
Di sepertiga malam setelah Dion melakukan shalat tahajud, ia merasa tenggorokannya kering. Dion pun memutuskan mengambil air minum di dapur, ternyata di dapur juga ada Azkia.. entah apa yang ia lakukan. Di otak Dion pun ada sekelebat ide muncul untuk mengerjai adeknya.
"Dorrr"teriak Dion yang membuat Azkia terkejut.
"Aaaaaarghh.... setan!!!! gue gak takut sama lo ya!!! "pekik Azkia ngacir.
"Eits... gak boleh pergi ya.. sebelum mau jadi pacar gue... hihihihi... " kata Dion di seram-seram kan sambil menarik ujung jilbab Azkia.
"Eh enak aja ya lo tan!!walaupun gue kadang beras kadang ketan kadang waras kadang edan,tapi kali ini gue masih waras pakai banget tan setan... muka lo aja pasti burik!!! gue gak mau ya keturunan gue jadi jelek gara-gara gue kawin sama lo tan, jadi buang-buang jauh aja pikiran lo itu!!!" teriak Azkia gemetaran mencoba melarikan diri.
"Awas aja kalo lo gak mau bakal gue perkosa lo AZKIA NARA ALEXANDER!!!" pekik Dion pura-pura marah.
"Aaaaarghh... l lo..jangan macem-macem ya!! gue tuh baru mau taubat asal lo tau!!" kata Azkia semakin gemetaran.
"Intinya gue bakal paksa lo" kata Dion menahan tawa.
"Mati saja ke laut lo tan setan!!! "teriak Azkia semakin menjadi.
"Pffthhh... bwuahaha... "tawa pecah Dion yang sudah tak mampu menahannya.
"Eh? kok kayak suara kak dion ya? "gumam Azkia sambil berbalik melihat ke sumber suara.
"Aaarggt... lo!! kenapa muka lo kek kak dion hah?? " teriak Azkia.
"Pffthh... apaan sih dek.. ini kakak beneran bukan setan tau!! "kata Dion terkekeh geli dengan kekonyolan adeknya itu.
"Lo beneran bukan setan? " tanya Azkia penuh selidik yang semakin mendekati Dion.
"Iya lah ini kakak, kia. Lagian ngapain juga sih jam segini di dapur? " tanya Dion heran.
"Kakak... nyebelin banget deh"teriak Azkia memukul-mukul kecil lengan tangan Dion.
"Aww.. sakit dek, lagian mau buat apa sih kamu? "tanya Dion mengusap-usap lengannya.
"Obat" jawab Azkia ketus.
"Obat? kayaknya nasi goreng deh itu" kata Dion sambil menuangkan air ke dalam gelas.
"Ini juga obat" sinis Azkia.
"Kok obat lagi? obat apa? "tanya Dion mengernyitkan dahinya.
"Obat lapar!! " sewot Azkia.
"Lha kok ngamokk" ledek Dion.
"Ish.. udah ih sana!! ganggu aja" kata Azkia mengusir kakaknya.
"Dasar rakus... jam segini udah lapar lagi" kata Dion ngacir.
Azkia cuek dengan ucapan kakaknya itu.
******
Pagi hari di kediaman Wiratama
Aira sedang melanjutkan mengemasi pakaiannya setelah melakukan shalat subuh. ia begitu fokus sampai tidak sadar jika maminya memperhatikannya dari tadi di ambang pintu.
"Papi..hiks..hiks..Ira... kamu mau pergi ke mana nak?? jangan tinggalkan mami sama papi sendirian nak.. mami mohon!! jika ada tutur kata dan perbuatan mami atau papi yang menyinggung mu bicaralah baik-baik ra hiks.. hiks... tolong nak jangan pernah tinggalkan kami... hiks.. hiks... " teriak mami Ika nangis bombai.
"Ada apa sih mi? kok mami nangis sih? " tanya papi Wira tergopoh-gopoh mendengar suara tangisan istrinya.
