
"Kemarin tuh aku lagi keluar cafe, rencana sih mau pulang. Aku jalan kan ke mobil di parkiran biasa, nah di situ tuh ada mobil yang parkir juga dan mobil itu mirip banget mobil punya mu ki" cerita Aira.
"Terus? " kata Azkia dan Asna bersamaan.
"Aku kira kalian nyusul ke cafe, aku samperin tuh mobil. Dengan santainya aku pakai lip balm, aku ngaca di kaca mobil sebelah tempat kamu nyetir. Baru aja aku pakai lip balm nya di bibir atas, tiba-tiba kaca mobilnya diturunin, kebuka kan tuh kaca mobil. Ternyata yang berada di dalam mobil tuh seorang cowok, dia langsung ngambil lip balm dari tanganku, dia olesin lip balm nya di bibir bawah ku"
"Terus? " kata Azkia dan Asna bersamaan lagi, mereka benar-benar penasaran dengan cerita dari sahabatnya itu.
"Setelah selesai dia tutup tuh lip balm, dia balikin lip balm nya ke aku. Lalu dia melajukan mobilnya berlalu begitu saja, tapi sebelumnya dia tuh tersenyum ke aku"
"Terus? " tanya Azkia dan Aira lagi.
"Senyumannya itu loh!!! satu kata yang keluar dari mulutku saat itu, SEMPURNA!! "
"Terus? " tanya Azkia dan Asna lagi.
"Aku cuma bisa terdiam mematung, aku benar-benar terhipnotis dengan senyumannya ki.. as.. "
"Terus? " tanya Azkia dan Asna lagi.
"OMG?!! kalian!! terus terus mulu dari tadi, mau jadi tukang parkir ya? " gerutu Aira.
Kedua sahabatnya saling pandang, lalu tertawa bersama.
"Iya iya, kita paham kok ra... apa kesehatan jantungmu baik-baik aja" tanya Azkia.
Aira menggelengkan kepalanya.
"Enggak...malah serasa mau lompat dari tempatnya ki, aku.. "
"Udah, kita tau gimana perasaanmu, kamu tenang dulu, semua laki-laki gak sama ra" kata Asna memotong kalimat Aira, mencoba menenangkan sahabatnya.
Flashback on
Dulu semasa Azkia lulus SMP sering ikut balapan liar di tempat salah satu teman laki-laki nya. Mereka dulu sangat dekat, bahkan Azkia sering di ajak ke tempat bar teman laki-laki nya itu, tapi Azkia selalu menolak, hanya sekali Azkia menuruti temannya itu. Temannya memang memiliki usaha yang serabutan, kadang mengadakan balapan liar tapi temannya itu juga memiliki usaha sebuah bar yang cukup besar di kota itu.
Azkia datang ke bar milik temannya itu, ia merasa tak enak selalu menolak ajakan temannya itu. Azkia dulu sangat terkenal di kalangan anak motor, karena dia adalah Queen nya anak motor, dia selalu memenangkan pertandingan yang di adakan temannya itu.
Setelah sekiranya keperluannya selesai Azkia pamit pulang yang di setujui sang pemilik bar sekaligus temannya itu. Di depan bar ada seorang gadis yang sedang di papah oleh lelaki yang nampaknya berumur 30 tahun, lelaki itu menghalangi mobil Azkia. Lelaki itu menghampiri Azkia tepat di kaca mobil depan.
"Kenapa? " tanya Azkia menurunkan kaca mobil.
"Tolong kami mba, pacar saya sedang mabuk, kebetulan saya ke sini tak membawa mobil" kata lelaki itu.
"Maaf, saya terburu-buru" cuek Azkia, berlalu begitu saja melajukan mobilnya.
Namun matanya terus mengamati kedua orang asing itu dari kaca spion sebelah pintu depan. Akhirnya Azkia memundurkan kembali mobilnya.
"Ayo naik!! " kata Azkia.
"Ah iya mba.. makasih makasih.. " kata lelaki itu sambil memapah sang gadis untuk masuk ke dalam mobil.
Azkia terus mengamati dengan intens dari kaca spion depan yang berada di dalam mobil.
"Lembut sedikit dong sama perempuan, dia kan juga pacarmu!! " kata Azkia dengan nada tidak suka, karena lelaki itu selalu mendorong dengan kasar kepala sang gadis yang selalu ingin menyender di bahu lelaki itu, mungkin kepalanya terasa berat karena mabuk.
"Oh iya mba" kata lelaki itu, lalu mengetik sesuatu di ponselnya.
Sedetik kemudian terdengar suara dering ponsel, sepertinya suaranya berasal dari ponsel sang gadis. Bukannya di angkat tapi malah dimatikan terus oleh lelaki itu.
