FITRAH CINTA

FITRAH CINTA
Pip pip pip calon mantu


__ADS_3

" Terserah padamu lah ra" jawab Dion mengacak-acak kepala Aira yang terbalut, berlalu meninggalkan Azkia dkk.


"Ih kak dion!!! untung sama ira, kalo sama cewek lain gimana? " pekik Aira keras membuat Dion menghentikan langkahnya.


Asna dan Azkia yang mendengar pekikan Aira pun saling pandang lalu tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Emang kenapa? " tanya Dion mengernyit heran membalikkan badannya.


"Karena yang diacak-acak kepala tapi yang berantakan hati!! ea.. ea.. " teriak Azkia dkk ngacir naik ke kamar Azkia.


Dion tersenyum menggeleng-geleng kan kepalanya merasa dikerjai oleh Azkia dkk.


"Huh... lelah juga lari dari bawah" kata Aira sambil membaringkan tubuhnya di kasur milik Azkia.


"Bener banget kamu ra" kata Asna menyetujui.


"Kalian tuh suka alay bin lebay tau gak? " cibir Azkia duduk ditepi ranjang.


"Hehe.. tau aja kamu ki" kata Aira cengengesan membuat Azkia memutar bola matanya jengah, sementara Asna mengedikkan bahunya.


"Btw nih ya.. kak dion sama dosen harris lebih tampan siapa? " tanya Azkia yang sedang membayangkan wajah dosen Harris sambil senyum-senyum.


Aira dan Asna saling pandang mengernyit heran.


"Kamu nanya ke kita? " tanya Aira dengan polosnya.


"Gak" jawab Azkia singkat.


"Terus? " tanya Aira bingung,Asna sudah menepuk keningnya.


"Ya iyalah sama kita , masa sama ghost di samping mu" celetuk Asna.


"Ghost? mana ada kek gituan di sini, kamu beneran peramal as? " tanya Aira yang semakin menjadi.


"IRA... " teriak Azkia yang sudah jengah dengan sahabatnya yang satu itu.


"Hehe.. oke-oke aku paham, back to topic" kata Aira berubah serius.


"Tadi kamu nanya gimana? " sambung Aira.


"Kak dion sama dosen harris lebih tampan siapa? " tanya Azkia mengulang kembali, membuat Aira dan Asna melongo.


1 detik...


2 detik...


3 detik.. dan


"Ira.. Asna.. " teriak Azkia kesal.


"Eh... ini gak salah kamu nanya tentang cowok sama kita? " tanya Aira heran yang di angguki Asna.


"Ya.. " jawab Azkia singkat.


"Seorang Azkia Nara Alexander nanya ke kita soal ketampanan cowok? daebak!!! sejak kapan ki? " tanya Aira yang di angguki Asna.


"Iya.. lebih tampan siapa? tinggal jawab salah satunya gitu aja repot banget deh" gerutu Azkia.


"Tentu saja dosen harris" jawab Asna dan Aira bersamaan, lalu mereka saling menatap dan tertawa.


"Ih asna jangan ngikut-ngikut dong.. gak kreatif banget si!! " kata Aira.


"Yee.. siapa juga yang ngikut-ngikut kamu, emang lebih tampan dosen harris kok" jawab Asna.


"Berarti kita sama" kata Azkia merentangkan tangan memeluk kedua sahabatnya.


Ceklekk..


"Dek turun dulu makan malam, grandpa udah pulang" kata Dion mengganggu tiga sahabat yang berpelukan seperti teletubbies.


"Iya kak.. ayo girls kita turun dulu" kata Azkia menggandeng tangan kedua sahabatnya.


"Okee" jawab keduanya.


Mereka turun mengekor di belakang Dion.


"Kalian makan dulu sebelum pu... " kata grandma yang belum selesai.

__ADS_1


Plupmm...


suara sesuatu yang jatuh ke lantai, yang ada di meja makan pun saling pandang.


"Pasti lupa lagi" batin grandpa menepuk keningnya.


"Ah grandma ke kamar dulu, kalian makanlah duluan" kata grandma mengambil sesuatu yang jatuh tadi lalu berjalan cepat menuju kamar.


"Grandma kenapa sih? " tanya Azkia bingung yang di angguki kedua sahabatnya.


