
"Kakak jangan ngomong kek gitu" tangis pecah Azkia sambil memeluk kakaknya.
"Itu realita dek" jawab Dion sambil membalas pelukan Azkia dengan sayang.
"Hua.. hu.. hu.. hu.. hiks.. hiks.. hiks..kia gak mau nyusahin urusan akhiratnya daddy kak hiks.. hiks.. kia janji, kia akan berusaha belajar pakai jilbab dan belajar baca al-qur'an kak" kata Azkia di sela-sela tangisnya.
"Kakak gak butuh janji dek butuhnya bukti, takutnya adek tebar janji mulu tanpa membuahkan bukti, jadi dosa lagi dong" jawab Dion mengelus kepala adek nya dengan sayang.
"Kia akan berusaha kak" jawab Azkia bersungguh-sungguh.
"Iya buktiin aja dek. Yaudah tidur gih, udah malam juga" titah Dion yang di angguki Azkia.
"Kia tidur dulu ya kak? " pamit Azkia berjalan keluar dari kamar Dion.
"Iya, jangan lupa besok bangun pagi jogging dulu sebelum ke kampus dek" kata Dion suaranya agak keras.
"sip kak" jawab Azkia mengacungkan kedua ibu jarinya.
*******
Keesokan harinya
tok.. tok.. tok..
"Kakak, ayo katanya mau jogging? " teriak Azkia di depan pintu kamar Dion.
ceklek..
"Iya ayo!! masih pagi gak usah teriak-teriak dek" jawab Dion membuka pintu, namun sesaat ia mematung tak percaya apa yang ia lihat hari ini.
"Hehe.. " Azkia cengengesan.
"Ini beneran kamu dek? " tanya Dion masih tak percaya.
"Ya iyalah ini kia, emang kakak punya adek lain selain Azkia? gimana tambah cantik kan kalo pakai jilbab? " tanya Azkia sambil memutar-mutarkan tubuhnya.
"Cantik banget dek" puji Dion.
"Kakak ih.. " jawab Azkia tersipu malu.
"Ciee... yang malu-malu empus" goda Dion yang mendapat pukulan kecil di tangan.
"Yaudah ayo!! " sambung Dion.
Akhirnya mereka pun jogging sampai area taman.
"Huh.. huh.. huh.. berhenti dulu kak, kia haus nih" kata Azkia ngos-ngosan.
"Kelihatan banget kalo gak pernah jogging" ledek Dion "Yaudah istirahat dulu gih, kakak cariin minum dulu"sambung Dion.
"Ih ralat kak bukan gak pernah tapi jarang!! " jawab Azkia menekan kata di akhir kalimat.
"Ya ya ya, terserah padamu lah dek"kata Dion berlalu meninggalkan Azkia.
Di tengah jalan Dion mendengar suara seseorang menyanyi. Dion pun berusaha mencari sumber suara itu dan ternyata pemilik suara Indah itu adalah seorang perempuan yang duduk di kursi taman, nampaknya ia habis jogging juga.
Kau yang pernah singgah disini
Dan cerita yang dulu kau ingatkan kembali
Tak mampu aku tuk mengenang lagi
Biarlah kenangan kita pupus di hati
Tak ada waktu kembali
__ADS_1
Untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu diawal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedih mu
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku
Tersadar dan sedikit menepi
Tak ada waktu kembali
Untuk mengulangi lagi
Mengenang dirimu diawal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedih mu
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku
Tersadar dan sedikit menepi
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
yang harus kupendam dalam
Mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku
Tersadar dan sedikit menepi
__ADS_1
Tersadar dan sedikit menepi
(iklan)
Author: pagi -pagi kok lagunya melow sih mba?
Mba perempuan(lah yang namanya mba ya perempuan ya😆): biarin wlee😜 suka-suka lah thor!!
Author:gak aku cariin jodoh kapok kamu ya😡
Mba perempuan:ampun thor🙏🙏
(bagi para readers yang gak tau lagu ini bisa searching di google ya, judulnya menepi🙏🙏)
Namun tiba-tiba perempuan itu menoleh karena merasa di perhatikan oleh seseorang. Dion pun langsung memalingkan wajahnya dan berlalu pergi.
"Suaranya merdu sekali, kok hatiku bergetar ya? " gumam Dion tersenyum tipis sangat tipis sampai tak terlihat, karena lihatnya dari arab😆.