"Ira pi... dia mau pergi ninggalin kita hiks... hiks.." kata mami Ika di sela-sela tangisnya.
"Eh? " kata Aira bingung.
"Eh? " kata papi Wira ikut bingung.
"Ih.. mami lebay banget sih!! ira tuh mengemasi pakaian buat di sumbangkan ke panti mami, ira mau belajar berubah ke jalan Allah" jelas Aira menenangkan maminya.
"Beneran gitu? "tanya mami Ika yang langsung berhenti menangis.
__ADS_1
"Iya.. ira mau belajar menutup auratnya ira.. ira gak mau menjerumuskan papi ke neraka karena anak gadisnya mengumbar aurat, ira sayang papi... ira gak mau papi kenapa-napa" kata Azkia sambil memeluk papi Wira.
"Ohh sayang.... kamu bikin papi terhura nak!! " jawab papi Wira membalas pelukan dari anaknya itu.
"Terharu pi" ketus mami Ika yang membuat papi Wira dan Azkia terkekeh.
"Tapi bener gitu kan? " tanya mami Ika memastikan.
"Enggaklah... ira mau minggat dari rumah" goda Azkia.
"Dasar gadis nakal" kata mami Ika menjewer telinga Aira.
"Aww... adududuh ampun bos galak.. sorry bos galak.. ibu bos galak... tet.. tet.. tet.. tet..tet.. " kata Azkia sambil menggoyangkan badannya membuat sang mami Ika semakin kencang menarik telinga Aira, sementara papi Wira sudah tepok jidat dengan tingkah putrinya itu.
"Dasar anak laknat
..kemarin-kemarin bangun siang trus makan gak ngerjain apa -apa udah kek nyonya besar, tadi mau minggat ninggalin orang tua, sekarang ngeledek mami kau huh? " omel mami Ika.
"Aw.. aw.. sakit mi.. papi tolongin" rengek Aira manja.
"Udah lah mi.. yang terpenting putri kita kan mau berubah" kata papi Wira.
"Biarin aja, ini jadi hukuman ira" jawab mami Ika.
"Pi.. ira menginginkan surga Allah, tapi apa surga Allah menginginkan wanita sepertiku? " tanya Aira lirih.
"Sayang.. " nafas mami Ika terasa tercekat tak mampu meneruskan kalimatnya.
"Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah nak, daripada kehilangan Allah karena sesuatu"
"Karena semakin kamu menunda-nunda
sesuatu maka akan semakin besar penyesalan yang kamu rasakan"
"Belajarlah berubah lah nak.. yang rajin shalatnya, karena glow up aja gak bisa baperin malaikat Ridwan."
"Jangan terlalu sibuk mencari bahu untuk bersandar sampai lupa kalo ada sajadah untuk bersujud"nasehat papi Wira.
"Iya pi.. " jawab Aira sambil memeluk kedua orang tuanya.
"Assalamu'alaikum dosen harris" sapa Azkia
"Wa'alaikumsalam nara" jawab dosen Harris.
"Kia udah ngerjain tugas dari dosen harris belum ya? " tanya Azkia.
"Kok nanya ke dosen? "kata dosen Harris mengernyit heran.
"Eh? iya juga ya, harusnya yang tau kan kia sendiri" gumam Azkia yang masih bisa di dengar dosen Harris, membuat dosen Harris terkekeh kecil.
"Dosen harris" panggil Azkia.
"Ya?" jawab dosen Harris.
"Dosen harris mau jadi sorang penyiar radio ya? " tanya Azkia.
"Kok gitu? " kata dosen Harris mengernyitkan dahinya.
"Iya, soalnya dosen selalu menyiarkan gelombang Cinta di hatiku sih.. ea. ea.. "kata Azkia ngacir pergi.
Dosen Harris menggeleng-geleng kan kepalanya merasa gemas dengan mahasiswinya yang nyeleneh satu ini.