Dion yang sedari tadi menahan tawa pun angkat bicara.


"Pasti giginya lompat lagi ya grandpa? " tanya Dion tertawa setelah grandma nya tak terlihat.


"Iya.. pasti lem giginya lupa" kata grandpa.


Mereka bertiga pun saling pandang dan


"Hahaha... " tawa mereka pecah setelah mengerti.


"Aduduh.. kok bisa gitu sih? " tanya Azkia memegangi perutnya merasa geli dengan kejadian barusan.


"Ya karena kejadian waktu di Amerika, yang grandma jatuh dari tangga jadi harus pakai gigi palsu deh" jelas Dion mengingat-ingat kejadian waktu itu.


Mereka pun makan malam bersama.Setelah selesai Aira dan Asna berpamitan, diantar Azkia sampai depan pintu.


"Guys.. besok jalan-jalan ke mall yuk" kata Aira.


"Hayukk" jawab Azkia "Gimana as? " sambung Azkia.


"Ngikut kalian aja deh" jawab Asna.


"Okee.. deal ya besok? " tanya Aira yang di angguki kedua sahabatnya.


"Yaudah kita balik dulu ya ki" kata Asna dan Aira melambaikan tangannya berlalu menuju mobil Aira.


"Okee.. see you tomorrow!! " jawab Azkia membalas lambaian tangan sahabatnya.


"Okee.. " teriak keduanya dari kejauhan.


*******


"Assalamu'alaikum girls" sapa Azkia menghampiri kedua sahabatnya.


"Wa'alaikumsalam ki" jawab Asna dan Aira bersamaan.


"Udah lama ya nunggunya? " tanya Azkia.


"Gak kok ki... kita juga baru datang" jawab Asna yang di angguki Aira.


"Oh ya ki, btw tadi ngapain missed call ?" tanya Aira.


"Gapapa ra cuma tertekan" jawab Azkia.


"Kamu ada masalah ki? " tanya Aira.


"Enggak.. gapapa ra cuma tertekan aja" jawab Azkia malas.


Asna cekikikan yang sudah tau apa isi otak sahabatnya itu.


"Oke kalo gak mau cerita gapapa, kamu yang sabar ya ki" kata Aira sok bijak.


"Sudah kuduga... tunggu aja respon dari kia gimana"batin Asna cekikikan.


"DIBILANGIN CUMA TERTEKAN... AKU TUH TADI AMBIL HANDPHONE DI KANTONG TERUS NOMORMU TERTEKAN IRA.. " teriak Azkia, kenapa sahabatnya ini telmi nya datang di waktu yang tidak tepat.


"Oh" jawab Aira singkat.


"Oh aja? " kata Azkia dengan suara yang tertahan.


"Ya.. " jawab Aira membuat Azkia menepuk keningnya, kenapa bisa punya sahabat seperti itu.


"Hahaha.. " tawa pecah Asna yang sudah tak tahan membuat Azkia memicingkan matanya.


"Kamu kenapa as ketawa? " tanya Aira heran.


"Gapapa" jawab Asna singkat.

__ADS_1


"Kalian.. " geram Azkia yang belum selesai terpotong karena mendengar suara meneriaki copet.


Dengan gerakan cepat Azkia pun membalikkan tubuhnya dan mengejar pencopet itu. Azkia terus mengejar pencopet itu hingga Azkia berhasil menarik kerah baju pencopet itu, membuat pencopet itu berhenti.


"Kembalikanlah tas itu pada pemiliknya paman" kata Azkia dengan tegas.


"Cuih.. aku tak mau nona, lagi pula kau itu tak bisa apa-apa lebih baik menyingkir lah... tak usah ikut campur urusanku!! "bentak pencopet itu membalikkan badan dan memelintir tangan Azkia, hingga badan Azkia berbalik memunggungi pencopet itu.


Azkia menyunggingkan senyum liciknya.


"Baiklah jika itu mau paman, tapi ingat!!! jangan meminta ampun padaku" kata Azkia dengan suara dinginnya.


"Tidak akan pernah" kata pencopet itu lantang.


Bugggh....


Azkia menendang ******** pencopet itu, lalu menendang perut pencopet itu. Sehingga membuatnya terpental ke belakang, memudahkan Azkia menghajar pencopet itu dengan babibu.