"Astaga.. aku kan mau beliin kia minum" sambung Dion.
Sementara di tempat Azkia
"Ih kakak mana sih lama banget deh" gerutu Azkia kesal. Namun Dion selamat karena langsung datang.
"Nih dek minumnya" kata Dion menyodorkan minuman ke Azkia.
"Kakak lama banget sih, nyarinya di london ya? " tanya Azkia meraih minuman dari tangan Dion.
"Hehehe.. enggak tadi gara-gara ada suara orang nyanyi merdu banget, jadi lama" jawab Dion cengengesan.
"Merdu apa? merusak dunia ya? " kata Azkia.
"His... bukan lah beneran Indah banget suaranya, gara-gara suara itu jadi lama deh" jawab Dion nyengir.
"Cih.. kakak itu emang susah nyalahin diri sendiri, lama beli minum dibilang gara-gara suara merdu. Terus apa lagi? nanti leher pegel di bilang salah bantal? kenapa yang di kambing hitamkan bantal yang lugu dan tak bersalah padahal kakaknya aja yang gak pernah olahraga. Sama halnya tadi beli minum lama yang di kambing hitamkan suara merdu padahal suara ma gak salah yang salah kakak, coba kakak cuek bodoh amat kan gak lama. Jadi manusia kok selalu merasa dirinya paling bener kak.. kak"kata Azkia membeo.
"Iya iya salah kakak" jawab Dion menyerah.
"Yaudah pulang yuk" sambung Dion yang di angguki Azkia.
.
.
.
.
.
Suasana di kampus hari ini sangat bising, karena kehebohan para mahasiswi yang terkagum-kagum oleh sosok pemuda di balik helm yang sedang menaiki moge modif-an itu.
"Kamu keren banget sih? ganteng lagi ih perfect banget deh" kata Cintia salah satu mahasiswi angkatan Azkia dkk, yang super centil, menor,tak tau malu, sombong, dll.
"Maaf mba, jangan deket-deket ya" peringat pemuda itu dengan halus, karena ia tak mau kasar dengan perempuan. Namun tak tau malunya cintia malah berusaha meraih tangan pemuda itu dan ingin menggesek-nggesekkan dada sintalnya ke dada bidang pemuda itu, tapi pemuda itu selalu menghindar membuat cintia greget.
Seorang wanita cantik yang menyaksikan itu semua di depan matanya menjadi geram karena ulah cintia, selama ini cintia memang selalu bersikap seperti itu namun sama sekali tak mengusik sosok wanita itu. Jadi wanita itu cuek tak terlalu memikirkan teman, angkatannya yang seperti j*lang itu. Tapi kali ini ia tak akan tinggal diam karena sudah berusaha mengusik miliknya. Dia melangkah menghampiri mereka
"Stoppp cin... jangan deket-deket dosen harris dong dia tuh punya wudhu, terlebih lagi kalian bukan muhrim" teriak wanita itu, sontak yang ada di kerumunan itu beralih menatap wanita itu. Membuat mereka yang ada di sana melongo tak percaya apa yang dilihatnya pagi hari ini, seorang primadona kampus sekarang berhijab? gak salah kan mata mereka? mana cantik banget lagi, pikir mereka.
"Kamu tau gak penjual tahu bulat? yang suka bilang 'tahu bulat 2 lima ratusan digoreng dadakan.. huenakk tauk.. cooocok..' "sambung Azkia menirukan suara penjual tahu bulat di mobil keliling.
" Nah tahu bulat yang di goreng dadakan aja 2 lima ratusan, masak kamu punya 2 yang bulat nan nikmat malah gratisan sengaja mau di tempel-tempelin sih? apa mau aku promosiin sekalian punya kamu itu gini 'payudara bulat-bulat ,nikmat, nan padat.. huenakk tauk.. cooocok.. ' gitu mau? " tanya Azkia yang membuat cintia geram, sementara mereka yang ada di sana tak terkecuali kedua sahabat Azkia yang ikut menyaksikan tontonan live ini sudah menahan tawa.
"Lo.. arghh... lihat aja pembalasan gue!! " kata cintia berlalu meninggalkan kerumunan.
__ADS_1
Sebenarnya beberapa hari ini itu ada penjual tahu bulat di daerah ku tinggal sih guys, dan entah mangapa ada ide itu buat jadiin percakapan, ya gitulah😂😂 Eh? kok jadi curhat yak? Okee
Happy reading guys...