
"Ya iya lah aneh!!! kamu juga gitu, main percaya-percaya aja sama grandma.Grandma mu juga gitu,orang ngomong belum selesai udah main dimatiin aja " gerutu grandpa.
"Makanya mana si stella itu pa? jangan-jangan udah dicobain lagi? "tanya Azkia penuh selidik, yang di angguki grandpa.
"Tentu saja!!! kamu tau gak? stella tuh udah putih, wangi, cantik ,mulus.. pokoknya uwaww... waww... waww.. waww... banget deh" kata grandpa membayangkan stella.
"Grandpa!!! " pekik Azkia.
"Apa? " tanya grandpa pura-pura tak tau, padahal ia menahan tawa sekuat tenaga. Membuat Azkia memicingkan matanya.
"Iya iya... tuh !! yang grandpa maksud tuh ya itu!! " kata grandpa sambil menunjuk stella di pojok ruangan, membuat Azkia melongo tak percaya.
"What!!! jadi? si stella itu pewangi ruangan? " pekik Azkia yang di angguki grandpa yang sedang menahan tawa.
"Haha... iya juga ya, kalo dipikir-pikir stella kan emang putih, cantik, wangi, mulus pulak kemasannya. Aneh juga si grandma kalo cemburu sama pewangi ruangan, haha... " sambung Azkia tertawa terpingkal-pingkal.
" Makanya itu!!! pffftthhh..... dutt... dutt... duuuuuut... eh! " kata grandpa kaget.
" Hahaha.... makanya kalo mau ketawa ya ketawa aja, gak usah ditahan!! jadi lepas di belakang kan? " kata Azkia yang semakin terpingkal-pingkal.
" Hiss... kamu ini!! kan grandpa mau ketawa tapi takut dosa, gak kek kamu!! " sewot grandpa.
"Pppfftthh... iya iya, kia berhenti nih. Btw kentut grandpa baunya udah kek parfum import ori aja" kata Azkia.
"Kenapa? wangi ya? " tanya grandpa.
"Bukan!!! tapi tahan lama" kata Azkia kembali tertawa membuat grandpa memicingkan matanya.
"Oh iya grandpa... kia mau nanya, apa grandpa ada meeting sekarang? " tanya Azkia penasaran.
"Astagfirullah... grandpa lupa, iya ada ki. Grandpa duluan ya, pasti kliennya udah datang" kata grandpa.
"Terus makanannya gak dimakan dulu? " tanya grandpa.
"Ntar aja setelah meeting" kata grandpa agak keras.
"Assalamu'alaikum" kata Azkia.
"Oh ya lupa, wa'alaikumsalam" teriak grandpa.
Azkia yang merasa haus pun akhirnya memutuskan pergi ke restoran yang tak jauh dari kantor.
Azkia mengaduk-aduk minumannya sambil berbalas pesan, sesekali ia seduh. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya, Azkia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang memanggilnya.
"Nara!! " panggil dosen Harris.
"Ya dosen? oh, sini!! " kata Azkia memanggil dosen Harris dengan temannya.
"Kamu habis makan ya? " tanya dosen Harris basa basi.
"Oh enggak kok, cuma pesan minum. Dosen sendiri mau makan kah? " kata Azkia.
"Iya ra, apa mau sekalian? " tawar dosen Harris.
"Sebelumnya makasih dosen... tapi kia uda dimasakin grandma di rumah" tolak Azkia secara halus sambil mengangkat tangannya memanggil pelayan.
"Gitu ya" kata dosen Harris, tersirat kekecewaan di sana.
"Ya mba, ada yang bisa kami bantu lagi? " tanya pelayan.
"Ada mba.. bentar!! " kata Azkia.
"Dosen mau pesan apa? " sambung Azkia bertanya pada dosen harris.
"Ayam aja ra, samaan kan nif? " jawab dosen Harris sambil bertanya pada sang asisten.
"Iya pak bos " kata sang asisten.
__ADS_1
"Ayam 2 porsi ya mba" kata Azkia tersenyum ramah.
"Yang dada apa paha mba? " tanya pelayan itu.
"Dosen mau yang mana? " tanya Azkia.
"Kalo ada yang pundak aja ra" jawab dosen Harris membuat Azkia, sang asisten, dan pelayan itu mengernyit bingung.