Azkia menghentikan mobilnya, mulut Azkia terasa gatal jika tak bertanya.
"Kenapa gak kamu angkat? " tanya Azkia penuh selidik, matanya menatap intens mata lelaki itu, mencari kebenaran di sana, apa benar dia pacar dari gadis itu.
"Target pertama, sudah di depan mata!! "
Azkia tersenyum miring.
"Heh? lo pikir gue gak tau niat busuk lo!! "
"Lo!! lelaki brengsek yang memabukkan wanita kan?! "
"Lo bukan pacarnya!!! lo cuma mau buat hal jahat demi keuntungan lo!! "
Belum sempat lelaki itu menjawab, sudah datang seorang lelaki lagi.
"Stef... kok kamu bisa di sini? aku khawatir nyari kamu dari tadi" kata lelaki yang baru datang itu.
"Loh kamu siapa?!" lanjutnya bertanya pada lelaki itu.
Lelaki itu merasa sudah tertangkap basah akhirnya memutuskan keluar dari mobil, pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan dari lelaki yang baru datang itu.
__ADS_1
"Kamu pacarnya kak? " tanya Azkia pada lelaki yang baru datang itu, sepertinya lelaki itu lebih muda dari lelaki yang pertama tadi.
"Iya.. saya pacarnya stefi" kata lelaki itu.
"Ini bukti kalo kami pacaran" lanjutnya sambil menunjukkan gelang couple yang ia pakai sama dengan gelang sang gadis.
"Ayo naik!! " kata Azkia, lelaki itu mengangguk patuh.
Azkia melajukan kendaraannya, menuju villanya.
"Target kedua di depan mata!! "
Azkia tersenyum miring.
"Heh? lo pikir gue gak tau kalo lo satu komplotan?!! "
"Lo gak terlalu jago dalam sandiwara ini!!! akting lo sungguh payah!!! "
"Seharusnya lo marah atau buat perhitungan, liat dia sama lelaki lain, apalagi sampai di sentuh. Tapi sikap lo tadi, uda ngebuktiin kalo lo bukan pacarnya!! "
Azkia berhenti, ia memarkirkan mobilnya di depan villanya, lalu memapah gadis itu.
"Ikuti gue!! " perintah Azkia pada lelaki itu.
Lelaki itu menurut, mengikuti Azkia memasuki villanya.
Azkia membaringkan gadis itu ke tempat tidur, lalu menyelimutinya. Ia membiarkan lelaki itu berdiri tak jauh darinya.
Azkia berjalan menuju sofa, lelaki itu mengikuti Azkia.
"Ngapain ngikutin gue? " tanya Azkia dengan mimik pura-pura takut, tubuhnya gemetaran.
Lelaki itu tersenyum.
"Lo udah menggagalkan target gue, jadi lo yang harus membayar semuanya "
"A ap a mau lo? " kata Azkia terbata, ia masih menjalankan aktingnya.
"Lo!! gue mau lo" lelaki itu semakin mendekat ke sofa, dimana Azkia duduk.
"Lontong!! lontong!! " teriak Azkia.
"Percuma!!! setau gue villa ini gak, ada penghuninya kan? " kata lelaki itu tersenyum sinis.
Lelaki itu menaikkan satu alisnya.
" Woi lontong!! lontong!!! gue mau diperkaos!! eh?! diperkosa maksudnya.. lontong!! " Azkia kembali berteriak.
"Set dah bocah!! masa lontong lontong!! dikira mau jualan apa ya? "
"Bukan lontong lontong!! tapi gini nih, TOLONG!! TOLONG!! BOCAH INI MAU DIPERKOSA GUE WOI!! TOLONGIN NAPA? "
"Nah gitu yang bener!! "
Azkia mengangguk membenarkan.
"Tolong!! tolong!! gue mau diperkosa woi!! "
Lelaki itu menyeringai, Azkia tertawa keras dan..
Bughh....
satu tendangan mendarat di perut lelaki itu.
Azkia tersenyum miring.
"Heh? lo pikir gue bodoh?! kalo gue gak bisa beladiri gak mungkin gue ngajakin lo ke villa gue"
"Gue kan udah bilang, akting lo itu sungguh payah!! terlalu kaku!! gue tau lo baru pertama kalinya ngelakuin ini kan? "
Bagaimana bocah ini bisa tau? pikir lelaki itu.
"Mau masuk rumah sakit apa mau masuk jadi orang gue? " tanya Azkia, lelaki itu tersenyum meremehkan.
"Tersenyumlah, selagi masih bisa!! " seru Azkia.
"Sekali lagi gue tanya lo... "
"Masuk jadi orang lo" kata lelaki itu memotong pembicaraan Azkia.
