
Nina bersiap ke kantor pelan-pelan ia turun dari tangga melengkung mata Alfa terbelalak tapi ia hanya diam.
Sudah beberapa hari sejak peristiwa" panas" di kamar gading ,Nina bersikap seperti biasa tidak berusaha lebih menjiwai dirinya menjadi ibu Karin. Karena itu menurutnya sangat melelahkan. Berjalan dengan kaku, memandang dengan kaku. Semua hal Karin blake biasanya lakukan dengan kaku. Nina merasa dirinya tidak terlalu bisa seperti itu.
Malah kalau bisa ia ingin Alfa segera mengetahui bahwa dirinya bukan ibu Karin (asal jangan di masukin ke rumah sakit jiwa ), tapi Alfa tidak memberikan komentar apa-apa dan tidak bertanya apa-apa.
cuma Rangga yang selalu setiap hari merepotkan Nina dengan banyak pertanyaan, seperti kemarin Rangga bertanya Apa warna kesukaan Nina
"Orange"
"Tanggal lahirmu"
"28 Februari"
"Tanggal lahir Karen"
Hehhhhhhh Nina menghela nafas kesal, "2 Desember"
"Tanggal lahirku"
"Nggak penting"
Sekretaris Rangga tertawa akhir-akhir ini Rangga banyak tertawa.
Sekretaris Rangga juga tidak pernah membahas kejadian hari itu ia pun tidak pernah bertanya.
Kembali ke meja makan, sambil mengambil mengoleskan selai roti Alfa Nina menghafalkan jadwalnya hari ini.
Keunggulan Nina dalam menghapal patut di acungi jempol begitu kata Joko. Sudah hampir seminggu ia berada di tubuh ibu Karin yang merindukan sahabatnya Joko. Merindukan lapangan basket merindukan latihan larinya, merindukan kantor sekretariat basket tempat nongkrong nya dengan anak-anak kampusnya. tanpa sadar Nina menghela nafas.
__ADS_1
Alfa yang sedari tadi mempelajari tabletnya nya kini mengalihkan pandangannya ke Nina. Apalagi yang sedang dipikirkan gadis itu.
Selesai mengoleskan roti untuk Alfa,Nina bergerak ke dapur memasak nasi goreng untuk nya sendiri. bahan bumbu dan nasinya sudah disiapkan oleh 'orang. siapa 'orang itu Nina pun tidak tahu, ia hanya menuruti perintah Alfa apapun yang Nina inginkan hanya perlu tempelkan pesan di pintu kulkas kalau ingin memasak semua disiapkan bahannya oleh 'orang yang Alfa maksud tadi.
2 hari yang lalu Nina mencobanya,ia menempelkan pesan kalau ia iingin membuat nasi goreng sendiri. dan paginya simsalabim bahan yang diminta Nina sudah ada di kulkas, sudah termasuk telor untuk bikin telor ceplok.
Harum nasi goreng ternyata juga menggoda Alfa. Dia mendekati Nina, menonton Nina dengan lincah menggongseng nasi goreng di wajan.
" tolong sajikan satu untukku" katanya dari belakang.
"Siap " Nina melambaikan tangannya mengusir Alfa , menyuruhnya tetap duduk di meja.
Alfa kemarin mencicipi nasi goreng buatannya, tanpa komentar hanya hemmm tapi Nina yakin Alfa menyukainya. buktinya hari ini ia minta di bikinkan juga.
"Silakan" kata Nina. dua porsi nasi goreng sudah tersaji di meja.
Mereka sarapan dalam diam.
Matanya terbelalak melihat baju yang dikenakan Nina.
"Sudah kubilang baju itu terlalu besar untukmu. Apa nasi goreng yang masih ada"
Rangga menarik kursi dan langsung duduk di sebelah Nina.
Alfa hanya melirik sekilas
"Sudah habis maaf anda telat"
"apa anda mau pergi dengan baju seperti itu nona Karin"
__ADS_1
"Seperti orang-orangan sawah" seru Rangga dan Alfa berbarengan.
"Oh tidak setelah makan aku akan ganti baju ,aku takut saat masak akan terciprat ke baju kerjaku,kan kasian yang nyuci" kata Nina dengan mulut penuh.
"Pakai celemek "lagi Rangga dan Alfa berbarengan
"Hari ini edisi kompakan ya "celetuk Nina
Rangga mesem, Alfa tanpa ekspresi.
_______1st_____
epilog
si mbok panggilan nya, ia sudah lama bekerja di rumah tuan Alfa dan nyonya Karin.
si mbok yang mengasuh Karen kecil. akhir akhir ini, si mbok bingung kenapa kamar nyonya selalu berantakan. selimut acak acakan, beraneka cemilan yang sudah terbuka berhamburan di atas meja dan dikasur, kadang si mbok menemukan bungkus cemilan di selipkan di bawah tempat tidur.
nyonya yang si mbok kenal bukan perempuan yang suka ngemil, apalagi sampe membawa cemilan ke tempat tidur.
3 hari yang lalu si mbok, menemukan kertas yang dimaksud tuan Alfa sebagai pesan dari nyonya. tertempel di pintu kulkas. isinya adalah :
kepada 'orang
saya tau , saya adalah orang yang merepotkan Anda, maaf apabila saya sangat berantakan , terima kasih banyak sudah membantu saya membersihkan kamar. ada kalanya kalo malam saya sangat merasa lapar, tapi malas sekali beli makanan online atau masak, jadi saya ngemil untuk menghilangkan lapar.
tapi sayangnya saat saya ngemil saya ngantuk, cemilan saya berhamburan di kasur, terima kasih banyak sudah membersihkannya. maafkan saya yang jorok ini.*menunduk
oohhh iya , Alfa bilang saya boleh minta bahan apa saja yang ingin saya masak , berhubung Alfa bilang saya tidak boleh kepasar sendiri jadi bisakah anda menyediakan bahan untuk membuat nasi goreng untuk besok pagi. saya mohon dengan sangat, saya ingin makan masakan saya sendiri. saya terbiasa masak sendiri. terimakasih sebelumnya, mudah mudahan anda sehat selalu.
__ADS_1
Karin blake,💖💖💖
si mbok geleng geleng kepala, ternyata ini keanehan nyonya yang di ceritakan tuan Alfa padanya.