Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
Masa kecil karin


__ADS_3

" Rangga sudah mengkonfirmasi semuanya ayah"


Ahmad Sulaiman menghela nafas, putrinya, putri satu satunya. Mengapa semua begini.


"Atur semuanya bersama Rangga, jangan sampai Karin mengetahui nya. Jangan sampai kejadian 5 tahun lalu terulang" suara Presdir Sulaiman enterprise itu terdengar sedih.


"Baik ayah, "Alfa undur diri.


Sulaiman melipat tangannya ke belakang. Awalnya ia memang merasa putrinya sedikit aneh dingin dan sangat minim komunikasi . Putrinya jarang sekali meminta hadiah.


Karin kecil adalah anak yang pendiam sangat pendiam. Terlalu pendiam. awalnya Sulaiman mengira itu terjadi hanya karena Karin tidak memiliki ibu.


Tetapi Sulaiman bukan laki-laki yang bisa menikah begitu saja. Ia bisa sangat mengandalkan orang-orang kepercayaannya tapi juga sangat tidak mudah percaya pada orang lain. Sulaiman mengenal Marissa ibu Karin di sebuah pesta peresmian hotel milik sahabatnya.


Marissa adalah perempuan yang cerdas dan berpengetahuan luas. Marisa adalah Putri salah satu mitra bisnis Sulaiman. Di usia 40 tahun Sulaiman merasa sangat terlambat untuk jatuh cinta. Tapi kepada Marissa semua cinta dan perhatian ia curahkan. Sampai suatu saat Marisa hamil. Marissa yang sedang mengandung pada saat itu itu yang ingin sekali bepergian ke gunung. Sulaiman berusaha mencegahnya. Akan tetapi Marissa bersikeras. Persiapan sudah dilakukan Marissa dan soelaiman akan pergi jalan-jalan ke gunung. Tiba-tiba ada sebuah kejadian tak terduga, seorang mitra bisnis Sulaiman mendadak membatalkan MoU dengan perusahaannya.

__ADS_1


Sulaiman gusar dengan marah Ia meminta sopir untuk menemani Marissa . Sementara Sulaiman menuju kantornya walaupun sedang weekend.


Meeting yang di diadakan Sulaiman menyita waktu dan pikirannya sampai petang hari meeting tersebut akhirnya berakhir. Keluar dari ruang meeting Sulaiman sudah ditunggu oleh beberapa orang. Yang memberi keterangan bahwa mobil yang ditumpangi oleh Marisa mengalami kecelakaan dan terguling. Ibu Marisa dilarikan ke rumah sakit.


Sulaiman merasa tubuhnya lumpuh, ia merasa bersalah pada istrinya dan anaknya. di luar kamar operasi Sulaiman terus berdoa, agar istri dan anaknya bisa selamat. Dokter keluar dari kamar operasi menggelengkan kepala


"kami sudah berusaha semaksimal mungkin pak pak ibu Marisa kehilangan nyawanya tapi putri bapak selamat walaupun sedang dalam kondisi kritis".


Sulaiman menangis histeris, ia menyesal tidak menemani istrinya hari itu. Anak itu diberi nama Karina Audrey Sulaiman.


Di sekolah Karin tetap tidak luput dari pengawasan orang orang Sulaiman.tapi sebisa mungkin Sulaiman ingin mengawasi perkembangan anaknya.


Hari itu Karin lepas dari pengawasan anak buah anaknya, kepala sekolah menghubungi Sulaiman , Karin mendapat peringatan pertamanya , kepala sekolah melaporkan bahwa Karin menggunting baju teman sekelasnya. Dan membuat anak itu menangis.


"Awalnya nona muda hanya duduk di taman tuan, nona hanya menonton temannya yang sedang berebutan mainan. Tapi nona mendekati anak itu dan menggunting baju dan rok anak tersebut kemudian kembali duduk di taman kembali, entah dari mana nona mendapatkan gunting itu, ketika guru mendekati nona guru tidak menemukan gunting yang nona gunakan tadi."

__ADS_1


Laporan orang orangnya adalah bahan konsultasi Sulaiman dengan dokter arka paman Karin, yang tidak lain adalah adik dari Marissa ibu Karin.


Sejak kecil dokter arka sudah mendiagnosa Karin mengalami gangGuan bicara, kelainan bicara pada Karin adalah kelainan bicara pada anak yang membuat anak enggan untuk berbicara banyak. Dokter arka masih mengobservasi apakah kelainan bicara Karin terletak pada sistem saraf, atau adabhal lainnyang menjadi penyebabnya. Kecerdasan karin di atas rata-rata, ia mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan sebagai test baginya.


Kali ini dokter arka mulai melangkah mengobservasi tingkah laku keponakan nya itu, dokter arka menyampaikan diagnosisnya sebagai dokter kepada Sulaiman.


"Bisa jadi selain gangguan bicara Karin juga mengalami kendala dalam menunjukan emosinya, kategori ini merujuk pada kemungkinan adanya efek samping kecelakaan yang di alami Karin saat masih dalam perut ibunya. " Dokter arka melepaskan kacamatanya, dan menyentuh pelupuknya dengan perasaan sedih.


"Kita akan awasi pertumbuhan Karin bersama sama kak, kita akan memberikan perawatan terbaik untuknya" dokter arka menepuk punggung Sulaiman, sedangkan Sulaiman sedang memutar otak , apa yang bisa ia lakukan untuk menjaga agar anaknya tidak mencelakakan orang lain. Agar tidak ada isue miring yang mempengaruhi perusahaan.


Selang beberapa waktu Karin kembali bersekolah, Sulaiman kembali mendapat peringatan dari kepala sekolah. Kali ini Karin benar benar keterlaluan. Karin mendorong jatuh temannya dari balkon sekolah. untungnya temannya tersebut tidak mengalami cedera karena ia terjatuh di atas truk loundri yang parkir di bawah balkon tersebut.


Kali ini Sulaiman tidak dapat menahan amarahnya. Ketika Karin sampai di rumah Sulaiman langsung memarahinya. Untuk pertama kalinya Sulaiman melihat Karin terkejut. Tapi seketika kemudian ekspresi Karin kembali datar.


Tergopoh gopoh pengawal yang mengawasi Karin mendatangi Sulaiman yang sedang marah. Ia memberikan sebuah rekaman suara kepada sulaiman. Setelah Mendengar rekaman suara itu di putar, Sulaiman sangat terkejut. Ia menatap anak perempuan nya.

__ADS_1


happy reading.....,😎


__ADS_2