"Kok pundak? kayaknya gak ada deh" kata Azkia.
"Iya, ntar buat sandaran" kata dosen Harris.
Bukan Azkia namanya kalo gak bisa balas banyolan dosen Harris.
"Yaudah, sini sini pundak kia nganggur kok" balas Azkia, membuat dosen Harris menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Nah loh dosen!! niatnya mau baperin si Azkia tapi malah kamu yang baper kan!!
Akhirnya Azkia memesankan dada.
"Oh ya dosen.. kia kira dosen harris cuma jadi seorang dosen aja, ternyata jadi pengusaha juga ya? " kata Azkia.
"Iya dong, kan saya juga mau beliin skincare buat nara, jika kelak jadi istri saya" kata dosen Harris kembali ngebanyol.
Ckck... si dosen bisa aja bikin anak perawan meleleh.
Blussss
Kali ini pipi Azkia merah merona.
" Ah, mommy... kia baper" batin Azkia yang pipinya merah merona.
"A.. e.. hehe... si dosen bisa aja, kalo gitu kia duluan ya!! assalamu'alaikum" kata Azkia gugup membuat dosen Harris tersenyum tipis.
"Tumben pak bos" batin sang asisten menaikkan satu alisnya.
Azkia yang sudah berjalan meninggalkan mejanya berhenti, ia berbalik lagi menatap dosen Harris.
"Dosen!! " panggil Azkia.
"Ya? " jawab dosen Harris menoleh.
Azkia tersenyum manis menunjukkan gabungan ibu jari dan jari telunjuk yang membentuk jari sarangheo lalu ngacir.
"Cute!! " batin dosen Harris tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya.
******
Pagi hari suasana di kampus.
Azkia yang turun dari mobil, baru datang. Kebetulan kedua sahabatnya juga baru datang. Mereka berjalan bersama menuju kelas mereka, tapi di tengah jalan mereka berpapasan dengan Cintya.
"Eh.. Cintya!! " panggil Aira.
"Biar kenapa tuh pakai masker segala? " sambungnya menyunggingkan senyumnya. Aira dan Asna sebenarnya sudah tau alasan Cintya memakai masker.
"Karena pandemi " ketus Cintya.
"Masa sih? gak percaya deh" kata Asna tersenyum mengejek.
"Coba-coba biar gue liat!! " kata Aira sambil membuka masker Cintya, namun di pertahankan sama Cintya. Aira tak menyerah begitu saja.
"Uupss!! kelepas... sorry!! " kaya Aira dengan mimik yang dibuat-buat .
"Lo!! resek banget sih!!" pekik Cintya menghentak-hentakkan kakinya.
" Katanya pakai masker karena pandemi!! eh ternyata kalah glowing sama kita!! " ledek Aira.
__ADS_1
"Memar gitu... sakit ya, malu ya?? emang kenapa? " sambung Aira yang nadanya terdengar menjengkelkan.
"Uhh... ini semua gara-gara lo ya ki!! " pekik Cintya geram.
"Heh.. gue? gak salah tuh? suruh siapa ngusik hidup gue!! " kata Azkia berlalu meninggalkan mereka.
"Udah deh sin!! lo tuh gak usah ngusik hidup kia!! " timpal Asna berlalu pergi yang diikuti Aira.
"Kalian!! " geram Cintya sambil mengejar mereka.
"Stopp!! lo ngikutin kita, gue tusuk punya lo yang kimplah-kimplah itu pakai jarum pentul!! " tegas Azkia yang tau Cintya ngikutin mereka, membuat Cintya semakin geram. Asna dan Aira tergelak.
Mau tidak mau Cintya pun tak jadi mengejar Azkia dkk, ia berlalu meninggalkan mereka dengan perasaan dongkol.
"Emang kamu beneran mau tusuk tuh bukit kembar milik cintya pakai jarum pentul ki? " tanya Aira.
"Ya enggak lah!! gila kali" kata Azkia yang kembali membuat kedua sahabatnya tergelak.
"Oh ya lain kali jangan terlalu kasar sama sesama perempuan lah ki, bagaimanapun kita juga perempuan. Aku tau kamu kek gitu di mall karena gak mudah ditindas, tapi jangan kek gitu lagi!! " peringat Asna.
"Iya ustadzah kecilnya kia" kata Azkia.