"Ayo azkia terus!!! pip...pip... pip... calon mantu... pip... pip... pip... pip... calon mantu" teriak Aira sambil menggoyangkan badan dan tangannya, membuat penghuni mall geleng-geleng kepala.


Asna yang melihat Azkia menghajar pencopet itu tanpa memberi jeda untuk pencopet itu melawannya pun berinisiatif membantu mengambil tas yang dicopet. Setelah melihat pencopet itu menyerah tak melakukan apapun, azkia pun berbalik meninggalkan pencopet itu.


"Pannik gak?panik gak? " teriak Aira heboh.


"Ya panik lah masa enggak!!! " jawab serentak kerumunan di mall.


Pencopet itu yang melihat Azkia berbalik pun berdiri mendaratkan bogeman, dengan sigap Azkia berbalik menangkis serangan itu. Azkia kembali menghajar pencopet itu, hingga pencopet itu meminta ampun pada Azkia.


"Hey...sudah hentikan, ampunilah aku!! " kata pencopet itu memohon pada Azkia.


"Bicara yang benar!! " kata Azkia dingin.


"Nona.. tolong ampunilah aku, aku berjanji takkan mencopet lagi" kata pencopet itu gemetaran.


"Pergilah dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran, dan ambillah kartu namaku!!! kau hubungilah aku nanti paman" kata Azkia yang masih mempunyai keprimanusiaan, sampil melempar kartu namanya berlalu meninggalkan pencopet itu.


"Bagaimana bu? apa sudah dicek kalo tasnya aman, tidak ada yang diambil oleh pencopet itu? " tanya Azkia ramah menghampiri seorang ibu yang dicopet.


"Masyaallah nak... tas ibu masih lengkap, dan ibu juga tak apa-apa " jawab seorang ibu yang dicopet.


"Syukurlah jika seperti itu... lain kali hati-hati ya bu" kata Azkia tulus.


"Iya nak... terimakasih ya nak sudah mau membantu ibu" jawan ibu yang dicopet itu.


"Iya bu sama-sama" jawab Azkia.


"Daebak!!! kau mengalahkannya dengan sangat sangat keren ki!!! " kata Aira yang sedari tadi heboh.


"KIA" kata Azkia dengan bangga.


"Girls kita tunda dulu ya ngemall nya, aku ada kepentingan" kata Azkia berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.


"Hey tungguin kita ikut" teriak Aira berlari menggandeng tangan Asna.


Ibu yang dicopet itu lansung sadar dari lamunannya ketika menyadari ketiga gadis yang menolongnya berlalu meninggalkannya.


"Nak.. tunggu!! " teriak ibu itu, namun Azkia dkk tak mendengarnya karena sudah jauh. Ketika ibu itu mengejar sampai luar, hanya terlihat 3 moge yang sudah menjauh. Mungkin karena ibu itu memakai gamis jadi agak susah berlari.


"Yah... padahal belum nanya namanya... gadis-gadis yang unik" gumam ibu itu tersenyum mengingat kejadian tadi.


*******


ASRA CAFFE


"Kenapa paman melakukan itu semua? " tanya Azkia menginterogasi pencopet tadi. Setelah dihajar habis-habisan oleh Azkia, pencopet tadi menurut untuk menghubungi Azkia. Azkia mengajaknya bertemu di ASRA CAFFE.


"Ekonomi nak.. paman butuh uang" kata pencopet itu lirih.


"Alasan klasik!! jadi bagaimana? apa paman menerima tawaranku? " tanya Azkia yang masih dengan aura dingin.


"Sudahlah paman max, terimalah tawarannya!! " kata Aira yang sudah tak nyaman dengan nada bicara Azkia, karena Aira tau jika Azkia sedang mengontrol emosinya.


"Baiklah nak paman menerimanya" kata paman Max sang pencopet itu.


"Mulai besok berangkatlah paman ke panti x!! " kata Azkia berlalu menuju ruang kerja di ASRA CAFFE yang diikuti kedua sahabatnya.


Hay.. para readersku tersayang... maaf ya up nya lama, badan kurang fit, otak pun oleng!! makasi buat yang udah like, komen, mau mampir dan nungguin novelku ini😘😘

__ADS_1


__ADS_2