"Bagus!! pilihan yang tepat!! " kata Azkia sambil menyodorkan kartu namanya.
__ADS_1
"Udah sana, lo pergi dari sini dulu" usir Azkia, lelaki itu menurut.
*****
Pagi harinya
"Euughh... dimana ini? " gumam gadis yang baru bangun.
"Sudah bangun kamu? " kata Azkia yang baru memasuki kamar.
"Kamu siapa? " gadis itu bertanya balik.
"Kalo di tanya itu ya di jawab, bukan malah balik bertanya!! " kata Azkia.
"Eh iya, maaf.... kalo boleh tau kamu siapa? dan dimana aku? " kata gadis itu.
"Aku Azkia yang nolongin lo semalem" kata Azkia sambil duduk di tepi kasur.
Gadis itu mencoba memutar ingatannya kembali, setelah ingat raut mukanya berubah lesu.
"Dasar gadis bodoh!! hanya karena lelaki brengsek kamu pergi ke bar itu!! "
"Enggak... ak.. " gadis itu menyanggah.
"Seharusnya kamu tuh buktiin, kalo kamu baik-baik aja, kamu ambil sikap tegas. Caramu udah bener!!! mencari orang yang hanya setia dengan harta atau benar-benar setia" kata Azkia memotong kalimat gadis yang mencoba menyangkal itu.
"Ak.. "
"Masih bau kencur juga uda pacaran!!! pacarannya sama anak kuliahan pulak!! " sarkas Azkia memotong kata gadis itu.
"Apa? mau nyangkal lagi? bahkan aku tau kamu pergi ke bar, karena sakit hari ternyata waktu kamu pergi ke kost pacarmu itu, pacarmu sedang berbuat tak senonoh dengan seorang wanita kan? kamu mau buat surprise buat ultah pacarmu, malah kamu duluan yang di kasih surprise!! bener? "lanjut Azkia.
Gadis itu hanya mengangguk lesu.
"Udah... mending kamu bersih-bersih!! " perintah Azkia.
Gadis itu mengangguk patuh.
"Aku juga udah ngabarin orang tuamu" kata Azkia, gadis itu menghentikan langkahnya, membalikkan badannya menatap Azkia.
"Makasih" kata gadis itu tulus.
"Terkadang ucapannya memang pedas, tapi hatinya sungguh lembut"batin gadis itu tersenyum senang.
Setelah selesai bersih-bersih, Azkia mengajak gadis itu sarapan lalu mengantarnya di Kediaman Wiratama.
"Makasih ya ki!! " kata Aira sang gadis itu.
"Iya ra sama-sama " kata Azkia, mereka sudah berkenalan.
"Tapi beneran ini, aku ngucapin makasih banget... kalo gak ada kamu entah apa yang akan terjadi sama aku" Aira dari selesai mandi tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih. Karena Azkia juga, Aira tak jadi mondok, Azkia yang menjamin kalo kejadian seperti itu tak terulang lagi. Orang tua Aira menyetujui jaminan Azkia, akhirnya Aira akan di sekolahkan di sekolahan yang sama dengan Azkia.
"Uda di kasih lapak sebelah aja tuh ucapannya, di sini udah gak muat aku nampungnya" canda Azkia, mereka tertawa bersama.
"Kamu ini!! ada ada aja" kata Aira.
Setelah sampai di Kediaman Wiratama, kedua orang tua Aira sudah menunggu di depan pintu.
"Hai om tante.. " sapa Azkia mencium tangan keduanya.
"Oh hai juga, ini pasti nak kia ya? " tanya mami Ika.
"Ehe... iya tan " kata Azkia nyengir.
"Ayo masuk dulu nak" kata mami Ika dan papi Wiratama hampir bersamaan.
"Maaf om tan... kia gak bisa mampir dulu, soalnya kia uda ada janji sama grandpa kalo mau pulang awal" kata Azkia.
"Begitu ya? baiklah... lain kali mampir ke sini ya? " kata mami Ika yang di angguki Azkia.
"Oh ya, panggil kita mami dan papi aja seperti ira " kata mami Ika dam papi Wiratama bersamaan.
"Ciee... sosweet banget sih, dari tadi kalo ngomong bisa samaan mulu. Pasti mami sama papi masuk dalam daftar pasangan romantis deh? " goda Azkia sambil mencium tangan keduanya secara bergantian.
"Kamu ini bisa aja" kata keduanya bersamaan lagi, lalu saling tatap.
Sedetik kemudian mereka berempat tertawa bersama.
"Kia pulang dulu ya ra.. mi.. pi.. bye.. " kata Azkia melambaikan tangannya.
Mereka bertiga tersenyum sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
Flasback off