"Morning girls"sapa Azkia senyum-senyum.
"Morning to.. kia" jawab Asna dan Aira hampir bersamaan.
"Kenapa? " tanya Asna.
"Kenapa emang? "Azkia berbalik bertanya.
"Senyum-senyum? " kata Asna yang membuat Azkia semakin melebarkan senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Dih gaje" cibir Aira.
"Nanti jadi ke panti kan habis makul?" tanya Azkia.
"Jadi dong,tapi namanya matkul ki bukan makul" jawab Asna, Azkia hanya cengengesan.
"Makul? makul garam kali" celetuk Aira membuat Azkia memicingkan matanya.
"Makul tuh maksudnya mata kuliah ira, bulan makul yang kamu maksud sama dengan mikul.Hanya saja kia salah ngomong yang sebenarnya matkul eh malah makul, dan apa tadi kamu bilang makul garam? berarti mikul garam dong? " kata Asna yang di angguki Aira.
"Iya, pakaiannya uda sekalian aku bawa tuh di bagasi mobil" kata Aira yang di angguki Azkia.
Mereka bertiga pun masuk kelas hingga mata kuliah selesai, lalu mereka ke panti.
.
.
.
.
.
"Kalian jadi mampir ke rumah kan? " tanya Azkia.
"Ya jadi dong say" jawab Asna.
"Gak usah pakai say say segala, ntar bukan sayang tapi sayithon lagi" celetuk Aira yang di sambut gelak tawa Azkia dan Asna.
"Emang kamu mau di panggil sayithon? " ledek Azkia yang di angguki Asna.
"Ya kali aku mau, emang kalian tega panggil sahabat sendiri sayithon? " tanya Aira.
"Iya kalo sama kamu" kata Azkia yang semakin gencar meledek sahabatnya yang satu itu.
"Pftthh.. " suara Asna manahan tawa.
"Kia.. asna... " teriak Aira.
"Hahaha... "tawa pecah Azkia dan Asna.
Mereka pun melajukan kendaraan mereka ke kediaman Dirgantara.
"Assalamu'alaikum" salam ketiganya bersamaan mamasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam " jawab grandma.
Azkia dkk mencium punggung tangan grandma bergantian.
"Udah pulang ki?sama ira juga?dan..." kata grandma yang tak melanjutkan ucapannya merasa tak pernah melihat gadis satu ini yang sedang bersama cucunya.
"Iya grandma, oh ya kenalin grandma ini asna dan asna ini grandma maya" kata Azkia.
"Asna.. nyonya" kata Asna sambil mencium tangan grandma lagi.
"Ah iya.. gak usah panggil nyonya nak ,panggil grandma aja kek kia dan ira" kata grandma.
"Baik nyo.. eh grandma" jawab Asna.
"Oh ya grandma, kak dion mana? kangen banget aku" tanya Aira.
Belum sempat grandma menjawab Dion sudah turun.
"Siapa yang kangen sama kakak? " tanya Dion.
"Tuh si ira kak" jawab Azkia.
"Kok kakak udah pulang gak bilang-bilang sih? dan sekarang makin cakep trus makin oke aja badannya. Gym apa gimana kak? " tanya Aira.
"Iya, sama kalo makan tuh di jaga sih" jawab Dion.
__ADS_1
"Di jaga? pakai pengawal? biar apa tuh makan di jaga-jagain gitu? bayar bodyguard berapa kak? dan sekarang mana tuh bodyguard?" tanya Aira membeo membuat Dion memutar bola matanya jengah. Azkia dan Asna sudah tepok jidat bila temannya yang satu ini kumat telminya, semantara grandma tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tingkah Aira.
Maaf ya guys kemarin gak upπππ terimakasih buat yang masih setia nungguin dan udah nyempetin baca novel ini beri dukunganπππ kalian beri like aja aku udah seneng pakai banget,pokoknya thanks ya guysππ