai bocah itu menjawab sudah terpotong oleh bunda.


"Loh katanya mau pada pulang? " tanya bunda heran "Loh kamu ngapain di sini ar? "sambung bunda mengernyitkan dahi nya.


"Itu bun tadi jatuh dia"jawab Aira "Oh ya siapa namanya? " sambung Aira bertanya pada bocah itu.


"Namaku Ardi putra nugarak kak"jawab Ardi dengan bangga.


Jangan lupa untuk dukungannya dengan cara tinggalkan jejaknya😍😍...

__ADS_1


Like komen gitu...


jika ada typo mohon maap authornya🙏🙏


__ADS_2