"Ke kantin yuk girls!! haus nih" sambung Azkia.
"Let's go!! " jawab keduanya antusias.
Mereka pun memesan minuman kesukaan mereka.
"Btw aku mau nanya nih guys.. kemarin kan handphone ku kemasukan handsanitizer sampai ke dalem-dalem gitu kan, sebaiknya aku bawa ke konter apa gimana ya guys?" tanya Aira.
"Oh itu udah Bagus ra!! udah mematuhi protokol kesehatan itu! " celetuk Azkia membuat Asna tergelak.
"Ishh... kamu mah gitu!! " kesal Aira mengerucutkan bibirnya.
"Haha.. udah-udah gak usah dengerin kia, mending kamu bawa ke konter aja" saran Asna yang di angguki Aira.
"Oh ya aku mau nanya lagi nih. Sebenarnya orang yang kamu cintai dalam diam itu siapa sih as? aku tau semuanya tentang kamu, apapun itu. Tapi cuma satu yang aku gak tau, yang kamu cintai dalam diam!! " tanya Aira yang di angguki Azkia.
"Rahasia.. " kata Asna tertawa.
"Huh.. jodoh tuh gimana ya? sebenarnya tuh kek tukang sayur keliling bener gak sih? " kata Azkia, membuat kedua sahabatnya mengernyit bingung.
"Iya kek tukang sayur, kalo di tungguin gak pernah dateng. Eh tinggal gak di tungguin malah dateng tiap hari!!! begitupun dengan jodoh!! " sambung Azkia membuat kedua sahabatnya mengangguk paham.
"Tapi kalo jodoh gak akan kemana...yang terpenting sih, aku akan menantinya dalam diam ku dan memintanya dalam doaku. Karena kekuatan terbesar cinta adalah doa hati yang tulus" timpal Asna.
"Cinta!! memang membutakan!! hati-hati as, karena cinta ujung-ujungnya menyakitkan!! " kata Aira.
"Menurutku cinta itu adalah fitrah bagi setiap manusia. Banyak yang mengatakan jika cinta itu ujung-ujungnya menyakitkan, salah satunya kamu ra. Tapi bagiku cinta itu Indah, karena cintaku tak meminta sebuah imbalan ataupun balasan"
"Misal kita sayang sama seseorang.. orang itu gak harus sayang sama kita. Karena cinta itu ya ada di diri kita dan kita yang bisa mengontrol,kita gak bisa mengontrol perasaan orang lain. Dan itu yang di bilang jangan terlalu berharap sama manusia!! minta pada yang di atas... kalo kita sayang sama seseorang ya minta sama yang di atas!!! kalo dia memang yang terbaik pasti dia bakal ke kita. Tapi kalo misal dia bukan yang terbaik ya berterimakasih lah pada yang di atas, karena kita tak perlu membuang-buang waktu bersama orang yang seharusnya bukan untuk kita" kata Asna sambil mengaduk-aduk minumannya ,sesekali ia seduh.
"Ciee...yang jadi pengagum rahasianya... cie... Anna uhibbuka fillah dong itu jadinya." kata Aira mencolek dagu Asna.
"Tapi nih ya!! dari pada mencintai seseorang yang sama sekali gak mencintai kita, mending juga cintai usus mu minum yakult tiap hari" sambung Aira sambil meminum yakult nya membuat kedua sahabatnya tergelak.
"Tapi as, kamu tau film MY HEART? " tanya Azkia yang di angguki Asna.
"Nah itu!! jangan jadi seperti Rachel yang menolak banyak hati, hanya untuk satu hati yang tidak pasti!! " sambung Azkia.
"Tapi bukan berarti harus seperti luna yang merusak hubungan dua sahabat yang sudah bertahan lama!! jangan itu!! " timpal Aira membuat Asna mengangguk berkaca-kaca.
"Hikss... hiks... thanks a lot guys... kalian memang the best!! hiks... hiks... kalian selalu ada buat aku, baik senang maupun susah. Kalian tau semua lika liku hidup ku" kata Asna terharu sambil memeluk kedua sahabatnya.
Azkia dan Aira memang mengetahui semua tentang Asna sampai lika liku hidup Asna, yang mereka berdua tak tau dari sahabatnya cuma satu yaitu orang yang dicintai dalam diam oleh asna.
Flashback on
__ADS_1